Maura : Tragedi Tahun Baru

Maura : Tragedi Tahun Baru
Model pengganti


__ADS_3

Hari ini penyelenggaraan acara peragaan busana Mom and kids yang di selenggarakan oleh Nyonya Alea Abrisam, istri dari Tuan Abrisam Brata Yudha. Acara yang di siarkan langsung secara live di salah satu stasiun televisi nasional, BRATA TV. Sekitar ada dua belas peserta yang ikut peragaan busana Mom and kids, termasuk Freya dan Maura ada di salah satu peserta yang terdaftar.


Tidak hanya peragaan busana Mom and kids, tapi juga peragaan busana untuk para kaum hawa lainnya yang ingin tampil modis dan elegan. Yang nantinya akan diperagakan oleh beberapa model ternama yang telah disiapkan oleh Nyonya Alea, Mama mertua Freya.


"Maura sudah cantik kan, Oma?" tanya Maura yang memperlihatkan wajah imutnya dengan menyunggingkan senyum manis pada sang Oma sambil memutar-mutar gaun yang dia kenakan.


Gaun embroidery berwarna pink dengan desain chic and comfy yang disertai round neckline, selg tie belt, detail layer, lace and aksesn off shoulder. Sangat indah dan menimbulkan kesan glamor. Gaun ini berbahan satin dan kain jarang. Gaun yang sama persis Freya kenakan, dia saat ini yang masih dalam proses make up.


"Cucu Oma selalu cantik dan akan tetap cantik seperti Oma." jawab Mama Lea yang entah angin darimana menemani Freya dan Maura. Padahal saat ini kalau di lihat jadwalnya,Mama Lea seharusnya sibuk karena ini acara dia yang menyelenggarakan. Tapi entah kenapa dia menemani Freya dan Maura sedari tadi. Takut mereka kabur katanya.


Mama Lea takut Freya kabur karena sedari awal Mama Lea mendaftarkan dirinya, Freya terus saja menolak tidak mau ikut fashion show. Hingga akhirnya Freya terpaksa ikut demi membuat Mama mertuanya respek kepadanya.


"Bunda juga cantik kan, Oma?" tanya Maura yang menunjuk Freya yang masih terlihat sibuk dengan MUA.


Mama Lea melirik Freya sebentar dan mengangguk sambil tersenyum pada Maura. Dia akui menantunya itu cantik dan baik, tapi entah kenapa dia begitu sulit untuk menerima Freya dengan lapang dada. Seperti ada sesuatu yang mengganjal dalam hatinya. Entah apa itu dia sendiri tidak tahu. Tapi di lain sisi dia begitu mengagumi sosok Freya yang begitu sabar meski terkadang dia mendapati Freya menangis diam-diam. Apalagi akhir-akhir ini dia selalu mendapati menantunya itu menangis sendirian. Entah apa yang ditangisi nya, Mama Lea tidak tahu. Mau bertanya pun dia terlalu gengsi dengan Freya.


"Permisi Nyonya." asisten Mama Lea masuk ke ruangan khusus Freya dan Maura.


"Ada apa Len?"


"Apa ada masalah? Kenapa kesini?"


"Bukannya saya meminta kamu untuk menghandle semuanya?" pertanyaan beruntun keluar dari mulut Mama Lea pada asistennya yang dia percaya untuk mengurus semua acara saat ini.


"Maaf Nyonya." Lena menundukkan kepalanya sedikit, dia begitu takut kalau sampai Nyonya Abrisam marah pada dirinya yang tidak becus dalam bekerja.


"Model utamanya kecelakaan saat perjalanan kesini dan tidak bisa meneruskan kerjasama nya saat ini Nyonya." jawab Lena, Asisten Mama Lea.


"Juga kami belum menemukan model pengganti saat ini. Kebanyakan dari mereka menolak karena diberitahu mendadak." sambung Lena.


Mama Lea duduk lesu saat mengetahui dia kekurangan model. Mau cari model sekarang pun sangat susah apalagi acara akan segera dimulai.


"Kenapa tidak Bunda saja Oma yang jadi modelnya?"


"Model utama kan keluarnya terakhir." kata Maura tiba-tiba memberi saran pada sang Oma yang terlihat pusing memikirkan model pengganti.


"Bunda kan cantik Oma, tingginya juga tidak kalah sama model-model itu."


"Meskipun sama Ayah tetap tinggian Ayah."


"Tapi Bunda itu bagus banget loh Oma kalau jalan seperti model." Maura terus saja mempromosikan Bundanya supaya di jadikan model pengganti. Karena Maura suka melihat Bundanya berjalan layaknya seperti model. Bundanya akan terlihat begitu cantik natural dan Maura suka itu.


Freya yang sudah selesai di make up sontak berdiri menatap putrinya yang asal mengeluarkan opininya itu. Meski semua yang Maura katakan itu benar adanya tapi satu yang kurang dari diri Freya. Kurang percaya diri jika harus berjalan lenggak lenggok di depan banyak orang, apalagi memperagakan busana. Apalagi sampai Bryan tahu dia berpakaian minim kekurangan bahan, bisa-bisa tidak hanya penonton yang akan Bryan colok matanya tapi dia juga. Freya pasti akan mendapat hukuman yang lebih kejam lagi dari pada para penonton itu.


