London Love Story

London Love Story
tidak dengan mereka


__ADS_3

Saat mendengar Aurellia sadar satu satu langsung menuju rumah sakit hanya menyisakan Nova, Vika ,Raine ,ana,Aqila dan Elsa karena harus mengurus baby four dan twins .


Sesampainya di sana Erland langsung menghampiri Aurellia memeluk wanita itu dengan erat .


" Maaf " Aurellia membalas pelukan Erland " Sudah selesai " Erland mengaguk .


Aurellia sudah tahu jika saat ini tidak ada lagi janin dalam perutnya, Rosna dan kedua aunty nya yang sejak tadi menemani nya terus memberikan nasehat dan masukan .


Peserta yang ada situ perlahan mulai meninggalkan Erland dan Aurellia memilih ke ruangan Daddy Radit membiarkan Keduanya untuk berbicara .


" maaf ,saya tidak bisa menjaga mereka dan membuat keluarga tuan kecewa " Erland melepaskan pelukannya menatap Aurellia yang begitu tegar .


" Lia " Panggil Erland terbata menatap wanita itu yang tersenyum padanya .


" Sudah selesai fitting baju nya " Tanya Aurellia lembut " Apa kita juga harus melakukan resepsi pernikahan ...."


" Kamu bisa menamparku atau memukul ku tidak harus seperti ini " Potong Erland menatap Aurellia dengan lekat .


Perlahan Aurellia menarik napasnya panjang lalu menatap Erland sambil tersenyum .


" Apa aku harus menyusul mereka " Tanya Aurellia serak sekalipun dia tetap tersenyum " Hanya mereka yang mencintai saya ,hanya mereka kekuatan ku " Lanjutnya bersamaan dengan cairan yang membasahi pipinya .


Perlahan Aurellia menggegam tangan Erland yang berada di pinggir tempat tidur .


" Makasih sudah memberikan kesempatan untuk berada di sisi tuan, terimakasih sudah mengizinkan mereka berada dalam rahimku sekalipun hanya sementara tapi itu sudah cukup " Aurellia menjeda ucapannya menarik tangan Erland mencium punggung tangan pria itu lalu menatap Erland " Tuan bisa menceraikan saya sekarang karena mereka ...."


Erland menghempaskan tangan Aurellia dengan kasar menyebabkan punggung tangan Aurellia berdarah karena jarum infus tapi sebisa mungkin Aurellia menahannya dan Erland tahu itu .


" Saya tetap akan menjadi sekertaris....."


" Aku tidak peduli "Ucap Erland ketus menatap wanita yang ada di depannya .


"Bahkan jika aku ingin tanpa kamu minta aku bisa melakukan itu tanpa kamu minta " Lanjutnya,kedua tangan Erland mengepal dengan kuat bahkan urat tangan nya terlihat begitu jelas.


Tidak ingin lepas kendali Erland memilih ke luar dari ruangan itu untuk menenangkan dirinya hingga membuat penghuni yang ada di depan pintu ruangan Aurellia kaget apalagi Shafa pintu yang begitu jelas .


" Uncle minta Salwa atau siapa pun untuk membantu Aurellia tangan nya berdarah " Ujar Erland lalu pergi begitu saja .


Rehan dan Rosna langsung masuk dalam ruangan anaknya , sedangkan Morgan menghubungi perawat .

__ADS_1


" Sayang " Panggil Rehan lembut menghampiri Aurellia dengan wajah khawatir nya .


" Kenapa yah " Tanya Aurellia polos seolah tidak terjadi papa, Rehan menatap Rosna lalu menatap tangan Aurellia dengan perlahan Rehan mengambil tisu menupi darah yang masih ke luar .


" Tunggu sebentar ya " Aurellia menggaguk tersenyum sedangkan Rosna memilih diam menatap suami dan anaknya.


Tidak berselang lama perawat masuk langsung menangani Aurellia dan memasang selang infus yang baru .


" Are you ok " Aurellia mengaguk tersenyum " Bisa Aurel minta sesuatu " Rehan mengaguk " Biarkan Aurellia tetap bekerja bersama Tuan Erland sekalipun nanti hubungan kami tidak bisa berlanjut ..."


" Sayang ...."


