
Erland masuk dalam ruangan Aurellia setelah meminta pada keluarga nya untuk kembali saja bahkan kedua mertuanya pun begitu .
Brad yang menawarkan diri untuk menemani mereka pun di tolak mentah-mentah , dia hanya ingin bersama sang istri karena banyak hal yang ingin mereka bahas .
Sedangkan Daddy Radit pun sudah kembali sekali pun Alister menolaknya tapi Daddy Radit Kekeh ingin tetap kembali dengan alasan dia sudah baikan dan akan istirahat di rumah sehingga hanya sepasang suami istri itu yang ada di rumah sakit di temani pengawal yang berjaga di luar .
Erland menatap ke arah tempat tidur di mana Aurellia hanya terdiam menatap kosong ke arah langit² ruangan karena saat ini dia sedang berbaring .
" Lia " panggilnya dengan lembut sambil menyentuh lengannya membuat wanita itu kaget .
" Sudah makan " Tanya Aurellia spontan , Erland hanya mengaguk sebagai jawabannya lalu dia menatap perut Aurellia dengan perlahan dia menyentuh perutnya sambil duduk di kursi yang ada di samping tempat tidur Aurellia dan membaringkan kepalanya di samping Aurellia .
melihat tangan Erland berada di perut nya sambil mengelus dengan lembut membuat Aurellia kembali mengeluarkan cairan dari ujung matanya. .
" Tanganmu baik² saja " tanya Erland serak tangannya terus mengusap perut Aurellia dengan mata terpejam .
" Hebm " Jawab Aurellia seadanya , perlahan Erland mengakat kepala nya menatap wajah Aurellia yang sudah basah .
" Bisa aku tidur di sini ,aku lelah " Ujarnya sambil mengelus cairan yang sudah membasahi pipi sang istri .
Erland naik ke atas tempat tidur saat Aurellia mempersilahkan untuk naik, hingga kini dia sudah berbaring di samping wanita itu saling berhadapan .
Dengan perlahan Erland mengakat dagu Aurellia hingga kini keduanya saling menatap .
Erland mendekatkan wajahnya mencium bibir Aurellia dengan lembut bahkan dia memberikan ******* sebelum akhirnya melepaskan ciuman dan memeluk wanita itu dengan erat .
" Darl " Panggil Erland serak .
" Mau ke luar " Tawar Erland, Aurellia hanya menggaguk dalam pelukan Erland .
perlahan Erland melepaskan pelukannya lalu menghapus cairan bening yang sudah membasahi pipi Aurellia .
Erland turun dari tempat tidur Aurellia lalu mengambil kursi roda yang ada di ruangan itu .
🪵
🪵
Erland membawa Aurellia ke rooftop rumah sakit tidak lupa dia menutup tubuh istri nya dengan selimut .
Aurellia menatap Erland yang berjongkok di depannya bertumpuk pada kedua lututnya ,saat Erland mengakat wajah nya keduanya saling menatap .
__ADS_1
" Apa tuan akan tetap mempertahankan hubungan ini " Erland mengaguk dengan yakin " tidak ada lagi mereka " Lanjut nya lagi. .
" Ya aku tahu " Jawab Erland .
" Aku menikahi mu bukan karena mereka ,tapi karena mu dan kehadiran mereka adalah bonus " Lanjutnya dengan serius .
" Tapi tuan tidak mencintai ku ......"
" aku bukan tidak mencintai mu tapi hanya belum mencintai mu ,kamu harus bedakan itu " Terang Erland " Aku memang belum sepenuhnya melupakan dia tapi namamu sudah menggeser posisi nya secara perlahan maka teruslah cintai aku hingga aku bisa membalas itu " Lanjut nya dengan serius .
" Kita tidak bisa ....."
" Kita bisa " Potong Erland cepat .
" Tuan ..."
" Aku tidak mau mendengar apa pun jika itu yang ke luar dari mulut mu hanya menginginkan perpisahan " Tekan Erland serius .
" Saya sudah tidak bisa tuan ,saya mohon " Ujar Aurellia dengan iba .
" Aku tidak peduli " Jawab Erland tegas .
" Jangan memancing amarah ku Lia , karena kamu yang akan menerima akibat nya " Ujar Erland menundukkan kepalanya agar dia tidak meledak .
" Tidak ada alasan lagi untuk kita bersama tuan " Aurellia tetap mengatakan apa yang dia inginkan dari pria itu .
" Aku akan kembali lebih dulu ke London bersama Brad ,jika kamu sudah tenang aku akan menjemputmu " Putus Erland
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Lain di rumah sakit lain di masion utama di mana mereka sedang berkumpul membahas acara yang dua hari lagi akan di lakukan di mana Randy akan menikahi wanita pujaanya tapi di saat hari bahagia itu dekat musibah menerpa keluarga nya .
Baik Randy atau Diandra keduanya di buat bingung keduanya sudah siap dengan keputusan keluarga nantinya .
Mereka tidak bisa egois hanya karena keinginan mereka ,karena banyak perasaan yang akan terluka nantinya.
" Opa " Panggil Randy pelan tangannya terus menggegam tangan Diandra.
" Tidak usah adakan resepsi " Lanjut nya menatap Henry dengan serius .
" Kenapa " Tanya Henry .
__ADS_1
"Apa karena Erland atau Eyang " Lanjut nya lagi menatap sang Cucu begitu juga peserta yang ada di situ .
" Sudah cukup akad saja , kami tidak memerlukan resepsi " Jawab Randy .
" Kenapa tidak mengatakan sejak awal "Tanya Jose .
" Karena sebelumnya Erland dan Aurellia akan ikut " Jawab Randy .
" sekarang pun mereka akan ikut " Timpal Raymond .
" Tapi ...."
" Dia baik² saja ,tidak perlu memikirkan yang tidak akan terjadi " Potong Raymond.
" Waktunya tinggal dua hari Dad ,dan Eyang juga tidak terlalu sehat dia perlu waktu ,jika kita memaksa kan pada rencana awal apa itu tidak terdengar egois " Ujar Randy .
" Jujur Randy juga menginginkan itu begitu juga Diandra tapi untuk sekarang itu tidak mungkin, Jika hanya Eyang sakit aku tidak papa karena masih ada Opa dan yang lainnya tapi kali ini beda ,jadi Randy mohon cukup akad saja " Lanjutnya serius .
" Uncle , Aunty " Panggil Randy menatap Arif dan Endang " Maaf saya tidak bisa memberikan pesta yang mewah seperti keinginan Diandra" Ujarnya menundukkan kepalanya sedikit .
Reza menarik sudut bibirnya ke atas melihat sikap Randy yang begitu tegas .
"Urus semuanya Za " Pintah Henry dengan helaan napas panjang kepalanya terasa sakit " Bantu Reza ,Jo " Lanjutnya lagi .
" Aku bukan lagi asistenmu " Henry menatap Jose tajam " Maka Kembali kan uang yang selama ini kamu terima " Lidah Jose berdecak.
" Lalu mereka apa tugasnya " Tunjuknya pada jeje dan Alan .
" mereka akan ke kampung Imelda puas " Jawab Henry kesal membuat Jose tersenyum kuda .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘😘
__ADS_1