
Erland membawa baby Four dan twins ke taman yang dekat dengan rumah tempat di mana dulu dia membawa nova mengingat hal itu membuat Erland tersenyum tipis .
" Ingat jangan pergi jauh " Ujar Erland tegas .
" Iya Papa "
" Iya Uncle "
" Awasi mereka ,jika terjadi papa dengan mereka kalian akan tahu akibat nya " Ujar Erland menatap para pengawal .
" Baik tuan " Jawab mereka serempak .
" Mainlah " Para bocil langsung berlari mencari kesenangan mereka masing-masing .
Erland langsung mengikuti Nora yang sudah berlari mengejar Rachel dan Elea .
sedangkan pelayan yang di bawa Erland menunggu mereka sambil memegang botol minuman dan buah milik para bocil .
" Kakak Kejar Nora " Pinta nya pada Elea .
" Kakak jadi hantu ya " Ucap Elea .
" Lari " Pekik Nora dan Rachel lalu keduanya berlari sambil di kejar Elea .
Erland hanya menggeleng melihat tinggal ketiga gadis kecil itu , sedangkan para pria kecil di jaga pengawal yang entah di mana saat ini mereka .
Nora dan Rachel berlari sambil tertawa melihat Elea mengejar mereka sambil memanggil ke duanya .
" Dapat " Elea menangkap Nora lalu keduanya tertawa keras .
" Rachel , tolongin Nora " Pintanya pada Rachel .
" Sebentar kakak " Jawab Rachel .
" Ade tida bisa kabur ,anggap saja ini gudang dan Ade di ikat " Dengan polos Nora mengaguk sambil menyatukan kedua tangan nya di belakang seolah tangannya sudah d ikat .
" Tolong ....Tolong " Teriak Nora meminta pertolongan , melihat tingkah mereka membuat Erland tertawa lepas lalu menghampiri Nora dan berjongkok di depan nya.
" Kenapa meminta tolong " Tanya Erland lembut .
" Nora di culik Papa , Papa anggap saja tidak tahu ya " Erland mengaguk tersenyum lalu mencium pipi Nora .
" Ayo minum dulu " Erland memberikan botol minum Nora yang sejak tadi di pegang nya .
" Tidak boleh Papa ,kan Nora di culik tangan Nora di ikat " tolaknya sambil membelakangi Erland memperlihatkan tangan nya .
" Hanya sedikit ,biar tenggorokan Nora tidak sakit karena sejak tadi Nora berteriak terus" kali ini Nora menurut dia minum di bantu Erland karena tangan nya terus berada di belakang nya .
Tidak berselang lama Elea datang bersama Rachel dengan napas yang memburu ,Erland meminta pelayan untuk membawa air untuk kedua gadis itu .
" Minum dulu " Elea dan Rachel yang menerima botol minuman yang sudah di bukakan .
🪵
🪵
🪵
Dua jam berada di taman membuat baby four dan twins bahagia, satu persatu mereka masuk dalam mobil dengan tawa yang bahagia .
" Papa besok kita main lagi yah " Ujar Nora yang duduk di depan samping kemudi karena Erland membawa mobil sendiri .
" Besok tidak bisa sayang " Jawab Erland lembut lalu menatap ke arah belakang " Happy " Enzi CS mengaguk dengan cepat membuat Erland tersenyum .
" Sekarang kita pulang Ok " Ujar Erland
__ADS_1
" Iya Uncle " Jawab peserta yang ada di belakang dengan suara keras .
Erland membawa mobilnya meninggalkan taman yang sebagain anak masih bermain di sana .
Saat mobil Erland berhenti di depan pagar secara perlahan pagar besar tinggi itu mulai terbuka .
Saat memasuki rumah besar itu , Erland melihat keluarga nya sudah berkumpul di tempat biasa bahkan Davin dan Jose pun sudah berada di sana dan para pria yang semalam ikut mabuk sudah berada di sana .
Penjaga membukakan pintu belakang saat mobil Erland sudah berhenti ,satu persatu anak² ke luar dari mobil .
setelah itu Erland turun sambil menggendong Nora dan memberikan kunci mobilnya pada penjaga .
" Daddy " Pekik Elea berlari menghampiri Edward yang duduk bersama Rangga ,Randy,Bara dan Eric
" Dari mana Hm " Tanya Edward lembut .
" Main Dad di taman, di sana banyak orang banyak anak kecil yang main Elea jadi hantu " Jawabnya dengan antusias .
