Menjadi Ibu Untuk Anakmu

Menjadi Ibu Untuk Anakmu
Bab 93. Di kesunyian hati Jodhi


__ADS_3

Bab 93. Di kesunyian hati Jodhi


.


.


.


...🌺🌺🌺...


...Denting piano...


...Kala jemari menari...


...Nada merambat pelan...


...Di kesunyian malam...


...Saat datang rintik hujan...


...Bersama sebuah bayang...


...Yang pernah terlupakan...


...Hati kecil berbisik...


...Untuk kembali padanya...


...Seribu kata menggoda...


...Seribu sesal di depan mata...


...Seperti menjelma...


...Waktu aku tertawa...


...Kala memberimu dosa...


...Oh maafkanlah...


...Oh maafkanlah...


...Rasa sesal di dasar hati...


...Diam tak mau pergi...


...Haruskah aku lari dari kenyataan ini...


...Pernah ku mencoba tuk sembunyi...


...Namun senyummu tetap mengikuti...


...( Iwan fals ~ Yang terlupakan)...


.


.


Jodhistira


Di kesunyian hatinya malam itu, Jodhi terlihat berjalan dengan langkah gontai menuju mobilnya. Ia bahkan tak berpamitan kepada Zaky, usai mendengar sebuah kebenaran yang benar-benar membawanya terjun ke titik dasar penyesalan.


Membuat Zaky melongo demi melihat wajah murung Jodhi manakala berjalan keluar.

__ADS_1


Bagaimana bisa, ia tidak mengetahui hal sepenting itu. Ia kaya, memliki banyak orang yang bisa ia suruh, tapi mengapa ia sampai kecolongan dan tak mengetahui berita seperti itu.


" Kemana kamu sebenarnya Lin?"


" Kenapa aku susah sekali menemukanmu?"


Ia ingin meminta maaf kepada Lintang, ia tahu lintang pasti merasa tersakiti dan di lecehkan.


Jodhi menangis dalam kesendiriannya. Pria bertubuh tegap itu kini larut dalam tangis dengan tubuhnya yang bergetar hebat. Ia semakin terisak manakala kepalanya ia tundukkan ke atas kemudi mobilnya.


Ia sadar, ia memang bukan orang baik, sikap dan perilakunya benar-benar buruk. Tapi entah mengapa, mengetahui jika selama ini Lintang hidup sulit, seolah membuat dirinya tak berdaya. Jodhi merasa sangat bersalah.


Please forgive me!


.


.


Raka


Ia kini tahu rasanya LDR atau long distance relationship itu semenyiksa apa. Sepekan berada di Malaka, membuat pria itu benar-benar rindu dengan dua wanita yang kini menjadi kecintaannya itu.


Benar juga kata si Dilan, yang berat itu menahan rindu.


Galuh menjalani hari-harinya dengan penuh semangat walau tanpa keberadaan sang suami. Mengantar jemput Citra, dan melakukan tugas rumah tangganya dengan begitu baik, merupakan hal yang kini bisa ia lakukan.


Peran nyata seorang Ibu dan istri yang kini biasa ia rasakan dengan sempurna.


Belakangan ini , ia yang penasaran kenapa tak pernah bertemu dengan mantan rekan kerjanya yang dulu kerap julid terhadapnya itu, akhirnya bertanya kepada mantan orang yang menjadi atasannya. Bu Bening.


Tak di nyana, menurut penuturan Bu Bening, ia mendengar jika Bu Leni mengundurkan diri dari TK Pertiwi karena diduga hamil diluar nikah, dan bapak dari bayi yang ada di perutnya kabur dan tidak mau bertanggung jawab, lantaran memiliki istri sah.


Hah! Hidup manusia memang tidak ada yang tahu kedepannya seperti apa.


Galuh tentu saja senang meladeni Citra, ia juga seringkali melakukan pekerjaan rumah tangga dan membuat mbak Sulas sungkan.


" Biar saya aja Bu yang buat, Ibu naik aja nanti saya antar!" Sulastri sungkan sebab ia kerap menganggur. Ia juga sungkan karena Galuh selalu bersikap baik kepadanya.


" Udah enggak apa-apa mbak, mbak Las kerjain yang lain aja, ini Citra yang minta soalnya mbak!" Tolak Galuh secara halus seraya tersenyum. Ia merasa senang jika Citra bergantung kepadanya seperti akhir-akhir ini.


Beres dengan topping pemungkas, ia lantas membawa sepiring nasi goreng ayam lezat, lengkap dengan nugget, sosis, telur puyuh dan beberapa sayuran yang menjadi penghias itu, menuju kamar anak-nya.


Cuaca diluar sedang hujan deras memang, membuat rasa lapar seseorang pasti meningkatkan dua kali lipat.


" Tara...nasi goreng pesanan princess udah siap!" Galuh kini menyajikan makanan lezat padat gizi itu, ke kamar Citra.


