
Malam harinya mereka kembali berkumpul setelah makan malam di sana juga ada Rehan dan Rosna dan kedua adik Aurellia .
Karena besok Erland dan Aurellia akan kembali ke London sekalipun Amanda masih melarang Aurellia untuk melakukan perjalanan jauh sekalipun menggunakan pesawat jet pribadi .
Saat semuanya tengah sibuk bercerita sambil memperhatikan para bocil teriakan Aurellia membuat mereka kaget .
" Darl " Erland langsung menghampiri istri nya yang menunduk sambil menutup kedua kupingnya .
" Baby bawa anak² ke kamar " Titah Raymond ,Adara dan Nova langsung berdiri membawa anak² pergi dari ruangan itu .
" Aurellia.... "
" Aaakkkkhhhhh " Pekik Aurellia sambil menarik rambutnya dengan kuat .
" Aurellia "
" Sayang " Rehan langsung berjongkok didepan Putri nya sambil memegang kedua tangannya .
" Ha....ha ...ha ...ha " Aurellia tertawa menatap Rehan tapi air matanya terus keluar .
" Mana yang sakit Hm " Tanya Rehan serak tangannya menggegam tangan Aurellia dengan kuat .
" Aku mohon jangan seperti ini Darl ,jika kamu membenci ku katakan jangan seperti ini aku mohon " Erland memeluk tubuh Aurellia dari belakang menangis istri nya .
" Ayah " panggil Aurellia " Aku ingin mereka " Lanjutnya bersamaan dengan tangisan yang mulai terdengar .
" Aku mau mereka ayah ,ayah sayang kan sama Aurel " Rehan mengaguk dengan cepat " Kembalikan mereka ,ayah punya uang banyak kembalikan mereka ayah " Ujarnya memohon menatap Rehan " Aurel hanya punya mereka ayah ,tapi kenapa mereka meninggal kan Aurel ,kenapa ayah " Tanya nya sesegukan sambil meremas tangan Rehan .
" Kenapa " Pekik nya memenuhi ruangan itu membuat peserta yang ada di situ hanya bisa menangis dalam dalam .
" Apa Aurellia tidak pantas di cintai " Lanjutnya lagi dengan pelan .
" Darl ...." Erland sudah tidak mampu lagi melanjutkan ucapannya tapi dia terus.memeluk Aurellia .
Edward yang tidak kuat melihat adiknya seperti itu langsung berjongkok memegang pundak pria itu .
Perlahan tangisan Aurellia mulai mereda bersamaan dengan hilang kesadaran nya hingga membuat Erland sedikit panik .
" Aurel
__ADS_1
" Aurellia ...Lia " Erland langsung melepaskan pelukannya hingga wanita itu jatuh di lengan kokoh nya .
" Bawa ke ruangan " Titah Amanda langsung berlari lebih dulu di susul Erland yang menggendong Aurellia .
" Semua akan baik-baik saja " Ujar Henry sambil memeluk Elvi .
" Aku hanya ingin anak² bahagia Dad ,tapi kenapa .....kenapa mereka harus mengalami ini " Ujar Elvi sesegukan .
" Ibu " Rehan langsung menatap ke sumber suara di mana Rosna pingsan dalam pelukan Agnes .
"Sayang " Rehan langsung berdiri menghampiri istri dan anaknya " Sayang " Panggil Rehan lagi sambil memukul pelan pipi Rosna .
" Antar ke kamar Han " Ujar Jeje .
" ambilkan minyak telon " Pinta Riane pada putri nya .
🪵
🪵
Di dalam ruangan pemeriksaan Aurellia langsung memasang infus untuk Aurellia padahal wanita itu baru saja ke luar dari rumah sakit tidak lupa Amanda memberikan obat bius agar Aurellia bisa lebih tenang .
" Aunty memberikan obat bius , kemungkinan dia akan bangun besok pagi ,saat dia bangun nanti jangan menanyakan apa pun " Erland mengaguk paham tangannya terus menggegam tangan Aurellia sesekali memberikan kecupan di punggung tangan wanita itu .
" Jangan seperti ini lagi " Gumam Erland sendu .
" Aunty ke luar dulu ya " Erland hanya mengaguk sebagai jawabannya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pukul 04. 45
Perlahan Aurellia membuka kedua matanya hal pertama yang dia lihat ruangan yang berwarna putih dan aroma khas obat .
Saat akan mengakat tangan nya karena kepala nya terasa pusing seperti ada beban hingga dia menatap ke samping .
Ternyata tangannya satunya di infus lalu satunya Aurellia menatap cukup lama para pria yang sedang tertidur dengan posisi duduk dan terus menggegam tangan nya .
Dia bisa melihat dengan jelas jika mata Erland sembab ,bahkan dari wajahnya dia bisa melihat jika bukan hanya dia yang merasa kehilangan melainkan Erland juga .
__ADS_1
Aurellia kembali meneteskan air matanya dengan perlahan dia menarik tangan nya agar tidak membangunkan Erland .
Saat berhasil dia mengelus wajah Erland hingga membuat pria itu bangun .
" Aurellia " Erland langsung membuka kedua matanya dengan lebar .
" Mana yang sakit Hm " tanya Erland mengelus cairan yang ada di ujung mata sang istri " tunggu aku panggil aunty " Aurellia menahan tangan Erland yang akan ke luar dari ruangan itu .
" Kamu butuh yang lain " Aurellia menggeleng " Bawa saya pergi " Erland duduk kembali di kursinya menatap lekat wajah istri nya .
" Kemana ?" Tanya Erland serius menatap wajah Aurellia .
" Tempat yang indah , yang banyak bunganya " Jawab Aurellia .
" Kita akan pergi ke sana ,jika kamu sudah pulih " Aurellia menggeleng " Aku baik² saja " Jawabnya dengan pelan .
" 3 hari ok, setelah itu kita kan ke sana " Aurellia mengaguk sebagai jawabannya .
" Air " Erland langsung mengambilkan air minum yang ada di samping nya membantu Aurellia untuk minum .
" Aku panggil Aunty dulu ya " Aurellia menggeleng " Tidak perlu ,tolong lakukan yang seperti di rumah sakit " Ujar Aurellia .
" Tempat nya terlalu sempit " Aurellia menggeser tubuhnya ,terpaksa Erland naik sekalipun harus berbagi tempat lalu membawa wanita itu dalam pelukannya.
" Nyaman " Aurellia kembali memejamkan matanya dengan pelan " Istirahatlah jika masih ingin tidur " Aurellia hanya berdehem sebagai jawabannya .
" Tuan "
" Hebm "
" istirahat lah jika masih mengantuk tidak perlu mengatakan apa pun " Aurellia mengaguk merapatkan tubuhnya pada Erland .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
__ADS_1
vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