Menjadi Ibu Untuk Anakmu

Menjadi Ibu Untuk Anakmu
Bab 81. Selaksa peristiwa


__ADS_3

Bab 81. Selaksa peristiwa


.


.


.


...🌺🌺🌺...


Galuh


Manusia memang tempatnya salah, itu telak dan mutlak. Pun dengan dirinya saat ini. Tapi, apa daya? Ia juga hanyalah insan biasa yang tiada khalis dari dosa dan nista.


Kehidupan, Cinta dan Takdir. Ia menyadari betul, jika hal biologis seperti ini, jelas juga ia butuhkan. Apalagi selama ini, Adipati sangat jarang bahkan nyaris tak pernah menyentuhnya. Jiwa wanita mana yang tak merana jika sudah seperti itu?


" Pak, nanti Citra?" Galuh tak menampik, meskipun ia menikmati, namun ia juga resah. Ada mahkluk lain di ruangan sebelah, yang bisa saja bangun sewaktu-waktu.


Astaga, ini jelas gila.


" Aman! Udah aku kunci, nih!" Raka menunjukkan sebuah remote control untuk membuka dan menutup pintu futuristik di samping kanan, dengan wajah terkekeh.


Raka senang sebab nyatanya wanita di depannya itu tak menolak. Terang saja,mereka merupakan dua manusia dewasa yang sudah paham akan hal lumrah macam itu. Nikmat mana yang kau dustakan anak muda?


Galuh malu dan kini beringsut menutup bagian dadanya. Berniat pergi menuju kamar mandi sebab rasa lengket yang membuatnya gerah. " Aku ...mau mandi dulu!"


" Luh!" Ucap Raka yang berhasil membuat Galuh menunda gerakannya untuk bangkit. Membuat jantung wanita itu berdegup makin kencang. Astaga, mau apa lagi dia?


Galuh menoleh dan menatap lekat Raka yang juga masih sama-sama polos itu. Wajah pria itu terlihat bersih dan membuatnya terpana.


Fix, Raka emang ganteng pakai banget.


" Apa yang kita lakukan barusan, tolong jangan kamu anggap jika aku melecehkanmu!" Raka takut jika Galuh ilfeel dengan dirinya.


" Aku...!" Raka sengaja menggantungkan kalimatnya demi melihat ekspresi wajah Galuh.


Galuh menatap Raka dengan hati dag dig dug. Wajah pria itu terlihat sangat serius. " Aku ingin kita segera menikah!" Ucap Raka sejurus kemudian saat mereka Galuh masih mau mendengar kalimatnya.


Raka merasa lega dan plong usia mengutarakan hal itu. Definisi dari jantan secara betulan.


Galuh menelan ludahnya, menatap Raka yang juga menatapnya penuh cinta. Untuk pertama kalinya, Galuh merasa menjadi wanita yang dibutuhkan dan sangat merasa tersanjung.


" Maukah?" Tawar Raka kembali dengan suara lirih yang begitu dalam. Menyiratkan kemauan dan hasrat cinta untuk saling memiliki.

__ADS_1


Mata Galuh berkaca-kaca, ia juga mendamba rasa bahagia, sikap Raka yang takut kehilangannya saat Dewi merencanakan kejahatan tempo hari, menjadi penguat fakta bila pria itu serius kepada dirinya.


Galuh mengangguk dengan mata yang sudah berjejalan air mata yang mengkristal. " Ya..Pak, Saya mau!" Jawab Galuh dengan suara tercekat seraya menangis haru. Membuat hati Raka yang di penuhi kembang api cinta itu, kini meledak-ledak.


Benarkah jika pelangi telah datang setelah hujan badai menghantam hidupnya tanpa rasa kasihan?


Oh God, thanks for everything!


Raka seketika menarik Galuh lalu melumaat bibir segar itu kembali penuh kasih. Kali ini, ciuman itu ia berikan makin dalam dan penuh rasa cinta. Membuat dua manusia itu memanfaatkan waktu Citra yang masih lelap di buai mimpi, untuk mengulang perayaan cinta mereka kembali.


Yeah!!! Love for everyone beibeh!


Biarlah apa yang terjadi antara mereka menjadi rahasia dua anak manusia itu. Manusia yang sama-sama mengalami nestapa kamasutra.


Kehidupan, Cinta dan Takdir. Bagaimanakah kita bisa menyangkal?


.


.


...🌺🌺🌺...


Jodhistira


Pasca kejadian meresahkan tempo hari, ia kini menjadi pribadi yang workaholic. Ia kini juga lebih sering meluangkan waktu bagi kedua adiknya, Rafa dan Gita.


" Kak Jodhi tumben ngajak kita makan!" Tukas Gita adik perempuanya yang kini kini remaja itu. Berseloroh saat kakaknya yang cassannova itu tekun mengendarai mobil mereka.


Membuat Jodhi menghela nafasnya panjang.


