
" Hubby " Aurellia mendekati suaminya dengan langkah besarnya
" Tetap diam di tempat mu " Aurellia langsung menghentikan langkahnya " Kenapa mereka di sini " Tanya Erland saat sudah berada di depan sang istri.
" Aku yang meminta mereka untuk sarapan sama² ,maaf aku tidak ...."
" Sudah ayo " Erland membawa Aurellia ke meja makan sedangkan pengawal ada di sofa bersama wanita yang mereka bawah tadi .
" Kamu sudah memikirkan untuk mengunjungi tempat apa dulu " Tanya Erland lembut .
" Belum " Jawab Aurellia meletakan salad dan roti di depan Erland " Besok saja kita pergi juga pakaian belum ada " Lanjutnya dengan pelan.
" Kamu yakin ? " Aurellia mengaguk " Aku bingung mau ke mana ? padahal sebelum ke sini aku sudah mencari beberapa tempat untuk di kunjungi tapi setelah sampai di sini aku seperti nya malas untuk ke luar ingin di apartemen saja " Erland menatap ke arah istri nya dengan wajah bingungnya " Kenapa " Aurellia menggelengkan kepalanya pelan " Aku juga bingung hanya malas keluar saja " Jawab Aurellia jujur.
" jangan memikirkan mereka terus Darl " Ujar Erland seolah paham dengan pemikiran sang istri.
" Iya By " Jawab Aurellia tersenyum .
" Habiskan nasi goreng mu, setelah itu minum obat mu " Aurellia mengaguk.
🪵
🪵
Erland dan Aurellia duduk di balkon sambil menikmati secangkir teh dan suasana lagi di belanda .
" Ternyata jadi pengangguran begini ya " Kekeh Aurellia menatap lurus kedepan .
" Apa kamu bosan " Aurellia menggeleng " bingung mau lakukan apa karena sudah biasa bekerja " Jawab Aurellia serius .
" By " Erland menatap sang istri yang duduk di samping nya " Jika nanti aku tidak bisa memberikan kamu anak, apa kamu akan tetap pada hubungan ini " Tanya Aurellia menatap ke samping .
" Apa kamu takut untuk hamil lagi " Aurellia menggeleng keduanya saling membalas tatapan " Aku hanya takut tidak bisa menjaga mereka seperti kemarin " Jawab Aurellia.
" Bukannya aku sudah katakan hamil lah saat kamu siap " Aurellia mengaguk " Tapi aku tidak mungkin terus seperti ini ,karena kamu begitu menginginkan kehadiran mereka " Jawab Aurellia.
" Tidak usah memikirkan itu ,kita ke sini untuk liburan Darl " Ujar Erland serius.
" Tapi bagaimana pun kita akan membahas ini nantinya " Jawab Aurellia " Dan aku ingin menyelesaikan sekarang biar tidak terlalu kepikiran " Lanjutnya lagi .
" Aurellia " Panggil Erland rendah .
" Kamu baru ke luar dari rumah sakit ,dan kondisi mu belum terlalu pulih jangan memikirkan yang tidak seharusnya " Lanjutnya penuh penekanan .
" Bukan begitu By, aku hanya tidak ingin kamu kecewa karen ...."
" Jika kamu terus membahas ini mendingan aku masuk " Ujarnya dengan tegas ,bukannya tidak ingin membahas nya tapi Erland selalu menyalahkan dirinya atas kepergian calon anak kembarnya itu kenapa dia tidak terlalu tertarik untuk membahas itu karena setiap membahasnya pasti akan teringat hari di mana di harus kehilangan mereka .
__ADS_1
Dert.....dert...
Erland menatap ponselnya di mana nama Nova tertera di sana .
" Hallo "
" Maaf aku mengganggu ,tapi Nora ingin bicara denganmu "
" apa dia baik² saja " Tanya Erland sedikit khawatir .
" Sejak semalam demam ,dia memanggil namamu" Jawab nya dengan lembut .
" Kenapa tidak menghubungi ku sejak semalam " Jawab Erland .
" Aku hanya tidak ingin mengganggu waktu ....."
" Kamu tidak menggangu, kami hanya liburan biasa tidak ada hal yang istimewa " potong Erland dengan cepat .
