London Love Story

London Love Story
Kejujuran Erland


__ADS_3

Erland berjongkok di depan makam yang begitu cantik dan rapi di mana di sana tertulis nama yang begitu Erland cintai .


Dengan perlahan Erland meletakan bunga di atas gundukan tanah yang di penuhi bebatuan kecil bahkan di atas gundukan itu ada setangkai bunga yang masih terlihat segar .


" Morning Eyang " Sapa Erland lirih .


" Maaf " Erland menundukkan kepalanya memegang pinggiran keramik .


" Maaf baru bisa menjenguk Eyang " Lanjutnya Serak.


" Erland hanya belum bisa menghadapi semuanya bahkan sampai sekarang,maaf karena perasaan ini membuat Erland menjauh ,bahkan sampai akhir pun Erland tidak di samping Eyang ,maaf kan Erland yang tidak berguna " Erland semakin menundukan kepalanya bahkan kedua bahunya bergetar karena menahan tangisannya .


" Miss you Eyang " Tangisan Erland pecah bahkan penjaga yang mendengar tangisan Erland menatap ke sembarang arah menahan sesuatu agar tidak ke luar ,mereka pun merasakan hal yang sama dan sampai kapan pun tidak akan ada yang menggantikan sosok wanita yang bernama Ellena Mateo .


"Aku butuh Eyang, Erland benci keadaan seperti ini ,aku mohon Kemabli lah " Erland meremas bebatuan yang di atas gundukan tanah itu " Maaf baru meminta itu sekarang setelah beberapa tahun maaf karena tidak berada di samping Eyang saat itu maaf !! Seandainya waktu dapat diulang, aku ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersama Eyang " Daddy Radit ,Henry dan Raymond yang ikut menyusul Erland hanya bisa terdiam sebisa mungkin mereka menahan ,dengan perlahan Raymond mendekati Erland .


" Jangan terus menyalakan dirimu atau membenci takdir " Ujar Raymond lembut merangkul pundak Erland .


" it's Ok, jangan menangis Eyang membenci itu lepaskan setelah ke luar dari rumah nya " Erland mengaguk lalu menghapus air mata nya .


"I love you Eyang dulu ,sekarang dan selamanya " Erland memejamkan matanya kuat " Bisakah Erland bertemu Eyang, walau sebentar saja? Ada begitu banyak hal yang ingin aku ceritakan termaksud kehadiran nya " Lanjutnya lagi lalu membuka kedua matanya .


" Eyang, Opa, Daddy " Erland menarik napas panjang " Aurellia hamil dan itu anakku " Lanjutnya membuat ketiga manusia itu kaget .


" Boy ..." Panggil Raymond entahlah dia bingung harus mengatakan apa pada Erland .


" Maaf sudah membuat kalian kecewa , Erland akan menikahi nya ,Erland tidak ingin anakku tumbuh tanpa seorang ayah " Ucap Erland .


" Kau mencintai nya " Tanya Daddy Radit tenang .


" I don't know, but I hate him around other men" Jawab Erland tanpa menatap Daddy Radit .


" Kamu memaksa nya " Erland menggeleng " We do what we both want " Jawabnya jujur .


" Lalu bagaimana perasaan mu terhadap Nova " Tanya Raymond pelan, Erland menaikan bahunya " Aku bahagia melihat nya sekarang " Jawab Erland tulus .


" Kita akan bahas nanti malam " Erland mengaguk pelan " Pergilah bukannya kamu akan bertemu Brad " Ujar Henry lembut .


" Kembalilah,jangan lupa untuk membelikan Keponakan mu es krim atau apa pun itu " Ujar Henry lagi.

__ADS_1


" Iya Opa " Jawab Erland lalu menatap ke arah batu nisan " Besok Erland akan ke sini lagi " Erland menjeda ucapan nya " Dengan mereka " Lanjutnya lagi .


" Tenang di surga Eyang, kami di sini baik² saja dan selalu bahagia " Erland menarik sudut bibirnya hingga membentuk sebuah senyuman " Jangan pernah lelah untuk terus melihat kami sekalipun kami berbeda tempat karena Erland akan kembali ke London saat waktu nya nanti bersama mereka " Ujar Erland .


