Menjadi Ibu Untuk Anakmu

Menjadi Ibu Untuk Anakmu
Bab 143. Aku sayang padamu


__ADS_3

Bab 143. Aku sayang padamu


.


.


.


...🌺🌺🌺...


Lintang


Ia diminta Rania untuk tinggal dirumahnya saja atas saran Bu Kartika. Ya, awalnya mama dari Jodhi itu, berniat menyediakan tempat tinggal di apartemen milik anak-nya bersama Bu Yanti, agar mereka tidak rikuh.


Namun, sesepuh keluarga dari pihak Bastian itu agaknya memiliki cara tersendiri untuk membereskan sedikit masalah yang ada itu.


" Di percepat saja untuk acara pernikahannya. Besok kamu mulai urus itu administrasi untuk pengajuan nikah. Lebih baik si Jodhi yang tinggal di apartemen. Jangan cicitku!"


Begitu kata Bu Kartika yang sukses membuat Jodhi pura-pura merajuk.


" Hah, yang mau punya cucu mantu. Cucunya sendiri di asingkan!" Rajuk Jodhi berpura-pura.


Membuat seluruh anggota keluarga yang ada tergelak bahagia.


Mereka memang tidak seperti pasangan pada umumnya, yang menikah sesuai dengan urutan yang teratur. Apa mau dikata, nasib nyatanya membuat mereka menjadi berbeda.


Sore itu, usai semua orang membersihkan diri dan beristirahat dari lelahnya perjalanan jauh. Jodhi yang hendak keluar untuk menemui Jonathan menyempatkan diri menjenguk buah hatinya, yang kini telah di tempatkan di kamarnya.


Pria berhidung bangir itu terlihat senyam-senyum sendiri, sebab hatinya penuh dengan pelangi.


Tadi sekali, beberapa assisten rumah tangga di kediaman keluarga besar Bastian itu , bahkan dibuat rempong dalam sekejap manakala Rania meminta mereka untuk menyiapkan dua kamar bagi Yanti dan juga Lintang.


Beruntung, kamar Jodhi hanya tinggal di polah sedemikian rupa, menyesuaikan keamanan bocah cilik itu. Sementaranya Yanti di tempatkan di kamar kosong yang berada di lantai dasar.


TOK TOK TOK!


Jodhi mengetuk pintu dengan hati tak sabar.


CEKLEK


Jodhi terkesima saat wanita ayu yang kini mengeluarkan aroma vanila itu terlihat berdiri menatapnya dengan tatapan kaget.


"Maaf mengganggu istirahatmu. Aku... hanya ingin menemui Danuja!" Ucap Jodhi canggung sesaat setelah pintu kamarnya dibuka oleh Lintang.


Jodhi merasa asing dalam kamarnya sendiri. Asing sebab beberapa benda telah di pangkas, agar bisa di gelari sebuah karpet, untuk tempat bermain Danuja.


Pria itu terlihat puas akan hasil pekerja di rumahnya, yang bergerak cepat dalam menyiapkan kamar bagi dua manusia kecintaannya itu.


Lintang yang sore jelang petang itu, juga telah mengganti bajunya dengan daster rumahan. Membuat tampilan wanita itu terlihat keibuan sekali.


Jodhi suka.


"Ah andai sudah halal, pasti aku akan meminta Lintang mengenakan pakaian itu setiap hari?" Terkikik dalam hati.

__ADS_1


" Dia barusan tidur. Mungkin lelah. Ini surup ( petang). Kata orang tua, harus di jaga. Makanya, aku tidak bisa menemui keluargamu di luar" Tutur Lintang manakala Jodhi telah mendudukkan tubuhnya ke tepi ranjang, lalu mencium kening Danuja yang berkeringat.


Jodhi yang membetulkan selimut Danuja tekun mendengar apa yang di sampaikan oleh calon istrinya itu. Merasa senang sebab ia kini dilibatkan dalam pembicaraan mengenai Danuja.


" Tidak apa. Mereka pasti tahu!" Jawab Jodhi yang kini membalikkan tubuhnya dengan perlahan.


" Apa, kau nyaman tinggal disini?"


Lintang mengangguk, " Tidak ada alasan untuk mengatakan tempat ini tidak nyaman."


Balasan Lintang tersebut mengundang kembali rasa canggung yang sempat sirna, untuk kembali datang menghampiri.


" Lin?" Panggil Jodhi kembali yang membuat Lintang menatap lekat dua mata elang Jodhi.


" Hm?"


Jodhi kini mendekat ke arah Lintang yang berdiri tepat di hadapannya. Lintang terlihat menatap Jodhi dengan wajah tak terbaca.


Kini, keduanya saling bertukar pandang dan suasana menjadi hening selama beberapa saat. Hanya gerakan jakun Jodhi yang kini terlihat naik turun. Menegaskan jika pria itu tengah mengambil sebuah ancang-ancang untuk berkata-kata.


" Aku cuman mau bilang terimakasih buat semuanya! Semuanya tanpa terkecuali!"


" Cinta, pengorbanan, kasih, kebaikan, ketulusan. Terlebih, kerelaan hati untuk memaafkan bajingan sepertiku!"


