London Love Story

London Love Story
Lalapan Lele


__ADS_3

Erland membawa baby Four dan twins ke taman yang dekat dengan rumah tempat di mana dulu dia membawa nova mengingat hal itu membuat Erland tersenyum tipis .


" Ingat jangan pergi jauh " Ujar Erland tegas .


" Iya Papa "


" Iya Uncle "


" Awasi mereka ,jika terjadi papa dengan mereka kalian akan tahu akibat nya " Ujar Erland menatap para pengawal .


" Baik tuan " Jawab mereka serempak .


" Mainlah " Para bocil langsung berlari mencari kesenangan mereka masing-masing .


Erland langsung mengikuti Nora yang sudah berlari mengejar Rachel dan Elea .


sedangkan pelayan yang di bawa Erland menunggu mereka sambil memegang botol minuman dan buah milik para bocil .


" Kakak Kejar Nora " Pinta nya pada Elea .


" Kakak jadi hantu ya " Ucap Elea .


" Lari " Pekik Nora dan Rachel lalu keduanya berlari sambil di kejar Elea .


Erland hanya menggeleng melihat tinggal ketiga gadis kecil itu , sedangkan para pria kecil di jaga pengawal yang entah di mana saat ini mereka .


Nora dan Rachel berlari sambil tertawa melihat Elea mengejar mereka sambil memanggil ke duanya .


" Dapat " Elea menangkap Nora lalu keduanya tertawa keras .


" Rachel , tolongin Nora " Pintanya pada Rachel .


" Sebentar kakak " Jawab Rachel .


" Ade tida bisa kabur ,anggap saja ini gudang dan Ade di ikat " Dengan polos Nora mengaguk sambil menyatukan kedua tangan nya di belakang seolah tangannya sudah d ikat .


" Tolong ....Tolong " Teriak Nora meminta pertolongan , melihat tingkah mereka membuat Erland tertawa lepas lalu menghampiri Nora dan berjongkok di depan nya.


" Kenapa meminta tolong " Tanya Erland lembut .


" Nora di culik Papa , Papa anggap saja tidak tahu ya " Erland mengaguk tersenyum lalu mencium pipi Nora .


" Ayo minum dulu " Erland memberikan botol minum Nora yang sejak tadi di pegang nya .


" Tidak boleh Papa ,kan Nora di culik tangan Nora di ikat " tolaknya sambil membelakangi Erland memperlihatkan tangan nya .


" Hanya sedikit ,biar tenggorokan Nora tidak sakit karena sejak tadi Nora berteriak terus" kali ini Nora menurut dia minum di bantu Erland karena tangan nya terus berada di belakang nya .


Tidak berselang lama Elea datang bersama Rachel dengan napas yang memburu ,Erland meminta pelayan untuk membawa air untuk kedua gadis itu .


" Minum dulu " Elea dan Rachel yang menerima botol minuman yang sudah di bukakan .


🪵


🪵


🪵


Dua jam berada di taman membuat baby four dan twins bahagia, satu persatu mereka masuk dalam mobil dengan tawa yang bahagia .


" Papa besok kita main lagi yah " Ujar Nora yang duduk di depan samping kemudi karena Erland membawa mobil sendiri .


" Besok tidak bisa sayang " Jawab Erland lembut lalu menatap ke arah belakang " Happy " Enzi CS mengaguk dengan cepat membuat Erland tersenyum .


" Sekarang kita pulang Ok " Ujar Erland

__ADS_1


" Iya Uncle " Jawab peserta yang ada di belakang dengan suara keras .


Erland membawa mobilnya meninggalkan taman yang sebagain anak masih bermain di sana .


Saat mobil Erland berhenti di depan pagar secara perlahan pagar besar tinggi itu mulai terbuka .


Saat memasuki rumah besar itu , Erland melihat keluarga nya sudah berkumpul di tempat biasa bahkan Davin dan Jose pun sudah berada di sana dan para pria yang semalam ikut mabuk sudah berada di sana .


Penjaga membukakan pintu belakang saat mobil Erland sudah berhenti ,satu persatu anak² ke luar dari mobil .


setelah itu Erland turun sambil menggendong Nora dan memberikan kunci mobilnya pada penjaga .


" Daddy " Pekik Elea berlari menghampiri Edward yang duduk bersama Rangga ,Randy,Bara dan Eric


" Dari mana Hm " Tanya Edward lembut .


