London Love Story

London Love Story
Sambutan


__ADS_3

Setelah menempuh perjalan yang begitu panjang kini mereka sudah berada di Indonesia, Kedatangan mereka sudah di tunggu keluarga besar Erland dan juga yang lainnya .


Di masion besar itu tengah sibuk mempersiapkan semua hal padahal ini masih terlalu pagi .


Tapi ya begitulah Elvi dan para wanita lainnya ingin menyambut kedatangan menantu dan anak mereka sekalipun itu terdengar sangat berlebihan .


Namun apa ada yang berani membantah kenginginan mereka ? Mustahil bukan ?


Sekalipun suami mereka di kenal sebagai seekor harimau di luaran sana tapi mereka tidak akan berkutik jika sudah berada dalam masion itu .


Jangan katakan jika mereka suami² takut istri karena apa yang mereka lakukan hanya untuk kesenangan para istri yang sudah menemani mereka selama ini .


" Apa mereka belum sampai " Ujar Elvi sambil menatap meja makan yang sudah di penuhi hidangan yang sangat menggiurkan.


" Apa ada hajatan ? " Pertanyaan itu ke kuar dari mulut Eric di ikuti Bara yang berdiri di samping nya .


" Kakak sudah makan ' Eric menggeleng " Oma terlalu sibuk hingga melupakan perut ku " Sindir Eric karena memang pria itu baru bangun setelah semalam lembur menemani Edward .


" kakak " Tegur Adara .


" Sudah, Oma ambilkan ya " Eric mengaguk menarik kursi lalu duduk di susul Bara


" Apa tidak masalah jika aku mencicipi nya " Eric menatap ke samping " Ambil dan setelah itu kabur " Bisiknya pelan .


Bara menatap sekeliling nya di mana para wanita sibuk dengan cepat dia mengambil kue lalu meninggalkan ruangan itu membuat Eric tertawa kecil .


🪵


🪵


🪵


" Kita ke masion dulu " Ucapan itu tertuju untuk brad dan istri serta anaknya .


" Baik tuan " Jawab Brad menunduk kepalanya sedikit .


"Ayah mu tidak bisa ikut begitu juga dengan Rehan masih ada pekerjaan kecil " Ujar Jose .


" Tidak papa tuan " Jawab Brad, sedangkan Aurellia hanya memberikan senyuman .


" Papi " Brad menatap Salsa " Jangan takut ,Ok " Salsa mengaguk pelan lalu memeluk leher Brad menyembunyikan wajahnya .


Pintu mobil terbuka Aurellia lebih dulu masuk di susul Erland, di depan ada Henry dan Jose yang mengemudi .


Sedangkan keluarga kecil Brad berada di mobil di lain .


" Mau makan " Tawar Erland lembut .


" Iya lapar " Jawab Aurellia tersenyum kuda .

__ADS_1


" Apa uangmu habis ? Kenapa membiarkan Istrimu kelaparan " Erland mendengus kesal .


" Aurel baru merasakan nya Opa " Jawab Aurellia membela sang suami .


" Kuping Opa masih berfungsi bukan " Tanya Erland sinis .


" Tidak " Jawab Henry ketus .


" Kapan kamu kembali ? " Jose menatap kaca spion di atas kepalanya " Kami belum sampai di Masion dan Opa sudah menanyakan kapan aku kembali " Erland berdecak kesal " Luar biasa sekali sambutan kalian ,bahkan aku tidak tahu apa harus menangis atau tertawa " Lanjut nya ketus .


Henry dan Jose langsung tertawa belum ada sejam tapi Erland sudah terlihat kesal .


" ah iya Nova merindukan mu "


" CK, aku tidak peduli " Jawab Erland ketus .


" Padahal dia sangat antusias saat mendengar kamu akan kembali " Aurellia menatap sang suami sendu dan itu di sadari Erland .


" Jangan dengar kan omongan mereka " Ujar Erland serius


" Kamu tahu perasaan ku seperti apa sekarang " Lanjut nya lagi .


" Anggap saja mereka itu iblis " Jose membulat matanya dengan lebar begitu juga Henry .


" Jika kami iblis lalu kamu apa ? Malaikat " Cibir Henry kesal .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Semua orang sudah berjejer di depan pintu rumah utama karena ini weekend sehingga semuanya berkumpul bahkan keluarga Brad pun berada di sana tidak ketinggalan Keluarga Arif dan Rehan.


" Sayang " Rosna membiarkan Elvi dan Adara menghampiri sang putri dia hanya memberikan senyuman lembutnya menyambut sang putri .


" Kamu baik² saja kan " Aurellia mengaguk tersenyum " Baik Mom " Jawabnya lembut .


" Ah kita punya menantu baru ,maaf Oma melupakan mu " Brad mundur beberapa langkah membuat Iin menatap nya " Jangan takut ,aku Oma nya Brad,suamimu " Lanjutnya lembut .


" Apa semuanya baik-baik saja " Iin mengaguk canggung matanya tidak perna lepas dari sang suami yang berdiri tidak jauh di samping nya .


" Tidak perlu takut kita keluarga semuanya " Ujar Elvi lembut .


" Maaf " Cicit Iin pelan .


" Tidak papa ,ayo masuk ! Kalian pasti lapar dan lelah " Kini semua nya masuk ke dalam masion .


" Apa dia keponakan ku " Brad menatap ke samping mengaguk " Boleh menggendong nya " Lanjut nya pelan .


" Sama Uncle mau ? Dia adik Papi " Ucap Brad lembut menatap Salsa yang terus berada di gendongan nya .


" Salsa mau es krim , Uncle akan membelikan nya atau Salsa mau yang lain " Abimanyu membujuk salsa dengan lembut .

__ADS_1


"Mau ? " Salsa masih terdiam tapi Brad tetap memberikan salsa pada sang adik .


" Cantik " Puji Abimanyu saat Salsa sudah berada di gendongan nya membuat gadis kecil itu menunduk malu .


" Apa kita ada tamu " Tanya Erland saat berada di ruangan makan .


' kamu tidak lupa kan kebiasaan di rumah ini " Erland menatap ke samping nya .


" Daddy " Erland langsung memeluk Raymond " Aku kira Daddy ada pekerjaan " Gumamnya pelan .


" Daddy hanya tidak ingin mengganggu mereka " Jawabnya pelan membuat Erland tertawa kecil .


" Sudah² nanti lagi pelukannya sekarang makan dulu " Titah Adara .


" See " Ujar Raymond membuat Erland tergelak lalu mengaguk .


" Makanlah setelah itu ketemu Eyang di kamar " Erland dan Brad mengagguk paham .


" Papa,Mama ' Erland yang sudah siap duduk langsung menatap ke belakang begitu juga dengan Aurellia .


" Nanti jatuh " Pekik Erland namun tidak membuat langkah kecil Nora berhenti .


Bugh


" Nora kangen " Bersamaan dengan air mata yang membasahi pipi mulus nya.


Erland mengakat tubuh Nora ,lalu tertawa kecil begitu juga dengan Aurellia .


" Lalu kenapa tidak menyusul Papa ke London " Tanya Erland lembut .


" Kata Daddy Nora belum besar ,padahal Nora sudah besar sudah sekolah " Erland menatap Edward yang hanya diam saja.


" Nanti Papa bicara sama Daddy ya , sekarang Papa makan dulu boleh " Nora mengaguk tersenyum .


Erland mendudukkan Nora di samping nya lalu membantu Aurellia duduk .


Peserta di situ ikut duduk sekalipun mereka tidak ikut makan .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


__ADS_2