Menjadi Ibu Untuk Anakmu

Menjadi Ibu Untuk Anakmu
Bab 154. Akhir kisah bahagia ( The End)


__ADS_3

Bab 154. Akhir kisah bahagia The End


.


.


.


...🌺🌺🌺...


Lintang


Perlakuan lembut, rasa yang teramat membuatnya bahagia, baru bisa ia rasakan saat ini. Sangat berbeda sewaktu Jodhi memasukinya dulu.


Perasaan takut, kini lebur bersama cinta yang di suguhkan Jodhistira dengan cara lembut dan intim itu. Kebenciannya yang semula mendarah daging, kini memudar dan berganti dengan rasa sukacita yang membuncah.


" Sebaiknya aku mandi! Mereka pasti..."


" Aku bisa membuat mereka menunda acaranya jika kau mau!" Ucap Jodhi tersenyum-senyum manakala melihat Lintang yang malu dan berusaha menutupi bagian dadanya menggunakan selimut yang baru saja ia bereskan tadi. Membuat wanita itu tersipu.


" Ngawur! Dah lah, kapan pulangnya kalau begini terus!"


Jodhi tergelak demi melihat wajah Lintang yang manyun dengan pipi yang bersemburat merah.


Mereka mandi dan berberes bagai dikejar setan. Terburu-buru sebab rupanya durasi mereka bercumbu tadi terlalu lama.


" Kamu udah bilang sama Tante Rania?" Tanya Lintang dengan wajah resah.


" Aman. Kamu tenang aja!" Jawab Jodhi yang sibuk dengan sebuah kotak. Menjawab isterinya di sela-sela kesibukannya itu.


Lintang mengangguk, terlihat menjejalkan beberapa barangnya kedalam tas kecil. Sama-sama terlihat sibuk dengan urusan mereka masing-masing.


"Lin?" Ucap Jodhi sembari mendekatkan diri ke arah istrinya.


" Ya?"


Lintang tertegun sedetik, sebelum Jodhi tiba tepat di hadapannya. Menatapnya penuh kesungguhan, dengan aura yang begitu melindungi.


" Kamu pegang ini. Pin nya aku udah ganti tanggal pernikahan kita. Mulai sekarang, kamu yang bawa ini. Semua keperluan kita, keperluan Danuja bahkan semua hal yang kamu mau, kamu bisa ambil dari sini!" Ucap Jodhi dengan serius menatap Lintang kala menyerahkan sebuah kartu sakti.


Membuat Lintang menelan ludahnya. Jodhi menyerahkan beberapa ATM untuk dirinya.


" Dan ini, ini kamu bawa juga. Secepatnya kita akan pindah ke rumah baru!" Lintang menatap nanar sebuah kartu hitam dengan nomor timbul yang tercetak diatasnya.


"Nanti Jonathan biar cari ART buat bantu kita. Aku enggak mau Bu Yanti capek-capek terus. Dia itu udah kayak ibu kamu. Dan itu artinya, dia ibu kau juga!"


Mata Lintang seketika memanas demi mendengar ucapan serius dari suaminya, yang mau menerima Bu Yanti sama seperti Jodhi menerima dirinya. Terharu sebab apa yang ia khawatirkan beberapa waktu ini, nyatanya tiada terbukti.

__ADS_1


" Apa kamu senang, hm?" Tanya Jodhi membingkai wajah Lintang yang sudah basah. Menatap mesra istrinya penuh cinta.


Jodhi pernah bermimpi, semua yang dia lakukan, semua hal yang ia kerjakan hanyalah untuk kebahagiaan orang yang ia sayang. Dan saat ini, tunai sudah mimpi luhurnya itu.


" Makasih Jo. Makasih karena kamu udah mau nerima Bu Yanti!" Ucap Lintang terbata-bata dengan tangis haru.


Jodhi mengecup bibir Lintang penuh cinta di sela-sela kucuran air mata yang tak mau berhenti. Merasa begitu bahagia sebab pria itu benar-benar telah menjadi pribadi yang berubah ke arah yang lebih baik.


" Enggak perlu terimakasih. Justru aku yang harus terimakasih ke beliau. Karena sudah menjaga dua orang kecintaanku selama ini!"


Mereka berpelukan untuk beberapa saat. Sekuat dan setegar apapun seorang Jodhi. Mata pria itu kini juga turut basah, demi rasa haru yang tak bisa ia halau.


" Boleh aku minta satu hal?" Ucap Jodhi sesaat setelah memungkasi pelukannya.


Lintang mendongak, menatap wajah tampan suaminya dari jarak yang teramat dekat. Begitu berkharisma.


" Katakan?"


" Panggil aku Mas, Mas Jodhi!"


.


.


Lintang terlihat lebih fresh meski rambutnya belum sepenuhnya kering. Ia terlihat tegang manakala Jonathan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi dari jalanan yang agak lengang siang itu.


Mereka tiba di kediaman Rania sekitar pukul sebelas siang. Sangat jauh melenceng dari estimasi awal. Hah, apa mau di kata. Jika cinta sudah bertahta, hal lain mendadak jadi kadaluarsa.