" Main Dad di taman, di sana banyak orang banyak anak kecil yang main Elea jadi hantu " Jawabnya dengan antusias .


" Benarkah " Elea mengaguk " Tadi Elea tangkap Ade sama Rachel terus Elea masukan di gudang tangannya Elea ikat tapi hanya pura² " Edward tertawa kecil sambil mengelus kepala Elea .


" Mandi dulu ok di bantu bibi " Elea mengaguk cepat .


" Happy " Enzi dan Ethan mengaguk sambil tersenyum " mandi dulu baru gabung " Lanjutnya lagi .


" Iya Dad " Jawab Edward .


" Abi " Pekik Rachel


" mandi dulu ,baru ke sini " Rachel langsung membalikan badannya begitu juga dengan Richard saat mendengar suara Rangga .


" Kau seperti nya sangat bahagia " Cibir Eric menatap Erland yang bergabung bersama mereka , sedangkan Nora sudah di berikan pada pelayan.


" Ada apa dengan kalian " Tanya Erland menatap meja yang di penuhi minuman lemon .


" Diamlah " Ujar Edward dingin .


" Benarkah " Erland menatap mereka satu persatu " itu hanya air kenapa kalian bisa muntah " Cibir Erland menggeleng .


Huh


Hanya helaan napas panjang yang Erland dengar dari mulut mereka .


" Erland mandi dulu " Ucapnya lalu berdiri .


" Apa Nora baik² saja " Erland hanya mengaguk melanjutkan langkahnya .


" Apa yang di lakukan adik mu sudah benar Bang " Ujar Davin.


" Abang hanya ..."


" Itu hanya perasaan mu saja, bicarakan lagi sama Daddy mu " Edward menggaguk pelan .


" Kenapa dia harus kembali sih menyusahkan saja " Ujar Edward dengan helaan napas panjang nya .


" Habiskan minuman nya " Titah Elvi membuat mereka langsung meneguk minuman yang terasa kecut itu hingga habis .


" Karena dia kita harus di marahi sejak bangun " Gerutu Bara kesal .


" Kenapa menyalahkan Erland ,itu karena kalian yang bodoh sudah tahu tidak kuat masih saja minum " Ujar Aqila membuat mereka terdiam .


' Erland sama Brad itu beda sama kalian " Omel Aqila lagi .


" Oma cukup ' Ujar Randy frustasi .


" Memang Ghozi kuat bahkan aku yakin sekarang dia juga sama seperti kami " Lanjutnya dengan kesal .

__ADS_1


" Lalu masalah nya apa kalau kalian sama ?? " Tanya Riane menatap anaknya tajam .


" Mas lebih baik diam " Ujar Rangga membuat adiknya terdiam. .


🪵


🪵


🪵


" Ibu " Rengek Aurellia manja .


" Kenapa " Tanya Endang menatap Aurellia .


" Mau lalapan Lele " Ujarnya dengan manja .


" Lele " Tanya Isna memastikan , Aurellia mengaguk .


" Tapi tidak ada lele Nak " Jawab Rosna lembut .


" Hiks ....Hiks ....Hiks ..." Rosan ,Isna dan Endang saling menatap bingung .


" Biar aku belikan " Ujar Isna .


" Mau Tuan Erland yang masak " Jawbanya sesegukan membuat ketiga wanita itu meringis .


"Biar ibu ya " Aurellia menggeleng sambil sesegukan .


" Telepon mas Rehan saja dek " Usul Endang menatap Rosna .


" Takutnya lagi sibuk Mba " Jawab Rosna .


" Minta tolong saja buat telepon Tuan Erland " Rosna menghela napas nya.


" Apa kamu ingin dia menangis seharian " Tanya Isna menatap Rosna .


" Kenapa harus meminta yang sulit sih " Gerutu Rosna sambil mengotak-atik ponsel nya .


Tut ....tut....tut....


" Hallo "


" ayah sibuk " Tanya Rosna to the poin .


" Kenapa sayang " Tanya Rehan .


" Bisa minta tolong telepon kan Tuan Erland " Ujar Rosna .


" Mau ngapain " Tanya Rehan bingung .


" Aurellia ingin makan Lalapan Lele tapi harus tuan Erland yang masak "


" Apa harus " Tanya Rehan dengan helaan napas panjang .


" Iya " Jawab Rosna pelan.


" Nanti aku hubungi Tuan Erland " Ucap Rehan lalu mematikan panggilan nya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


Like


Koment

__ADS_1


vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😚😚😚


__ADS_2