London Love Story

London Love Story
End


__ADS_3

Langit mendung seolah ikut merasakan kehilangan sosok yang begitu di segani dan di cintai banyak orang itu.


Hujan seolah menandakan jika langit pun begitu kehilangan sosok pria yang melindungi keluarga itu,karangan bunga memenuhi mansion besar itu bahkan sampai ke bahu jalan pun di penuhi karangan bunga .


Tangisan saling bergantian mengantar kepergian Eyang Radit sekuat apa pun mereka menahanya hasilnya percuma .


" Eyang " Eliza yang baru saja datang langsung menghampiri Eyang Radit .


Semalam Elvi langsung menghubungi nya dan memberi tahunya tentang kabar Eyang Radit.


Tidak menunggu waktu dia langsung meminta izin pada keluarga suaminya hingga kini dia bisa berada di sini sekalipun dia terlambat tapi setidaknya dia masih bisa melihat Eyang Radit untuk yang terakhir nya .


" Maaf Zaza.....datang ...terlambat " Eliza menundukkan kepalanya kedua tangan nya berada di atas tangan Eyang Radit yang sudah terbungkus kain yang berwarna putih itu " Eyang....Hiks ..... Terimakasih....Karena mau menerima Zaza .....Hiks ....Hiks Maaf Eliza baru mengatakan nya ....Karena terlalu malu " Eliza tidak mampu lagi melanjutkan ucapannya seolah tangisan yang ke luar itu menggambarkan bagaimana perasaannya saat ini " Apa Eyang bisa bangun ....Zaza hanya ingin mengatakan ...Zaza sayang ...sama Eyang"


" Terimakasih ....Eyang selalu menjadi orang pertama yang melindungi ku , selalu menjadikan Zaza orang pertama sekalipun Zaza ....bukan Cucu Eyang...Eyang bangun hiks Zaza belum siap...siapa nanti yang melindungi Zaza kalau Oma memarahiku "


"Maaf ....tidak selalu di samping Opa.....Maaf Zaza tidak bisa melakukan ....... seperti Opa lakukan dulu untuk Zaza....hiks ....maaf "


Eliza mengakat kepala nya menatap wajah Eyang Radit untuk yang terakhir kalinya perlahan dia mulai menunduk dan mencium kening Eyang Radit cukup lama .


" Selamat jalan pria terhebat ku " Bisiknya pelan .


" It's Ok honey " Bisik Lintang lembut yang sejak tadi berada di samping wanita itu .


Lintang membantu Eliza berdiri,kini gantian Erland yang duduk di samping Eyang Radit .


" Kata Lia ....semalam Ellena tidak bisa tidur ....Dia selalu terbangun dan menangis ..." Erland menormalkan perasaan nya " Seperti nya Eyang menunggu kelahiran nya , terimakasih Eyang .... Terimakasih karena sudah mengizinkan anakku memakai nama Istri mu , Titip salam untuk Eyang Ellena katakan padanya jika di sini sudah ada penggantinya jadi jika kami melupakan nya jangan marah atau cemburu , Tapi sampai kapan pun kami tidak akan melupakan nya begitu juga dengan Eyang , Sekarang Twins dan Eyang Ellena tidak akan kesepian karena Eyang akan bersama mereka ,titip salam untuk Twins katakan pada mereka Jika aku tidak melupakan mereka hanya belum ada waktu untuk menyapa dan memperkenalkan adik mereka ,karena baru kembali dari rumah sakit " Erland menarik sudut bibirnya lalu mencium kening Eyang Radit dengan lembut .


" Terimakasih untuk semua hal yang Eyang lakukan untuk Erland,Maaf sampai akhir Erland belum bisa membalas nya " Satu tetesan cairan bening jatuh di pipi Eyang Radit ,Dengan pelan Erland menghapusnya " Selamat jalan Eyang " Ujarnya sebelum bangkit dari duduknya .

__ADS_1


Satu persatu bergantian memberikan ucapan terakhir pada Eyang Radit ,hingga kini giliran Henry .


Pria itu hanya bisa terdiam dan menundukkan kepalanya dalam ,kedua tangan nya terus mengepal dengan kuat .


Untuk beberapa menit Henry terdiam hingga akhirnya dia mengakat wajahnya menatap wajah Eyang Radit.


" Daddy ....." Belum papa mata Henry sudah memanas .


" Shiit " Umpat nya mengusap ujung matanya yang basah .


" Maaf menahan Daddy terllau lama ..... Harusnya aku sadar jika Daddy merindukan mommy ,tapi ....Henry belum siap ..


