Maura : Tragedi Tahun Baru

Maura : Tragedi Tahun Baru
Mahar Fantastis Tuan Bryan


__ADS_3

Manda terbangun saat handphone miliknya dari tadi terus berdering. Dengan malas dia mengangkat panggilan itu.


"Hmm...hallo!!"


"..........."


"What!!!!" Manda sontak membuka matanya dan bangun terduduk.


"Kamu gak salah lihat?" tanya Manda yang belum percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.


".........."


Manda langsung memutuskan sambungan telephon dari managernya. Dia membuka beberapa aplikasi sosial media yang menayangkan berita yang baru di rilis sekitar jam 9 pagi tadi. Berita tentang pernikahan Abrisam Bryan Alvaro dengan seorang wanita yang masih di sembunyikan identitasnya.


Beberapa acara televisi juga menayangkan sebuah undangan pernikahan putra pemilik BRATA Grup yaitu Abrisam Bryan Alvaro yang akan menikah hari ini pukul 14.00 waktu setempat di Halona Hotel.


"Sialan..Kenapa secepat itu Bryan menikah?" geram Manda setelah melihat dan membaca beberapa berita uang tranding hari ini.


"Pasti sama perempuan murahan itu." Bugh. Manda memukul guling dengan kencang untuk menghilangkan kekesalannya.


Dia melihat jam sudah menunjukkan sebelas siang. Dia bergegas turun untuk bersiap pergi ke Halona Hotel dan menggagalkan pernikahan Bryan dan Freya. Karena hanya dia yang boleh menikah dan memiliki seorang Tuan Muda Abrisam Bryan Alvaro.


"Manda!!! Buka pintunya!!!"


Manda yang baru saja selesai make up an dengan geram membuka pintu apartemennya karena Mamanya sedari tadi menggedor-gedor pintu apartemennya.


"Kenapa kode password nya kamu ganti?" tanya Mama Manda dengan kesal pada anaknya.


"Biar abang tidak masuk seenaknya saja." jawab Manda cuek dan melanjutkan kegiatannya.


Mama Manda terdiam sejenak mikir kan anak lelakinya yang sudah hampir tiga hari tidak pulang kerumah, handphone nya juga tidak aktif.


"Leon sudah bisa dihubungi, Man?" tanya mama Manda.


"Belum. Mungkin sudah dibunuh sama Bryan." jawab Manda tanpa berpikir dulu dan tanpa beban.


"Pantas saja perusahaan Papa kamu masih aman saja. Ternyata Leon sudah dibunuh Bryan." kata Mama Manda


yang terdengar tidak peduli dan masa bodoh itu.


"Cepat bersiap nya."


"Kita harus hancurkan pernikahan Bryan."


"Papa kamu sudah menuju kesana." kata Mama Manda yang terlihat begitu dendam dengan keluarga Abrisam yang seenaknya saja membatalkan perjodohan anaknya dengan Bryan.


"Ayo!!"


Manda dan Mamanya keluar dari apartemen sekitar pukul satu siang dan satu jam lagi pernikahan Bryan akan diselenggarakan.


"Gila!!! Dijaga ketat banget, Ma." kata Manda yang melihat begitu banyak penjagaan di setiap akses pintu masuk maupun pintu keluar juga area parkir.


"Gak apa. Bukannya kamu punya undangannya?" tanya Mama Manda.


Manda hanya mengangguk dan berjalan menuju pintu masuk.


"Maaf, undangan anda tidak terdeteksi di komputer kami." kata penerima tamu dengan sopan mengembalikan handphone Manda.


"Maksudnya?" tanya Mama Manda yang heran.


"Barcode nya tidak sesuai dengan barcode undangan pernikahan Tuan Muda Abrisam."


"Jadi Nyonya dan Nona tidak bisa masuk ke dalam" jelas penerima tamu.


"Kamu tidak mengenal anak saya." bentak Mama Manda.


"Maaf Nyonya. Kami hanya menerima tamu bagi yang undangan onlinenya dapat kita barcode."


"Kau..Izinkan kami masuk atau aku panggilkan Nyonya Abrisam langsung kamu." ancam Mama Manda.


"Kenapa anda membuat keributan disini?" tanya Rendy yang baru saja datang menjemput Mutia sesuai perintah Bryan.


"Bukannya kalian tidak dapat undangan."


Mama Manda langsung diam ditempat, begitupun Manda. Karena mereka memang tidak memiliki undangan. Yang dia miliki undangan Bryan yang tersebar di internet Dan ternyata itu undangan palsu.


"Lebih baik kalian pergi dari sini atau saya sendiri yang menyeret kalian dari sini." kata Rendy tegas membuat kedua ular itu pergi dengan perasaan kesal dan amarah.


