
Erland bersandar di ambang pintu ,kedua tangannya di masukan dalam saku celananya ,sudah 20 menit pria itu berdiri dengan posisi yang sama menatap ke arah depan dengan wajah datarnya .
" Apa aku harus meminta mereka untuk merubah posisi lemari tempat mainan nya " Gumamnya posisinya berdiri tidak jauh dari pintu .
" Tidak , tempat nya sudah cocok ,jadi di bagian kiri aku akan memasang ayunan kecil untuk bersantai " Ucapnya pelan .
" Lalu " Kini pandangan nya ke arah kanan " Apa jika aku meletakan sofa apa tidak terllau sempit ? "
" Bayi tidak memerlukan sofa ,jadi buat lemari pakaian baby saja " Putusnya .
" Tapi jika aku ingin duduk ,apa aku perlu duduk di lantai di atas karpet " Aurellia mengacak rambutnya frustasi .
" Tenang ....Tenang ....' Aurellia menarik napasnya panjang .
" Sofanya bisa di letakan di samping ayunan yang seperti kamu ucap kan tadi " Aurellia membalikkan badannya dengan cepat,matanya membola kala melihat sang suami bersandar di pintu " Bahkan aku sudah setengah jam di pintu tapi kamu sibuk dengan duniamu " Erland mendekati Aurellia yang tersenyum paksa .
" Maaf " Erland hanya diam dia menatap sekeliling nya " Jelek ya " Erland menatap sang istri menggeleng " Lumayan " Aurellia memanyunkan bibir .
" Koh lumayan " Rengek Aurellia kesal .
" iya lumayan " Aurellia mendengus kesal .
"Ayo aku mau mandi, seharian kamu mengurus ini tapi hasilnya masih segini " Aurellia menatap sengit suaminya .
Apa dia bilang baru segini , ini saja sudah membuat kepala nya pusing ,salahnya sendiri meminta jasa renovasi tanpa meminta pendapat nya dan sekarang dia berkomentar seolah-olah ini bukan ulahnya .
Ingin sekali Aurellia memukul kepala suaminya dan membuat nya geger otak agar tidak selalu semena-mena ,tapi apa lah daya jangan kan membuat nya geger otak membuatnya kesal saja dia sudah takut .
" Tau Ah " Aurellia lebih dulu ke luar dari kamar itu meninggal Erland yang hanya tersenyum .
" Wanita itu " Geram Erland gemas.
Tidak jauh berbeda dengan Erland ,Brad pun mencari keberadaan Iin yang biasa menunggu nya di kamar !
Tapi kali ini wanita itu tidak berada di kamar begitu juga Salsa ,hingga dia memutuskan ke salah satu kamar yang ada di lantai itu .
Dugaan nya benar , Iin sedang membantu Salsa mengatur barang nya yang masih sebagian .
Kamar Salsa lebih dulu jadi ,karena gadis itu memilih nya sendiri sehingga para pekerja bekerja sesuai gambar ! tidak seperti menghadapai Aurellia dan Iin yang berubah-ubah.
__ADS_1
Kehadiran pria itu di sadari oleh Salsa yang langsung tersenyum dan memanggil nya membuat Iin menatap ke belakang .
" Papi " Panggil Salsa .
" Seperti nya Papi mengganggu " Ujar Brad masuk mendekati kedua wanita itu.
" Kamar Salsa " Brad mengaguk mengambil posisi duduk samping Iin .
" Kenapa membuatnya jadi dua seperti ini ,apa tidak sempit ?" Tanya Brad pelan .
" Biar gampang memantaunya "Ucap nya lembut , Pengucapan wanita itu sedikit berubah setelah menghabiskan waktu bersama Brad semalam .
" Salsa suka " Salsa mengaguk cepat " Kamar Ade " Tunjuknya ke arah pintu ,karena kamar adiknya lebih dulu di banding dia .
" Kenapa tidak meminta bantuan pengasuh untuk mengatur barang Salsa " Ucap Brad .
" Tidak papa ,ini hanya sedikit " Jawabnya pelan .
" Simpan saja, ayo kembali aku belum mandi " Iin langsung menghentikan gerakan tangannya ,lalu berdiri di bantu Brad .
" Salsa ayo " Salsa langsung menegang tangan Brad " Papi " Ujarnya tertawa kecil membuat Brad dan Iin ikut tertawa .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Kau juga menikmati nya Aurellia ,jangan munafik " Pukulan keras mendarat di perut Erland , bukannya marah Erland malah tertawa karena susah berhasil membuat istri nya marah .
" Kamu membuatku ingin kembali memakan mu " Erland memeluk Aurellia dari belakang mencium punggung polos sang istri.
" Mesum ....maniak " Ucap Aurellia ketus .
" Mesum sama istri itu wajar Lia ,kamu sendiri juga tidak menolak nya , bahkan kamu membuka lebar kedua kakimu ,belum lagi saat kamu menjerit meminta aku bergerak dengan cepat lalu......."
" Apa tidak bisa diam " Aurellia berbalik lalu menutup mulut suaminya.
" Kenapa harus marah ,aku hanya mengatakan yang sebenarnya " Ujar Erland menjauhkan tangan Aurellia dari mulutnya .
" Sekalipun ,apa kamu tidak malu " Ujarnya pelan menatap sang suami .
" Malu ? " Tanya Erland detik kemudian pria itu tertawa .
__ADS_1
" Untuk apa malu ,aku melakukan dengan istri ku ! bukan dengan istri orang " Lanjut nya mengusap kepala Aurellia.
" Menjawab terus " Erland kembali tertawa ,berada di samping wanit itu selalu membuat moodnya bagus .
Entahlah , padahal dulu saat melihat Aurellia biasa saja bahkan menurutnya tidak ada hal yang istimewa dari wanita itu .
Tapi sekarang bahkan dia tidak bisa jauh dari wanita itu bahkan tiap jam dia selalu menanyakan kabarnya sekalipun hanya di jawab singkat dari wanita itu .
" Lia " Panggil Erland lembut .
" Iya " Jawab Aurellia kesal.
" I Love you " Aurellia menundukkan kepalanya, wajahnya terasa panas hanya karena ungkapan perasaan pria itu padahal dia selalu mengharap itu namun saat ini dia tidak bisa menahan dirinya untuk terlihat biasa saja " I Love you my wife " Ulang nya lagi membuat Aurellia semakin tidak tenang .
" Aurellia "
" Iya aku tahu ,sudah " Jawabnya menunduk bersembunyi di dada sang suami .
" Balas " Pintah Erland menahan senyumnya .
" Kamu sudah tahu jawabannya ,jangan menggodaku terus " Ucap Aurellia .
" Aku ingin mendengar jawaban nya bukan menggoda mu " Desak Erland .
" Mommy ...."
" I Love you too " Jawab Aurellia lalu kembali menyembunyikan wajahnya di dada sang suami karena malu .
Tawa Erland memenuhi kamar mereka ,begitu juga Aurellia yang hanya tersenyum di dada sang suami ,pelukan Erland membuat wanita itu nyaman .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
__ADS_1
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟
"