
Aurellia bingung harus berekspresi seperti apa ? Dia hanya terdiam menatap sosok yang kini berdiri di depannya sambil tersenyum .
" Darl " Panggil nya lembut ,namun tidak ada respon apapun " Kau tidak senang " Kini Erland sudah berdiri tepat di depan sang istri .
" Kalau begitu ....."
" Kenapa tidak bilang " Potong Aurellia kesal .
" Sejak semalam aku menghubungi mu ,tapi ponsel mu mati begitu juga Brad, Kamu membuat ku khawatir Erland " Untuk pertama kalinya wanita hamil itu menyebut nama suaminya selama hubungan keduanya membaik .
Mengerti akan ke khawatiran sang istri , Erland langsung memeluk Aurellia dengan erat.
Dia hanya ingin memberikan kejutan pada ibu hamil itu ,namun sialnya bukannya membuat nya senang Justru malah sebaliknya .
Harusnya dia lebih dulu mengirimkan pesan entah itu banyak pekerjaan atau yang lainnya,karena terlalu bersemangat Erland melupakan segalanya .
" Maaf " Erland mengusap punggung Aurellia dengan lembut.
" Aku takut " Erland semakin mengeratkan pelukannya tanpa melukai baby " Maaf " Ulang nya lagi lalu melepaskan pelukannya menatap wajah Aurellia sambil tersenyum .
" Salah ya caranya " Aurellia memukul lengan suaminya " Salah " Erland tersenyum kuda sambil mengusap pipi sang istri .
Erland menghampiri keluarga nya lalu berpamitan ke kamar tentu nya bersama Aurellia .
" Mau mandi dulu " Tanya Aurellia lembut .
" Ya ,tunggu saja di situ " Titah Erland tidak ingin di bantah .
" Jangan lama " Erland mengagukan kepalanya.
Cup
Sebelum meninggalkan sang istri, Erland lebih dulu mencuri ciuman pada sang istri membuat Aurellia tertawa .
Aurellia berdiri dari duduknya berjalan ke ruangan ganti untuk menyiapkan pakaian ganti sang suami setelah itu dia kembali ke tempat tidur sambil membawa pakaian yang akan di kenakan suaminya nanti .
10 menit berlalu Erland ke luar dari kamar mandi hanya dengan lilitan handuk yang menutupi bagian bawah nya .
" Keras kepala " Aurellia hanya tersenyum lalu memberikan baju untuk sang suami .
" Gimana ? Apa Baby menyusahkan mu " Tanya Erland sambil memakai bajunya .
" Tidak , hanya kadang dia merindukan Daddy nya ,biasanya sebelum tidur Daddy akan menyapa nya begitu juga saat bangun " Jawab Aurellia memberikan celana untuk suaminya .
" Aku tidak sabar bertemu dengan nya ,apa kamu belum merasakan kontraksi seperti kata dokter ? " Tanya nya menatap sang istri.
" Kalau sakit perna ,tapi hanya sesekali kadang siang kadang juga malam,apa itu juga kontraksi " Aurellia menatap sang suami yang juga menatapnya.
" Kenapa tidak cerita pada Mommy atau Aunty Amanda, Apa sakit sekali " Aurellia mengagguk pelan " Tapi hanya sesekali saja " Jawabnya pelan .
__ADS_1
" Apa pun itu cerita , bagiamana kalau Baby sakit ? Jangan menyimpan nya sendiri Darl " Aurellia mengaguk pelan " Maaf " Erland memeluk Aurellia mengusap kepalanya dengan lembut .
" Hy Baby , Daddy sudah kembali " Kini Erland berjongkok di depan perut Aurellia ,sedangkan istri nya di biarkan duduk di ujung tempat tidur .
" Apa selama Daddy pergi , Baby menjaga mommy dengan baik ? " Tanya lembut .
" Iya Daddy " Jawab Aurellia menirukan suara anak kecil.
Bugh
Erland dan Aurellia saling menatap lalu tertawa melihat respon dari calon anak mereka yang sebentar lagi akan lahir .
" Pelan² ,mommy kesakitan " Tegur Erland lembut .
" Boleh temani Daddy istirahat sebentar , Daddy lelah nanti setelah itu kita turun ke bawah " Ucapnya lagi tapi tidak mendapatkan respon apa pun .
