London Love Story

London Love Story
Mie kuah kental


__ADS_3

Kini Brad dan Iin sudah duduk berhadapan dengan Morgan dan Isna tidak ketinggalan Salsa .


Brad sengaja membawa nya agar orang tuanya tahu dengan status Iin dan tidak ingin menutupi apa pun .


" Namanya siapa " Tanya Isna lembut menatap Salsa yang duduk di pangkuan Brad .


" Sasa Nya " Jawabnya menunduk karena takut .


" Salsa " Brad membenarkan ucapan gadis kecil itu membuat Isna menatap nya sambil tersenyum .


" Berapa umurnya ? " Salsa berpikir sebentar karena memang dia tidak tahu berapa umurnya saat ini " Lima " jawabnya tanpa ragu hingga membuat Iin menatap ke arah putrinya .


" 3 tahun tahun sayang " Jawab Iin pelan .


" Tiga tahun pas " Kini pandangan Isna beralih pada Iin " Belum Nyonya,4 bulan lagi tiga tahun " Jawab Iin .


" Sayang " Isna menatap ke arah Morgan di mana sejak tadi suaminya hanya berdiam diri " Bawah dia ke luar " Isna mengaguk paham .


" Mau ikut Nenek main di luar ,beli es krim " Ucap Isna menatap Salsa .


" Mau " Jawabnya dengan cepat ,Brad langsung memberikan Salsa pada ibu nya .


" Jangan nakal sama nenek ya " Salsa mengaguk " Iya tuan Lan " Jawab nya tersenyum .


Isna membawa salsa ke luar dari kamar hotel yang mereka di tepati .


" Kamu sudah menikah sebelumnya " Tanya Morgan to the poin .


" Su-dah tuan " Jawab Iin terbata .


" Bisa kamu jelaskan kenapa berpisah dengan suami mu " Tanya Morgan .


" Ayah " Tegur Brad tidak suka .


" Karena saya melahirkan seorang putri " Jawab Iin menunduk kedua tangannya saling bertautan .


Dadanya terasa sesak karena harus kembali mengingat hal itu .


" Apa dia menikahi mu hanya untuk memintamu melahirkan seorang anak laki-laki" Brad memejamkan matanya kuat .


" Ayah , Please " Ucap Brad memohon


" Brad menelpon ayah agar ayah sama ibu tahu jika Brad akan menikah ,jadi bisa jangan terlalu banyak bertanya tentang masa lalu nya " Lanjutnya lagi .


" Apa itu berarti restu ayah sama ibumu tidak penting " Brad menghela nafas panjang " Brad tidak mengatakan hal itu Ayah ,tapi tolong tidak usah mengikut hal yang sudah berlalu, mengerti dengan perasaan nya " jawab Brad cepat .


" Kamu tahu dari mana itu berlalu atau belum sedangkan hubungan mereka belum sepenuhnya selesai ,dan kamu meminta wanita itu....."

__ADS_1


" Iin " Potong Brad tegas


" Urusan mereka sudah selesai,mantan suaminya sudah kembali menikah bahkan kini istri nya sedang hamil ! Mereka hanya menikah di atas kertas dan dia sudah menalaknya " Terang Brad dengan tegas .


" Apa tidak ada wanita lain selain dia " Brad menghela napasnya panjang mencoba menahan emosinya .


" Brad sudah memilih nya, suka atau tidak kami tetap akan menikah " Jawab Brad serius .


" Lalu bagaimana dengannya ? Bukannya kamu sendiri yang memintanya...."


" Ayah " Bentak Brad memotong ucapan Morgan


" Kenapa ? Ayah hanya ingin mengingatkan kamu ! Bukannya seorang pria yang baik itu menepati janjinya " Jawab Morgan tenang .


Ceklek


Morgan dan Brad menatap ke sumber suara di mana Isna masuk tanpa Salsa , sedangkan Iin hanya bisa menundukkan kepalanya memainkan kedua tangannya .


" Salsa sama pengawal " Ucap Isna sebelum Morgan membuka suaranya lalu duduk di samping suaminya .


