London Love Story

London Love Story
Jangan beras kepala


__ADS_3

Kenapa dokternya lama sekali, apa dia sudah bosan bekerja dengan kita ,jika iya dia tinggal mengirim kan surat pengunduran diri nya !! Dokter di kota besar ini bukan hanya dia saja " Ucap Erland kesal .


" Kita tunggu 10 menit lagi Tuan " Jawab Brad kini dia sudah berada di dalam kamar Aurellia


Setelah menunggu beberapa menit, dokter pun datang di antar kepala pelayan ke dalam kamar Aurellia .


" Apa kamu sudah bosan bekerja " Tanya Erland menatap tajam dokter .


" Maaf kan saya tuan " Ucap dokter menunduk kepalanya .


" Apa tidak ada perawat ,kenapa datang sendiri " tanya Erland .


" Maaf tuan ,tadi saya sudah di rumah ,jadi ..."


" Periksa " Titah Erland memotong ucapan dokter lalu berdiri memberikan ruang pada dokter .


Melihat sikap Erland membuat Brad semakin yakin,apa lagi pria itu begitu panik saat mendengar Aurellia sakit .


" Apa yang kamu lakukan " Bentak Erland saat dokter membuka selimut Aurellia.


" Saya harus memeriksa nya Tuan " Jawab Dokter .


" Periksa lah " Titahnya, Dokter pun mulai memeriksa Aurellia dengan teliti .


Mata Erland terus bergerak mengikuti tangan dokter dan itu tidak lepas dari pandangan Brad .


" Seperti nya Nona Aurellia terlambat makan tuan perut nya juga kosong , hingga asam lambung nya naik " Ujar dokter setelah memeriksa Aurellia .


" Saya akan resepkan obat dan vitamin nya, Apa Non sudah makan " Tanya dokter saat melihat semangkok bubur di atas meja .


" Belum dok " Jawabnya lirih .


" Makan dulu ,setelah itu minum obat dan vitamin nya " Aurellia mengaguk sebagai jawabannya .


" Tidak usah resepkan obat, berikan dia suntikan mati " Jawab Erland ketus .


" Apa kau ingin puasa ?? Apa Gajimu kurang untuk membeli makanan " Bentak Erland keras menatap Aurellia yang kini bersandar di kepala ranjang .


" Mari saya antar " Ujar brad


" Iya tuan " Jawab Dokter lalu mengikuti langkah Brad meninggalkan Erland dan Aurellia


" Kenapa tidak makan " Tanya Erland dingin selepas kepergian dokter dan Brad .


" Apa sejak pagi tadi kamu tidak makan ,apa kamu ingin bunuh diri ,jika iya aku akan mempercepat nya " Lanjutnya lagi .


Saat akan kembali membuka suaranya , Aurellia langsung berdiri ke kamar mandi membuat Erland kaget .


Huek ....Huek ...


Erland langsung menyusul ke kamar mandi setelah mendengar Aurellia muntah .

__ADS_1


" Kau baik² saja " Tanya Erland sekalipun kesal tapi dia juga khawatir sama Aurellia .


Huek ....Huek ...


Erland lalu memijat tengkuk Aurellia dengan lembut entahlah kenapa tangan nya begitu lihai memijat tengkuk wanita itu bahkan dia sendiri sampai bingung .


" Sudah " tanya Erland lembut saat Aurellia bersandar pada wastafel " Cuci dulu mulut nya " Lanjutnya lagi .


Dengan perlahan Erland mengangkat kepala Aurellia lalu mencuci mulut wanita itu .


" Masih " Aurellia menggeleng pelan , Erland langsung mengakat Aurellia membawanya ke tempat tidur .


Aurellia langsung menatap Erland karena kaget tapi dia tidak memiliki tenaga untuk protes lagian dia juga lemah bahkan lidah nya terasa pahit .


" Makan dulu bubur nya sebelum Brad kembali " Ucap Erland mengambil mangkok bubur Aurellia.


" Pahit " Cicit Aurellia jujur .


" Apa aku harus meminta penjaga membuka mulut mu dengan lebar dan aku menumpahkan bubur ini dalam mulutmu " Ucap Erland emosi .


" Rasanya...."


" Paksa ,jangan menyusahkan banyak orang " Bentak Erland kesal , Dengan terpaksa Aurellia menerima suapan dari tangan Erland .


" Telan " Aurellia mengaguk dengan mata berkaca-kaca menahan pahit dan mual .