"Lihat itu!! Bundanya Maura cantik kan? Model saja kalah sama Bunda." seloroh Maura menunjuk Freya.


Mama Lea dan Lena sontak menatap Freya dari atas sampai ke bawah dan diulangi lagi sampai dua kali.


Freya merasa risih dipandangi mertua juga asisten mertuanya itu. Dia seperti di telanjangi di depan semua orang saat melihat tatapan mertua dan asisten mertuanya.


"Istri Tuan Bryan ini memang benar-benar cantik. Dari atas sampai bawah tidak ada yang kurang. Perfect kalau jadi model dadakan, menggantikan model utamanya." batin Lena.


"Apalagi aku pernah melihat dia ikut pemotretan dadakan bersama Tuan Bryan beberapa minggu yang lalu. Dia terlihat cantik natural tidak dibuat-buat." lanjutnya dalam hati.


"Benar sih yang dibilang Maura, tapi bagaimana dengan Bryan?"


"Tadi saja aku harus memilihkan baju yang tidak terbuka untuk dipakai Freya."


"Kalau dia jadi model utamanya yang ada aku bisa di golok nanti sama Bryan." Mama Lea bergidik ngeri membayangkan Bryan marah.

__ADS_1


"Nggak!!" tolak Mama Lea tegas. Dia masih mau hidup daripada harus mati di tangan anaknya sendiri kan gak lucu.


"Kenapa Nyonya?"


"Bukannya Nona Freya itu pilihan yang paling tepat untuk keadaan yang seperti ini."


"Ini sudah emergency loh Nyonya." Lena tidak terima penolakan yang atasannya berikan. Karena menurutnya Freya lah yang tepat untuk dijadikan model pengganti.


"Kenapa aku jadinya seperti barang serep ya??" monolog Freya pada dirinya sendiri.


"Nggak ada yang cakepan dikit apa selain barang serep." gerutu Freya dalam hati.


"Oma takut dimarahi Ayah, ya?" tanya Maura yang sepertinya bisa membaca pikiran sang Oma.


Mama Lea menggeleng ragu. Nggak mungkinkan dia akan mengangguk, mau ditaruh mana mukanya kalau dia takut sama anaknya sendiri.


"Oma tenang saja. Ayah tadi bilang nggak bisa hadir karena rapat sampai sore." kata Maura.


"Iya kan, Bun." dengan refleks Freya menganggukkan kepalanya beberapa kali tanpa sadar.


"Bagaimana Nyonya?" tanya Lena tegas menatap Atasannya itu.


Mama Lea menatap Lena dan Freya bergantian seperti menimbang sesuatu. Cukup lama dia berpikir hingga akhirnya dia meminta Lena untuk mengurus semua.


"Ma..Jangan bilang Freya yang bakal jadi model penggantinya?" tanya Freya setelah melihat asisten Mama Lea pergi.


"Kamu mau cake apa saja akan Mama belikan." kata Mama Lea.


"Apa hubungannya model pengganti sama cake,Ma?" tanya Freya yang gagal paham dengan perkataan mertuanya.


"Mau cake gratis apa nggak?" tawar Mama Lea.


"Ya mau lah,Ma. Cake coklat bertaburan keju sama kacang almond juga Cake red valvet terus Cake_"


"Siapkan diri kamu. Ini sudah keputusan final dari Mama."


"Tidak ada penolakan." kata Mama Lea tegas dan keluar dari ruangan itu.


Tubuh Freya merosot ke kursi dengan tubuh terasa lemas tak berdaya. Dulu memang dia bercita-cita menjadi seorang artis dan model, tapi itu dulu tidak untuk sekarang. Sekarang dia tidak menginginkan semua itu apalagi mengingat suaminya yang begitu posesif dengan penampilan dirinya. Apalagi sekarang dia sedang marah sama Bryan karena sebuah lipstik ditambah sekarang ini nantinya yang ada dua-duanya sama-sama marah.


...............


Acara sudah dimulai, para Mom and Kids sudah mulai keluar dan meragakan busana yang mereka kenakan dari perancang busana Alea Abrisam. Freya dan Maura berjalan di urutan ketiga. Banyak pasang mata yang menatap takjub Freya juga Maura. Tapi disini mereka dibuat gemas dengan penampilan Maura yang berjalan begitu luwesnya layaknya seorang model cilik.


"Gen Tuan Bryan memang tidak ada yang bisa menandingi."


"Lihatlah, Maura itu begitu cantik seperti Ibunya juga terlihat begitu smart seperti Tuan Muda."


"Anak gadisnya Tuan Muda begitu cantik, bagaimana kalau nanti lahir baby boy, pasti begitu tampan seperti Tuan Muda."


"Istrinya itu juga terlihat begitu cantik, tidak kalah cantiknya sama model."


"Lihat itu kakinya, tidak ada buriknya sama sekali."


"Mulus dan putih bahkan lututnya pun juga putih tidak sama seperti kita."