Rendy kembali masuk dan mengantarkan Mutia ke ruangan dimana Freya sedang bersiap.


"Kita tunggu disini saja sekalian nunggu Papa kamu."


"Biar Papa kamu nanti yang mikir bagaimana caranya bisa masuk kedalam."


Manda mengangguk menunggu di taman Hotel.


...............


Menikah dengan lelaki yang mencintainya dan dia juga mencintai lelaki itu. Didampingi Bapak dan Ibu juga sanak saudara dan kerabat beserta sahabat juga teman. Menikah dengan sederhana dan hikmat penuh berkah dan doa, itulah impian Freya.


Tapi impian itu kini sirna sudah. Bukan menikah dengan orang yang di cintainya atau mencintainya. Tapi dia menikah dengan lelaki yang adalah ayah biologis dari anaknya, Maura. Lelaki yang dulu telah menodainya. Lelaki yang telah membuatnya hamil di luar nikah dan melahirkan serta membesarkan anak seorang diri.


Lelaki itu sebentar lagi akan menjadi suaminya. Tinggal menghitung menit dia akan menjadi istri dari Tuan Muda Abrisam Bryan Alvaro. Lelaki yang akhir-akhir ini membuatnya aman dan nyaman. Lelaki yang membuat perasaannya campur aduk seperti permen nano-nano.


Lelaki itu menyayanginya, belum mencintainya. Sedang dirinya suka sama lelaki itu namun belum menyayanginya ataupun mencintainya. Tapi kenapa dia merasakan kehangatan jika bersama lelaki itu? Dan kenapa dia bisa cemburu tiap kali mengingat ataupun melihat Bryan dekat dengan seorang wanita.

__ADS_1


"Apa aku sudah mencintainya?"


"Apa aku sudah mencintai Ayah dari anakku?"


Freya menatap pantulan dirinya di cermin meja rias. Dia merasa kalau dirinya terlihat begitu cantik dari biasanya. Apalagi riasan sederhana dengan tatanan rambut yang disanggul dengan gaya modern dan hiasan tiara kecil di salah satu sisinya. Dengan kebaya putih full payet mutiara swarovski membalut tubuh rampingnya terlihat begitu sempurna.


"Cie!!! Yang sebentar lagi menjadi Nyonya Muda Abrisam, cantik banget sih."


Freya menoleh saat mendengar suara yang sudah tidak dia dengar selama dua hari terakhir ini.


"Mutia!!" gumam Freya dengan mata berkaca-kaca, dia berdiri dari duduknya. Akhirnya sahabatnya itu muncul juga setelah menghilang dua hari tanpa kabar.


Mutia tersenyum dan berjalan mendekat ke sahabatnya yang hari ini terlihat begitu cantik walau dengan riasan yang sederhana.


"I miss you." ucap Mutia yang sudah berdiri di depan Freya.


"Miss you too." Freya langsung memeluk Mutia dan menangis.


"Ehh..Kok menangis sih!!" seru Mutia dan melepas pelukan Freya yang menangis.


"Sudah jangan nangis. Nanti kalau riasan kamu jadi seperti hantu gimana?" goda Mutia yang mengambil tisu di meja rias.


"Gak apa. Biar tamunya nanti kabur semua. Biar viral nantinya." ucap Freya yang masih saja mengeluarkan air matanya. Bukan air mata kesedihan, melainkan air mata kebahagiaan karena sahabatnya hadir di pernikahannya.


"Kamu ini ya. Mentang-mentang menikah dan disiarkan langsung oleh stasiun TV milik keluarga Abrisam ingin yang viral-viral."


"Pasti nanti viralnya Bryan menikah bukan sama Manda melainkan sama Kamu." sahut Mutia yang gemas dengan sahabatnya ini. Mutia membenarkan riasan make up Freya.


"Maura mana?" tanya Mutia yang tidak melihat Maura.


"Maura sama Caca. Dia akan muncul nanti kalau acara akadnya sudah selesai." jawab Freya.


"Sudah siap kamu?."


Freya dan Mutia menoleh,melihat seorang wanita yang berdiri di ambang pintu.


"Siapa?" bisik Mutia.


"Istri paman aku." Mutia mengangguk dan menatap tajam pada Bibi Freya yang terlihat sinis itu.


"Sudah,Bi." jawab Freya.


"Kalau sudah buruan keluar, acara sebentar lagi dimulai."


Freya mengangguk dan berjalan keluar ruangan bersama Mutia mengikuti Bibi Freya yang berjalan di depan mereka.