" Welcome to the home Mrs. Jodhistira !!!"


Teriakan yang begitu riuh dan ricuh itu membuat Lintang terperangah. Bunyi terompet bahkan ledakan benda yang Lintang tak tahu apa namanya itu, membuatnya begitu bahagia.


Belum pernah ia bahagia seperti saat ini. Dimana banyak sekali orang yang menyambutnya dengan wajah sumringah.


Semua orang yang belum ia kenali namun ia ketahui sebagai sahabat dari mertuanya itu, berkumpul di sana berserta anak dan istri mereka.


" Selamat sekali lagi, kamu turut bahagia!" Tukas Shinta mengusap lengan Lintang.


" Finally, mbak Rania punya menantu yang cantik banget!" Ujar Alexa yang turut berada diantara riuh rendah group emak-emak heboh itu.


" Luh, kayaknya harus kita buat arisan baru nih. Udah tambah anggota soalnya!" Ucap Sekar yang nampak bahagia dengan kedatangan Jodhi dan Lintang.


" Bener banget Tante. Nanti biar gantian team bapak-bapak yang momong!" Balas Galuh terkekeh.


Membuat Danan yang mendengar hal itu langsung menyikut perut Wisang, sebab merasa kuduknya merinding secara mendadak, manakala mendengar ultimatum soal permomongan itu.


Kini, yang ada hanya kebahagiaan. Bu Kartika yang berada di usia senja itu, nampak bahagia saat di temani anak, cucu serta cicitnya yang tumpah ruah menjadi satu itu.

__ADS_1


Membuat sesepuh yang kini kehilangan ruang geraknya itu, tak hentinya menyunggingkan senyuman.


Rania dan Bastian yang saling menatap bahagia, sebab anak sulung mereka telah menemukan cinta sejati walau aral yang di lalui sangatlah sulit.


Pun dengan Abimanyu dan juga Andhira yang tetap mesra di usianya yang tak muda lagi. Menatap senang kala Raka dan Galuh kompak dalam membersamai putra putri meraka dalam dalam tumbuh kembangnya.


Definisi nyata jika siklus manusia itu pasti. Susah senang, tangis tawa, sedu sedan, semuanya bergantian mengurung langkah mereka dalam meniti kehidupan.


" Eh sini sini- sini foto dulu yuk! Mumpung lagi ngumpul nih! Mbak Galuh, mbak Lintang sini- sini!!" Ucap Kalyna yang menjadi team rempong keluarga itu.


Membuat kesemua manusia yang ada di sana dengan polosnya menurut.


" Danuja sini sama Ayah. Citra sini di depan!"


" Tante Sekar, sini anak-anak suruh duduk di depan sini!" Ucap Kalyna yang sibuk melambaikan tangannya memanggil para bocil yang mendadak menurut dengan komando dari anak kedua Andhira itu.


" Nah, pas banget tuh. Mbak Dinda! Sini cepet. Fotoin dulu kita ya, gantian!''


Dinda yang baru datang sebab di undang oleh Raka itu, terlihat melongo manakala para manusia lintas usia itu kini berjajar rapih dengan gaya posisi masing-masing. Membuatnya geleng-geleng kepala.


" Woy, buruan! Ah elah, Om Devan, mbak Dinda kalau enggak ada Niko kok jadi lemot kayak komputer pantium tiga sih!" Gerutu Kalyna yang berengut. Mengadu ke arah Devan dan Alexa yang saling tergelak.


Membuat Dinda melebarkan cuping manakala di cibir oleh Kalyna yang sifatnya sebelas dua belas dengan dirinya.


" Sini, biar aku aja. Kamu ikut foto aja sana!" Ucap Jonathan yang tiba-tiba muncul dari arah belakang. Membuat Dinda terkejut.


" Nah, kebenaran deh. Ini lagi satu orang jomblo gak jelas datang. Udah mbak Din jangan manyun aja, sini- sini deket aku. Biar kak Jojon yang jadi tukang poto!" Ucap Kalyna terkikik-kikik.


Membuat Jonathan mendadak teringat akan satu sosok, manakala Kalyna memanggilnya dengan sebutan yang ekslusif itu.


" Oke, siap ya... tiga, dua, satu....Gaya bebas ya!!"


CEKREK!!!


...****************...


Jika manusia diberikan kesempatan untuk kembali ke masa lalu, maka aku akan memperbaiki sisi gelap yang pernah aku ciptakan sendiri.


Namun, tak seorang pun dapat merubah masa lalunya. Tidak, bahkan untuk sekedar bermimpi.


Tapi, terlepas dari setiap rekam jejak buruk yang telah tercipta, kita sebagai manusia yang memiliki kesempatan yang sama, masih bisa menciptakan cerita serta jalan baru yang lebih baik.


Sejatinya manusia ada, untuk menyelesaikan hidup mereka secara benar. Walau, tak jarang persolan besar kerap membuat kita sifat suci kita tertelan kegetiran.


Kiranya sang maha cinta, menjadi sebaik-baiknya penolong.


...****************...

__ADS_1


...Menjadi Ibu untuk anakmu TAMAT...


__ADS_2