" Benarkah " Elea mengaguk " Tadi Elea tangkap Ade sama Rachel terus Elea masukan di gudang tangannya Elea ikat tapi hanya pura² " Edward tertawa kecil sambil mengelus kepala Elea .
" Mandi dulu ok di bantu bibi " Elea mengaguk cepat .
" Happy " Enzi dan Ethan mengaguk sambil tersenyum " mandi dulu baru gabung " Lanjutnya lagi .
" Iya Dad " Jawab Edward .
" Abi " Pekik Rachel
" mandi dulu ,baru ke sini " Rachel langsung membalikan badannya begitu juga dengan Richard saat mendengar suara Rangga .
" Kau seperti nya sangat bahagia " Cibir Eric menatap Erland yang bergabung bersama mereka , sedangkan Nora sudah di berikan pada pelayan.
" Ada apa dengan kalian " Tanya Erland menatap meja yang di penuhi minuman lemon .
" Diamlah " Ujar Edward dingin .
" Benarkah " Erland menatap mereka satu persatu " itu hanya air kenapa kalian bisa muntah " Cibir Erland menggeleng .
Huh
Hanya helaan napas panjang yang Erland dengar dari mulut mereka .
" Erland mandi dulu " Ucapnya lalu berdiri .
" Apa Nora baik² saja " Erland hanya mengaguk melanjutkan langkahnya .
" Apa yang di lakukan adik mu sudah benar Bang " Ujar Davin.
" Abang hanya ..."
" Itu hanya perasaan mu saja, bicarakan lagi sama Daddy mu " Edward menggaguk pelan .
" Kenapa dia harus kembali sih menyusahkan saja " Ujar Edward dengan helaan napas panjang nya .
" Habiskan minuman nya " Titah Elvi membuat mereka langsung meneguk minuman yang terasa kecut itu hingga habis .
" Karena dia kita harus di marahi sejak bangun " Gerutu Bara kesal .
" Kenapa menyalahkan Erland ,itu karena kalian yang bodoh sudah tahu tidak kuat masih saja minum " Ujar Aqila membuat mereka terdiam .
' Erland sama Brad itu beda sama kalian " Omel Aqila lagi .
" Oma cukup ' Ujar Randy frustasi .
" Memang Ghozi kuat bahkan aku yakin sekarang dia juga sama seperti kami " Lanjutnya dengan kesal .
__ADS_1
" Lalu masalah nya apa kalau kalian sama ?? " Tanya Riane menatap anaknya tajam .
" Mas lebih baik diam " Ujar Rangga membuat adiknya terdiam. .
🪵
🪵
🪵
" Ibu " Rengek Aurellia manja .
" Kenapa " Tanya Endang menatap Aurellia .
" Mau lalapan Lele " Ujarnya dengan manja .
" Lele " Tanya Isna memastikan , Aurellia mengaguk .
" Tapi tidak ada lele Nak " Jawab Rosna lembut .
" Hiks ....Hiks ....Hiks ..." Rosan ,Isna dan Endang saling menatap bingung .
" Biar aku belikan " Ujar Isna .
" Mau Tuan Erland yang masak " Jawbanya sesegukan membuat ketiga wanita itu meringis .
"Biar ibu ya " Aurellia menggeleng sambil sesegukan .
" Telepon mas Rehan saja dek " Usul Endang menatap Rosna .
" Takutnya lagi sibuk Mba " Jawab Rosna .
" Minta tolong saja buat telepon Tuan Erland " Rosna menghela napas nya.
" Apa kamu ingin dia menangis seharian " Tanya Isna menatap Rosna .
" Kenapa harus meminta yang sulit sih " Gerutu Rosna sambil mengotak-atik ponsel nya .
Tut ....tut....tut....
" Hallo "
" ayah sibuk " Tanya Rosna to the poin .
" Kenapa sayang " Tanya Rehan .
" Bisa minta tolong telepon kan Tuan Erland " Ujar Rosna .
" Mau ngapain " Tanya Rehan bingung .
" Aurellia ingin makan Lalapan Lele tapi harus tuan Erland yang masak "
" Apa harus " Tanya Rehan dengan helaan napas panjang .
" Iya " Jawab Rosna pelan.
" Nanti aku hubungi Tuan Erland " Ucap Rehan lalu mematikan panggilan nya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
__ADS_1
vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😚😚😚