Menjadi Ibu Untuk Anakmu

Menjadi Ibu Untuk Anakmu
Bab 121. Tantrum


__ADS_3

Bab 121. Tantrum


.


.


.


...🌺🌺🌺...


Kota J


***


Rania


" Mas, gimana? Jodhi masih belum ada balas?" Rania menatap resah suaminya kala deadline yang di jadwalkan Jodhi, sudah melenceng dari rencana.


Bagiamanapun dan sebesar apapun seorang anak, mereka masihlah kecil mata orang tua. Terlebih, Rania belakangan ini merasai jika anaknya itu menyembunyikan sesuatu.


" Enggak ngangkat sayang, ini aku telpon si Jonathan juga enggak di angkat-angkat!" Jawab Bastian tak kalah resah.


Kedua orang itu kini saling berpikir. Apa ada masalah di sana, sehingga Jodhi tidak pulang sesuai jadwal. Gimanapun juga, Jodhi masih punya tanggungan untuk mengelola DI sebelum Dafa dan Gita besar.


TRING!


Bunyi notifikasi sebuah pesan singkat, yang kini masuk kedalam ponsel Bastian.


" Gimana? " Tanya Rania saat menatap suaminya yang kini membaca sebuah pesan, sepertinya berasal dari orang suruhannya.


Ya, uang selalu bisa memudahkan jalan seseorang bukan? Dan yang Rania perlukan saat ini adalah berita tentang keberadaan Jodhi.


[" Selamat siang Pak Bastian, saya mengikuti mas Jodhi dan beliau ada di rumah sakit!"]


[" Orang-orang kami masih mengorek Informasi kenapa beliau ada disana."]


Merasa pertanyaannya tidak mendapat jawaban, Rania langsung melongok ke arah ponsel suaminya.


Dan, betapa terkejutnya dia saat melihat foto yang dikirimkan oleh orang suruhannya itu. Foto yang memperlihatkan Jodhi menggendong seorang bayi yang tangannya di infus, dengan wajah yang begitu mirip dengan Jodhi.


" Rumah sakit?" Ucap Rania menatap Bastian terperanjat.


" Astaga mas, siapa yang di gendong Jodhi? Kenapa...?"


Rania bahkan tak meneruskan kalimatnya dan memilih menyambar ponsel milik Bastian, lalu memperbesar foto bayi yang dagunya menempel pada pundak Jodhi.


DEG


Hati Rania mendadak deg-degan. Kenapa bayi itu sangat mirip dengan Jodhi semasa bayi.


" Mas, ini siapa mas? Kenapa Jodhi sampai gendong bayi kayak gitu. Dan, coba lihat mas? Bayi ini wajahnya kenapa bisa mirip sekali dengan Jodhi?"


Rania juga pernah muda, apalagi track record Jodhi yang selama ini ia ketahui, makin membuat Rania berpikir yang tidak-tidak.


" Jangan panik dulu. Mungkin Jodhi lagi nolong orang lain di rumah sakit. Sebaiknya kita tunggu saja dia jawab telepon!" Bastian mencoba menenangkan istrinya yang gusar. Meski pada kenyataannya, ia sendiri juga resah.


" Mas, Jodhi ini udah dua tahun loh mas sikapnya berubah. Gimanapun juga aku itu ya mikir. Jangan-jangan di perusahaan baru ada masalah tapi tu anak enggak mau cerita!"


" Kita susul mas, dari kapan hari perasaan mama sudah enggak enak. Di tambah anak ini selama ini enggak pernah balik, jarang ngobrol sama orang tua! Jarang mau ketemu sama adik-adiknya, mama gak bisa begini terus. Jodhi itu kalau di diamkan akan ganti mendiamkan!"


"Pokoknya mama enggak mau tahu, mas minta orang mas buat booking tiket, kita terbang besok!"

__ADS_1


...🌺🌺🌺...


Kota S


***


Jodhi


Ia kaget sebab melihat ada banyak sekali panggilan tak terjawab dari papa dan juga mamanya. Jodhi sengaja men-silent ponselnya agar tak menganggu Danuja.


" Mama telpon aku Ka!"


" Hah! Serius?" Jawab Raka terkejut. " Moga aja dia enggak datengin kantorku Jo!"


" Beliau sebenarnya juga menghubungi saya sedari tadi bos!" Ucap Jonathan dengan suara pelan.


" Terus, kamu jawab apa?"


" Tidak saya angkat. Saya..."


" Bagus. Tidak usah di angkat!"


Dua pria ganteng itu kini saling bertukar pandang. Semoga saja tak ada kecurigaan sebab Jodhi yang seharusnya sudah pulang, belum juga pulang.


" Mau sampai kapan elu enggak jujur soal hal ini ke Tante Rania Jo?"


Jodhi tertegun. Ia mendadak risau kala mendengar pernyataan dari Raka. Adalah benar, Jodhi sebenarnya takut jika Rania bahkan Bastian marah kepadanya, akibat tindak tanduknya yang bisa dikatakan tidak benar itu.


" Enggak tau Ka. Jujur aku takut sama mama. Apalagi, sampai sekarang Lintang belum mau memaafkan aku!" Jodhi murung demi meresapi semua yang terjadi.