Hangat hembusan napas Jodhi membuat Lintang merasakan getaran aneh dalam dirinya. Untuk pertama kalinya, mereka berbicara wajah dengan nada bicara normal, dan dalam jarak yang begitu dekat.


Lintang menelan ludahnya meski ia masih diam manakala tangannya kini di raih oleh Jodhi.


" Answer my question. Honest!"


Lintang seketika makin merasa jantungnya kian tak beres. Entah mengapa ia merasa begitu tersentuh dengan perkataan Jodhi yang di lontarkan dengan nada lirih itu.


"Apakah kau sudah memaafkan aku?"


Ucap Jodhi mengusap pipi kiri Lintang yang kini diam mematung dari jarak yang begitu dekatnya.


Lintang memandang Jodhi yang kini menatapnya penuh harap. Dari soro mata yang di suguhkan, Lintang bisa melihat pancaran ketulusan yang begitu kentara.


Apa yang terjadi antara dirinya dan Jodhi selama ini, baiknya ia tanggalkan segala keburukannya, lalu menggantinya dengan segenap kebaikan yang turut serta di bawa oleh keluarga Jodhi kala meyakinkan dirinya.


Lintang mengangguk perlahan dengan iringan air mata yang mendadak meluncur. Membasahi kedua pipi bersih wanita kuat ktu. Tiada guna ia melawan kegetiran, tiada untung juga ia menolak kenyataan.


Danuja adalah darah daging dari Jodhi.


Nyatanya, semua sikap keluarga Jodhi dari hulu hingga hilir, mampu merobohkan rasa ketakutan dan rasa traumanya selama ini.


Sikap arif bijaksana yang di tunjukkan oleh keluarga besar Jodhi, juga sikap penuh semangat juang yang terus di lakukan oleh ayah biologis Danuja itu, nyatanya mampu membuatnya percaya, jika cinta tulus itu ada dan nyata untuk dirinya.


" Ya, aku telah memaafkan mu Jo. Aku sudah memaafkanmu!" Ucap Lintang dengan tangis penuh kelegaan.


Kata sebuah kitab suci ; Kasih itu sabar. Kasih itu memaafkan. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.


" Aku ikhlas memaafkanmu sebab aku telah Menjadi Ibu untuk Anakmu." Ucap Lintang dengan suara bergetar sebab kalimat indah yang terlontar itu, telah bercampur tangis sukacita yang kini meluap-luap.

__ADS_1


Kristal bening mendadak berkumpul di sepanjang garis mata pria itu. Berjejalan dan kini meluncur tanpa seizinnya.


Jodhi menangis.


Terlihat sendu.


Merasa lega, lepas, plong.


Jodhi merasa menjadi manusia paling bahagian, juga merasa menjadi manusia paling lega dalam waktu bersamaan.


Tanpa menunggu lagi, Jodhi terlihat merengkuh pinggang wanita yang selalu ia cintai itu dalam sekali tarikan. Penuh cinta dan kerinduan yang membuncah. Mendorong serta mensugesti pria itu untuk meluapkan rasa kangen yang telah berjejalan di dalam hati.


Tiada bisa lagi ia tahan.


Tiada lagi bisa ia bendung.


Jodhi merindukan Lintang yang seperti ini


Dalam ketidaksiapan, Lintang kini terkejut kala bibir Jodhi telah meraup sebagian bawah bibirnya. Menciumnya dalam-dalam dan penuh dengan kasih.


Yeah, I really- really love you my dear!


Untuk sesaat, Lintang yang telah lama tak merasakan wujud kasih sayang dalam bentuk apapun dari lawan jenis itu, kini terlena oleh suguhan penuh rasa yang di tawarkan Jodhi.


Lintang memejamkan matanya kala Jodhi melumaat dan juga menyesap bibir wanita yang kini tak melawannya itu.


Akhirnya, dua manusia itu kini mampu dan bisa menerima dan memaafkan satu sama lain. Semesta bersuka. Alam berbahagia. Menyaksikan sejoli yang kini larut dalam amuk asmara.


" Aku sayang banget sama kamu Lin. Sayang banget!"


Jodhi mengucapkan kalimat itu, sesaat setelah melepaskan ciumannya. Kini, pria itu terlihat memeluk tubuh Lintang dengan begitu erat.


Seolah ingin mendekapnya selamanya tak ingin lepas lagi.


Lintang turut menitikan air matanya. Ia bisa melihat cinta yang begitu besar dari dua netra Jodhi. Ia kini tahu, jika pria itu memang benar-benar mencintai dirinya.


Boleh jadi, kita membenci sesuatu padahal itu teramat baik untuk kita. Dan boleh jadi, kita menyukai sesuatu, padahal itu teramat buruk untuk kita.


.


.


.


.


Rencana malam ini mau double up. Tapi moto kok Yo wes Ra kenek di Jak semoyo😁.


Mommy hari ini riwa riwi ke kamar sakit soalnya my brother in law tengah dirawat. Kita ketemu lagi besok ya bueboku tersayang.


Ojo nesu- Ojo nesu ya.


Sehat-sehat semuanya ya. Semoga keberuntungan menyertai kalian dimanapun berada.

__ADS_1


Love you πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ€—πŸ€—


__ADS_2