
Setelah makan malam Daddy Radit meminta Rehan untuk keruangan kerja membuat kedua sahabatnya menjadi awas .
Di mana di ruangan itu ada Henry , Jose, Raymond dan Reza tidak ketinggalan Erland dan Aurellia .
Saat semuanya sudah duduk Aurellia dan Erland masih berdiri di depannya lebih tepatnya Erland melarang Aurellia untuk duduk .
Detik kemudian Erland bersimpuh di depan Rehan membuat pria itu kaget.
" Tuan ...muda Jangan seperti ini berdirilah " Ujar Rehan cepat sambil menatap para bosnya yang sedang menatap ke arah mereka .
" Aku di sini bukan sebagai tuan muda Uncle ,saya di sini sebagai pria yang meminta izin sama Uncle untuk menikahi putri Uncle " Ujar Erland serius.
" Saya ...Tahu tuan muda tapi bisa kah anda berdiri dulu,saya tidak akan melarang asal jawaban Aurellia bisa saya terima ,saya mohon Tuan muda berdiri lah jangan seperti ini " Ujar Rehan frustasi .
Aurellia menatap Erland dengan wajah melongo dia tidak menyangka pria itu melakukan hal seperti itu .
Sejauh dia mengenal pria itu , jangan kan bersimpuh didepan orang bahkan hanya mengatakan kata maaf itu sangat sulit untuknya bahkan pantang bagi nya mengucap kan kata itu .
" Berdiri Boy " Ujar Raymond ,Erland pun berdiri tapi dia tetap di samping Aurellia .
" Kamu bisa Menanyakan apa pun yang kamu ingin tanyakan " Ujar Daddy Radit .
" Aurellia " Aurellia langsung menundukkan kepalanya dia tidak berani menatap ayah nya " iya " Jawabnya pelan .
" Apa Kaka lupa dengan yang ayah katakan sebelum kamu ikut bersama Brad untuk menemani tuan muda di London " Aurellia menggeleng cepat " Tidak ,Maaf ayah " Jawab Aurellia pelan .
" Kakak menyukai Tuan muda " Aurellia mengaguk dengan pelan , melihat jawaban Aurellia membuat Rehan merasa sesak .
" Aurellia " Erland langsung berdiri di depan Aurellia saat melihat Rehan berdiri .
" Maaf tuan muda ,bisa saya bicara dengan Aurellia " Pinta Rehan dengan rendah .
" Maaf Uncle,Erland tidak ingin mereka terluka " Ujar Erland membuat Rehan menatap ke arahnya .
" Mereka " Beo Rehan , Aurellia langsung memegang tangan Erland dengan kuat memberikan isyarat untuk tidak mengatakan apapun termasuk kehamilan nya .
" Ya mereka , Aurellia dan anakku yang ada dalam kandungan...."
Bugh
" Tuan Erland " Pekik Aurellia lalu menatap Rehan dengan mata yang berkaca-kaca .
" Kenapa...ayah ....memukul Tuan Erland " Tanya Aurellia menatap Rehan dengan cairan yang sudah memenuhi wajahnya .
" Itu pantas dia dapatkan " Jawab Rehan kedua tangan nya masih mengepal karena menahan Emosinya .
" Tapi ayah tidak perlu memukul tuan Erland ...."
"it's ok darl " Ujar Erland menatap Aurellia .
" Tapi bibir tuan berdarah " Ujar Aurellia menatap bibir Erland yang sedikit terluka .
" Duduklah " Pintah Henry, Rehan menarik napasnya panjang " Maaf tuan " Ujar Rehan .
" Kenapa kamu terus meminta maaf , Aurellia anakmu dan itu pantas untuk Erland seperti yang kamu ucapkan tadi " Ujar Raymond .
" Semua keputusan ada di kamu ,kami hanya menunggu jawaban mu " Ujar Daddy Radit menatap Rehan .
" Maaf tuan besar ,apa boleh saya mengurus ...."
" Lalu kamu menjauhkan dia dari ayah kandung nya " Rehan langsung terdiam saat Jose berbicara .
" Arif bisa menerima Randy ,kenapa kamu tidak bisa menerima Erland " Tanya Reza membuka suara .
__ADS_1
" Saya dengan Arif beda prinsip tuan " Jawab Rehan dengan pelan .
" Apa kita harus menggugurkan kandungan Aurellia ?? kamu sudah tahu aturan yang ada di rumah ini bukan ,dan kamu juga tidak lupa bagaimana kalian menemani Adara hanya saat itu statusnya masih istri siri dari Raymond, lalu Nova .....Apa saya perlu jelaskan dengan hal yang lain ,Elsa, Ana ,Nabilla dan Aqila " Ucap Daddy Radit serius.
" Duduk " Titah Henry menatap Erland hingga keduanya duduk di sofa dekat dengan Rehan .
" Apa yang kamu takutkan ' Tanya Raymond .
" Saya hanya ingin keluargaku selalu berada di dekat keluarga tuan tanpa tanpa ada hal yang lain ,itu kenapa saya meminta Aurellia tidak memakai perasaan saat tuan Henry memintanya ke sana bersama Brad " Jawab Rehan jujur .
" Bukannya sekarang kita sudah dekat " Jawab Raymond .
" Tapi itu sangat tidak pantas tuan , Aurellia hanya anak...."
" Lalu Diandra anak siapa ?? Anak setan ,alien " Potong Jose kesal membuat Rehan terdiam .
" Restui mereka , di antara keduanya ada anak yang harus mereka urus dan besarkan,kamu bisa meminta apa pun karena kamu ayah dari Aurellia " Ujar Daddy Radit .
