
bryanfreya2001
Disukai oleh CacaMarsha dan 2.098.867 lainnya
bryanfreya2001 si cantik & jagoan kecil Ayah dan Bunda ❤️❤️❤️❤️
komentar
King_Alex mesin ATM lagi berpose, ayo kita bawa kabur @BaraBere
BaraBere ayo @KingAlex kardusnya dah siap nih. mumpung si bos lagi ngurusi bininya 😎
AneAnelis04 awas kalian @King_Alex @BaraBere kalau berani bawa kabur ponakan-ponakan ganteng dan cantik aku. tinggal pilih rumah sakit apa kuburan😠
King_Alex wadau...saya mundur teratur saja @BaraBere, pawangnya dah muncul @AneAnelis04 ❤️
CacaMarsha ketinggalan nih..ada apa dengan kalian berdua @AneAnelis04 sama @King_Alex
bryanfreya2001 siapa yang berani sama si cantik juga jagoan kecil Tuan Bryan dan Nona Freya, akan saya pastikan kalian akan masuk kandang singa.
CacaMarsha ponakan-ponakan onty yang emesss 😘😘😘😘 pengen cubit deh itu pipinya 🤗
Lisa_bukanLalisa ahhhhh ibu bos udah lahiran..ganteng banget bos kecil, kakaknya juga cantik banget. Selamat Tuan dan Nyonya Bryan ❤️, bonusnya ditunggu yaaa 😄😄🤭🤭
Juli&A87 wahhh sudah launching akhirnya baby boy nua...cair-cair 😎😎
MutiaImutzz Freyaaaaaaaa kenapa tidak kasih tahu kalau sudah lahiran 😤😤 nyebelin deh. btw, selamat sayong q, semoga baby tampannya kelakuannya tidak mirip seperti ayahnya 🤭🤭🤭🤭
bryanfreya2001 maaf ya @MutiaImutzz..ini diluar prediksi, semua mendadak dan alhamdulillah lancar dan baby nya sehat
RendYudha selamat Tuan Muda Abrisam dan Nona Freya,sebentar lagi akan aku susul. langsung kembar, bukan begitu sayang @MutiaImutzz
Juli&A87 dah bucin aja kau @RendYudha😏
EvanBoy selamat ya Freya atas kelahiran baby nya. tampan seperti Ayahnya dan cantik seperti Bundanya
drAndRe baby boy nya dah launching nih😍😍 kakak Maura langsung bisa gendong saja 🤓
Begitulah sekiranya sekelebatan kabar yang menggemparkan jagat dunia maya. Kelahiran baby boy dari seorang istri billionaire muda, Freya Almeera Shanum.
Mutia yang melihat postingan itu tak hanya berkomentar dia berteriak-teriak sendiri di dalam meja kerjanya hingga membuat rekan kerja yang lain menatap heran istri CEO tempat mereka bekerja.
"Ibu Mutia kenapa itu? Apa jatah yang diberi Tuan Rendy semalam kurang?"
"Tidak tahu, tapi kelihatannya seperti baru memenangkan jackpot dech."
__ADS_1
"Bener, kalau jatahnya kurang tidak mungkin istri bos berteriak bahagia seperti itu."
"Tadi kalau tidak salah, Ibu Mutia tadi menyebut nama Freya. Memang kenapa dengan Nona Freya?"
Ketiga manusia yang satu divisi dengan Mutia saling berbisik dan saling memandang juga menggeleng pelan kepala mereka. Mereka tidak tahu apa penyebab sebenarnya istri dari CEO mereka berteriak sambil memegang ponsel.
"Sudah kembali bekerja." seru Lisa yang baru saja kembali ke tempat duduknya dan mendapati staff sekretariat tengah ngerumpi.
"Atau kalian nanti aku adukan pada Tuan Bryan biar bonus untuk kalian tidak akan cair." imbuh Lisa yang sudah duduk di samping meja Mutia yang saat ini sudah menjadi bagian dari staff sekretariat.
"Bonus! Cair!"
Ketiga manusia itu saling pandang dan tak berapa lama senyum mereka terbit. Mereka kembali ke meja kerja masing-masing dan mengecek sosial media mereka.
"Horeee!!! Awal tahun dapat bonus lagi."
Lisa hanya geleng kepala mendengar seruan dan teriakan rekan kerjanya yang heboh sendiri karena sudah dipastikan bonus yang sudah dijanjikan oleh Bryan untuk seluruh karyawannya tanpa terkecuali sebelum berangkat ke Swiss beberapa bulan yang lalu akan benar-benar cair setelah kelahiran Bryan Junior.
Mutia yang tersadar dan kaget dengan teriakan rekan kerjanya langsung menatap Lisa yang meja kerjanya tidak jauh dari dirinya. "Mereka kenapa Lis?" tanya Mutia dengan wajah penasarannya.
