
Bab 88. Rasa Titipan
.
.
.
...🌺🌺🌺...
"Biarkanlah kurasakan, hangatnya sentuhan kasihmu.. Bawa daku penuhiku, berilah diriku...kasih putih dihatimu..."
( Kasih putih Glen Fredly)
.
.
Insan dalam asmara
Melebur kasih pada waktu tak bertepi, dambaan nyata tiap insani.
Raka dengan tubuhnya yang bermasa otot keras, jelas dengan mudahnya mampu mengangkat beban tubuh istrinya untuk naik ke permukaan, ia memindahkan tubuh istrinya yang masih basah menuju pembaringan, yang berada di dekat kolam.
Tentu tak berniat untuk menggarap istrinya, di tempat terbuka seperti itu, walau kobaran gai rah telah menyala-nyala sejak tadi.
Kedua mata mereka tak lepas dari kegiatan saling menatap. Raka tergoda untuk mereguk kembali indahnya cinta bersama Galuh malam itu.
Yeah, am really - really love you!
Mata Galuh nanar menatap enam cetakan otot yang sedari tadi merayunya, meminta untuk di sentuh. Terlihat liat dan membuatnya merinding.
" Sayang!" Bisik Raka kala ia berada di hadapan istrinya. Sorot matanya masih sama, sendu dan menyiratkan tatapan penuh rasa cinta yang menggelora.
" Aku mencintaimu!" Bisik Raka yang kini menciumi ceruk leher istrinya yang beraroma wangi.
Galuh bereaksi lalu membuka celana renang Raka, melempar benda berharga mahal yang kini lengas itu.
" Kau tahu, kau benar-benar berhasil menggodaku malam ini!" Raka yang kini menurut manakala wanitanya itu melucuti satu- satunya sandangan yang ia kenakan, merasa tak tahan lagi.
" Karena dulu, saat-saat seperti ini nyaris tiada pernah aku nikmati mas!"
Galuh tak mau munafik. Bukankah sudah legal dan halal? Ia yang sedari dulu jarang mendapatkan nafkah batin, merasa sangat bersyukur kali ini.
__ADS_1
Raka kini memposisikan dirinya duduk, ia mengangkat tubuh istrinya keatas tubuhnya yang kini loncos itu. Membuat Galuh yang kini saling berhadapan dengan Raka itu, menunduk dengan surai hitam yang saat ini basah menjuntai.
Diremasnya bokoong sintal itu, sejurus kemudian tangan kekar itu meraba lalu melepaskan pengait benda berbentuk kacamata yang menutupi kuncup dada itu.
Yeah, me on fire!!!
" Semoga aku bisa mewujudkan keinginan citra mas!"
Ucapnya lagi dalam hati manakala ia tahu, jika setelah ini ia tak akan bisa lari lagi dari jeratan predator buas itu. Ganas dan terlihat beringas.
Ya, Galuh sudah menghentikan penggunaan kontrasepsi dalam wujud salut kemarin. Raka merupakan sebaik-baiknya pria yang pernah ia temui. Rekam jejak pernikahannya yang buruk, jelas membuatnya kini mampu membedakan antara Adipati dengan Raka.
Rintihan sarat kebahagiaan itu, membuat Raka makin giat melumaaat, Galuh merasa benda licin besar di bawahnya itu mulai memprovokasi dirinya.
Tangan berotot nan kekar milik Raka ia raba, ingatannya kembali manakala tangan itu dengan badasnya menghujani tinju para rivalnya. Tangan yang selalu melindunginya, tangan yang nantinya akan bekerja keras untuk pemenuhan kewajiban ia dan Citra.
Jalan hidup yang terjal, tak selamanya membawa kita kepada kenistaan. Di ujung kesabaran, jelas kita akan mendapatkan dari serentetan kejadian mengerikan yang terjadi, apabila kita ikhlas dan berserah diri.
Dan itu yang Raka dan Galuh dapatkan saat ini.
Galuh yang kini sudah polos memunggungi Raka dengan posisi sedikit merendahkan bagian depan tubuhnya. Ia bisa merasakan manakala bibir Raka kini menciumi tiap jengkal kulit punggungnya. Membuat dirinya berdesir.
