
Malam harinya setelah makan malam semua berkumpul di rungan tengah termaksud Iin dan Salsa.
Tapi keberadaan wanita itu seperti tidak terlihat di mata mereka di mana Morgan ,Brad dan Erland membahas pekerjaan begitu juga dengan Aurellia dan Isna bercerita mengenang masa kecil dan yang lainnya .
Iin hanya tersenyum dia mengalikan rasa sedihnya bermain dengan Salsa .
Hingga waktu istirahat pun tiba ,Iin berpamitan lebih dulu untuk menidurkan Salsa sehingga membawanya ke kamar .
Sesampai nya di kamar Iin membaringkan tubuh Salsa dengan lembut lalu duduk di ujung tempat tidur Salsa .
Ceklek
Iin menatap ke arah pintu di mana pengasuh Salsa masuk .
" Malam ini biar Salsa tidur sama aku Bu " Ujar Iin lembut .
" Sudah lama saya tidak tidur dengannya, kangen " Lanjutnya beralasan sambil tersenyum.
" Bu istirahat dulu untuk malam ini " Ucapnya lagi
" Baik Non, permisi " Iin mengaguk tersenyum
" Sayang " Panggil Iin lembut menatap wajah sang anak " Salsa mau tidak jika kita pergi dari sini " Lanjutnya lagi.
" Sekalipun di luar sana belum tentu aman tapi mami yakin kita bisa hidup baik² saja ,Mami akan berusaha mencari pekerjaan "Suara Iin mulai berubah tapi sekuat mungkin dia menahan nya " Mami tahu Salsa nyaman begitu juga Mami ,karena di sini semuanya orang baik tapi kita tidak mungkin bergantung pada mereka terus ,Salsa paham kan maksud mami " Lanjutnya mengelus pipi Salsa merapikan bulu² yang menutupi wajah sang anak .
Perlahan Iin merebahkan tubuhnya di samping Salsa , menarik nya masuk dalam pelukannya .
" Good night kesayangan Mami, Cup " Iin memberikan kecupan lembut di kepala dan pipi Salsa .
Namun saat akan memejamkan matanya pintu kamar Salsa terbuka ,Detik kemudian Iin langsung bangun dari tidurnya saat melihat siapa yang berdiri di ambang pintu .
" Apa aku harus menyeret mu ? " Tanya nya datar dan dingin .
" Maaf tuan ,bisa kah malam ini saya tidur dengan Salsa " Izin Iin terbata .
" Dia sudah ada pengasuh nya ?" Jawabnya datar .
" Saya sudah meminta nya untuk istirahat di kamarnya tuan ,maaf " Jawab Iin menundukkan kepalanya.
BRAK
Iin langsung memegang Salsa yang tersentak karena suara keras dari pintu .
" Mami disini sayang ,maaf Ccuupp .....Ccuupp " Iin memukul pelan bokong sang putri agar tidur nya kembali nyenyak .
Huh ...Huh
Berkali-kali Iin menarik napasnya panjang lalu di hembuskan dengan pelan .
" Bertahan sebentar saja,jika gaji yang kamu dapat sudah lebih dari cukup kamu bisa ke luar dari sini ,hanya sebentar demi Salsa " Ujar Iin meyakinkan dirinya .
__ADS_1
" Salsa bisa bahagiakan jika hanya kita berdua ,ya harus bisa mami akan membuatmu bahagia sekalipun kita tidak memiliki yang sebagian orang miliki " Iin kembali merebahkan tubuhnya memeluk sang putri .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi kembali menyapa Iin segera bangun karena ada kewajiban yang harus dia lakukan .
Dia menatap ke samping di mana sang putri masih terlelap dalam tidurnya .
" Pagi sayang, CUP " Iin memberikan kecupan manis di kening Salsa lalu turun dari tempat tidur bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri .
Beberapa menit kemudian Iin ke luar sudah mendapati pengasuh Salsa di kamar itu .
" Pagi Bu " Sapa Iin sopan .
" Pagi Non " Jawabnya lembut .
Iin berjalan ke arah lemari mengambil pakaiannya lalu kembali masuk dalam kamar mandi untuk memakai pakaian nya .
" Bu, saya tinggal ya " izin Iin setelah ke luar dari kamar mandi .