" Saya hanya meminta apa pun nanti status Aurellia di keluarga tuan ,saya tidak ingin tugasku di bedakan " Ujar Rehan dengan helaan napas panjang nya .
" Ayah " Panggil Aurellia serak " Maaf " Cicitnya sambil menunduk dengan perlahan Rehan mendekati Aurellia lalu memeluk wanita itu dengan erat .
" Semua akan baik-baik saja " Aurellia mengaguk dalam pelukan Rehan bahkan dia enggan melepaskan kedua tangan nya yang melingkar di pinggang pria hingga membuat Erland harus pindah ke sofa yang tadi di duduki Rehan .
" Lalu kapan rencanamu menikahi Aurellia " Tanya Henry menatap Erland .
" Secepatnya ,waktu kami hanya dua Minggu karena pekerjaan banyak yang kami tunda " Jawab Erland .
" Waktu dua Minggu tidak cukup Boy " Ujar Jose .
"Kami tidak mungkin menambah jadwal cuty Opa " jawab Erland .
" Biarkan Bradley yang urus untuk sementara " Erland menggeleng cepat" Tidak bisa di wakil kan Pa ' jawab Erland menatap Reza .
" Baik Dad "
" Baik Opa "
Setelah pembahasan yang cukup serius dan membutuhkan waktu lama kini mereka ikut bergabung di ruangan tengah .
" Sudah berapa persen persiapan pernikahan Randy " Tanya Daddy Radit menatap Raine dan Elvi .
" 70 Dad " Jawab Elvi .
" Butuh berapa lama lagi " Tanya Daddy Radit .
" 2 atau 3 Minggu " Jawab Queen , Daddy Radit memijat pangkal hidung nya dengan kuat .
" Apa kalian bisa datang di cara resepsi Randy " Tanya Daddy Radit menatap Erland .
" Kalau Erland bisa saja, tapi Erland tidak yakin dengan Aurellia " Jawab Erland serius .
" Aahh Shiiit " Umpat Daddy Radit merasa kepala nya buntu ,membuat peserta yang di ruangan itu kaget .
" Bisa Aurellia tetap di sini hanya sementara saja " Ujar Henry menatap Erland .
" Tidak bisa Opa " Jawab Erland serius .
" Lakukan akad Minggu depan ,dan resepsinya bersamaan dengan Randy bawa Dokter bersama kalian saat kembali nanti " Putus Daddy Radit setelah lama terdiam .
" Maksud nya gimana Dad ,jujur Jeje bingung mendengar pembahasan kalian " Ujar Jeje mewakili peserta yang ada di situ .
" Erland akan menikah dengan Aurellia Minggu depan " Jawab Henry .
__ADS_1
" Aku tahu bukannya tadi sudah di bahas di meja makan , yang aku maksud kenapa Aurellia harus di dampingi dokter saat kembali nanti dan menahannya di sini " Tanya Jeje kesal .
" Aurellia hamil puas " Peserta yang ada di ruangan itu melongo mendengar jawab Henry tapi tidak dengan yang sudah tahu mereka tampak biasa saja .
" Ayah " Rehan hanya mengaguk dengan Maya terpejam membuat istri nya semakin syok .
" Zaza bisa kembali kan " Tanya Raymond menatap Eliza .
" Bisa Dad ,tapi mungkin hanya Eliza saja karena anak² sekolah ,begitu juga Mas Lintang kerja " Jawab Eliza jujur .
" Lintang akan usahakan kembali tapi mungkin saat resepsi saja bersama anak-anak" Timpal Lintang .
" Tidak papa bawa kedua orang tuamu jika mereka tidak sibuk " Ujar Henry , Lintang mengaguk sebagai jawabannya .
" Apa Queen akan mengurus nya Dad " Tanya Queen menatap Henry.
" Lalu siapa kalau bukan kamu " Lidah Queen berdecak " Queen hanya bertanya karena sejak tadi tidak ada yang membahas hal itu " Jawab Queen ketus dan kesal .
" Apa kamu sudah lupa ingatan " Ujar Rif'at .
" Diamlah " Dengus Queen menatap Rif'at .
"Besok bunda tunggu di butik " Ujar Queen menatap Erland dan Aurellia .
" Agak siang ya Bun, soalnya ada yang kami urus " Queen mengaguk saja .
" Ada lagi yang mau tanyakan " Tanya Daddy Radit menatap jam dinding yang ada di ruangan itu .
" Maaf " Cicit Rosna memberanikan diri .
" Berapa bulan " Semua orang menatap ke arah Erland dan Aurellia bahkan mereka sampai lupa dengan hal penting itu .
" Kami belum memeriksa nya ,jika besok urusan kami cepat selesai kami akan memeriksa nya " Jawab Erland .
" Ah iya , terimakasih tuan muda " Jawab Rosna pelan .
"Kalau Brad kapan " Tanya Faisal membuat Brad tersedak ludah nya sendiri.
" Apa Opa tidak bisa bertanya dengan pelan " Dengus Bradley kesal .
" Itu sudah pelan " Brad mendengus kesal " Nanti kalau sudah ada yang mau " Jawab Brad sekenanya.
" Kalau tidak ada " Ejek Xana menatap Brad kakak sepupunya itu sekalipun tidak ada ikatan darah .
" berarti aku akan menikah dengan mu " Jawab Bradley ketus.
" Brad " Tegur Isna menatap tajam Anaknya .
" Oma harap kamu juga akan menikah " Ujar Desi serius .
" Brad akan usahakan " Jawab Brad lembut .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Lanjut
Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
__ADS_1
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