
" Di mana dia " Tanya Brad pada kepala pelayan yang berdiri tidak jauh darinya .
" Di kamarnya Tuan " Jawab nya dengan pelan .
" Panggil kan " Pinta Brad bertepatan dengan Erland dan Aurellia turun setelah membersihkan diri sepulang dari berkerja .
" Baik tuan " Ujarnya lalu meninggalkan Brad yang di mana Erland sudah di dekatnya .
" Pekerjaan apa nantinya yang kamu akan berikan " Tanya Erland tanpa menatap Aurellia karena sibuk dengan ponsel yang ada di tangannya .
" Aku juga bingung " Jawab Aurellia tersenyum kuda .
" Menurutmu dia harus bekerja apa " Kini gantian Aurellia yang bertanya pada Brad .
" Saya juga kurang tau " Jawab Brad membuat Aurellia semakin bingung .
Tidak berselang lama seorang wanita datang bersama pelayan .
" Tuan ,Nyonya " Sapa kepala Pelayan.
" makasih Pak " Ujar Aurellia lembut .
" Selamat sore " Sapa nya dengan lembut .
" Duduk Mba " Ujar Aurellia lembut .
" Saya berdiri saja Nyonya " Jawabnya dengan pelan .
" Kakimu sedang terluka begitu juga tanganmu, duduk lah " Ujar Aurellia lagi .
" Tapi Nyonya ....."
" Apa Istri ku harus memohon dan mencium kakimu agar kamu menurut " Kini Erland yang mulai membuka suara sekalipun matanya masih fokus pada benda yang ada di tangan nya .
" Ma....af tu...an " Ujar nya terbata lalu duduk di atas karpet bulu .
" Duduk di atas kakimu bisa tambah parah " wanita itu mengikuti ucapan Aurellia untuk duduk di sofa tapi itupun hanya bagian ujungnya.
" Kenapa tidak menerima perawatan dulu " Kini Aurellia memulia obrolan .
" Maaf Nyonya saya tidak bermaksud menolak kebaikan Anda ,tapi saya tidak bisa meninggalkan Salsa terlalu lama " Ujarnya dengan pelan .
Brad sejak tadi menatap wanita yang ada di samping nya sekalipun beda sofa ,di mana dia terus menunduk dan menautkan kedua tangan nya gugup .
" Nama mu siapa " Tanya Aurellia.
" Iin Nyonya " jawab nya .
" Nama yang cantik seperti nya orang nya " Puji Aurellia jujur .
" Berapa usiamu " Tanya Aurellia lembut .
" 20 Nyonya " Aurellia dan Brad tentu kaget bahkan Erland sekilas menatap wanita itu .
" 20 " Tanya Ulang Aurellia.
" I...ya Nyonya " Jawab Iin terbata
__ADS_1
" Maaf sebelumnya tapi jika kamu tidak nyaman kamu tidak perlu menjawab nya " Ujar Aurellia dengan lembut .
" Suami mu kemana ?" Lanjutnya dengan hati² ,tapi sepertinya pertanyaan Aurellia enggan di jawab dan Aurellia paham itu .
" Kamu mau kan berkerja di sini " Kini Iin mengakat kepala nya menatap Aurellia dengan mata berbinar .
" Mau Nyonya,Saya bisa melakukan apa pun " Jawab nya dengan cepat membuat Aurellia tersenyum .
" Iya itu harus " Jawab Aurellia ambigu karena dia tidak ingin menyinggung perasaan wanita muda itu .
Jujur sebenarnya dia penasaran dengan sosok wanita itu di usia nya yang masih muda sudah memiliki anak dan yang membuat nya bingung saat di tanya soal suami ,banyak pertanyaan yang menumpuk di kepala Aurellia tapi nanti dia akan meminta Erland untuk hal itu .
" Untuk sementara kamu istirahat dulu ,jika sudah baikan kamu akan mengurus Brad " Ucapan Aurellia membuat Brad dan Erland menatapnya " Jujur aku bingung memberikan kamu pekerjaan apa , tapi aku tidak ingin kamu berkeliaran di luaran sana membahayakan hidup mu apa lagi kamu memiliki anak " Lanjutnya lagi .
" Tapi kenapa harus ...."
" Brad " Brad menghela napasnya panjang memilih untuk diam .
" Tugasmu hanya mengurus Brad saja , selebihnya kamu bisa menghabiskan waktumu bersama Anakmu " Ujar Aurellia .
" Terimakasih nyonya , terimakasih banyak karena sudah mau menerima dan memberikan saya perkejaan " Ujar Iin langsung mendekati Aurellia dan duduk di tetap di depan wanita itu membuat Aurellia kaget .
