London Love Story

London Love Story
Sangat nikmat


__ADS_3

" Salsa anaknya tidak terlalu rewel ya,padahal anak seusia nya biasanya tidak bisa diam " Iin menatap Aurellia lalu menatap salsa yang sedang asik bermain dengan boneka yang di belikan Brad .


" Apa jika hanya bersamamu dia juga seperti itu " Iin mengaguk pelan.


Iya Nyonya, sepertinya saya ibu yang buruk untuk nya " Jawab Iin lirih .


" Tidak ,kamu ibu yang hebat untuknya ,dia begitu hanya tidak ingin merepotkan mu ! Apa lagi sebelumnya kalian hanya hidup berdua dan kamu harus berjuang untuk kalian makan sampai harus di kejar warga " Iin menundukkan kepalanya.


" Dia hanya ingin menjadi anak yang penurut " Aurellia mengusap belakang Iin dengan lembut .


" Aku pernah membaca buku tapi aku tidak tahu benar dan tidaknya tapi tidak ada salahnya untuk mencoba ,usia 3 sampai 4 tahun itu usia yang sangat bagus untuk mendidik anak² karena Usia 3 tahun merupakan masa di mana anak-anak banyak belajar hal baru, mulai dari kemampuan bahasa, kognitif, motorik, hingga sosial dan emosionalnya " Lanjutnya .


" Kamu bisa melakukan itu saat tugasmu sudah selesai,kamu bisa mendekat kan diri padanya mengajak nya bercerita sambil bermain " Ucap Aurellia lembut .


" Tugasmu di sini hanya mengurus Brad, selebihnya habiskan waktumu bersama Salsa karena ini tidak akan terulang lagi jika nantinya dia sudah besar " Iin mengagukan kepalanya paham .


"Iya Nyonya , Terimakasih Nyonya sudah menerima kami di rumah ini , bahkan saya tidak tahu akan seperti apa jika saya tidak bertemu tuan Brad saat itu dan bagaimana dengan Salsa " Iin menundukan kepalanya" Bahkan saya sering membuat dia dalam bahaya hanya karena ku " Aurellia mengelus pundak Iin dengan lembut .


" Jangan terus menyalahkan dirimu, bahkan orang di luar sana belum tentu sekuat kamu begitu juga aku , bisa saja aku memilih mengakhiri hidupku karena lelah tapi tidak dengan kamu ,kamu terus berjuang bersama Salsa ,dan aku bangga dan salut kamu bisa bertahan " Ucap Aurellia lembut .


🪵


🪵


" Selamat datang tuan " Kepala pelayan menundukkan kepalanya sedikit.


" Di mana Istri ku " Erland mengehentikan langkahnya tepat di depan kepala pelayan begitu juga dengan Brad .


" Nyonya ada di lantai 2 Tuan di ruangan santai " Jawab kepala pelayan .


" Apa yang dia lakukan di sana ?? Apa dia sendiri " Tanya Erland lagi .


" Tidak tuan , Nyonya bersama Iin dan Salsa " jawab Kepala pelayan sambil menatap Brad.


" Apa ? " Tanya Brad ketus saat melihat sorot mata kepala pelayan .


" Tidak tuan " Lidah Brad berdecak tapi lain dengan Erland yang tertawa melihat kekesalan Brad.


Erland memberikan tas kerjanya pada kepala pelayan lalu melanjutkan langkahnya ke lantai dua begitu juga dengan Brad .

__ADS_1


Hingga akhirnya keduanya berada di depan ruangan itu di mana pintunya tidak tertutup rapat saat akan masuk Erland mendengar percakapan di dalam ruangan itu hingga dia mengurung kan niatnya untuk masuk .


" Aku juga pernah ada di posisi mu tapi bedanya aku harus kehilangan dua calon anakku, di saat itu seperti orang gila bahkan yang ada dalam pikiran ku bagaimana caranya aku bisa bersama mereka , Apa aku harus mati menyusul mereka ? Tapi keluarga ku memberikan aku kekuatan jika apa yang pergi itu tidak selamanya pergi mereka akan kembali jika sudah waktunya itu tiba " Ujar Aurellia pelan .


" Darling " Erland memilih masuk karena dia tidak ingin Aurellia kembali mengingat mimpi buruk itu sehingga berdampak pada kehamilan nya .


