
Erland membawa Aurellia ke luar dari rumah besar itu setelah mereka sarapan, entahlah pria itu ke mana akan membawanya Aurellia hanya menurut ..
Setelah menempuh perjalan yang cukup lama kini mereka berada di pantai , mendengar ucapan mommy nya membuat Erland membawa Aurellia ke sini mungkin itu sedikit membaik .
" Ayo " Aurellia menerima uluran tangan Erland ,dia mengedarkan pandangannya hanya ada beberapa orang yang berada di sana mungkin penduduk di sekitaran saja .
Saat keduanya mendekati pantai, ada sepasang suami istri yang sedang membuat jaring untuk menangkap ikan .
" Permisi " Ujar Erland sopan .
" Iya Mas " Jawab keduanya tersenyum .
Erland dan Aurellia melanjutkan langkahnya mendekati pantai di mana ombak nya begitu tenang mungkin karena pagi .
Aurellia membuka sendalnya dengan sigap Erland memegang sendal Aurellia lalu dia pun membuka sendal nya ke duanya menyusuri pinggiran pantai .
" Tuan "
" Hebm "
" Apa saya terlihat menyedihkan " Tanya Aurellia menatap kakinya yang sudah di penuhi pasir .
" Tapi kamu tetap cantik " Jawab Erland menarik pinggang Aurellia lebih dekat dengan nya .
" Pasti berat untuk tuan " Ujar Aurellia lagi .
" Hebm ,sangat ! tapi Oma Elsa bilang itu wajar karena bukan hal muda untuk menerima semuanya ,jika bisa memilih saat itu Oma ingin memilih kehilangan semuanya asal tidak dengan calon anaknya tapi semuanya itu sangat tidak mungkin jadi cobalah untuk berdamai dengan keadaan sekalipun sulit pasti kita bisa, karena dia pun dulu begitu apa lagi saat Oma hamil bertepatan dengan Oma Ana juga hamil , Oma Elsa harus berbesar hati saat berjalan nya waktu perut Oma Ana semakin besar ,dia tidak munafik kadang merasa iri melihat Oma Ana tapi Oma juga bahagia karena Oma Ana baik² saja ,hingga apa yang dia alami tidak di alami orang lain " Ucap Erland
" Tapi kejadian itu kembali terulang dan itu kita yang mengalaminya " Erland menatap ke kurus ke depan tangannya semakin kuat menggegam tangan Aurellia " Kau tahu Lia sekalipun mereka hanya gumpalan darah tapi melihat mereka seperti itu membuat ku sesak bahkan saat Aunty Amanda memberikan bungkusan kecil tanganku bergetar tapi sebisa mungkin aku menerimanya " Aurellia menatap ke arah samping menatap wajah Erland yang mula memerah " Opa ,Daddy dan yang lainnya terus memberikan aku kekuatan begitu juga Eyang dia mengatakan padaku jika harus kuat sesakit dan sesulit apa pun karena ada orang yang harus aku jaga yaitu kamu " Aurellia mengelus tangan Erland saat suara pria itu bergetar , Erland menghentikan langkahnya menghadap Aurellia menatap wanita itu dengan lekat " Maaf aku tidak bisa menjaga kalian dengan baik " Erland menundukkan kepalanya .
__ADS_1
" Aku ....Aku " Aurellia langsung memeluk tubuh yang mulai bergetar itu " Beri aku kesempatan kedua ,aku mohon jangan meninggalkan aku, aku takut Lia....." Erland menangis sesegukan menyembunyikan wajahnya di leher Aurellia .
🪵
🪵
Saat keduanya mulai tenang setelah mengeluarkan isi hati mereka masing-masing kini mereka sudah siap untuk kembali tapi saat melewati sepasang suami istri yang mereka lewati tadi langkah mereka terhenti .
" Ayo mas ,mba " Ajak sang pria menatap ke arah Erland dan Aurellia .
" Ke pantai harus minum kepala Mas " Ujar sang istri lembut .
" Mau " Aurellia mengaguk hingga kini mereka duduk bergabung dengan suami istri itu sekalipun duduk di batas kelapa yang sudah di tebang .
" Seperti nya bukan orang asli sini Mas " Tanya sang pria .
" Iya ,kami hanya jalan² ke sini " Jawab Erland sopan.
" Ini mas " Erland mengaguk tersenyum " makasih Bu " Jawab Erland lembut .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Mau beli sesuatu " Tanya Erland lembut tangannya terus menggegam tangan Aurellia .
" Seperti nya tidak " Jawab Aurellia .
" Jika menginginkan sesuatu katakan saja " Aurellia mengaguk " Istirahat lah perjalan kita masih jauh " Aurellia mengeluarkan ponselnya mengambil beberapa gambar ,bahkan dia juga mengambil gambar Erland " Apa yang kamu lakukan " Tanya Erland yang tetap fokus pada kemudinya .
" Mengambil gambar , untuk isi di ponsel ku " Erland tersenyum " Apa tidak puas melihat yang asli hingga harus mengambil fotoku " Tanya Erland menatap sekilas ke arah Aurellia di mana terus mengambil gambarnya dengan berbagai arah .
__ADS_1
" Tuan " Erland menatap ke arah Aurellia hingga Aurellia mendapat kan foto mereka berdua , Erland melepaskan genggaman tangan nya lalu mengelus kepala Aurellia " Teruslah tersenyum Darl " Aurellia hanya mengaguk karena dia fokus pada ponselnya " Kirimkan padaku " Aurellia mengalihkan pandangannya ke arah samping " aku juga ingin ponsel ku berisi Darl " Lanjutnya tersenyum.
" Pakai ponsel tuan saja " Erland memberikan ponselnya pada Aurellia ,tapi saat akan menerima ponselnya tangan Aurellia bergetar " Kemarin aku melihat nya di laci meja jadi aku menjadi kan layar depan , setidaknya aku masih bisa melihat mereka sekalipun kemarin aku tidak menemani kalian " Ucap Erland lembut " Ambilah " Aurellia mengambil ponsel Erland .
"tanggal pernikahan kita " Aurellia hanya mengaguk padahal dia belum bertanya .
Tahan Aurellia jangan terlalu berharap Ucap Aurellia dalam hati ,karena dia tidak ingin kembali tersakiti karena harapan nya sendiri .
" Apa kita perlu berhenti " Aurellia menggeleng " Tuan hanya fokus saja kedepan " Jawab Aurellia .
" Jika hasilnya jelek, aku akan memintamu kembali mengambil nya " Ancam Erland .
Saat Aurellia akan mengambil gambar dengan gerakan cepat Erland mencium pipi Aurellia hingga wanita itu kaget.
" Tuan " Rengek Aurellia lalu menatap foto yang akan dia amb tapi belum sepenuhnya dia lihat Erland sudah menarik ponsel nya " Cukup " Aurellia melotot kan matanya tajam " Tapi itu hasilnya jelek " Protes Aurellia.
" Aku tidak peduli, asal aku terlihat tampan itu sudah cukup " Aurellia hanya mencibir kan bibirnya membuat Erland tertawa kecil lalu menggegam tangan Aurellia dan menciumnya beberapa kali .
Percayalah apa yang d lakukan Aurellia membuat hati nya tidak tenang padahal dia sudah berjanji akan menjaga hatinya untuk tidak terbuai .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
__ADS_1
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