Bryan melirik Freya yang berjalan mendekat ke arahnya. Bryan dibuat terpana dengan penampilan Freya yang membuatnya pangling. Gadisnya itu terlihat begitu cantik dengan riasan, model rambut juga kebaya yang begitu pas dengan kepribadian Freya yang sederhana.


Namun hari ini meski terlihat sederhana, semua mata tertuju pada diri Freya yang berjalan pelan dan begitu anggun menuju tempat di mana Bryan sudah menantinya itu. Semua tamu undangan dan beberapa kru TV memuji kecantikan Freya juga kebaya yang Freya pakai.


Freya tersipu malu mendengar gumaman Bryan yang memuji dirinya. Dia mengulum senyumnya.


"Apa acaranya sudah bisa dimulai?" tanya petugas KUA.


"Silahkan Pak." Papa Abri mempersilahkan acaranya dimulai.


Setelah pembacaan ayat suci Al-Quran juga sedikit ceramah mengenai pernikahan. Akhirnya tiba di acara inti.


"Bagaimana Tuan Bryan?"


"Apa anda sudah siap?" tanya Pak Penghulu.


"Siap Pak." jawab Bryan penuh semangat.


"Baiklah, silahkan Pak." Pak penghulu mempersilahkan Paman Freya untuk melakukan tugasnya.


Paman Freya mengangguk dan membuka kertas yang isinya tulisan mas kawin yang Bryan berikan kepada Freya. Matanya membelalak saat melihat tulisan tersebut. Dia menatap Bryan dan Freya bergantian.


"Bismillahirrahmanirrahim..."


Bryan menjabat tangan Paman Freya erat.


"Saya nikahkan dan kawinkan Abrisam Bryan Alvaro bin Abrisam Brata Yuda dengan Freya Almeera Shanum binti Alm. Armand Nugroho Ahmadi dengan mas kawin emas seberat 10 kg, 50% saham ABA Corp., tanah seribu hektar, Halona Hotel, QOne Mall, sebuah Lamborghini Aventador SVJ Roadster Grigio Telesto, sebuah Rolls Royce Wraith, sebuah helikopter, 2 buah apartemen mewah, sebuah rumah mewah 3 lantai, dan seperangkat alat sholat dibayar tunai."


"Saya terima nikah dan kawinnya Freya Almeera Shanum binti Alm. Armand Nugroho Ahmadi dengan mas kawin tersebut tunai." sahut Bryan dengan lantang dan satu tarikan nafas.


"Bagaimana saksi? Sah??"


"Sah!"


"Alham...."


Braakkk


Beberapa tamu undangan dan petugas WO juga beberapa kru TV jatuh pingsan setelah mendengar mahar yang Bryan berikan untuk Freya. Mahar yang sangat fantastis.


Freya mematung ditempat duduknya setelah mengetahui mahar yang Bryan berikan kepadanya. Dia tidak menyangka Bryan akan memberikan mahar yang sangat di luar dugaannya. Mahar yang mungkin akan membuat dirinya di cap sebagai perempuan matre bagi natizen yang tidak menyukainya, dan mahar yang membuat dirinya di cap sebagai sultan bagi natizen yang menyukainya. Dan kelihatannya lebih banyak natizen yang tidak menyukainya, jadi dia pasti di cap perempuan matre.


Mutia menelan salivanya susah payah mendengar mahar yang Bryan berikan kepada sahabatnya, Freya. Mahar yang kalau diuangkan totalnya mencapai triliunan.


"Freya!!! Akhirnya aku punya sahabat sultan juga.." pekik Mutia tertahan.


Rendy yang duduk di sebelah Mutia hanya geleng kepala melihat orang-orang yang begitu hebohnya hingga pingsan. "Norak." batin Rendy


Bibi Freya juga ikut pingsan mengetahui mahar yang Freya dapatkan dari Bryan. Dia tidak menyangka kalau Tuan Muda Abrisam itu benar-benar seorang billionaire muda.

__ADS_1


Manda dan kedua orang tuanya yang masih berada di taman hotel terlihat syok setelah melihat live streaming acara pernikahan Bryan dengan Freya. Yang bikin mereka syok bukan mempelai perempuannya, melainkan mahar yang Bryan berikan kepada Freya.


"Seharusnya mahar itu milik aku bukan milik perempuan murahan seperti dia." teriak Manda dengan kesal bercampur amarah.


"Seharusnya aku yang menikmati harta keluarga Abrisam" Manda terlihat seperti orang gila yang teriak-teriak tidak jelas.


Sedangkan Mama Manda sudah pingsan sedari tadi. Dan Papa Manda masih diam mematung membayangkan berapa total uang dari mahar yang Bryan berikan kepada Freya.


