London Love Story

London Love Story
Mood ibu hamil


__ADS_3

Setelah kepergian Erland dan Brad , Aurellia masih terdiam di meja makan dengan kepala menunduk .


" Nyonya " Aurellia mengakat kepala nya dengan lelehan air mata yang sudah memenuhi pipi mulusnya .


" Nyonya Kenapa ? Apa makanannya tidak enak " Tanya istri kepala pelayan dengan panik .


" mas Erland Hiks ...Hiks " Aurellia mengeluarkan suaranya hingga mengundang beberapa pelayan yang hendak melakukan tugasnya .


" Panggil kepala pelayan " Titahnya pada salah satu pelayan .


" Nyonya sakit, mau saya panggil kan dokter " Tanya nya gugup sekaligus takut .


Hiks ....Hiks ...Hiks ...


" Bibi ....Hiks ...." Para pelayan semakin di buat takut .


Tidak berselang lama kepala pelayan datang mendekati Aurellia dengan wajah tegang nya .


" Nyonya butuh sesuatu ? Atau ada yang menyakiti Nyonya " Tanya kepala pelayan sambil menatap perut Aurellia .


Aurellia menggeleng kan kepala nya sambil terisak, tidak berselang lama Iin ikut bergabung karena mendengar keributan.


Dia yang tadi sedang sarapan di belakang di buat kaget melihat para pelayan ketakutan .


" Nyonya " Aurellia menatap Iin " Mas Erland jahat " Tangisan Aurellia semakin kencang membuat para pelayan saling menatap .


Pikirkan mereka bekerja dengan keras begitu juga kepala pelayan .


Bukannya tadi mereka baik² saja pikir kepala pelayan karena dia yang menyambut keduanya saat turun dari lantai atas bahkan mengantar kan sampai di meja makan sebelum Brad ikut bergabung dengan mereka .


" Mas Erland ....hiks....hiks ...jahat " Ulang nya lagi .


Kepala pelayan menatap sang istri memberikan kode untuk menghubungi Brad .


🪵


🪵


Sedangkan di tempat lain Brad dan Erland baru saja sampai di perusahaan keduanya langsung menuju ruangan mereka masing-masing .


Namun saat akan duduk di kursi kerjanya pintu ruangan nya terbuka dengan kasar hingga membuat Erland emosi .


" kau ingin mati Hah " Bentak Erland menatap tajam Brad .


" Maaf Tuan ,tapi bibi baru saja menelpon jika nona Aurellia menangis " wajah Erland langsung berubah " Apa dia jatuh " Brad menggeleng dengan cepat " Tidak tuan, tapi kata bibi Nona Aurellia berada di ruangan makan " Erland mengerutkan keningnya bingung " Berikan ponsel mu " Brad memberikan ponselnya pada Erland.

__ADS_1


" Hallo "


" Tuan ,itu Nyonya menangis "


" Berikan padanya " Erland menunggu beberapa detik hingga dia mulai mendengar tangisan sang istri .


" Nyonya "


" Aku tidak mau bicara dengan nya ,dia jahat " Erland menatap ponsel Brad .


" Tapi Nyonya, Tuan ingin bicara dengan anda " Ujar bibi dengan lembut .


" Aku tidak mau ,apa bibi tuli Hah ! ' Bentak Aurellia kesal .


" Tapi Nyonya....


" Darling " Erland mulai membuka suara nya ,hingga ucapan bibi terhenti begitu saja .


" Matikan Bibi " Bentak Aurellia


" Aku tidak mau mendengar nya, dia sudah tidak mencintai ku, dia tidak sayang sama baby lagi "


" Kita kembali ke masion " Erland melempar ponsel Brad di atas mejanya lalu mengambil jas nya .


" Tapi tuan ..."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Tuan " kepala pelayan langsung menghampiri Erland menunduk kepalanya.


" Di mana istri ku " Tanya nya di sela langkah nya,bahkan dia tidak menunggu Brad membukakan pintu .


" masih di ruangan makan tuan " Jawabnya mengikuti langkah Erland .


Saat sampai di sana Aurellia masih sesegukan di temani bibi dan Iin .


Tapi saat melihat kehadiran Erland bibi dan Iin langsung mundur beberapa langkah .


" Apa baby menyakiti mu " Aurellia menatap ke sumber suara , tangisan nya kembali pecah .


Erland memutar tempat duduk Aurellia lalu berjongkok di depan wanita itu .


" Baby nakal ? " Tanya dengan lembut .


" Kenapa ....tidak pamit hiks ...apa sudah tidak mencintai ku ! biasanya Hubby selalu mencium ku berpamitan sama baby ,tapi...." Erland langsung berdiri memeluk Aurellia .

__ADS_1


Harusnya dia tidak lupa jika mood ibu hamil itu susah di tebak dan suka berubah-ubah tapi malah dia terpancing omongan sang istri pagi tadi saat sedang sarapan .


" Maaf, Aku salah ,maaf " Ujar Erland mencium kening Aurellia lalu menghapus jejak cairan bening yang membasahi pipinya .


" Baby sedih hiks ...hiks ..." Erland mengagukan kepala nya " Maafkan Daddy " Ucap Erland mengelus perut Aurellia dengan lembut


Jujur ingin sekali dia tertawa tapi sebisa mungkin dia tahan agar tidak menyinggung perasaan ibu hamil itu lagi .


sejak di perjalanan dia sudah ketakutan namun saat berhadapan dengan wanita itu ,ingin sekali Erland mengigit nya tapi dia harus bisa menahan nya .


Brad menatap kepala pelayan dan bibi untuk meninggalkan ruangan itu .


" Ayo " Ajaknya pada Iin .


" kamu sudah sarapan " Tanya Brad lembut .


" Sudah " Jawab Iin jujur sekalipun dia belum menghabiskan sarapan nya .


Brad membawa Iin ke salah satu ruangan sambil menunggu Erland menenangkan Aurellia jadi dia akan mengurus beberapa hal .


" Sarapan dulu ya " Ujar Erland lembut , Aurellia hanya mengaguk sebagai jawabannya.


" Bibi " Panggil Erland


" Siapkan makanan yang baru untuk istri ku " Pinta Erland saat melihat bibi Sudah di dekat mereka .


" Baik tuan " Bibi mengambil piring yang ada di depan Aurellia bahkan makanan itu belum setengah nya .


" Sudah mendingan " Aurellia kembali mengagguk , Erland menarik sang istri dalam pelukan nya " maaf " Cicit Aurellia pelan .


" Jangan meminta maaf, aku yang salah darl " Aurellia menggeleng pelan " Aku tidak tahu kenapa tiba-tiba menangis ,maaf Hubby harus kembali lagi karena aku " Jawab Aurellia lirih .


" sudah jangan di bahas lagi, Aku sudah di sini bersama kalian " Aurellia memeluk pinggang Erland dengan erat .


" I love you Hubby "


" ya " Aurellia menyembunyikan wajahnya di dada sang suami sambil tersenyum .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment

__ADS_1


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2