" Jangan lakukan ini ? " Ujar Aurellia cepat dan memegang kedua bahu Iin karena hampir saja dia mencium kakinya .
" Hubby " Rengek Aurellia menatap sang suami .
" bangunlah ,kamu tidak perlu merendahkan diri hanya karena istri ku memberikan pekerjaan " Ujar Erland datar .
" Selemah apa pun kamu nya jangan lakukan itu " Lanjutnya lagi .
" Terimakasih tuan, terimakasih nyonya " Ujar Iin terisak, Aurellia mengelus punggung Iin dengan lembut .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kini di meja makan ada tambahan peserta di mana Iin dan Salsa ikut bergabung atas permintaan Aurellia sekalipun sudah di tolak oleh Iin karena merasa tidak enak dan tidak pantas berada satu meja dengan majikannya .
" Hei " Sapa Aurellia lembut menatap Salsa yang duduk di atas pangkuan Iin .
" Pak " Panggil Aurellia lembut .
" Iya Nyonya " Jawab Kepala pelayan .
" Siapkan Baby chair untuk Salsa " Pintahnya menatap kepala pelayan .
" Baik nyonya "Jawabnya dengan lembut .
" Dudukan saja di kursi yang di sebelah mu ,agar kamu bisa makan dengan nyaman " Ujar Erland datar .
" I....ya tuan " Jawab Iin gugup .
Aurellia mulai melayani suaminya begitu juga Brad di layani pelayan ,sedangkan Iin hanya diam saja sambil menunduk .
" Mi " panggil Salsa hingga membuat peserta di meja makan itu menatap ke arah nya .
" apa yang kamu lakukan ? Apa kamu ingin melihat anakmu mati baru memberikan makanan " Ujar Erland dingin membuat Iin ketakutan.
" Maaf...tuan ...saya ...."
__ADS_1
" Ambilah makanan yang ingin kamu makan tidak perlu sungkan atau takut " Ujar Aurellia lembut .
" Maaf nyonya ,sekali lagi terimakasih banyak " Ujar Iin lalu menyendok nasi dan hanya mengambil sepotong Ayam goreng saja .
" Isi tenaga mu dengan baik ,aku tidak suka pelayan ku badannya seperti ranting kayu " Aurellia dan Erland langsung menatap Brad yang hanya diam setelah mengatakan hal itu .
🪵
🪵
" Bisa pinjam ponselnya sebentar " Erland menatap Aurellia " Untuk apa " Tanya Erland sekenanya .
Kini mereka sudah kembali ke kamar setelah makan malam bersama .
" Mau telepon ayah By " Ujar Aurellia .
" Pakai ponsel ku, jangan mengusik ku Aurellia jika aku sedang main game " Ujar Erland kesal .
" Hubby bisa bermain di ponsel sendiri kenapa selalu memakai ponsel ku " Ujar Aurellia mengambil ponsel Erland yang ada di atas meja samping tempat tidur.
" Terserah ku mau pakai ponsel siapa,jangan mengaturku " Aurellia hanya menghela napas panjang dia memang harus memiliki stok kesabaran yang banyak .
Tut.....Tut ....Tut ....
" Hallo "
" Ini Aurellia bukan Erland "
" Lo kenapa pakai ponsel suamimu sayang " Ujar Rosna lembut .
" Ponsel Aurellia hilang Bu, Aurellia tidak memiliki uang untuk beli " Bukannya merasa kasian Rosna malah tertawa begitu juga Rehan .
"Di situ pasti masih gelap ? Maaf sudah membangunkan Ayah dan ibu " Ujar Aurellia tidak enak .
" malahan kami bangun dari tadi sayang " Kini Rehan yang menjawab .
" Ngapain Yah, shalat tahajud " Tanya Aurellia .
" Kau seperti tidak bangun larut malam saja " Goda Rehan membuat Aurellia menundukkan kepalanya malu, kini dia tahu maksud sang ayah .
" Kalau begitu Aurel tutup ya ayah ,selamat pagi " Aurellia langsung menutup panggilannya begitu saja .
Lalu dia menatap Erland yang begitu larut dalam permainan nya ,dengan perlahan Aurellia mendekati pria itu .
" Hubby " panggil Aurellia pelan .
Erland menarik tangan Aurellia hingga kini wanita itu duduk di depannya di antara kedua kaki pria itu .
" Jangan mengganggu ku setelah ini kita bekerja dua ronde cukup " Ujarnya tanpa ekspresi karena dia fokus pada permainan nya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
__ADS_1
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