Live streaming pernikahan Tuan Muda Abrisam dengan Freya menjadi tranding topik di berbagai halaman berita manca negara ataupun lokal dan juga media sosial. Dengan #MaharFantastisTuanBryan


Begitu banyak wanita yang iri dengan keberuntungan Freya. Perempuan sederhana yang mampu meluluhkan hati Tuan Muda Abrisam yang terkesan dingin terhadap perempuan.


Banyak juga yang memuji kecantikan Freya yang terlihat begitu natural, tanpa sedikitpun permak di wajah juga tubuhnya yang lain.


Dan belum juga selesai natizen mengomentari mahar yang Bryan berikan kepada Freya sudah ada berita lagi tentang Bryan yang mengaku menikah dengan Ibu dari anaknya sendiri.


Bryan melakukan press conference setelah acara akad dan ramah tamah selesai. Dia memperkenalkan Freya juga Maura ke dunia.


"Pasti kalian sudah tahu siapa Maura Hanin Azzahra."


"Dia adalah pemenang kompetisi Olimpiade Matematika beberapa bulan yang lalu."


"Dia adalah anak kandung saya dari ibu yang baru saja saya nikahi beberapa menit yang lalu."


Rendy memberikan bukti tes DNA kepada wartawan untuk memperkuat bukti.


"Jadi ceritanya anda menikah dengan Ibu dari anak anda, Tuan?" tanya salah seorang wartawannya.


"Iya benar." Bryan memegang tangan Freya dan dikecupnya mesra di depan para wartawan membuat mereka heboh merekam juga mengambil gambar kemesraan Bryan dengan Freya.


"Saya menikah dengan Ibu dari anak ku." Bryan memeluk Freya posesif dari samping saat melihat di kerumunan wartawan ada seorang pria yang selalu membuatnya cemburu kalau berurusan dengan Freya.


"Maaf sebelumnya. Apa Nona Freya awalnya menjebak anda hingga akhirnya hamil dan memiliki seorang anak?"


Bryan terlihat mengeraskan rahangnya menatap tajam pada wartawan yang baru saja bertanya. Dia mengepalkan tangannya kuat.


"Untuk mengetahui jawaban anda, saya akan memberikan waktu pada seseorang untuk menjelaskannya." jawab Rendy saat melihat Bryan yang terlihat marah.


Rendy memanggil Shelin dan Bara. Mereka berita menceritakan kenapa Freya bisa memiliki seorang anak dari Bryan.


"Maaf Tuan Bryan, Nona Freya atas kelancangan pertanyaan saya."


"Untuk saat ini saya maafkan, tapi tidak untuk lain kali."


"Kalau tidak seperti itu kalian dan para natizen akan selalu berpikiran buruk dengan istri saya." ucap Bryan tegas membuat semua wartawan membungkam mulut mereka.


Freya sedari tadi hanya tersenyum saja, dia bingung harus bagaimana karena ini pertama kalinya tampil dihadapan publik seperti saat ini. Apalagi dilihat seluruh dunia.


"Freya!!! Apa itu kamu, Nak?" perempuan paruh baya yang masih terlihat cantik itu menitikan air matanya saat melihat putrinya yang tumbuh menjadi perempuan yang cantik dan anggun.


"Jadi Mas Armand sudah meninggal." perempuan itu terlihat menangis tersedu-sedu.


"Aunty kenapa?"


Buru-buru perempuan paruh baya itu menghapus air matanya kasar.


"Aunty gak apa. Hanya terharu saja melihat mereka." matanya melirik siaran di TV.


"Ada apa Anelis mencari aunty?"


"Nggak jadi, Elis ke kamar dulu."


Akkkhhhhh


Brukk


Prang


Tarrr


"Bryan...ternyata kamu sudah melupakan aku."


"Katanya kamu cinta mati sama aku mana buktinya."


"Kenapa kamu justru menikah dengan orang lain."


Akkhhhh


"Mommy, can you shut up? noisy."


🍁🍁🍁


have a nice day


thank's Like, Vote, Comment and Gift


terima kasih atas dukungannya dan masih setia bersama Maura juga Ayah Bryan dan Bunda Freya


jari tangan author sudah mengkeriting karena sudah mengetik hampir 4rb kata dan sering hapus ketik hapus ketik terus dan mungkin sudah lebih dari 4rb kata.


Segini dulu yah..jari dan otak authornya sudah lelah dan besok minta di refresh.


Kalau besok tidak bisa up, mohon maaf yah🙏🙏


Big hug from far away 🤗🤗🤗

__ADS_1


dewi widya


__ADS_2