"Mereka senang karena sebentar lagi akan ada bonus cair yang masuk ke rekening mereka sesuai janji Tuan Bryan kemarin." jawab Lisa sambil mengetik sesuatu di komputernya dan sesekali menatap Mutia.
"Ahh..Iya aku baru ingat. Kemarin Tuan Bryan menjanjikan akan memberikan bonus kalau Freya sudah lahiran." ucap Mutia dan diangguki Lisa.
"Kok kamu sudah disini? Berarti Rendy sudah kembali dong." Mutia terlihat baru sadar kalau dirinya tadi mengajak Lisa berbicara atau memang baru bangun dari keterkejutannya atas kelahiran Bryan Junior yang seharusnya masih beberapa minggu lagi.
Lisa tersenyum dan mengalihkan pandangannya pada istri CEO nya itu. "Saya sudah disini dari tadi Ibu Mutia." Dan sudah anda ajak bicara juga tadi, batin Lisa. "Dan Tuan Rendy belum kembali. Beliau masih ada urusan tadi dengan manager keuangan."
*****
Rendy memijat pangkal hidungnya yang terasa pusing tiba-tiba mendengar rengekan Mutia yang jarang sekali ditunjukan Mutia kepada dirinya. Ini pertama kalinya Rendy mendengar dan melihat Mutia merengek seperti Maura. Sungguh membuatnya pusing karena tidak biasanya dirinya mengatasi wanita yang terus saja merengek minta sesuatu dan harus dituruti sekarang juga.
"Ayo dong, sayang!!! Aku ingin kesana. Aku ingin lihat baby nya Freya."
Rendy menghembuskan nafas lelah karena sedari dirinya kembali dari ruangan manager keuangan, Mutia terus saja merengek mengajak dirinya pergi ke Swiss untuk melihat Bryan Junior.
"Aku nggak bisa sayang. Aku harus menghandle perusahaan BRATA Grup yang ada disini. Kita nggak bisa kemana-mana untuk sementara waktu." ujar Rendy yang memang diberi tanggung jawab sama Papa Abri untuk menghandle semua perusahaan BRATA Grup dari kantor pusat sampai kantor cabang yang ada di kota J dan kota B selama beberapa bulan ke depan sampai Papa Abri kembali lagi ke tanah air.
"Ya sudah kalau begitu. Aku sendiri yang akan pergi kesana dan jangan cari aku." final Mutia yang sudah lelah karena Rendy tidak mau menuruti keinginannya. Lebih baik pergi sendiri dan mengancam Rendy untuk tidak mencarinya lagi.
Rendy langsung saja berdiri saat melihat Mutia yang sudah mau pergi dari ruangannya. Dia langsung memegang erat pergelangan tangan kiri Mutia sebelum istrinya itu keluar dari ruangannya.
"Lepas! Biarkan aku pergi." ucap Mutia dengan dingin dan menatap datar Rendy yang tengah menatapnya lembut.
"Kamu kenapa? Aku lihat sebelum kamu pergi kemarin dan sampai saat ini sikap kamu seperti itu. Marah-marah tidak jelas, merajuk ingin yang aneh-aneh dan saat ini kamu meminta pergi ke Swiss padahal kamu tahu kalau aku tak bisa kemana-mana untuk beberapa bulan ini."
Mutia langsung memalingkan wajahnya dari Rendy. Dia sendiri juga tidak tahu kenapa akhir-akhir ini sering marah tidak jelas dan merajuk kalau apa yang diinginkan tidak segera Rendy turuti. Jauh banget dari sifat dan karakternya, bukan seperti Mutia yang dulu sebelum menikah dengan Rendy.
__ADS_1
Rendy melangkah mendekat pada istrinya itu tanpa melepaskan genggaman tangannya pada pergelangan tangan kiri Mutia, hanya saja genggamannya sudah dia longgarkan sedikit tidak se-erat tadi.
"Bukannya aku tidak mau menuruti keinginan kamu, tapi keadaan yang membuat ku tak bisa memberikan apa yang kamu minta." Rendy memegang pundak kanan Mutia dan dihadapkan nya pada dirinya. Namun istrinya itu tetap saja tidak mau menatap dirinya, masih memalingkan wajahnya.
"Aku tidak mau kamu pergi ke sana sendiri. Apalagi disana ada baji ngan tengik itu."
Mutia langsung mengalihkan pandangan matanya pada Rendy saat ada nada kesal dan emosi saat menyebut baji ngan tengik. Keningnya mengkerut, siapa itu? batin Mutia bertanya-tanya.
Salah satu sudut bibir Mutia terangkat saat baru sadar siapa yang dimaksud sama Rendy siapa baji ngan tengik itu. Siapa lagi kalau bukan Alex. Alex si musuh bebuyutan Rendy saat mendapatkannya dulu. Padahal Mutia tidak tahu saja kalau Alex dan Rendy sudah menjadi rival semenjak kuliah dulu.
