
Setelah kepergian Erland dan Brad , Aurellia masih terdiam di meja makan dengan kepala menunduk .
" Nyonya " Aurellia mengakat kepala nya dengan lelehan air mata yang sudah memenuhi pipi mulusnya .
" Nyonya Kenapa ? Apa makanannya tidak enak " Tanya istri kepala pelayan dengan panik .
" mas Erland Hiks ...Hiks " Aurellia mengeluarkan suaranya hingga mengundang beberapa pelayan yang hendak melakukan tugasnya .
" Panggil kepala pelayan " Titahnya pada salah satu pelayan .
" Nyonya sakit, mau saya panggil kan dokter " Tanya nya gugup sekaligus takut .
Hiks ....Hiks ...Hiks ...
" Bibi ....Hiks ...." Para pelayan semakin di buat takut .
Tidak berselang lama kepala pelayan datang mendekati Aurellia dengan wajah tegang nya .
" Nyonya butuh sesuatu ? Atau ada yang menyakiti Nyonya " Tanya kepala pelayan sambil menatap perut Aurellia .
Aurellia menggeleng kan kepala nya sambil terisak, tidak berselang lama Iin ikut bergabung karena mendengar keributan.
Dia yang tadi sedang sarapan di belakang di buat kaget melihat para pelayan ketakutan .
" Nyonya " Aurellia menatap Iin " Mas Erland jahat " Tangisan Aurellia semakin kencang membuat para pelayan saling menatap .
Pikirkan mereka bekerja dengan keras begitu juga kepala pelayan .
Bukannya tadi mereka baik² saja pikir kepala pelayan karena dia yang menyambut keduanya saat turun dari lantai atas bahkan mengantar kan sampai di meja makan sebelum Brad ikut bergabung dengan mereka .
" Mas Erland ....hiks....hiks ...jahat " Ulang nya lagi .
Kepala pelayan menatap sang istri memberikan kode untuk menghubungi Brad .
🪵
🪵
Sedangkan di tempat lain Brad dan Erland baru saja sampai di perusahaan keduanya langsung menuju ruangan mereka masing-masing .
Namun saat akan duduk di kursi kerjanya pintu ruangan nya terbuka dengan kasar hingga membuat Erland emosi .
" kau ingin mati Hah " Bentak Erland menatap tajam Brad .
" Maaf Tuan ,tapi bibi baru saja menelpon jika nona Aurellia menangis " wajah Erland langsung berubah " Apa dia jatuh " Brad menggeleng dengan cepat " Tidak tuan, tapi kata bibi Nona Aurellia berada di ruangan makan " Erland mengerutkan keningnya bingung " Berikan ponsel mu " Brad memberikan ponselnya pada Erland.
__ADS_1
" Hallo "
" Tuan ,itu Nyonya menangis "
" Berikan padanya " Erland menunggu beberapa detik hingga dia mulai mendengar tangisan sang istri .
" Nyonya "
" Aku tidak mau bicara dengan nya ,dia jahat " Erland menatap ponsel Brad .
" Tapi Nyonya, Tuan ingin bicara dengan anda " Ujar bibi dengan lembut .
" Aku tidak mau ,apa bibi tuli Hah ! ' Bentak Aurellia kesal .
" Tapi Nyonya....
" Darling " Erland mulai membuka suara nya ,hingga ucapan bibi terhenti begitu saja .
" Matikan Bibi " Bentak Aurellia
" Aku tidak mau mendengar nya, dia sudah tidak mencintai ku, dia tidak sayang sama baby lagi "
" Kita kembali ke masion " Erland melempar ponsel Brad di atas mejanya lalu mengambil jas nya .
" Tapi tuan ..."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Tuan " kepala pelayan langsung menghampiri Erland menunduk kepalanya.
" Di mana istri ku " Tanya nya di sela langkah nya,bahkan dia tidak menunggu Brad membukakan pintu .
" masih di ruangan makan tuan " Jawabnya mengikuti langkah Erland .
Saat sampai di sana Aurellia masih sesegukan di temani bibi dan Iin .
Tapi saat melihat kehadiran Erland bibi dan Iin langsung mundur beberapa langkah .
" Apa baby menyakiti mu " Aurellia menatap ke sumber suara , tangisan nya kembali pecah .
Erland memutar tempat duduk Aurellia lalu berjongkok di depan wanita itu .
" Baby nakal ? " Tanya dengan lembut .
" Kenapa ....tidak pamit hiks ...apa sudah tidak mencintai ku ! biasanya Hubby selalu mencium ku berpamitan sama baby ,tapi...." Erland langsung berdiri memeluk Aurellia .
__ADS_1
Harusnya dia tidak lupa jika mood ibu hamil itu susah di tebak dan suka berubah-ubah tapi malah dia terpancing omongan sang istri pagi tadi saat sedang sarapan .
" Maaf, Aku salah ,maaf " Ujar Erland mencium kening Aurellia lalu menghapus jejak cairan bening yang membasahi pipinya .
" Baby sedih hiks ...hiks ..." Erland mengagukan kepala nya " Maafkan Daddy " Ucap Erland mengelus perut Aurellia dengan lembut
Jujur ingin sekali dia tertawa tapi sebisa mungkin dia tahan agar tidak menyinggung perasaan ibu hamil itu lagi .
sejak di perjalanan dia sudah ketakutan namun saat berhadapan dengan wanita itu ,ingin sekali Erland mengigit nya tapi dia harus bisa menahan nya .
Brad menatap kepala pelayan dan bibi untuk meninggalkan ruangan itu .
" Ayo " Ajaknya pada Iin .
" kamu sudah sarapan " Tanya Brad lembut .
" Sudah " Jawab Iin jujur sekalipun dia belum menghabiskan sarapan nya .
Brad membawa Iin ke salah satu ruangan sambil menunggu Erland menenangkan Aurellia jadi dia akan mengurus beberapa hal .
" Sarapan dulu ya " Ujar Erland lembut , Aurellia hanya mengaguk sebagai jawabannya.
" Bibi " Panggil Erland
" Siapkan makanan yang baru untuk istri ku " Pinta Erland saat melihat bibi Sudah di dekat mereka .
" Baik tuan " Bibi mengambil piring yang ada di depan Aurellia bahkan makanan itu belum setengah nya .
" Sudah mendingan " Aurellia kembali mengagguk , Erland menarik sang istri dalam pelukan nya " maaf " Cicit Aurellia pelan .
" Jangan meminta maaf, aku yang salah darl " Aurellia menggeleng pelan " Aku tidak tahu kenapa tiba-tiba menangis ,maaf Hubby harus kembali lagi karena aku " Jawab Aurellia lirih .
" sudah jangan di bahas lagi, Aku sudah di sini bersama kalian " Aurellia memeluk pinggang Erland dengan erat .
" I love you Hubby "
" ya " Aurellia menyembunyikan wajahnya di dada sang suami sambil tersenyum .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
__ADS_1
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