" Tapi Erland janji akan terus mengunjungi Eyang , Dan Erland ingin meminta izin jika nanti anak Erland perempuan !! Izinkan Erland memakai nama Eyang dan Erland harap Eyang merestui nya " Lanjutnya dengan serak .


" Eyang akan merestui mu " Jawab Daddy Radit tersenyum .


Sayang kamu lihat , anak yang dulu membuat kita kesal dan emosi kini dia akan menjadi seorang ayah dan semoga kehidupan mereka kelak baik² saja Ucap Daddy Radit dalam hati sambil tersenyum


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam pun tiba semua orang berkumpul ,bahkan Eliza yang baru sampai pun langsung menuju rumah utama,tidak ketinggalan ketiga pengawal serta keluarga mereka , Mertua Queen , orang tua Adara dan keluarga kakaknya Daniel ,keluarga Iqbal begitu juga keluarga Vika .


Elvi, ana dan Elsa mengurus para bocil yang di ketuai Della yang lebih tua dari mereka ,karena meja makan mereka sedikit jauh dari para orang dewasa di belakang mereka sudah ada pelayan yang menjaga mereka jika nantinya mereka membutuhkan sesuatu .


" Ingat makan dengan tenang ,jangan lupa berdoa !! Jika Oma mendengar kalian berdebat Oma akan meminta penjaga untuk mengurung kalian ,paham " Ujar Elvi tegas .


" Iya Oma " Jawab mereka bersamaan membuat Elvi tersenyum .


" Bibi minta tolong ya " Ujar Ana pada pelayan .


Satu persatu meja makan utama sudah di sini ,tapi saat Aurellia mendekat sekuat mungkin dia menahan gejolak dalam perut nya saat aroma masakan menusuk hidung nya .


Aurellia menguatkan dirinya dan terus mendekati meja makan besar itu , Namun semua usahanya sia² saat seorang pelayan membawa menu makanan yang menurutnya aromanya terlalu menyengat hingga membuat mual .


Dan tentunya membuat Erland dan Brad mengikutinya karena sejak tadi kedua pria itu menatap ke arahnya .


" Biarkan saja " Henry mencegah Rehan yang akan menyusul Aurellia .


" Tapi tuan ..."


" Dia akan baik² saja " Potong Raymond cepat ,peserta yang ada di situ menatap bingung pada Raymond dan Henry .


Tapi mereka tidak berani bertanya lebih jauh, Rosna dan Rehan terus menatap ke arah dapur di mana suara Aurellia terdengar begitu jelas .


" Baby , buatkan teh herbal untuk Aurellia " Pinta Raymond pada Adara .


" Iya Dad " Jawab Adara bingung tapi dia tetap berdiri .

__ADS_1


" Biarkan saya saja Nyonya " Ujar Rosna tidak enak hati .


" Duduk lah " Ujar Daddy Radit membuat Rosna duduk kembali dengan perasan cemas bahkan dia terus menatap ke arah dapur begitu juga dengan yang lainnya .


Sedangkan di dapur Erland dan Brad terus menemani Aurellia yang sudah begitu lemas karena mengeluarkan isi perutnya .


" Sudah mendingan " Tanya Erland mengelus pundak Aurellia


" Hebm " Jawab Aurellia sambil mencuci mulut dan wajahnya .


" Kamu yakin ,jika tidak biar nanti aku bicara sama ayah Rehan " Ujar Brad , Aurellia menggeleng pelan .


" Aku baik² saja " Jawab Aurellia lirih


" Masih mual " Erland dan Brad langsung menatap ke sumber suara .


" Sudah tidak lagi Oma " Jawab Erland .


" Kalau begitu ayo kita makan dulu " Erland mengagguk pelan .


" Mau gabung " Aurellia mengaguk pelan " Kamu yakin " Tanya Erland memastikan .


" Iya " Jawab Aurellia yakin .


Erland dan Brad mengikuti langkah Aurellia dari belakang, Aurellia menarik napasnya panjang saat sudah di dekat meja makan sedangkan Erland dan Brad terus memperhatikan Aurellia .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Lanjut !!!


Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2