" Iya Non " Jawab pengasuh .
Kini Iin sudah berada di depan kamar Brad, perlahan Iin menarik napasnya panjang lalu di hembuskan dengan pelan .
Ceklek
Iin memejamkan matanya lalu membukanya dengan perlahan, penghuni kamar itu masih terlelap .
Langkah pertama yang di lakukan Iin menyiapkan air untuk Brad ,namun baru saja menyalahkan air untuk mengisi bathup suara dari belakang tubuhnya membuatnya kaget .
" Tuan " Iin langsung menegangkan tubuhnya, dia menatap pria yang kini berdiri di depannya .
Bukannya tadi tuan Brad masih tidur Ucapnya dalam hati .
" Ke luar " Titahnya dingin .
Hah
" Tapi airnya ..."
" Ke Luar " Bentaknya sedikit meninggikan suaranya.
" I-ya tuan " Iin menggeser tubuhnya lalu ke luar dari kamar mandi itu .
Langkah kaki wanita itu membawanya ke ruangan ganti untuk menyiapkan pakaian kerja Brad .
Setelah itu dia ke luar melakukan pekerjaan nya seperti biasanya padahal sebelumnya dia akan lakukan setelah Brad meninggalkan kamar itu .
Beberapa menit kemudian Brad sudah ke luar dari kamar mandi, Iin hanya menatap sekilas saja lalu kembali melanjutkan perkejaan nya .
Tapi saat pria itu ke luar dari ruangan ganti ada rasa sesak,kecewa ingin sekali Iin menangis di mana Brad tidak memakai pakaian yang sudah di siapkan .
__ADS_1
Iin tetap melanjutkan pekerjaan nya sekalipun perasaan nya tidak baik² saja hingga pria itu menghilang dari balik pintu .
🪵
🪵
Sesampainya di meja makan tidak berselang lama Aurellia dan Erland ikut bergabung bersama mereka di mana sudah ada orang tua Brad .
" Hubby nanti siang aku main ke perusahaan ya " Erland hanya mengaguk sebagai jawabannya .
" Ayah sama ibu mau ikut ? " Tawar Aurellia menatap ke depan .
" Tidak Nak, ayah sama ibu ingin jalan² saja sebelum kembali mumpung di sini " Jawab Morgan lembut .
" Kemarin katanya mau pulang hari ini " Sindir Aurellia membuat Isna dan Morgan tertawa kecil .
" Baby lapar Darl " Aurellia menatap ke samping dengan segera mengambil sarapan nya sebelum suaminya membuka suara kembali .
" Iya By ,maaf " Jawab Aurellia cepat .
Setelah sarapan satu persatu penghuni rumah itu mulai melakukan aktivitas nya masing-masing .
Aurellia memilih kembali ke kamar setelah mengantar suaminya untuk melanjutkan tidur nya .
Di mana semalam Erland baru melepaskan nya saat sudah larut malam dan pagi buta pria itu kembali memakannya padahal baru beberapa jam kedua nya tertidur .
" Apa dulu mommy mengidam ingin terus berhubungan dengan Daddy saat mengandung nya ,kenapa dia tidak perna puas dan cape " Gerutu Aurellia kesal .
" Jika iya ,aku yakin Eric juga akan seperti itu " Lanjutnya lagi lalu merebahkan tubuhnya .
Pagi ini dia akan menghabis kan waktunya untuk tidur sebelum nantinya dia akan ke dapur untuk membuat makan siang untuk di bawah keperusahan dan makan siang dengan suaminya.
" Sssttt , seperti nya aku harus ke salon sebelum tulang²ku patah " Gumam Aurellia .
" Tapi aneh , Kenapa saat melakukan nya aku tidak merasakan apa pun selain rasa nikmat beda halnya setelah melakukan nya rasanya ingin pingsan saja tapi tidak dengannya bahkan setelah bermain dia begitu segar " Lanjutnya sambil berpikir .
" Entalah ,aku mengantuk " Ucap Aurellia menarik selimutnya menutup tubuhnya .
Syukur pagi tadi mereka bermain di ruangan ganti karena pria itu ingin sensasi yang lain sehingga dia tidak kembali mengganti sprei dan selimut yang baru beberapa jam terpasang setelah permainan malam mereka .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰😘😚😚
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟
__ADS_1