Aurellia hanya terdiam mendengar jawab Erland, ada rasa sesak tapi sebisa mungkin dia meyakinkan hatinya karena saat ini Erland khawatir pada keadaan Nora ya hanya itu .
" bisa kah video Nora ingin melihat mu " Izin Nova dengan lembut.
" Iya bisa " Jawab Erland lalu menatap ponsel nya di mana berubah panggilan video .
" Papa "
" Sudah minum obat " Tanya Erland lembut sambil tersenyum.
" Sabarlah Papa akan menemani Nora ,tapi sekarang Nora minum obat dulu lalu istirahat ok " Nora mengaguk pelan dalam peluk Nova.
" Papa kapan pulang ??" Tanya Nora lagi .
" Secepatnya sayang " Jawab Erland serius.
Aurellia menatap Erland dan ponsel nya bergantian jika di lihat mereka seperti keluarga yang saling merindukan .
perlahan Aurellia meninggalkan Erland sendirian tanpa di sadari pria itu karena dia masih fokus pada Nora .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Ibu merindukan kalian " Gumam Aurellia tersenyum sambil duduk di balkon kamarnya .
" Gimana kalian di sana ? Apa kalian bisa melihat ibu " Aurellia menjeda ucapannya " Ah kalian membuat ibu iri ,kalian bisa melihat ibu tapi ibu hanya bisa melihat kalian dengan foto USG " Keluh Aurellia " Apa Eyang menyayangi kalian ? Seperti nya ibu sudah gila menayangkan hal itu " Lanjutnya sambil tertawa kecil .
" Ah iya sampai lupa " Aurellia menjeda ucapannya " Ibu sudah di Belanda gimana cantik bukan mungkin besok ibu baru bisa jalan² " Lanjutnya pelan .
" Aurellia " Aurellia menatap ke arah belakang sambil tersenyum.
__ADS_1
" Su..."
" Kenapa pergi " tanya Erland cepat sebelum Aurellia menyelesaikan ucapannya.
"Aku mengirim pesan pada ibu sama ayah ,aku lupa sejak sampai di sini tidak mengabari mereka " Ujar Aurellia tidak sepenuhnya berbohong karena memang sesampainya di kamar dia mengirim pesan pada orang tuanya .
" Lia ..."
" Aku ingin ke luar seperti nya asik jalan kaki sebagian orang melakukan itu " Aurellia mengalihkan pembicaraan.
" Aurellia " Tekan Erland rendah.
" Ayo " Aurellia menarik tangan Erland tapi dengan cepat Erland melepas kan tangan Aurellia dari lengannya membuat wanita itu mengentikan langkahnya .
" Apa Hubby butuh sesuatu " Tanya Aurellia dengan lembut .
" Apa kamu tidak lelah " Aurellia menatap Erland bingung sekalipun dia paham dengan pertanyaan suaminya .
" Aku bukan anak kecil Aurellia yang bisa kamu sogok dengan permen " Lanjutnya lagi .
" Pergilah pengawal akan bersama mu " Ujarnya dengan rendah .
" Hubby tidak ikut " Erland hanya diam saja memilih duduk di kursi yang ada di balkon di ikuti Aurellia.
" Pergilah Lia " Ujar Erland rendah , tapi wanita itu tetap duduk di samping Erland .
" Maaf jika sudah membuat mu marah " Ujar Aurellia memilih untuk mengalah menekan rasa di dadanya .
" Aku tidak bermaksud meninggalkan mu ...."
" Pergilah " Potong Erland rendah .
" Iya " Aurellia berdiri dari duduknya " Aku ke dapur jika butuh sesuatu katakan saja,Maaf sudah membuat mu marah " Ujar Aurellia dengan lembut lalu masuk dalam kamar .
" Maaf " Ujar Erland pelan setelah kepergian wanita itu .
" Kamu bisa Aurellia , sekalipun itu tidak mungkin " Ujar Aurellia di sela langkah nya menuju dapur .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Maaf baru bisa Up 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻 terima kasih selalu menunggu kelanjutan dari novel ini 😘😘😘😘
Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰
Like
Koment
__ADS_1
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