
Setelah menempuh perjalan yang begitu panjang kini mereka sudah berada di Indonesia, Kedatangan mereka sudah di tunggu keluarga besar Erland dan juga yang lainnya .
Di masion besar itu tengah sibuk mempersiapkan semua hal padahal ini masih terlalu pagi .
Tapi ya begitulah Elvi dan para wanita lainnya ingin menyambut kedatangan menantu dan anak mereka sekalipun itu terdengar sangat berlebihan .
Namun apa ada yang berani membantah kenginginan mereka ? Mustahil bukan ?
Sekalipun suami mereka di kenal sebagai seekor harimau di luaran sana tapi mereka tidak akan berkutik jika sudah berada dalam masion itu .
Jangan katakan jika mereka suami² takut istri karena apa yang mereka lakukan hanya untuk kesenangan para istri yang sudah menemani mereka selama ini .
" Apa mereka belum sampai " Ujar Elvi sambil menatap meja makan yang sudah di penuhi hidangan yang sangat menggiurkan.
" Apa ada hajatan ? " Pertanyaan itu ke kuar dari mulut Eric di ikuti Bara yang berdiri di samping nya .
" Kakak sudah makan ' Eric menggeleng " Oma terlalu sibuk hingga melupakan perut ku " Sindir Eric karena memang pria itu baru bangun setelah semalam lembur menemani Edward .
" kakak " Tegur Adara .
" Sudah, Oma ambilkan ya " Eric mengaguk menarik kursi lalu duduk di susul Bara
" Apa tidak masalah jika aku mencicipi nya " Eric menatap ke samping " Ambil dan setelah itu kabur " Bisiknya pelan .
Bara menatap sekeliling nya di mana para wanita sibuk dengan cepat dia mengambil kue lalu meninggalkan ruangan itu membuat Eric tertawa kecil .
🪵
🪵
🪵
" Kita ke masion dulu " Ucapan itu tertuju untuk brad dan istri serta anaknya .
" Baik tuan " Jawab Brad menunduk kepalanya sedikit .
"Ayah mu tidak bisa ikut begitu juga dengan Rehan masih ada pekerjaan kecil " Ujar Jose .
" Tidak papa tuan " Jawab Brad, sedangkan Aurellia hanya memberikan senyuman .
" Papi " Brad menatap Salsa " Jangan takut ,Ok " Salsa mengaguk pelan lalu memeluk leher Brad menyembunyikan wajahnya .
Pintu mobil terbuka Aurellia lebih dulu masuk di susul Erland, di depan ada Henry dan Jose yang mengemudi .
Sedangkan keluarga kecil Brad berada di mobil di lain .
" Mau makan " Tawar Erland lembut .
" Iya lapar " Jawab Aurellia tersenyum kuda .
__ADS_1
" Apa uangmu habis ? Kenapa membiarkan Istrimu kelaparan " Erland mendengus kesal .
" Aurel baru merasakan nya Opa " Jawab Aurellia membela sang suami .
" Kuping Opa masih berfungsi bukan " Tanya Erland sinis .
" Tidak " Jawab Henry ketus .
" Kapan kamu kembali ? " Jose menatap kaca spion di atas kepalanya " Kami belum sampai di Masion dan Opa sudah menanyakan kapan aku kembali " Erland berdecak kesal " Luar biasa sekali sambutan kalian ,bahkan aku tidak tahu apa harus menangis atau tertawa " Lanjut nya ketus .
Henry dan Jose langsung tertawa belum ada sejam tapi Erland sudah terlihat kesal .
" ah iya Nova merindukan mu "
" CK, aku tidak peduli " Jawab Erland ketus .
" Padahal dia sangat antusias saat mendengar kamu akan kembali " Aurellia menatap sang suami sendu dan itu di sadari Erland .
" Jangan dengar kan omongan mereka " Ujar Erland serius
" Kamu tahu perasaan ku seperti apa sekarang " Lanjut nya lagi .
" Anggap saja mereka itu iblis " Jose membulat matanya dengan lebar begitu juga Henry .
" Jika kami iblis lalu kamu apa ? Malaikat " Cibir Henry kesal .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Semua orang sudah berjejer di depan pintu rumah utama karena ini weekend sehingga semuanya berkumpul bahkan keluarga Brad pun berada di sana tidak ketinggalan Keluarga Arif dan Rehan.
" Sayang " Rosna membiarkan Elvi dan Adara menghampiri sang putri dia hanya memberikan senyuman lembutnya menyambut sang putri .
" Kamu baik² saja kan " Aurellia mengaguk tersenyum " Baik Mom " Jawabnya lembut .
" Ah kita punya menantu baru ,maaf Oma melupakan mu " Brad mundur beberapa langkah membuat Iin menatap nya " Jangan takut ,aku Oma nya Brad,suamimu " Lanjutnya lembut .
" Apa semuanya baik-baik saja " Iin mengaguk canggung matanya tidak perna lepas dari sang suami yang berdiri tidak jauh di samping nya .
" Tidak perlu takut kita keluarga semuanya " Ujar Elvi lembut .
" Maaf " Cicit Iin pelan .
" Tidak papa ,ayo masuk ! Kalian pasti lapar dan lelah " Kini semua nya masuk ke dalam masion .
" Apa dia keponakan ku " Brad menatap ke samping mengaguk " Boleh menggendong nya " Lanjut nya pelan .
" Sama Uncle mau ? Dia adik Papi " Ucap Brad lembut menatap Salsa yang terus berada di gendongan nya .
" Salsa mau es krim , Uncle akan membelikan nya atau Salsa mau yang lain " Abimanyu membujuk salsa dengan lembut .
__ADS_1
"Mau ? " Salsa masih terdiam tapi Brad tetap memberikan salsa pada sang adik .
" Cantik " Puji Abimanyu saat Salsa sudah berada di gendongan nya membuat gadis kecil itu menunduk malu .
" Apa kita ada tamu " Tanya Erland saat berada di ruangan makan .
' kamu tidak lupa kan kebiasaan di rumah ini " Erland menatap ke samping nya .
" Daddy " Erland langsung memeluk Raymond " Aku kira Daddy ada pekerjaan " Gumamnya pelan .
" Daddy hanya tidak ingin mengganggu mereka " Jawabnya pelan membuat Erland tertawa kecil .
" Sudah² nanti lagi pelukannya sekarang makan dulu " Titah Adara .
" See " Ujar Raymond membuat Erland tergelak lalu mengaguk .
" Makanlah setelah itu ketemu Eyang di kamar " Erland dan Brad mengagguk paham .
" Papa,Mama ' Erland yang sudah siap duduk langsung menatap ke belakang begitu juga dengan Aurellia .
" Nanti jatuh " Pekik Erland namun tidak membuat langkah kecil Nora berhenti .
Bugh
" Nora kangen " Bersamaan dengan air mata yang membasahi pipi mulus nya.
Erland mengakat tubuh Nora ,lalu tertawa kecil begitu juga dengan Aurellia .
" Lalu kenapa tidak menyusul Papa ke London " Tanya Erland lembut .
" Kata Daddy Nora belum besar ,padahal Nora sudah besar sudah sekolah " Erland menatap Edward yang hanya diam saja.
" Nanti Papa bicara sama Daddy ya , sekarang Papa makan dulu boleh " Nora mengaguk tersenyum .
Erland mendudukkan Nora di samping nya lalu membantu Aurellia duduk .
Peserta di situ ikut duduk sekalipun mereka tidak ikut makan .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟
__ADS_1