.Kepergian mommy membuatku takut dan egois ,itu kenapa Henry menahan Daddy selama ini....Maaf jika itu menyakiti Daddy ...."


" Henry akan menjaga keluarga ini dengan baik ,Daddy tidak perlu khawatir tapi ingat janji Daddy untuk selalu melihat kami dari sana ,jika tidak Henry akan menggali kembali kuburan Daddy " Ancamnya ,lalu memeluk Eyang Radit dengan erat ,tangisan Henry mulai terdengar bahkan bahunya bergetar .


Jose ,Alan,Jeje dan Davin mendekati Henry memeluk pria itu dengan erat .


" Bukannya kita sudah janji "Ucap Jose pelan .


" Daddy akan marah jika kamu tidak menepati janjimu " Lanjutnya pelan .


" Aku tidak Kuat Jo ,Sekarang Daddy sama Mommy sudah pergi mereka meninggalkan aku sendirian " Peserta di ruangan itu hanya bisa mengalihkan pandangan mereka " Dulu saat aku melihat mu di posisi ini , aku hanya diam melihat mu menangis dan meminta Uncle kembali hidup karena kamu sendirian padahal Daddy selalu mengatakan jika kamu tidak sendirian, sekarang aku bisa merasakan apa yang dulu kamu rasakan ,ini terlalu sakit ....Hiks ....Hiks ...Hiks ..."


" Daddy sudah tidak sakit lagi, dia akan bertemu mommy " Ujar Alan pelan .


" Maaf ,sudah waktunya " Henry melepaskan pelukan nya begitu juga yang lainnya .


Untuk yang terkahir nya Henry kembali mencium kening dan pipi Eyang Radit begitu juga yang lainnya sebelum akhirnya Wajah Eyang Radit di tutup .

__ADS_1


Henry dan Jose berdiri di bagian kepala di tengah ada Jeje dan Alan dan di bagian kaki Ada Davin dan Raymond .


Elvi terus memeluk figura Eyang Radit memeluk nya dengan erat , tubuhnya yang lemas harus di bantu oleh Eric dan Erland karena wanita itu sudah tidak terhitung pingsan nya ,namun dia tetap mengantar kan ayah mertua nya ke rumah terakhir nya di samping mendingan ibu mertua nya .


Saat memasuki rumah kaca sepasang mata di atas balkon Aurellia , Rosna berdiri di batas pagar bersama Ellena .


" Selamat jalan Eyang ,titip salam untuk Twins ,Aurel akan selalu mengingat nasehat Eyang dan menjadi ibu yang terbaik untuk Ellena " Ujar Aurellia serak sambil membekap tubuh putri nya .


" Selamat jalan tuan besar , terimakasih atas semua kebaikan yang selama ini kami dapat kan dari tuan ,kami berjanji akan terus mengabdi pada keluarga tuan dan kami akan terus menceritakan kebaikan anda pada anak cucu dan cicit kami agar mereka bisa merasakan bagaimana berarti nya hidup tuan dalam hidup kami " Ujar Rosna lirih .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tidak ada seorang pun yang bisa menggantikan sosok yang sering di panggil ayah ,Kepergian nya pun membuat sebagain orang kehilangan bagian terpenting dari hidup nya .


Mungkin waktu kita tidak terlalu banyak dengan nya ,karena sebagian hidupnya berada di luar rumah mencari nafkah untuk istri dan anaknya ,namun bukan berarti dia melupakan kewajiban nya sebagai seorang ayah di saat tubuhnya memerlukan untuk istirahat ,dia masih bisa meluangkan waktunya hanya untuk sekedar bercerita dan bermain dengan anak-anaknya .


Terima kasih ayah , sudah mengambil tanggung jawab besar untuk kami. Pengorbananmu tidak akan tergantikan bahkan tidak bisa ditukar dengan apa pun .


Aku mencintaimu, Ayah. Terima kasih karena selalu membimbingku dengan kesabaran dan cinta.😘😘🥰🥰🥰


🪵


🪵


Terimakasih untuk kalian semua yang selalu menunggu Up dan mohon maaf kalau masih ada salah kata dan ucapan yang mungkin kurang tepat dan baik .


Terima kasih banyak untuk dukungan dari kalian semua , sekalipun author sadar kalau novel yang aku buat masih banyak kurang nya .


Terimakasih untuk saran dan masukannya jangan perna bosan untuk membaca karya novel author yang lainnya .

__ADS_1


I Love you All 🥰😘😘💐💐🌹🌷🌺💮🏵️🌻🌻


__ADS_2