" Temani mau " Aurellia mengaguk tersenyum lalu berdiri di bantu Erland .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sama halnya di masion milik keluarga Brad, bukan Iin yang antusias melihat kehadiran nya melainkan putri nya Salsa.
Bahkan dia tidak membiarkan Iin mendekati ayah sambungnya itu membuat keluarga Brad tertawa sekaligus prihatin pada Iin .
" Maaf " Iin mengaguk tersenyum " Setidaknya dia tidak cerewet lagi " jawab Iin pelan .
" Ayo Bu ,yah ! Aku sudah tidak sabar bertemu Oma sama Opa , pasti mereka akan membelikan kue yang banyak " Belum ada respon dari gadis kecil itu .
Namun dia mulai bimbang antara menetap di masion atau ikut bersama kakek ,nenek dan Uncle kesayangan nya itu .
" Ayo " Abi mulai berdiri dari duduknya di susul Isna dan Morgan .
" Papi ikut " Brad menggeleng " Papi masih lelah baru sampai ,mau istirahat sebentar dulu ' Jawab Brad lembut
Perasaan Salsa semakin tidak menentu pandangan nya terus menatap ke arah pintu di mana kakek ,nenek serta uncle Bi akan ke melewati pintu utama masion itu .
" Kalau Salsa mau ikut ,tidak apa ! Nanti kembali dari sana baru Papi temani bermain " Salsa kembali menatap Brad, Salsa mulai menggoyangkan tubuhnya untuk di turunkan ,Brad pun mengikutinya.
Tanpa berpamitan pada orang tuanya Salsa langsung berlari ke arah pintu dengan kaki mungilnya.
" Uncle Bi " Pekiknya kencang.
" Dasar anak kecil " Gumam Abi menghentikan langkahnya lalu membalikkan badannya .
" Salsa Ikut " Morgan dan Isna langsung tertawa begitu juga dengan Abi .
Sekeras apa pun jika sudah membahas kue makanan kesukaan nya dia akan goyah .
🪵
__ADS_1
🪵
" Salsa sangat posesif " Brad hanya tersenyum meletakan dagunya di pundak sang istri sedang kan kedua tangan nya mengelus perut Iin.
" Dia tumbuh dengan baik " Iin mengaguk lalu menatap ke bawah " Ayah sama kakak Abi selalu marah jika aku telat makan " Brad hanya tersenyum tipis.
" Hanya beberapa Minggu aku meninggalkan kalian ,dia sudah besar " Iin mengaguk " Tapi setelah nona Aurellia melahirkan kakak akan meninggalkan kami lagi " jawab nya sendu .
" Maaf ,karena aku tidak selalu di sampingmu saat sedang berjuang bersama nya ,tapi aku tidak punya pilihan lain ! Aku harap kamu bisa mengerti " Iin mengaguk paham " Semoga semuanya lancar " Ujar Iin lembut.
" Apa yang kamu lakukan selama tidak ada aku ? " Tanya Brad.
" Banyak ,kadang ibu membawaku ke rumah sebelah ,kadang juga yang ke sini ,ke rumah Oma terus ke taman depan......"
" Apa sebanyak itu hingga kamu tidak mengingat nya lagi " Ujar Brad saat sang istri mencoba mengingat hal yang dia lakukan belakang ini .
" Iya ,Ibu selalu membuatku sibuk ,katanya biar dia sehat kalau hanya duduk tidur itu tidak baik untuk nya " Jawab Iin lembut .
" Aku sudah tidak sabar bertemu dengan nya " Brad terus mengelus perut Iin " Tapi aku harus sabar dan menunggu beberapa bulan lagi " Lanjutnya dengan helaan napas panjang .
" Kakak " Panggil Iin lembut .
" Apa ayah sama ibu sudah cerita sama kakak " Tanya iin lembut .
" Tentang " Tanya bingung bahkan gerakan tangan nya berhenti .
" Seperti nya belum ,jadi aku juga tidak akan memberi tahu kakak " Jawab Iin tertawa kecil .
" Apa yang kalian sembunyikan hah " Brad menggigit bahu Iin hingga membuat wanita itu meringis.
" Kakak " Rengek Iin .
" Katakan ,jika tidak aku akan melakukan hal yang lebih dari ini " Ancam Brad .
" Tapi ....Kaka ...Aakkkhhh
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰
Like.
Koment
Vote.
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘😘
"
__ADS_1