Dan betapa terkejutnya Galuh, manakala benda besar itu kini memasukinya dengan lembut. Ya, Raka ingin bermain dengan style yang berbeda.
Ia merasakan banyak macam perasaan sekaligus, nikmaaat, nyeri, senang. Rasa yang sulit untuk dijabarkan. Yang jelas, Raka benar-benar perkasa.
Raka memejamkan mata demi menikmati rasa indah titipan Tuhan. Mendesis demi merasakan sensasi gila, yang sudah lama tak ia nikmati.
Sejurus kemudian Raka menggenggam kedua kuncup itu dari belakang, memilin aerola itu dan membuat Galuh makin menggelinjaaang.
Semakin lama semakin kencang saja genjootan itu. Tubuh Galuh bahkan bergetar manakala dengan cepatnya Raka menghujam dirinya dengan segala kekuatan yang pria itu miliki.
" Ma- as!" Ia sampai tak bisa berkata normal manakala Raka yang menghentaknya dari belakang itu, kian mempercepat temponya. Miliknya sudah begitu lembab, lututnya bergetar saat ia hendak mengeluarkan sesuatu.
" Masa, aku...!"
Napas Raka yang ngos-ngosan makin membuat suasana disana panas. " Keluarkan sayang!" Bisik Raka dengan suara parau.
" Masssss!!!" Raka menghentikan hentakannya kala tubuh Galuh mengejang. Ia dengan gerakan cepat menarik istrinya untuk duduk saat ia kini juga telah mendudukkan tubuhnya.
Jelas Galuh akan keluar terlebih dahulu.
Raka tersenyum, pria memang musti begitu kan? Harus bisa ladies first dulu.
__ADS_1
Galuh yang ngos-ngosan menatap sendu suaminya. Keperkasaan, kekuatan, kasih sayang, semua lengkap disuguhkan oleh Raka.
" Kamu capek?" Tanya Galuh kearah suaminya yang keningnya bersimbah keringat.
" Not yet!" Jawab Raka penuh arti. Membuat Galuh merona.
" Biar aku!" Galuh mendorong tubuh suaminya terlentang. Sejurus kemudian wanita itu mengambil alih kegiatan menyenangkan itu.
Galuh mencium bibir Raka agak lama, sejurus kemudian bibirnya beralih menikmati bagian tubuh Raka yang tadi menyesakkan miliknya itu. Membuat Raka mendelik.
Oh God!
Raka memejamkan matanya sejurus kemudian kala merasakan sensasi gila. Bibir lezat itu kini meraup ucok tanpa jeda. Astaga, Galuh benar-benar melebihi ekspektasinya.
Semakin lama semakin membuat Raka nyaris tiba di tujuannya.
Merasa bibirnya pegal dan kebas, Galuh kini merayap kembali keatas tubuh bugar itu. Diraupnya kembali bibir Raka penuh gairahhh, dengan posisi tangan yang kini memasukkan aset berharga besar itu kedalaman dirinya.
Bagai terhunus sesuatu, Galuh kini memejamkan matanya pelan kala ia merasa dadanya tertembus oleh sesuatu yang begitu nikmaaat. Dadanya berdesir, laju darahnya deras mengalir, Galuh menaik-turunkan tubuhnya seirama, membuat Raka kini memejamkan matanya menikmati rasa luar biasa dari titipan Tuhan itu.
" Sayang!"
Dalam waktu yang lama, dan dalam tempo yang makin cepat, gerakan mereka terjalin begitu menggila. Memuaskan satu sama lain. Dan beberapa waktu kemudian, tubuh keduanya sama-sama menegang hebat. Ya, akhirnya Galuh dan Raka sama-sama menggapai puncaak tertinggi kegiatan mereka.
Raka seketika bangkit untuk mendudukkan tubuhnya, lalu dengan gerakan cepat ia meraup kuncup dada istrinya, meledakkan benih-benih kedalam rahim istrinya, manakala Galuh mendongak dengan dada membusung. Membuat tubuh tubuh keduanya lemas bagai tak bertulang.
.
.
Keterangan :
Loncos sinonim dari telaanjang.
Lengas ( basah)
.
.
.
.
__ADS_1