Maura : Tragedi Tahun Baru

Maura : Tragedi Tahun Baru
Novel Baru


__ADS_3

Assalamualaikum kakak kakak semuanya, semoga selalu sehat untuk kakak kakak kesayangan author.


Author mau kasih pengumuman nih buat kakak kakak semua


Ada novel baru dan sudah mulai on going


Jangan lupa dikunjungi yaa kakak kakak


Ini kelanjutan dari novel "Maura : Tragedi Tahun Baru"


Tapi ini bukan bercerita tentang Maura yaa..


Ini kisahnya Rendy, sang duda beranak satu.


Masih ingat kan kalian dengan Rendy sang manusia robot?


Bagaimana ya hidup dia setelah kematian sang istri dan setelah pulang dari pondok?


Apa jadi lebih baik atau semakin kaku seperti kanebo kering?

__ADS_1


Apalagi anaknya sekarang selalu meminta ibu baru.


Apakah Rendy akan menuruti keinginan anaknya itu?


Atau mungkin mengacuhkan keinginan anaknya?


Yuk simak kisahnya.


Dengan judul novel "Ibu Untuk Anakku"



Rendy membanting pintu ruang kerjanya. Dia melangkah menuju kursi kebesarannya dan menjatuhkan tubuhnya yang kekar dan tegap itu pada kursi. Nafasnya memburu, bukan karena tadi habis memarahi karyawannya di ruang rapat. Melainkan memikirkan perkataan Candra, sang putra yang kini berusia lima tahun.


Tiap pagi dan hampir selama satu tahun ini, anaknya itu selalu meminta dirinya untuk mencari Ibu baru buat dirinya dan malamnya selalu ditagihnya sebelum tidur.


Rendy semakin pusing saat tak hanya Candra saja yang meminta dirinya mencari Ibu baru untuk anaknya itu. Tapi Mama Asti juga Nino, bahkan Rafa pun yang masih berada di pondok pesantren juga meminta dirinya menikah lagi supaya Candra dan Rafa memiliki seorang Ibu. Memiliki sosok Ibu dalam kehidupan mereka. Karena pastinya mereka merindukan sosok Ibu meski Freya sudah menganggap dan memperlakukan Canda juga Rafa seperti anaknya sendiri tanpa dia bedakan.


"Aku tidak mungkin menikah lagi. Aku sudah berjanji pada diriku sendiri juga mendiang istriku untuk tidak menikah lagi. Hanya Mutia istriku. Istriku hanya Mutia seorang. Tidak ada yang lain." gumam Rendy pelan sambil memejamkan kedua matanya.

__ADS_1


Nafasnya sudah kembali normal, namun dirinya enggan untuk membuka kedua bola matanya. Dia mengingat kebersamaan dirinya dengan Mutia dulu yang begitu singkat itu.


Kedua sudut bibirnya terangkat membentuk senyum tipis saat mengingat kebahagian mereka dulu saat mengetahui kabar Mutia tengah hamil anak kembar. Lantas senyum itu langsung surut dan lenyap dari wajah tampan Rendy saat mengingat kebahagiaan itu hanya sesaat. Karena istrinya itu harus meregang nyawa karena terjatuh dari kamar mandi dan harus melahirkan saat itu juga.


Rendy mengambil nafas dalam dan menghembuskan nya perlahan. Dia membuka matanya dan menegakkan tubuhnya. Dia melihat ada tiga bingkai foto di atas meja kerjanya. Dia mengambil bingkai foto yang terdapat potret Mutia saat hamil dulu. Diusapnya foto itu dengan lembut seolah yang dia sentuh adalah barang yang paling berharga dalam hidupnya.


"Hanya kamu yang selalu ada di hati aku. Hanya kamu, Mutia. Aku tidak akan menuruti keinginan Candra. Karena hanya kamu Mamanya Candra. Ibu kandungnya Candra."


Rendy menggenggam erat bingkai foto itu untuk meluapkan protes dan kekesalannya karena Candra hampir satu tahun terakhir ini meminta Ibu baru namun tidak dia turuti sama sekali permintaan anaknya itu.


🍁🍁🍁


Jangan lupa mampir ya kakak kakak kesayangan author


Tinggalkan jejak disana sebelum ramai dan jangan lupa dukung author dengan memberi gift, vote, like and comment


Ditunggu kehadirannya di karya novel author yang baru


Thanks and big hug 🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2