Satu ,dua ,sampai 3 suapan Aurellia masih bisa menahan nya hingga keempat kalinya Aurellia langsung melompat dari tempat tidur berlari ke arah kamar mandi .


" Shiiit wanita itu " Umpat Erland meletakan mangkok bubur lalu mengikuti Aurellia ke kamar mandi .


" Makan lagi " Aurellia menggeleng pelan " 2x saja " Aurellia mengaguk pelan,Erland pun kembali menyuapi wanita itu .


Setelah selesai Erland mengambil kan air hangat membantunya untuk minum .


" Jangan tidur tunggu Brad membawakan obatmu ,Aku ke kamar dulu " Ucap Erland .


" Iya tuan , terimakasih sudah ....."


" Jangan besar kepala ,aku hanya tidak ingin orang tuamu khawatir karena anak gadisnya sakit " Potong Erland meninggalkan Aurellia begitu saja .


" Apa pun itu terimakasih " Gumam Aurellia menatap punggung Erland .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Sudah " Brad langsung mundur beberapa langkah karena kaget .


" Sudah tuan, sekarang dia sudah tidur " jawab Brad .


" Aku hanya melihat saja Sebentar " Ucap Erland masuk dalam kamar Aurellia .


" Lama juga tidak papa tuan " Goda Brad membuat pria itu menatap nya tajam, tapi apa peduli nya Brad langsung berjalan ke arah kamar nya .

__ADS_1


" Jangan membuat ku khawatir " Gumam Erland menatap wajah damai Aurellia .


" masih panas " Ucap Erland saat tangannya di letakan di atas kening Aurellia, lalu merapikan selimut Aurellia .


" jangan pergi, Aurel kangen sama ayah " Erland langsung menatap Aurellia dimana wanita itu memegang tangan nya .


" Aurel sakit " Lanjut nya di akhiri tangisan .


" Sstttt , Aku tidak pergi aku d sini tidurlah " Ucap Erland lembut mengelus lengan Aurellia dengan tangan yang bebas ,karena tangan kanannya di pegang wanita itu .


Erland menghapus sisa cairan bening di pipi Aurellia saat Aurellia kembali tenang .


Dengan perlahan Erland naik ke atas tempat tidur Aurellia merubah posisi tidur wanita itu hingga menghadap ke arahnya .


" Seperti nya aku benar-benar gila " Gumam Erland .


" Hanya sebatas kemanusiaan " Lanjutnya lagi .


Pukul Am 03 .00 ,Erland membuka matanya saat merasakan tubuh Aurellia semakin panas mengenai kulit nya .


"Aurellia ....Hei " Erland mencoba membangun kan Aurellia tapi wanita itu tidak merespon .


" Shiit ,apa aku harus melakukan nya " Erland mengusap wajahnya kasar .


" jika besok kamu belum sembuh, aku benar-benar akan membunuh mu " Ujar Erland membuka pakaian Aurellia satu persatu hingga menyisakan dalaman saja .


Erland akan melakukan skin to skin karena itu sering dia lihat jika saja mereka ada yang sakit Raymond akan melakukan untuk mereka tapi tidak dengan El Adara lah yang akan melakukan nya .


Dia juga bukan orang awam dia juga seorang dokter sekalipun dokter psikologi dan gelarnya itu hanya menempel begitu saja karena dia fokus pada perusahaan.


setelah itu dia membuka pakaiannya sendiri hingga Menyisakan boxer saja .


" Panas sekali " Ujar Erland saat kulit mereka bertemu di tutupi selimut tebal .


" Tahan Erland ...Tahan kamu mengobati orang " Erland memejamkan matanya saat merasakan benda kenyal menyentuh dadanya sekali pun masih ada penghalang nya tapi dia bisa melihat dan merasakan dengan jelas bagaimana besar dan kenyal nya kedua benda itu .


" Shiiitt ,kenapa dia harus bangun " Geram Erland panjang kedua tangan nya mengepal menahan gairah nya .


" Apa aku minta pelayan saja, tidak apa kata mereka jika melihat tubuh telanjang nya " Erland menggeleng pelan, bahkan dia sampai melupakan panas yang dari tubuh Aurellia ,dia hanya merasakan gairahnya semakin tinggi tak kalah sang junior mulai mengeras dan ingin segera di puaskan .


" Shiiit ,aku tidak tahan " Erland langsung menurunkan kepala nya berhadapan dengan benda kenyal yang sejak tadi menggoda imannya yang setipis daun kelor .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Lanjut !!


Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


Like


Koment

__ADS_1


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2