" Selesaikan dulu urusanmu, Ibu tidak masalah dengan statusnya ! Dia pun tidak ingin menjadi seorang janda di umurnya yang masih 20 an ,bahkan di luar sana orang masih ingin bermain berkeliaran sesuka hatinya sedangkan dia harus mengurus anak yang menggemaskan seperti Salsa sambil bekerja " Isna menatap ke arah suaminya lalu menatap anak sulung nya itu " Kembalilah selesaikan urusan mu ,jangan meminta dia ke sini atau mengakhiri nya lewat telepon itu tidak baik ,bicara dengannya secara langsung " Lanjutnya dengan lembut menggegam tangan Brad yang ada di atas meja .


"Apa kamu mencintai nya " Brad terdiam ,dia bingung harus menjawab apa ,tapi Isna dan Morgan sudah paham itu .


" Jangan melakukan sesuatu karena terpaksa ,itu tidak baik untuk hubungan kalian kedepannya " Ucap Isna lembut .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Aurellia sudah terbangun beberapa menit yang lalu tapi dia masih berdiam di posisinya di mana Erland memeluknya sambil tertidur saling berhadapan .


Apa aku perlu membangunkannya ? Tapi aku tidak tega Ucap Aurellia dalam hati .


" By .... Hubby " Panggil Aurellia lembut ,setelah lama berpikir dia memilih membangunkan pria itu karena jika tidak dia takut suami nya itu akan marah jadi lebih baik mengambil jalan tengah .


" Hebm " Erland mengeratkan pelukannya menarik tubuh sang istri untuk menempel padanya.


" Lapar " Mata Erland langsung terbuka dengan sempurna mendengar ucapan Aurellia sekalipun pelan tapi pendengaran pria itu masih sangat berfungsi dan tajam .


" Lapar " Tanya nya menatap ke bawah " Iya " Jawab Aurellia tersenyum kuda memperlihatkan gigi putihnya " Maaf mengganggu waktu istirahat mu ,tapi ...."


" Ssstt " Erland meletakan jari telunjuk nya di bibir sang istri " Aku sudah menunggu hal seperti ini jadi jangan mengatakan apa pun ok " Aurellia mengaguk tersenyum .


" Mau makan apa Hm " Tanya Erland bangun dari tidurnya lalu membantu Aurellia .


" Mie " Jawab Aurellia .


" Mie ? " Tanya Erland memastikan dan Aurellia mengaguk sebagai jawabannya " Mie dengan kuah kental di tambahan dengan udang dan bakso terus irisan cabai dan bawang goreng , ssstt " Membayang kan saja membuat liur Aurellia menetes tapi tidak sampai ke luar .

__ADS_1


Erland menatap jam di dinding kamar mereka lalu menatap istrinya " Kamu menginginkan sekali " Aurellia mengaguk depan cepat " Boleh ya " Aurellia sadar jika suami nya itu keberatan dengan keinginan nya saat ini .


" Ya boleh " Jawabnya dengan helaan napas panjang ,Erland tidak mungkin menolak karena dia sudah sering melihat hal seperti ini " Ayo " Erland turun dari tempat tidur lalu membantu Aurellia .


🪵


🪵


🪵


" Tunggu di sini " Aurellia menahan lengan suaminya " Tidak usah ,aku bisa ....


" Menurut atau tidak sama sekali " Aurellia melepaskan tangannya dari lengan suaminya membiarkan suaminya membangun kan pelayan.


Namun bukannya ke arah belakang Erland malah ke sudut ruangan mengambil telepon rumah .


" Ke dapur sekarang " Titah nya lalu menutup panggilan itu .


" Hubby membangunkan Brad " Erland hanya mengaguk lalu berjalan ke arah lemari pendingin .


Beberapa menit kemudian Brad sudah berada di dapur , menatap ke arah suami istri itu bergantian .


" Temani aku masak , Aurellia ingin makan " Mata Aurellia langsung membola,apa lagi Brad yang baru setengah nyawanya .


" Memasak " Gumam Brad pelan .


" Hubby ,biarkan pelayan saja ...."


" Kenapa harus pelayan ,itu anakku bukan akan pelayan ! Apa kamu tidak mau jika aku yang memasak " Aurellia menggeleng dengan cepat .


" Bukan begitu Hubby....."


' Duduk di tempat mu jangan bergerak sedikit pun " Aurellia yang ingin berdiri langsung kembali duduk dengan helaan napas panjang ,dia mengira pria itu menelpon Brad untuk meminta nya membangun kan pelayan tapi nyata , Aurellia hanya bisa menggelengkan kepalanya tidak percaya .


" Ayo Brad " pria itu tersadar lalu mendekati Erland sekalipun dia masih bingung .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


__ADS_2