
Aurellia tersenyum lebar saat melihat mobil suami nya memasuki pekarangan rumah dengan tidak sabar nya dia menghampiri mobil membuat kepala pelayan dan penjaga panik .
" Nyonya " Ucap mereka tertahan dengan wajah gugup dan panik .
Mobil berhenti sebelum sampai di pintu utama di mana penghuni mobil itu pun ikut panik,apa lagi sang sopir yang sudah berkeringat dingin .
" Shiiit " Umpar Erland begitu juga Brad namun hanya dalam hati lalu keduanya ke luar dari mobil .
" Apa kau ingin mati Hah " Bukannya takut Aurellia malah tertawa merentangkan tangannya dengan lebar .
" Kangen " Erland menghela napas panjang,menahan emosi nya yang sudah siap meledak karena sang istri .
" Jangan melakukan itu lagi ,kamu sedang hamil bagaimana kalau kamu jatuh " Aurellia hanya mengaguk dalam pelukan suaminya " Tidak perlu menghampiri ku,aku sendiri yang akan mendatangi mu " Lagi² Aurellia mengaguk .
" Daddy " Aurellia mengakat pandangan nya menatap Erland begitu juga sang suami menunduk menatap sang istri " Pengen jalan " Erland menaikan alisnya sebelah " Keliling sekitar sini saja tapi pakai mobil ' Dahi Erland semakin mengerut " Boleh kan ?, sebentar saja " Rengeknya manja .
" Apa hanya karena itu kamu memberanikan diri berlari menghampiri ku " Aurellia tersenyum kuda " Dari tadi siang aku menunggu Daddy, tapi Daddy lama pulang nya " Ujar Aurellia cemberut .
" Ke luarkan mobil ku " Titah Erland menatap salah satu penjaga .
" Baik tuan " Jawab nya menunduk hormat lalu berlari ke arah tempat penyimpanan koleksi mobil mewah milik Bosnya .
" Tuan ...'
" Tidak perlu pergilah " Usir Erland tanpa menatap Brad .
" Tuan " Erland mengaguk lalu meminta sang istri duduk di kursi yang terlah di bawakan anak buahnya .
" Kenapa tidak menelpon jika ingin jalan " Erland berjongkok di depan Aurellia tanpa malu karena kini penjaga sedang menatap nya .
" Aku tidak mau mengganggu waktu kerja Daddy ,jadi menunggu Daddy pulang saja " Jawab Aurellia lembut .
" Apa pun itu ,jika menginginkan sesuatu katakan saja ! Aku bisa menemani kalian sebentar sebelum kembali berkerja lagi " Sifat arogan,dingin dan keras hilang begitu saja saa berhadap dengan sang istri dan itu yang bisa di lihat anak biar Erland .
Bahkan sifat pria itu berubah 100 juta derajat jika yang di hadapan nya adalah Aurellia begitu juga sebaliknya jika di hadapan mereka bahkan hanya untuk bernapas mereka saling berbagi agar tetap bernapas belum lagi saat marah
Mereka hanya bisa memanjat doa agar masih di beri umur yang panjang .
Erland berdiri dari posisi nya saat mobil miliknya sudah berada di dekat nya ,membantu sang istri berdiri namun sebelum berjalan ke arah mobil Erland menatap anak buah nya membuat mereka langsung menunduk satu persatu .
🪵
🪵
Sedangkan dalam kamar Brad menatap kedua wanita yang ada di atas tempat tidur di mana Iin sudah bisa menerima Salsa tanpa drama mual dan yang lainnya .
__ADS_1
" Tadi makan " Tanya Brad berdiri di posisi nya .
" Iya tuan " Jawab Iin jujur .
" Makan apa ? " Tanya Brad ,padahal pria itu sudah tahu tapi dia hanya ingin Iin menjawab .
Entahlah dia bingung memulai pembahasan seperti apa ,itu kenapa dia menanyakan hal yang sebenarnya dia sudah tahu jawabannya.
" Nasi ,sayur , telur sama buah " Jawab Iin .
" Mual " Iin menggeleng " Kenapa tidak makan yang lainnya ,ayam ,daging atau apa pun itu " Tanya Brad berjalan ke arah sofa .
" Tidak suka " jawab Iin pelan namun masih bisa di dengar oleh pria itu .
