Menjadi Ibu Untuk Anakmu

Menjadi Ibu Untuk Anakmu
Bab 85. Di Lounge


__ADS_3

Bab 85. Di Lounge


.


.


.


...🌺🌺🌺...


Raka


Mereka tiba di sebuah apartemen miliknya tepat saat fajar hendak tertelan horizon di ufuk barat. Kenapa dan untuk apa Raka memilih pulang ke apartemen adalah, karena pekan depan Raka akan terbang menuju keluar negri, untuk melakukan pertemuan penting dengan anggota aliansi pengusaha di bidang manufaktur.


Pertemuan ini selain membahas beberapa kerjasama antar anggotanya, mereka juga akan diminta untuk menandatangani nota kesepahaman terkait keaslian produk halal yang wajib di produksi, mengingat pasar terbesar mereka adalah wilayah Asia yang sebagian besarnya merupakan orang-orang dengan adat ketimuran yang kental.


Ia baru saja menikah, dan akan terlalu lama kalau harus menunggu ia pulang dari kepentingannya itu, untuk mengajak Galuh pergi. Bagiamanapun juga, Galuh Citra merupakan prioritasnya saat ini.


Setelah berunding bersama Abimanyu dan Andhira, ia memutuskan untuk mengatur honeymoon lebih cepat, dan tanpa membicarakan hal ini lebih dulu dengan Galuh.


Ia tak mau Galuh sedih ataupun kepikiran, ia sudah cukup tahu jika istrinya itu telah lama menderita.


" Pergilah, minta Niko atur semuanya, Citra biar sama kami dulu!"


Yap, papa Abi masih menjadi orang Numero Uno dalam urusan beginian. Pria yang kini sudah memasuki usia purna itu masih menjadi sebaik-baiknya figur ayah. Figur patriarki yang sebenarnya.


" Kok beda mas?" Galuh heran manakala mereka kini telah memasuki unit apartemen itu. Terlihat lebih bersih dan ada beberapa furniture baru.


" Beda lah, masa udah punya nyonya sama belum enggak ada bedanya!" Jawab Raka menyentil halus dagu Galuh. Membuat Galuh merona.


Galuh tersenyum, entah apa jadinya jika ia tak bertemu Raka. Bahkan ia ingat saat menikah dengan Adipati dulu, ia tak pernah mendapat perlakukan manis seperti saat ini.


" Luh!" Ucap Raka setelah meletakkan sebuah koper yang besar, di pojokan kamar mereka. Tidak berniat membongkarnya sebab pesawat mereka akan lepas landas besok pagi-pagi sekali. Dan itu cukup efisien untuk waktu mereka.


" Ya?" Seperti biasa, Galuh tahu jika suaminya memanggilnya dengan suara lirih seperti itu, maka pria itu akan menciumnya.


Galuh senang manakala di perlakukan hangat seperti itu. Rasanya, masih seperti mimpi ia bisa diperistri oleh seorang Chandrakanta.


" Pasti kamu nebak-nebak ya, kok mendadak banget kita perginya!" Raka melempar tubuhnya keatas ranjangnya miliknya, terasa nyaman sebab bisa meluruskan punggung yang lelah karena perjalanan.


Galuh yang masih duduk seraya melipat cardigan miliknya hanya tersenyum, " Nebak sih iya, soalnya kok mas enggak ada bilang ke aku!"

__ADS_1


" Luh, pekan depan aku harus terbang ke ke Malaka, aku belum bisa lepas Niko buat ikutin kegiatan seperti itu, tahu sendiri dia masih nyambi kuliah, dan aku enggak mau kamu sedih, baru nikah langsung di tinggal. Makanya kita liburan dulu meski enggak jauh ya, aku..."


" Mas, aku enggak apa-apa!" Jawab Galuh yang ingin menepis kegelisahan yang terpancar dari raut suaminya. "Meskipun enggak buru-buru juga enggak apa-apa kok!" Galuh mengusap lutut Raka yang masih berbaring mendongak menatapnya penuh sayang.


"Masih banyak waktu!"


" Tapi aku yang enggak tahan Luh, mau bawa kamu ikut ya mustahil. Citra pasti bakal gak ngijinin!"


.


.


Kota J internasional Airport


Ruang tunggu VIP terlihat sedikit terisi oleh beberapa pax ( penumpang) pemegang milles platinum termasuk Raka. Dinding kaca lebar transparan yang menampilkan pemandangan apron pesawat, terlihat membuat Galuh tak hentinya mendecak kagum.


Sebuah teh hangat dan beberapa kudapan lezat telah tersaji di depan meja tunggu mereka.


