London Love Story

London Love Story
Untuk yang terkahir


__ADS_3

Hoek ....Hoek ....


Brad di buat terkejut karena mendengar suara orang muntah hingga dia menatap ke samping dan tidak mendapat kan Iin .


" Iin ' Gumamnya langsung menurunkan kakinya berjalan ke arah kamar mandi dengan langkah besar nya .


" Iin " Brad mendekati Iin yang sudah duduk di lantai kamar mandi sambil memegang perut dan ujung wastafel untuk menahan tubuhnya.


" Kenapa tidak membangunkan aku " Lanjutnya khawatir .


Brad membantu Iin berdiri mencuci mulut wanita itu lalu membawanya ke luar .


" Aku ambil dulu baju " Ujar Brad karena pakaian Iin sedikit basah,namun langkah terhenti saat Iin menahan nya " Kenapa ? Kamu butuh sesuatu ? " Brad duduk di ujung tempat tidur " Minyak...." Brad mengambil botol kecil yang menjadi benda kesukaan Iin selama beberapa hari belakangan " Ada lagi " Iin hanya menggeleng " Aku ambil baju dulu, bajumu basah " Brad meninggalkan Iin sendirian masuk dalam ruangan ganti .


Tidak berselang lama Brad kembali sambil membawa baju ganti untuk Iin .


" Aku bantu ganti,boleh ? " Izin Gani lembut dan mendapat kan anggukan kepala dari Iin .


" Maaf " Iin hanya diam saja saat Brad mengambil botol kecil dari tangan .


" Are you ok " Lagi² Brad hanya mendapatkan anggukkan sebagai jawabannya tapi itu sudah cukup baginya .


Brad mulai membuka piyama tidur Iin hingga memperlihatkan belahan dada wanita itu .


Putih


Bersih


Kenyal


Dan sedikit berisi mungkin karena hamil .


Sebisa mungkin Brad tidak memikirkan hal yang akan membuat nya mandi air dingin nantinya .


Namun semuanya percuma nyatanya matanya tidak berkedip menatap kedua benda yang sudah di depan matanya hingga membangunkan sesuatu yang masih tertidur lelap .


Sadar Brad ,dia sedang mengandung anakmu itu kenapa dia lemah dan perlu bantuan mu ,jadi jangan berpikiran kotor Ucapnya dalam hati menggeleng agar membuat nya sadar .


Huh !!


Brad menarik napas lega saat menyelesaikan pekerjaan nya yang begitu berat bahkan lebih berat dari apa yang di lakukan selama ini .

__ADS_1


Tok ...tok ...


Brad menatap ke arah pintu ,beranjak sambil memegang pakaian basah Iin untuk di letakan di pakaian kotor .


Ceklek


" Nona " Gumam Aurellia menatap sekeliling nya .


" Bisa masuk " Brad mengaguk " Biar saya saja " Aurellia menggeleng tersenyum " Pergilah olahraga mas Erland sudah menunggumu " Pantas Brad tidak melihat pria itu nyata nya dia sudah berada di tempat Gym .


" Tidak usah khawatir, Iin akan baik² saja " Sekalipun sederhana tapi itu membuat Brad sedikit lebih baik ,padahal kemarin dokter sudah menjelaskan panjang lebar namun tetap dia panik melihat Iin seperti orang yang tidak memiliki semangat hidup .


" Pergilah " Brad mengaguk masuk dalam ruangan ganti .


" Maaf Nyonya " Aurellia menahan tubuh Iin yang ingin bangun " Bersandar saja " Jawab Aurellia membantu Iin .


" Minum dulu semoga bisa mengurangi rasa mualnya " Aurellia membantu Iin dengan perlahan.


" Apa panas ? " Iin menggeleng, justru dia merasa lebih baik saat minuman itu sampai di perut nya .


Hangat !! itulah yang dia rasakan .


" Jika menginginkan papa ,katakan saja tidak perlu sungkan " Bertepatan dengan itu Brad ke luar dari ruangan ganti dengan pakaian Gym nya .


" Sabarlah sebentar saja, Kamu pernah lewati ini bukan ? Dan Aku yakin kamu pun bisa kali ini " Ujarnya tersenyum lembut .


" Tidak perlu memikirkan Salma atau Brad, fokus pada kehamilan mu dan Salsa " Iin mengaguk pelan .


" Ayo minum lagi " Ujar Aurellia .


" Saya saja ....


" Minum " Aurellia tetap membantu Iin untuk minum sekalipun wanita itu sudah memintanya untuk melakukan sendiri .


" Apa istri ku sudah di kamarmu " Tanya Erland tanpa membalikkan badannya .


" Iya tuan , terimakasih " Brad ikut bergabung di samping Erland yang tidak mengatakan apa pun lagi .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Hati² " Brad mengusap kepala Salma dengan lembut " Maaf Kaka tidak bisa menepati janji " Salma hanya diam saja .

__ADS_1


" Hiduplah dengan baik ,kakak akan menunggu kabar baik darimu " Hasilnya sama Salma masih terdiam menatap ke arah lain .


" Tidak ingin memeluk kakak " Salma menatap Brad " Aku ingin yang lain " Apa ? " Tanya Brad lembut .


"Aku ingin hamil seperti nya , Jika kakak tidak bisa bersama ku ....."


" Jangan meminta hal yang tidak bisa kakak lakukan " Brad mengelus pipi Salma dengan lembut namun suara rendah Brand membuat Salma sedikit takut .


" Kamu tetap bersama kakak tapi bukan seperti yang kamu inginkan ,Kaka minta maaf karena sudah memintamu menunggu karena nyatanya kakak yang tidak bisa menepati janji ,maaf " Brad memegang kedua pundak Salma keduanya saling menatap .


" Kakak tetap menyayangi mu " Brad membawa Salma dalam pelukannya mengusap punggung wanita itu yang mulai bergetar .


" Pergilah ,kabari kakak jika sudah sampai " Brad melepaskan pelukannya menghapus cairan bening yang membasahi pipi Salma .


" Untuk terkahir nya " Brad mencium bibir Salma dengan lembut membuat wanita itu kembali memejamkan matanya menerima apa yang Brad berikan.


" I love you kak " Brad mengusap bibir Salma dengan lembut .


" pergilah " Salma mengaguk lalu membalikkan badannya ,begitu juga dengan Brad langsung meninggalkan tempat tidur tanpa membalikkan badannya begitu juga Salma.


🪵


🪵


" Maaf tuan " Erland menatap ke arah pintu mengaguk " Kenapa tidak kembali ke masion ? " Tanya Erland .


" Kamu masih punya waktu sehari untuk istirahat " Lanjut nya lagi .


" Tidak papa tuan " Jawab Brad menarik kursi yang ada di depan Erland .


" Apa dengan bekerja pikiran mu akan jauh lebih baik " Brad menatap Erland, seperti nya pria itu sangat mengerti dirinya ,apa karena dia perna merasakan hal yang sama .


" Iya tuan " Jawab Brad , Erland hanya mengaguk sebagai jawabannya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment

__ADS_1


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2