
Ceklek
Kedua pria yang ada di ruangan itu menatap ke sumber suara di mana Aurellia berdiri di ambang pintu sambil menenteng memperlihatkan bawaan nya .
Erland langsung berdiri menghampiri sang istri sedangkan Brad membereskan kertas yang berserah kan di atas meja .
" Maaf anda mencari siapa ? " Tanya Erland saat sudah berdiri di depan sang istri .
" Cari suamiku " Jawab Aurellia lalu memeluk Erland .
" Kangen " Tawa Erland langsung pecah lalu membalas pelukan sang istri.
" Kau datang sendiri ? " Tanya Erland membawa sang istri ke arah sofa tapi Aurellia hanya menjawab dengan gelengan kepala.
" Kalau begitu saja permisi dulu tuan ,Non " Erland dan Aurellia Kompak mengangguk kan kepalanya sebagai jawaban.
" Bawah makanan apa ? " Kini keduanya sudah duduk di sofa .
" Rahasia " Jawab Aurellia tersenyum lalu mengeluarkan satu persatu kotak bekal yang ada dalam bungkusannya.
Erland menatap meja yang tadinya kosong kini terisi dengan makanan yang di bawah istrinya.
" Kamu sedang membuka catering " Tanya Erland menggeleng menatap makanan yang di bawah Aurellia ..
" Kalau Hubby mengizinkan " Aurellia berdiri mengambil piring yang di letakan di samping lemari pendingin .
" Aku akan memotong kedua kaki dan tangan mu " Bukannya marah Aurellia malah tertawa mendekati pria itu sambil membawa piring dan minuman mineral .
Cup
Aurellia mencium pipi Erland lalu memberikan piring yang tadi dia bawah hanya satu karena dia akan makan di suapi pria itu .
" Semuanya " Aurellia mengaguk sebagai jawabannya " Oh God , Apa kamu akan berubah jadi Hulk " Tanya Erland .
" Aku harus berbagi dengan Baby By, lagian aku harus mengisi tenaga masion dan perusahaan itu jarak nya tidak dekat " Jawab Aurellia membela diri .
" Kamu tidak jalan kaki Darl " Aurellia tertawa kecil " pakai mobil pun tetap memakan waktu bukan " Jawabnya lagi .
" Buka mulutmu, kamu semakin cerewet jika perut mu kosong " Aurellia membuka mulutnya lebar-lebar.
🪵
🪵
Brad tersentak saat membuka pintu ruangan nya ada seseorang yang berdiri di dekat pintu itu begitu juga orang itu yang kaget saat mendengar suara pintu yang di buka dari luar .
__ADS_1
Untuk beberapa menit kedua nya terdiam hingga Brad menghela napasnya panjang.
" Wanita hamil itu " Gumam Brad menutup pintu ruangan nya lalu berjalan ke arah meja kerja nya tanpa menghiraukan wanita yang sejak tadi berdiri menunggu nya.
" Apa kami akan terus berdiri disitu " Tanya Brad menatap ke arah pintu .
" Maaf tuan " Iin mendekati sofa yang ada di ruangan itu lalu meletakan bawaannya .
" Duduklah " Iin baru duduk setelah di persilahkan sedangkan Brad masih duduk di kursi kerjaannya mengurus beberapa hal
Setelah menunggu beberapa menit Brad berdiri dari duduknya , melihat itu Iin langsung membuka kotak bekal yang dia bawah .
" Silahkan tuan " Ujar Iin pelan .
" Kamu sudah makan ? " Tanya Brad .
" Sudah tuan " Jawab Iin dan tentu saja itu jawaban yang bohong .
Keheningan kembali terjadi di antara sepasang manusia yang belum jelas akan status ke duanya .
Sekalipun Brad mengatakan akan menikahi wanita itu tapi tidak dengan sang wanita, dia tidak ingin terllau berharap apa pun di pikirkan nya hanya kebahagiaan sang putri .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mendengar ucapan sang istri Erland hanya menggeleng saja merapikan kotak-kotak isi makanan mereka ,lalu meninggalkan sang istri di sofa.
" Istirahat lah di kamar " Pintah Erland .
" Gendong " rengek Aurellia manja .
" Kamu berat " Jawab Erland sekenanya.
" Ehz " Aurellia memanyunkan bibirnya kesal membuat Erland tersenyum menghampiri sang istri .
" Ayo " Erland mengulurkan tangan nya dan langsung di sambut wanita itu .
" Jangan langsung tidur ,tahan Sedikit kamu habis makan " Aurellia mengaguk .
" Hubby langsung kerja " Erland mengagguk " Kamu tidak apa kan aku tinggal ?" Tanya Erland .
Ceklek
Pintu ruangan kamar pribadi Erland terbuka dengan lebar.
" Iya tidak papa " Jawab Aurellia tersenyum .
__ADS_1
" Pelan-pelan Darl " Erland mendudukkan Aurellia di tempat tidur mengambil bantal mengatur sandaran untuk wanita itu .
" Apa pekerjaan Hubby banyak " Erland duduk di ujung tempat duduk .
" Seperti biasanya " Jawab Erland mengusap perut Aurellia .
" Seharusnya aku tidak usah bertanya " Cibir Aurellia karena sebelumnya dia pernah bekerja dengan pria itu dan pastinya sudah tahu .
Tapi dengan bodohnya dia bertanya ,Erland tertawa menatap sang istri yang terlihat kesal .
" Aku temani sebentar sebelum jam istirahat habis " Aurellia mengaguk menggeser tubuhnya memberi tempat untuk suaminya .
" Hubby "
" Hebm "
" Pengen punya anak berapa ? " Tanya Aurellia menatap ke samping .
" Jangan bertanya padaku Darl, yang mengandung dan melahirkan kamu ,bukan aku ! jadi senyaman nya kamu saja " Erland merubah posisi nya menyamping " Jangan melupakan kebahagiaan mu ! Aku tidak masalah berapa pun,satu juga tidak papa asal kamu bahagia itu sudah cukup untukku " Jawab Erland serius .
" Tiga boleh " Erland hanya mengaguk sebagai jawabannya " dua laki-laki satu perempuan gimana " Lanjutnya menatap sang suami sambil tersenyum .
" Aku hanya bisa membuat dan berusaha Aurellia, untuk urusan jenis kelamin aku tidak bisa ! Aku bukan tuhan atau yang lainnya " Jawab Erland menggeleng tak percaya dengan ucapan sang istri.
" Kan baru rencana By " Jawab Aurellia tertawa .
"ya semoga saja sesuai keinginan mu " Jawab Erland pasrah .
" Ayo istirahat ,aku temani " Aurellia merebahkan tubuhnya lalu memeluk tubuh kekar yang selalu membuatnya nyaman .
" Besok aku mau ke salon " Ujar Aurellia pelan .
" Tunggu saja di rumah , mereka yang akan ke masion " Aurellia hanya menggaguk sebagai jawabannya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟
__ADS_1