" Hubby " Aurellia dan Iin langsung menatap ke arah di pintu kedua wajah wanita itu tentu saja kaget dan syok.


Dengan segera Iin langsung berdiri dari samping Aurellia menjauh sedikit dari Aurellia .


" Tuan Lan " Brad menatap ke sumber suara sambil tersenyum .


" Apa yang kamu lakukan ? " Salsa mengakat boneka yang ada di tangannya membuat Brad mengaguk paham .


" kenapa tidak menyambut ku ? Sepertinya kamu menikmati waktumu " Aurellia menatap kesal ke arah Erland.


" Yang ada aku bosan " Jawab Aurellia kesal .


" Baguslah jika kamu senang " Aurellia memutar bola matanya jengah , apa suaminya itu tidak mengerti bahasanya tapi kalau pun mengerti dia tetap tidak akan mengizinkan Aurellia kerja .


" Besok pagi kita akan ke rumah sakit periksa baby, jadi kamu bisa ikut keperusahan tapi tidak untuk berkerja " Aurellia hanya mengaguk ,dia juga tidak berharap untuk bekerja karena dia tahu diri dan sadar diri .


" Ayo Darl , aku sudah tidak ....."


" Cukup !! " Pekik Aurellia " Apa tidak bisa mulut nya di jaga " Lanjutnya menerima uluran tangan sang suami .


" Kenapa ?? Kamu malu pada mereka " Tanya Erland menatap Iin dan Brad.


" Tidak usah malu ,mereka bukan anak kecil lagi ,iya kan Iin " Iin menatap Erland mengagguk " Iya tuan " Jawab Iin .


" Kau lihat kan " Aurellia hanya menghela napas panjang " Iya aku lihat " jawab Aurellia lalu menarik tangan suaminya ke luar dari ruangan itu .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Apa yang di lakukan Nona Aurellia hari ini ? " Padahal tanpa bertanya pun , Brad sudah tahu apa yang terjadi di rumah besar itu dari pagi hingga mereka kembali tadi .


Iin menatap Brad yang lagi membuka pakaian kerjanya !!!


"Saya menemani Nyonya sudah sore tadi Tuan, Paginya saya menyelesaikan pekerjaan " Jawab Iin .

__ADS_1


" Apa pekerjaan mu begitu banyak ,sehingga menemani Nona Aurellia sudah sore hari " Brad menatap Iin yang hanya menundukkan kepalanya.


" Nyonya meminta saya untuk istirahat terlebih dahulu Tuan " Brad tidak lagi bertanya dia memberikan pakaian kotornya pada Iin lalu masuk dalam kamar mandi .


Sedangkan Iin setelah menyimpan pakaian kotor langsung masuk dalam ruangan ganti menyiapkan pakaian untuk Brad .


Di kamar lainnya Aurellia benar² menemani Erland mandi tapi tidak dengan adegan yang seperti yang dia ucapkan tadi .


Karena dia memikirkan calon anaknya dan dia tidak ingin mengambil resiko sehingga dia menekan hasratnya .


" Apa mereka kembar lagi Darl ? " Aurellia menggelengkan kepalanya tidak tahu " Aku harap iya ! tapi jika pun tidak aku akan tetap menyayangi nya " Lanjutnya sambil mengelus perut Aurellia .


" Tapi By ,koh aku tidak seperti waktu hamil twins " Ujar Aurellia lirih .


" Memang kenapa " Tanya Erland meletakan dagunya di pundak sang istri sambil mengelus perut Aurellia yang yang rata .


" Pengen kaya hamil twins ! Makan ini dan itu ,cium bau yang tidak enak mual pokok nya seperti orang hamil " Jawab Aurellia .


" Bukannya itu menyiksa " Tanya Erland


" Lagian kamu paginya mual bukan " Lanjutnya lagi .


" Iya ,tapi itu sangat nikmat By ! Aku menantikan hal itu " Jawab Aurellia .


' Mungkin belum saja Darl, mungkin baby juga tidak ingin mommy nya kelelahan dan kamu bisa menikmati masa² hamil mu " Ujar Erland dengan lembut .


" Tapi aku ingin seperti itu " Ujarnya dengan pelan .


" Mungkin belum saja " Hanya itu yang bisa Erland katakan untuk menenangkan sang istri .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote

__ADS_1


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2