" Aurellia belum selesai ayah " Potong Aurellia cepat " Saat aku kembali ke London tolong kunjungi mereka karena aku tidak bisa melakukan itu untuk mereka ,katakan pada mereka jika Aurellia menyayangi mereka dan mencintai mereka " Rosna memilih ke luar dari ruangan itu ,dia sudah tidak tahan lagi melihat sang putri yang berusaha untuk tetap baik² saja semenjak tahu jika janinnya tidak bisa di selamatkan " Sampai kapan pun mereka tetap berada di hati Aurellia ,maaf Aurellia ibu yang jahat tidak bisa menjaga mereka dengan baik hingga membuat mereka memilih pergi " Lanjutnya dengan serak sedangkan Rehan tetap terdiam menatap Aurellia .


" Katakan pada mereka ....." Aurellia menjeda ucapannya menundukkan kepalanya sebentar sebelum kembali menatap ayah nya " Untuk tidak membenci Aurellia " Aurellia menengadah ke atas mencegah cairan yang sudah siap ke luar " Aurellia ....." Rehan menarik tubuh sang putri dalam pelukannya hingga tangisan Aurellia mulai terdengar .


" Ayah ...hiks ...hiks " Tangisan Aurellia semakin terdengar dalam pelukan ayahnya bahkan kedua tangan nya sampai meremas pakaian Rehan dengan kuat .


" Aurellia ingin menyusul mereka ayah " Lanjutnya sesegukan .


" Kenapa mereka harus hadir jika meninggalkan Aurel ayah ,kenapa ??" Rehan semakin memeluk Aurellia dengan erat " Aurellia hanya punya mereka ayah hiks ....hiks ...." Rehan mengepalkan kedua tangannya yang berada di belakang Aurellia dengan kuat " kenapa tuhan mengambil mereka ? Aurellia hanya mau mereka ayah " Lanjutnya sesegukan .


"Aurellia .... Aurel " Pekik Rehan saat merasakan tubuh Aurellia terasa berat " Hei ...sayang " Rehan menekan tombol yang berada di dekat mereka .


" Kenapa " Tanya Morgan.


" Panggil dokter " Morgan langsung ke luar dari ruangan itu.


" Sayang ...."Endang langsung memeluk Rosna yang sudah menangis .


" Sayang jangan buat Ayah takut ...."


BRAK .


pintu ruangan Aurellia terbuka lebar di mana Alister masuk bersama dengan Amanda di susul Morgan dan yang lainnya karena dia tadi ke ruangan Daddy Radit.


" Minggir " Titah Alister .


" Cari adikmu " Pinta Henry menatap Edward dan Erick yang langsung ke luar dari ruangan itu .

__ADS_1


" Maaf ,bisa ke luar " Ujar Amanda menatap satu persatu keluarga nya dengan serius .


" Lakukan dengan baik " Ujar Jose .


" Iya Pa " Jawab Amanda ,lalu mereka ke luar dari ruangan Aurellia .


" Semua akan baik-baik saja " Ujar Jeje memukul pundak Rehan .


Tidak berselang lama dua orang perawat masuk dalam ruangan Aurellia .


🪵


🪵


" Hei " Edward memukul pelan bahu Erland yang duduk di rooftop rumah sakit menenangkan dirinya .


" Kenapa meninggalkan istri mu " Tanya Edward pelan duduk di samping Erland .


" Aurel pingsan " Erland langsung menatap Edward " Dia hanya pingsan ,mungkin lelah menangis " Lanjutnya lagi .


" Kenapa Hm " Tanya Eric lembut .


" Apa aku akan terus mengalah " Erland menjeda ucapannya " Apa Tuhan tidak ingin aku bahagia sedikit saja, kenapa tuhan mengambil mereka dengan cepat ,aku bisa merelakan yang lainnya tapi tidak dengan mereka " Erland menundukkan kepalanya meremas kedua tangan nya dengan kuat .


" Bahkan jika tuhan .....Hiks ....hiks " Eric langsung memeluk Erland " Kaku kuat Dek " Ujar Edward mengelus lembut belakang adik bungsunya itu .


" Aku suami yang buruk Bang " Ujar Erland sesegukan .


" Tidak " Sanggah Edward cepat " Kamu suami yang kuat ,hebat Aurellia dan anak kalian bangga memiliki mu " Erland menggeleng dalam pelukan Eric seolah membantah ucapan kakak tertuanya itu .


" Jangan menyesali apa pun ,jalanmu masih panjang perbaiki hubungan kalian jangan membuat mereka membenci mu dan Aurellia ,mereka pergi bukan tidak menyayangi kalian bahkan mereka sangat menyayangi kalian " Edward menjeda ucapannya " mereka ingin orang tuanya tidak memiliki jarak sekalipun mereka sudah tiada dan buktikan itu " Lanjutnya lagi .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰😘😚😘😘


Like


Koment

__ADS_1


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2