"Benar-benar anak dan istrinya Tuan Muda."


"Sempurna banget di sandingkan dengan Tuan Muda."

__ADS_1


Begitulah sekiranya gumaman para tamu yang hadir di acara peragaan busana Mom and Kids saat ini. Dan ini baru pembukaannya saja belum nanti acara intinya. Peragaan busana gaun malam rancangan dari Mama Lea yang berkolaborasi dengan desainer muda Julianto sebentar lagi akan segera dilaksanakan dalam hitungan menit.


Dan mereka semua dapat kabar kalau model utamanya di gantikan dengan model tamu yang tak kalah cantik dan anggun serta smart. Mereka menebak-nebak siapa gerangan yang akan menggantikan model utama di acara puncak saat ini. Apakah salah satu pemenang dari Miss World, Miss Universe, Miss Grand atau Miss lainnya. Mereka masih menebak-nebak karena pihak panitia masih merahasiakan sampai saat ini.


"Ayah!!!" teriak Maura saat melihat Bryan datang bersama Papa Abri.


Tubuh Mama Lea langsung menegang saat melihat Bryan datang di saat acara puncak akan segera dimulai.


"Bukannya Bryan lagi rapat? kenapa ada disini?" tanya Mama Lea dalam hati.


Dia begitu takut kalau Bryan sampai tahu rencananya. Tidak mungkin kan Bryan di beritahu sama bodyguardnya Freya dan Maura. Bukannya bodyguardnya tadi menunggu di luar gedung dan tidak ikut kedalam. Terus siapa yang memberi tahu Bryan sampai dia harus datang ke acara seperti ini saat rapat? batin Mama Lea bertanya-tanya.


"Ayah!! Ayah tadi lihat Maura tidak di TV?" tanya Maura pada Bryan yang sudah berdiri di dekatnya. Dia mendongak menatap Ayahnya yang entah tiap hari semakin tampan ini.


Bryan berjongkok dan menyamakan tingginya dengan tinggi Maura.


"Ayah lihat dan Ayah bangga banget sama Maura juga Bunda."


"Kalian terlihat paling cantik di antara yang lain."


"Kalian seperti bintang yang paling bersinar di langit."


"Kalian berdua memang bidadari Ayah." ucap Bryan dengan bangga dan senang sambil menampakkan senyumnya.


"Iya dong, Maura sama Bunda kan bidadari cantiknya Ayah." kata Maura membuat Bryan gemas dan menciumi wajah Maura.


"Bunda mana?" tanya Bryan dan membawa Maura ke gendongannya.


"Bunda...." Maura melirik Omanya yang terlihat diam menegang dan menunduk itu. Dia tahu pasti Omanya takut dimarahi sama Ayahnya kalau tahu menjadikan Bundanya model.


"Bunda masih di toilet. Sakit perut karena nervous tadi, Yah." kata Maura dengan lancarnya. Padahal dirinya juga takut kalau Ayahnya tahu dia sedang bersekongkol dengan Oma nya untuk membohongi Bryan.


"Maafkan Maura Ayah!!" batin Maura menyesal telah membohongi Ayahnya. Tapi kalau tidak berbohong sama sang Ayah, dia tidak bisa melihat Bundanya berjalan di atas catwalk. Padahal dia ingin melihat Bundanya berada disana, berjalan layak nya seorang model.


"Lebih baik kita segera duduk. Puncak acaranya segera dimulai." ajak Papa Abri pada Istri, anak dan cucunya.


"Bryan akan nunggu Freya sebentar di sini." tolak Bryan yang ingin menunggu Freya keluar dari toilet.


"Nggak usah di tunggu." kata Mama Lea cepat.


"Kenapa?" Bryan menatap Mama heran.


"Itu..itu tadi.." Mama Lea gugup sampai tidak mampu melanjutkan perkataannya.


"Bunda tadi bilang nggak usah ditunggu. Kita diminta langsung duduk saja di dalam." sahut Maura menatap Ayahnya.


"Ayo ayah Maura ingin lihat di dalam." rengek Maura.


Akhirnya Bryan setuju meski hatinya tidak tenang memikirkan Freya.


"Semoga Mama tidak berbuat macam-macam sama Freya." batin Bryan yang merasa ada sesuatu yang Mama nya sembunyikan.


Mama Lea bernafas lega akhirnya Bryan mau juga dibujuk untuk masuk ke dalam terlebih dahulu. Seenggaknya acaranya saat ini berjalan dulu sesuai rencana dengan model pengganti, nanti setelahnya dia sudah tidak peduli. Mau dimarahi Bryan ataupun di habisi Bryan dia tidak peduli. Karena dia tahu, Bryan tak mungkin tega menyakiti Mamanya sendiri. Paling-paling dihukum dengan memberi makan hewan buas peliharaan Bryan. Mama Lea bergidik ngeri sendiri membayangkan hewan buas yang Bryan pelihara.


🍁🍁🍁


have a nice day


thanks like, vote, comment and gift

__ADS_1


big hug from far away 🤗🤗🤗


dewi widya


__ADS_2