"Dia masih saja cemburu sama Alex." batin Mutia dan segera mengalihkan pandangan ke arah lain sebelum Rendy menyadarinya tengah menahan senyum.
"Kamu bisa vidio call sama Nona Freya kalau kamu ingin melihat bayi mereka. Nanti kalau Tuan Abrisam sudah kembali, aku akan ajak kamu kesana untuk melihat Nona Freya dan juga bayi nya. Untuk saat ini sabar dulu. Kita habiskan waktu berdua karena tidak ada yang mengganggu dan merecoki kita lagi."
"Princess Butterfly!!"
Mutia dengan perlahan mengalihkan pandangannya pada Rendy saat panggilan dan tangan Rendy mengusap lembut pipinya.
"Jangan marah lagi ya, jangan pergi lagi dari hidupku. Aku tidak bisa kalau harus berjauhan sama kamu. Aku bagaikan butiran debu yang tak tahu arah jalan pulang kalau sampai kamu pergi meninggalkan aku."
Bughhh
"Auchhh!!! Kencang banget sih, yang." keluh Rendy saat dadanya dipukul sama Mutia. Walaupun sebenarnya tidak begitu terasa, tapi Rendy hanya pura-pura saja kesakitan.
"Ck..Pelan juga mukulnya tidak keras. Lebay banget jadi laki. Pantas saja kecebong nya tidak jadi-jadi. Jadi laki aja lemah." cibir Mutia dengan memandang remeh suaminya itu walau sebenarnya dirinya sedari tadi menahan untuk tidak tertawa melihat ekspresi yang Rendy berikan saat dirinya menyebut lelaki lemah.
"Apa kamu bilang!" geram Rendy dan menarik Mutia lebih dekat lagi pada dirinya hingga tubuh keduanya merapat sempurna, bahkan jarak wajah keduanya hanya tinggal beberapa centi saja sampai Mutia bisa merasakan hembusan nafas dari Rendy yang terlihat begitu berat.
"Lelaki lemah." ulang Mutia dengan memberikan senyum mengejeknya pada laki-laki di hadapannya saat ini.
"Kau mau bukti kalau aku bukan lelaki yang kau sebutkan itu?" tanya Rendy dengan menyingkirkan beberapa anak rambut yang ada di pipi Mutia dan tatapan matanya tetap menatap tajam manik mata istrinya itu yang begitu indah dimatanya
Mutia menaikkan sebelah alisnya dan tersenyum nakal. Tidak lupa tangannya mengelus rahang tegas milik suaminya itu dengan sensual. Dia juga tidak lupa mengusap bibir tipis nan se xy milik suaminya. Mutia berjinjit dan mendekatkan bibirnya pada telinga sang suami. "Apa buktinya?"
Rendy memejamkan matanya mendengar bisikan Mutia hembusan nafas Mutia yang mengenai pipi dan telinganya. Sungguh itu langsung membuat miliknya turn on, walau sebenarnya dirinya sudah turn on semenjak tubuh keduanya menempel sempurna.
"Aku pastikan kau akan ketagihan dengan bukti yang aku berikan." ucap Rendy sebelum akhirnya menyambar bibir Mutia dengan lembut.
Mutia membalas ciuman dan luma tan demi luma tan yang Rendy berikan. Bahkan dia tidak peduli kalau saat ini Rendy tengah mencumbunya di kantor. Dia begitu menikmati ciuman dan sentuhan yang Rendy berikan pada dirinya.
"Kenapa rasanya begitu berbeda? Kenapa aku sekarang begitu ketagihan dengan sentuhan-sentuhan dan perlakuan Rendy terhadap tubuhku? Kenapa seperti cerita Freya saat awal-awal hamil dulu? Apa aku...?"
Mutia tersentak dengan pemikirannya sendiri hingga membuat Rendy yang baru saja memasukkan setengah pusaka nya ke dalam lubang milik Mutia kembali keluar lagi karena di dorong paksa oleh Mutia.
"Kamu kenapa sih sayang? Ini sudah nanggung dan kenapa kamu keluarin lagi." geram Rendy yang kesal dan pusing sendiri. Bahkan dia sampai menggusar rambutnya kasar.
"Rend!! Apa dia sudah hadir tanpa kita ketahui? Tapi aku baru selesai bulanan beberapa hari yang lalu. Tidak mungkinkan dia langsung hadir!?"
__ADS_1
Rendy memicingkan matanya menatap Mutia yang memegang perutnya sendiri sambil mengatakan hal-hal yang menurutnya aneh. Dia? Dia siapa maksudnya? Apa istrinya itu saat ini punya orang istimewa lagi di hatinya? pikiran Rendy menduga-duga yang bukan-bukan tentang maksud Mutia.
"Dia siapa maksud kamu?"