Membuat Citra yang tengah asik menonton kartun itu, kini terlihat antusias saat menyambut pesanan yang di bawa Ibunya.


" Emmm, ini enak sekali Bu. Ayah pasti kepingin kalau ada disini, hihihi!" Ucapnya saat menelan suapan pertama.


" Ibu hebat, ini kayak yang punya Niki tadi!"


( Menyebut nama salah satu konten kreator anak-anak yang sering mereview makanan lezat)


Galuh mengusap lembut rambut hitam berkilau Citra. Ia senang, hidupnya benar-benar tak kekurangan suatu apapun saat ini. Cinta, kasih sayang, kehangatan keluarga, semua lengkap ia dapatkan.


Terlebih, anak manis yang baik.


Seperti biasa, habis kenyang terbitlah ngantuk. Jam sore itu Citra yang tertidur membuat Galuh turut mengusap punggung bocah itu lalu turut membaringkan tubuhnya ke samping Citra.


Tanpa terasa, ia turut terlelap. Bagiamanapun juga, mengurus rumah tangga itu walaupun terlihat sepele, namun selalu menguras tenaga.


Dan beberapa saat kemudian, ia yang merasa sesuatu yang lembab dan kenyal menyentuh pipinya, kini terkejut saat mendapati suaminya yang kini tersenyum penuh arti, usia menciumi pipi Galuh.

__ADS_1


" Mas kapan datang? Katanya pulangnya masih lusa? " Ucap Galuh setengah terkejut, demi melihat kemunculan suaminya yang tiba-tiba.


.


.


Raka


Rindu, rindu dan rindu. Tidak ada kata lain yang bisa mewakili selain kata itu. Ia yang merasa bosan kala mengikut kegiatan di luar pulau itu, benar-benar tak bisa menepikan perasaan yang makin hari makin membuncah saja.


Usai merampungkan kegiatan pokok dan penting, pria itu memutuskan untuk undur dari lebih dulu dan tak mengikuti sesi penutup. Untung saja panitianya merupakan kawan baik Raka, membuat segala sesuatunya bisa di atur.


Ia sengaja tak memberitahu kepada anak dan istrinya perihal kepulangannya. Mbak Sulas yang kaget karena kemunculannya yang tiba-tiba itu, kini diminta untuk tutup mulut.


" Siap Pak!" Ucap Mbak Las terkikik-kikik saat mereka berdua berkonsolidasi.


" Barusan Ibu masak nasi goreng buat non Citra, mungkin lagi di kamarnya non Citra sekarang!"


Berbekal info dari pembantunya itu, Raka kini berjalan naik dan hatinya menghangat kala mendapati Galuh yang tidur melingkupi Citra penuh kasih. Dua wajah teduh itu di tatapannya lekat-lekat.


" Semoga Tuhan senantiasa memberikan kita kebahagiaan sayang!"


Ia berjanji akan terus menjaga dua perempuan yang kini lelap itu. Sejurus kemudian Raka mendekatkan tubuhnya ke belakang Galuh. Benar-benar tak tahan karena rasa rindu.


" Kamu pasti capek seharian ngurus Citra, hm" Raka mencium pipi istrinya, saat Galuh masih belum merasakan kehadirannya.


Pria itu terus gencar mencium aroma vanila yang kini menjadi wangi kesukaan Galuh. Membuat jiwa kelelakiannya seketika meronta-ronta. Yeah!


Ia terkekeh saat terus menciumi ceruk leher dan kembali ke pipi Galuh. Istrinya itu kalau capek benar-benar susah di bangunkan rupanya.


Merasa tidurnya ada yang mengusik, Galuh seketika bangun dan terlihat terkejut manakala mendapati suaminya tiba-tiba ada disana.


"Mas kapan datang? Katanya pulangnya masih lusa? "


" Sssst, jangan kenceng- kenceng, pindah yuk! Aku kangen banget sama kamu!" Raka meletakkan jarinya ke bibir kenyal istrinya. Membuat Galuh tersentak.


Raka tak menjawab kebingungan Galuh, namun kini justru menggeret Galuh untuk pindah. Diluar tengah hujan deras, dan Raka sudah berpuasa selama seminggu ini.


Galuh yang sebenarnya malu, kini tersipu manakala Raka mengajaknya untuk pindah. Ia terlihat menutup pintu kamar anaknya dengan sangat pelan.


Tak bagus jika interupsi mendadak datang. Hihihi


Ia yang baru selesai menutup pintu kamar anaknya, kini terkejut manakala Raka seketika mengangkat tubuhnya ala bridal. Pria itu sedetik kemudian langsung melumaat mesra bibir Galuh, seraya berjalan membawa wanita itu menuju kamarnya untuk ia terkam.


Sepertinya Tuhan memberikan cuaca hujan yang dingin ini, agar ia bersama Galuh gencar mencanangkan program perkembangbiakan.


Yeah!!!!


.


.


.


.


.


.


.


Musim udan musim perkembangbiakan🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2