"Tadi Novan juga bilang ke gue kalau itu hasil keluarnya dua mingguan!" Jawab Jodhi diujung keresahannya." Kalau begini keadaannya, mustahil kue balik ke kota J cepat-cepat!"


" Gue enggak mau kehilangan jejak Lintang sama anak gue Ka. Sebejat-bejatnya gue, gue enggak mau lari dari tanggung jawab!"


Raka merasa kasihan dengan adiknya itu, " Sory Jo, kayaknya Lintang itu kecewanya dalem banget sama elu. Gue udah berusaha meyakinkan dia tapi..."


" Enggak apa-apa, gue terimakasih banyak Ka. Karena sekarang yang paling penting Bu Yanti sama mbak Denok udah tahu niatku. Itu berkat kamu juga!"


Raka mengangguk menyetujui, " Sepertinya Lintang juga kelihatan nurut dan sungkan sama Bu Yanti!"


Ya, Jodhi merasa Raka telah membantunya lebih dari ekspektasinya. Rupanya, hukum timbal balik itu nyata adanya.


Jonathan masih terlihat fokus di depan kemudinya. Sama sekali tak berniat apalagi berminat untuk nimbrung obrolan krusial itu.


" Jujur, yang gue takutkan sekarang malah pria itu Ka!"


Raka tahu, pasti yang di maksud adalah Reyhan.


" Hati gue sakit saat dengar Lintang lebih memilih minjam uang ke pria itu timbang ngomong ke aku!" Jodhi tersenyum kecut demi mengingat kejadian beberapa saat lalu.


" Gue minta pertebal kesabaran elo Jo! " Raka menghela nafasnya sejenak, " Gimanapun juga keadaan Lintang akibat ulah lo itu, udah ngebuat hidupnya susah. Apalagi, ibunya meninggal juga karena efek keadaan Lintang yang sulit waktu itu!"


Jodhi kembali tertegun demi mendengar ucapan Raka yang seratus persen benar adanya itu.


" Gue mau ngelakuin apa aja Ka, asal Lintang mau nerima gue lagi, mau maafin gue. Sekalipun gue bertaruh nyawa!"


Jonathan melirik Jodhi dari rear vission mirror di depannya dengan tatapan iba. Seorang Jodhistira Mavendra, dibuat Tia berdaya oleh seorang wanita layu bernama Lintang. Wajah pria itu terlihat serius sekali. Membuat Jonathan takjub dengan perjuangan berat Jodhi.


" Selamat berjuang bos!"


.

__ADS_1


.


Denok


Alih-alih mengobrol hangat soal Jodhi dan dua malaikat tak bersayapnya yang lain, Denok kini bersama Lintang dan Yanti justru dibuat kesulitan menenangkan Danuja yang menangis histeris.


Bahkan, bocah itu terus menyebut 'Yayah! Yayah!' sewaktu menangis. Membuatnya panik bukan kepalang.


" Duh Gusti! Cup nak, cup ya nak! Sini sama Dade ya!"


Bukannya tenang, bocah itu makin histeris kala Denok merentangkan tangannya untuk menggendong Danuja.


" Kampret tenan, baru beberapa jam sama malaikat sekarang lihat aku udah kayak lihat sawan kamu Nu Danu!" Denok merasa bingung.


" Permisi!"


Saat mereka sibuk menenangkan bayi yang tengah tantrum itu, pintu tiba-tiba terbuka dan menampilkan seorang perawat yang akan mengecek Danuja.


" Kenapa ini Bu?" Tanya perawat itu dengan wajah khawatir karena Danuja terus memberontak dan membuat jarum infus itu terancam.


" Ini mbak, nangis terus nyariin buapakannya!" Sahut Denok resah dengan wajah yang tak karu-karuan.


Perawat itu kini mengelus pundak Danuja yang tantrum. Mengecek apakah Danuja masih dendam atau tidak.


" Bu, saran saya, sebaiknya orang yang di condongi pasien tetap ada di tempat ya Bu. Semua ini bertujuan agar pasien bisa istirahat dengan intens!" Seru perawat itu dengan suara pelan dan sopan.


Lintang benar-benar dibuat bingung, Danuja bahkan tantrum dan tak bisa di tenangkan oleh siapapun. Membuatnya cemas se cemas- cemasnya.


Dan saat mereka masih bingung seraya berusaha menenangkan Danuja, terdengar suara menggelegar dari dalam ruangan itu.


" Halo Jon! Jon? Ah elah si Jojon denger enggak aku ngomong? Berhentiin dulu itu mobil napa? Bapaknya Danuja suruh balik cepat. Waduh ini anak banteng ngamuk ini!"


[.......]


" Iya iya! Udah cepet!"


[......]


"Aman! Udah cepet, awas lek lama kamu ya, tak prekes ( remat) tenan manukmu !"


Perawat itu mendelik saat mendengar ucapan absurd dari Denok.


.


.


.


.


.


.


.


.


Buebo tercintah, udah bab 120 an aja nih 😁😁. Maaf ya, semalam gak jadi up solanya ada kemendadakan yang menginterupsi 🀟🀟😁😁😁.


Kira-kira, gimana ya reaksi mama Rania jika tahu Jodhi telah memiliki anak dan bocah yang di gendong Jodhi dalam fotonya itu merupakan cucunya?

__ADS_1


__ADS_2