" Maafin kakak ya, selama ini kakak kurang perhatian ke adik-adik kakak!" Jodhi menyadari, ia selama ini lebih sering nongkrong dan main wanita, bahkan sampai tak menyadari jika kedua adiknya yang beda ayah itu, kini sudah hampir berusia 17 tahun.


" Kita kemana?" Tanya Rafa, adik laki-lakinya yang tak kalah cerewetnya dengan Gita. Tak ingin larut dalam suasana haru yang canggung. Malam ini mereka harus have fun. Tak boleh bersedih- sedih lagi.


Jodhi tak menjawab, fokusnya teralihkan kala melihat hotel saat mereka melintasi kawasan ramai itu. Hotel yang pernah ia gunakan untuk menembus selaput dara lintang beberapa waktu lalu itu, entah mengapa membuat sejumput rasa rindu menelusup kedalam kalbunya. Rasa rindu terhadap cinta pertamanya, yang entah kini kemana rimbanya.


Gita dan Rafa saling menatap.


" Ada apa?" Gumam Rafa lirih demi terkejut lantaran Jodhi tiba-tiba menepikan lalu menghentikan mobilnya dan menatap lekat-lekat hotel itu.


Gita hanya mengendikkan bahunya sebagai wakil dari jawaban tidak tahu. Entah apa yang terjadi dengan kakaknya itu. Baru kali ini mereka menatap wajah kakaknya yang terlihat murung seperti itu.


Jodhi memejamkan matanya seraya menghirup udara dalam-dalam." Dimana kamu sebenarnya Lin?"

__ADS_1


.


.


...🌺🌺🌺...


Tiga bulan berlalu, selama itu pula Raka yang menunggu masa Iddah Galuh mengisi kesehariannya dengan waktu normal yang penuh makna bersama Galuh.


Pun dengan Citra yang makin hari makin tak bisa terpisah sedikitpun oleh Galuh. Galuh juga sudah memantapkan hatinya untuk berpisah dengan mantan suaminya yang laknat itu, ia buktikan dengan sikapnya yang tak memperdulikan jadwal mediasi yang telah di tentukan oleh pengadilan agama.


Wanita itu lebih memilih membayar biaya pengacara untuk membereskan urusannya, dari pada pusing dengan birokrasi njelimet yang ada.


Ketidakhadiran Galuh maupun Adipati dalam sidang mediasi beberapa waktu lalu jelas menegaskan jika biduk rumah tangga yang mereka jalani, memang sepakat untuk di akhiri.


Pak Noer dan Bu Halimah juga telah mengetahui kabar kedekatan Raka dan Galuh, dari mulut ember Dinda yang memang luar biasa slongnya. Sempat sungkan, karena mereka hanya manusia dari golongan darah rakyat, tak seperti keluarga Aryasatya yang memiliki keadaan ekonomi yang tak bisa di ragukan lagi.


" Ijinkan saya untuk menjadi penjaga Galuh Pak, Bu...saya sangat mencintai Galuh, pun dengan anak saya Citra!"


Dan ketulusan hati seorang duda muda itu, membuat kedua orangtua Galuh percaya jika Raka jelas memiliki sikap Arif dan bijaksana yang melebihi Adipati.


Mantan mertua Galuh yang mengetahui jika Galuh telah dekat dengan pria lain kini merasa senang. Pasalnya mereka sangat merasa bersalah dengan hancurnya kehidupan rumah tangga Galuh . Kedua orang tua Adipati itu merasa bahagia manakala mendengar kabar jika Galuh akan menyudahi masa jandanya secepatnya.


" Itu bagus nduk, kami turut bahagia mendengarnya. Semoga dilancarkan sampai hari H!" Ucap Bu Sevi manakala bertemu dengan Galuh beberapa waktu lalu.


Kini rasa bersalahnya berkurang sebab Galuh nyatanya tidak terlalu lama terpuruk dan kini sudah mau membuka hatinya untuk orang lain. Begitu pikir Bu Sevi.


Raka yang sudah memantapkan hatinya untuk memilih Galuh menjadi ibu untuk anaknya itu, kini bersiap untuk membicarakan hal penting terkait niatnya untuk menikah lagi, ke kediaman Andhira.


" Semua terserah kamu maunya bagiamana, mama sama papa ikut aja!" Ucap Dhira dengan hati senang sebab Raka barusaja membahas soal pernikahan bersama Galuh.


" Papa senang kamu gerak cepat begini. Papa juga baru tahu kalau Galuh ternyata selama ini...!" Wajah Dhira mendadak murung demi mengingat cerita soal Galuh yang rupanya merupakan korban perselingkuhan.


" Yang jelas mama sangat setuju kamu sama Galuh. Mau diadakan pesta mau enggak, mama tetap dukung!"


Raka merasa senang, bayangan akan hidup bahagia bersama Galuh ada di depan matanya. Pun dengan jawaban Galuh yang selalu terngiang-ngiang di kepalanya.


" Ya, aku mau...aku mau menjadi Ibu untuk anakmu?"


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2