Selama ini Galuh tak pernah jalan-jalan keluar, sudah sangat lama sejak ia bekerja dan menikah dengan Adipati, ia nyaris tak memiliki waktu untuk menyenangkan diri sendiri.


" Are you happy?" Tanya Raka yang melihat rona wajah istrinya begitu berseri.


Galuh mengangguk. " Sure, makasih ya mas. Selama ini aku cuma bisa lihat temen-temenku posting soal Gili Trawangan, nyatanya setelah ini aku bakal ada disana!" Galuh memegang lengan suaminya.


" Selamat pagi para pelanggan Andanu Airline, dengan nomor penerbangan AD321 tujuan Praya, sesuai dengan aturan keselamatan dan keamanan penerbangan, anda dimohon untuk menunjukkan boarding pass dan kartu pengenal ada saat naik ke pesawat...."


Announcement dari petugas maskapai yang akan mereka gunakan itu, semakin menjadi penegas jika mereka harus segera meninggalkan tempat nyaman itu persegera.


Raka masih duduk santai sebab ia menunggu orang suruhan Niko, yang masih mengambil boarding pass nya. Petugas lounge itu sudah tahu siapa Raka, membuat mereka bisa masuk meski tanpa boarding pass.


Pucuk dicinta ulam tiba, sejurus kemudian terlihat pria muda yang terlihat percaya diri, mendatangi kedua manusia yang kini menyesap teh di dalam ruangan bercat kuning hangat itu.


"Selamat pagi Pak Raka, saya Adrian. Pak silahkan, ini boarding pass nya dan ini bag tag untuk pengambilan bagasi, boarding di pintu satu ya Pak!"


Terang seorang petugas yang rupanya diminta mencheckinkan Raka, atas perintah Niko. Sebab manager dari maskapai itu, merupakan rekan dari mama Alexa. Membuat segala sesuatunya menjadi lebih mudah.


Orang kaya dengan segala circle pertemanannya selalu membuat hidup mereka lebih simple.


" Makasih ya, nih buat beli minum!" Raka menyalami pria dengan rambut licin dan rapi itu, seraya menyelipkan dua lembar pecahan proklamator. Membuat pria muda itu sumringah.


"Ihiir!! Rejeki nomplok, bener kata teman-teman. Kalau yang berangkat dari keluarganya Pak Abimanyu, pasti dapat sangu!"

__ADS_1


" Terimakasih banyak Pak Bu, semoga bulan madunya semanis madu ya, permisi!" Ucap pria supel itu sesaat sebelum undur diri, membuat Galuh tergelak.


" Kok bisa tahu sih kalau kita..."


Raka terkekeh. " Palingan si Niko itu, dulu mamanya Niko kan salah satu staff disini!"


" Niko assistenya mas?"


Raka mengangguk. " Tante Alexa dulu kerja di bandara ini. Kalau dari cerita papa Abi, Om Devan dulu ketemunya di pesawat, lucu ya...jodoh emang gak ada yang bisa nebak!"


Galuh tersenyum manakala menatap suaminya yang ganteng.


" Kenapa?" Tanya Raka manakala mendapati istrinya senyam-senyum.


" Benar kata mas, jodoh emang gak ada yang bisa nebak!" Ucap Galuh yang kini merasa beruntung akan hidupnya.


Raka meraih tangan istrinya lalu mengecup punggung tangan Galuh. " Aku beruntung bisa dipertemukan dengan kamu!"


Galuh mengangguk, ia juga merasakan hal yang sama.


Dan mengenai percakapan mereka tadi, keren sekali pikirnya. Semua orang yang ada di lingkup keluarga Aryasatya memiliki keterkaitan yang menguntungkan. Seperti saat mereka membeli cincin pernikahan kemarin. Tempat itu milik salah satu sahabat Abimanyu yang Galuh anggap sangat kocak. Om Danan.


" Yuk kita siap-siap!" Ajak Raka manakala panggilan kedua sudah terdengar mengalun dari sound yang berbunyi merdu.


Dan, saat mereka hendak keluar lounge untuk menuju pintu boarding, mereka terkejut demi melihat dua orang yang akan masuk ke ruangan itu.


Orang yang jelas mereka kenal.


.


.


.


.


To be continued....


.


.

__ADS_1


.


Maaf kalau beberapa hari ini upnya satu bab, karena sibuk ngurus pendaftaran sekolahnya Eng 😁😁😁. Insyaallah mulai hari ini normal lagi ya buebo, jangan lupa like komen, kasih mawar berduri juga boleh 😘😘😘


__ADS_2