London Love Story

London Love Story
Perkara kamar bayi


__ADS_3

Erland bersandar di ambang pintu ,kedua tangannya di masukan dalam saku celananya ,sudah 20 menit pria itu berdiri dengan posisi yang sama menatap ke arah depan dengan wajah datarnya .


" Apa aku harus meminta mereka untuk merubah posisi lemari tempat mainan nya " Gumamnya posisinya berdiri tidak jauh dari pintu .


" Tidak , tempat nya sudah cocok ,jadi di bagian kiri aku akan memasang ayunan kecil untuk bersantai " Ucapnya pelan .


" Lalu " Kini pandangan nya ke arah kanan " Apa jika aku meletakan sofa apa tidak terllau sempit ? "


" Bayi tidak memerlukan sofa ,jadi buat lemari pakaian baby saja " Putusnya .


" Tapi jika aku ingin duduk ,apa aku perlu duduk di lantai di atas karpet " Aurellia mengacak rambutnya frustasi .


" Tenang ....Tenang ....' Aurellia menarik napasnya panjang .


" Sofanya bisa di letakan di samping ayunan yang seperti kamu ucap kan tadi " Aurellia membalikkan badannya dengan cepat,matanya membola kala melihat sang suami bersandar di pintu " Bahkan aku sudah setengah jam di pintu tapi kamu sibuk dengan duniamu " Erland mendekati Aurellia yang tersenyum paksa .


" Maaf " Erland hanya diam dia menatap sekeliling nya " Jelek ya " Erland menatap sang istri menggeleng " Lumayan " Aurellia memanyunkan bibir .


" Koh lumayan " Rengek Aurellia kesal .


" iya lumayan " Aurellia mendengus kesal .


"Ayo aku mau mandi, seharian kamu mengurus ini tapi hasilnya masih segini " Aurellia menatap sengit suaminya .


Apa dia bilang baru segini , ini saja sudah membuat kepala nya pusing ,salahnya sendiri meminta jasa renovasi tanpa meminta pendapat nya dan sekarang dia berkomentar seolah-olah ini bukan ulahnya .


Ingin sekali Aurellia memukul kepala suaminya dan membuat nya geger otak agar tidak selalu semena-mena ,tapi apa lah daya jangan kan membuat nya geger otak membuatnya kesal saja dia sudah takut .


" Tau Ah " Aurellia lebih dulu ke luar dari kamar itu meninggal Erland yang hanya tersenyum .


" Wanita itu " Geram Erland gemas.


Tidak jauh berbeda dengan Erland ,Brad pun mencari keberadaan Iin yang biasa menunggu nya di kamar !


Tapi kali ini wanita itu tidak berada di kamar begitu juga Salsa ,hingga dia memutuskan ke salah satu kamar yang ada di lantai itu .


Dugaan nya benar , Iin sedang membantu Salsa mengatur barang nya yang masih sebagian .


Kamar Salsa lebih dulu jadi ,karena gadis itu memilih nya sendiri sehingga para pekerja bekerja sesuai gambar ! tidak seperti menghadapai Aurellia dan Iin yang berubah-ubah.

__ADS_1


Kehadiran pria itu di sadari oleh Salsa yang langsung tersenyum dan memanggil nya membuat Iin menatap ke belakang .


" Papi " Panggil Salsa .


" Seperti nya Papi mengganggu " Ujar Brad masuk mendekati kedua wanita itu.


" Kamar Salsa " Brad mengaguk mengambil posisi duduk samping Iin .


" Kenapa membuatnya jadi dua seperti ini ,apa tidak sempit ?" Tanya Brad pelan .


" Biar gampang memantaunya "Ucap nya lembut , Pengucapan wanita itu sedikit berubah setelah menghabiskan waktu bersama Brad semalam .


" Salsa suka " Salsa mengaguk cepat " Kamar Ade " Tunjuknya ke arah pintu ,karena kamar adiknya lebih dulu di banding dia .


" Kenapa tidak meminta bantuan pengasuh untuk mengatur barang Salsa " Ucap Brad .


" Tidak papa ,ini hanya sedikit " Jawabnya pelan .


" Simpan saja, ayo kembali aku belum mandi " Iin langsung menghentikan gerakan tangannya ,lalu berdiri di bantu Brad .


" Salsa ayo " Salsa langsung menegang tangan Brad " Papi " Ujarnya tertawa kecil membuat Brad dan Iin ikut tertawa .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Kau juga menikmati nya Aurellia ,jangan munafik " Pukulan keras mendarat di perut Erland , bukannya marah Erland malah tertawa karena susah berhasil membuat istri nya marah .


" Kamu membuatku ingin kembali memakan mu " Erland memeluk Aurellia dari belakang mencium punggung polos sang istri.


" Mesum ....maniak " Ucap Aurellia ketus .


" Mesum sama istri itu wajar Lia ,kamu sendiri juga tidak menolak nya , bahkan kamu membuka lebar kedua kakimu ,belum lagi saat kamu menjerit meminta aku bergerak dengan cepat lalu......."


" Apa tidak bisa diam " Aurellia berbalik lalu menutup mulut suaminya.


" Kenapa harus marah ,aku hanya mengatakan yang sebenarnya " Ujar Erland menjauhkan tangan Aurellia dari mulutnya .


" Sekalipun ,apa kamu tidak malu " Ujarnya pelan menatap sang suami .


" Malu ? " Tanya Erland detik kemudian pria itu tertawa .

__ADS_1


" Untuk apa malu ,aku melakukan dengan istri ku ! bukan dengan istri orang " Lanjut nya mengusap kepala Aurellia.


" Menjawab terus " Erland kembali tertawa ,berada di samping wanit itu selalu membuat moodnya bagus .


Entahlah , padahal dulu saat melihat Aurellia biasa saja bahkan menurutnya tidak ada hal yang istimewa dari wanita itu .


Tapi sekarang bahkan dia tidak bisa jauh dari wanita itu bahkan tiap jam dia selalu menanyakan kabarnya sekalipun hanya di jawab singkat dari wanita itu .


" Lia " Panggil Erland lembut .


" Iya " Jawab Aurellia kesal.


" I Love you " Aurellia menundukkan kepalanya, wajahnya terasa panas hanya karena ungkapan perasaan pria itu padahal dia selalu mengharap itu namun saat ini dia tidak bisa menahan dirinya untuk terlihat biasa saja " I Love you my wife " Ulang nya lagi membuat Aurellia semakin tidak tenang .


" Aurellia "


" Iya aku tahu ,sudah " Jawabnya menunduk bersembunyi di dada sang suami .


" Balas " Pintah Erland menahan senyumnya .


" Kamu sudah tahu jawabannya ,jangan menggodaku terus " Ucap Aurellia .


" Aku ingin mendengar jawaban nya bukan menggoda mu " Desak Erland .


" Mommy ...."


" I Love you too " Jawab Aurellia lalu kembali menyembunyikan wajahnya di dada sang suami karena malu .


Tawa Erland memenuhi kamar mereka ,begitu juga Aurellia yang hanya tersenyum di dada sang suami ,pelukan Erland membuat wanita itu nyaman .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote

__ADS_1


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟


"


__ADS_2