" Bukannya biasanya kamu makan ? " Tanya Brad .
" Iya tuan, tapi sekarang tidak " Jawab Iin , padahal saat pertama tinggal di masion itu dia tidak berhenti makan daging karena itu makanan mewah untuk kalangan orang seperti nya .
Namun sekarang melihat nya saja membuatnya mual dan merinding entahlah ,apa karena dia sedang hamil atau bosan karena sudah terlalu sering makan daging yang berwarna merah itu .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Aurellia " Pekik Erland membuat sang istri tersentak
" Iya aku....
" Baby , Ini Daddy ! Gimana keadaan mu di dalam ? Kamu sehat ? Sudah makan ? Sudah mandi " Aurellia melongo mendengar deretan pertanyaan yang di lontarkan sang suami untuk anak mereka bahkan pria itu tidak membiarkan dia menyelesaikan ucapan nya
Bugh
Bugh
" Lia ....Lihat dia menjawab " Aurellia mematung di tempatnya melihat tingkah sang suami .
" Baby ...Baby ....Apa yang kamu lakukan ? Ingin bermain dengan Daddy " Lagi² tendangan bebas di rasakan Aurellia membuat pria itu tertawa kegirangan.
Aurellia yang awalnya ingin marah,dia urungkan ! Melihat tawa Erland yang begitu lepas membuatnya sangat bahagia.
Karena memang pria itu jarang sekali tertawa bukan tidak perna ,apa lagi selepas itu .
" Lia baring " Aurellia menurut berbaring di sofa sedangkan Erland duduk di bawah berhadapan dengan perut Aurellia karena wanita itu menyamping .
Tok ....tok
" Do you wanna build a snowman? " Erland menirukan percakapan salah satu film kartun yang begitu di gilai anak kecil ,mengetuk perut Aurellia menggunakan jarinya dengan pelan .
__ADS_1
" go away, Daddy " Jawab Aurellia meniru kan suara anak² dan ikut dalam permainan sang suami .
" Okay, bye " Jawab Erland murung .
Erland kembali tertawa lepas sekalipun hanya sebagian nyanyian nya itu membuat Erland bahagia kalah calon anaknya memberikan respon lewat tendangan .
" Lia " panggil nya menatap sang istri yang hanya di berikan anggukan kepala sambil mengusap perut nya .
" Apa baby sudah sering seperti itu " Aurellia menggeleng " Baru beberapa lalu " Jawabnya sambil berpikir .
" 3 hari yang lalu " Lanjut nya menatap sang suami .
" Besok Daddy akan membeli buku cerita ,sebelum tidur Daddy akan bercerita denganmu, Baby mau kan ? "Senyum Erland kembali lebar kalah mendapatkan jawaban dari sang calon anak .
" kalau begitu Istirahat lah , Mommy juga mau istirahat ! Jika ingin buang air kecil bangunkan Daddy saja " Aurellia kembali berbaring saat mendengar ucapan sang suami, jiwanya mendadak hilang .
" Kenapa ? " Erland menatap Aurellia bingung " Apa ada yang sakit " Lanjut nya menatap wajah sang istri .
" Tidak ada " Jawab Aurellia meringis memaksa menelan ludahnya .
Tadi dia mendapatkan tendangan bebas beberapa kali , tapi pertanyaan itu tidak ke luar dari mulut suaminya !
Padahal rasanya ingin menangis tapi dia berusaha menahan nya hingga percakapan abstruk antara calon ayah dan calon anak selesai sekalipun hanya mereka berdua yang tahu .
"Ayo Daddy bantu ,pelan² ! Kasian Baby nanti keganggu tidurnya " Aurellia menatap sekilas ke arah suami nya .
Seperti nya Otak suaminya sedang bermasalah ,Apa dia perlu meminta Brad untuk membawa suami memeriksa isi kepalanya ke rumah sakit .
Dia takut Erland mendadak gila hanya karena tahu calon anak Meraka merespon setiap ucapan yang ke luar dari mulutnya ,padahal hanya lewat tendangan lalu bagaimana nanti jika dia sudah lahir dan bisa berbicara .
Apa kah suaminya akan gila benaran i ??
Aurellia tidak ingin memikirkan itu ,untuk malam ini perlu menenangkan pikiran nya seperti nya mulai besok hidup nya tidak akan tenang .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘😘
__ADS_1