Menjadi Ibu Untuk Anakmu

Menjadi Ibu Untuk Anakmu
Bab 87. Tirta membangkit sukma


__ADS_3

Bab 87. Tirta membangkit sukma


.


.


.


...🌺🌺🌺...


...Kudatang mencari satu alasan...


...Tuk menepis semua keraguan di dalam hatiku ini...


...Benarkah bahwa cinta mampu mengobati segala rasa sakitku ini...


...Ingin kupercaya ingin kupercaya...


...Kau bilang cinta slalu mengerti...


...Kau bilang cinta tak salah...


...Kau bilang cinta kan saling percaya...


...Kukira kutakkan mampu sadari...


...Ketulusan cinta yang sempurna dibalik semua kekurangan ini...


...Namun denganmu kutau cinta kan mengobati segala hampa hatiku ini...


...Kini kupercaya kini kupercaya...


...Kuyakin cinta slalu mengerti...


...Kuyakin cinta tak salah...


...Kuyakin cinta kan saling percaya...


...( D' Cinamons Kuyakin Cinta)...


.


.


Galuh


Matanya tak lekang menatap jajaran bangunan estetika berbentuk lambung khas rumah Sasak yang membuatnya berdecak kagum, manakala ia tiba di tujuannya.


Ya, dari pulau terakhir, ia bersama Raka mengendarai boat untuk mencapai sebuah pulau yang di dalamnya bebas polusi. Pulau yang masuk dalam jajaran pariwisata apik di Asia tenggara.


Sebuah penginapan eksklusif telah mereka sewa selama beberapa hari kedepan. Rasa mual akibat jetlag sirna sudah manakala ia kini berada diatas boat, dan membelah tirta biru yang membuatnya tak henti tersenyum.


Betapa indahnya bahari yang tercipta, memanjakan mata yang menatapnya.


" Kita nanti kalau keluar pakai apa mas kalau disana?" Tanya Galuh yang belum tahu.


" Pakai sepeda, adaCidomo ( sejenis andong/ dokar) disana benar-benar free of polution!" Ucap Raka yang memeluk tubuh istrinya.


" Ini keren loh mas, jujur aku seneng banget!"


Raka tersenyum. " Love you!"


" Love you too!" Balas Galuh yang kini sudah tak malu-malu lagi.


Aaa so sweet banget sih! Bikin iri aja deh!


Raka yang siang itu mengenakan kacamata hitam, demi menghalau sinar matahari itu terlihat dua kali lipat lebih tampan, rambutnya yang terbelai angin genit makin membuat sisi kharismatik Raka kian terpancar.


Raka ganteng.


Galuh suka.

__ADS_1


Tak lama kemudian, mereka kini sudah menepi di dermaga, segera mereka mengikuti langkah guide yang akan menunjukkan dimana letak kamar mereka.


Sebuah bangunan yang berdesain mirip dengan rumah asli suku sasak yang menampilkan pemandangan samudra raya yang luas, membaut Galuh terpana karena merasa ada di surga.


" Salah satu surga di Indonesia!" Ucap Raka dari belakang manakala Galuh terpesona akan keindahan hamparan pantai berpasir putih yang cantik


Galuh menatap wajah suaminya lekat, terpaan angin membuat surai panjangnya kini kobat kabit mengikuti irama angin. " Ini surganya Indonesia, kalau surgaku ada sama kamu!" Ucap Galuh tersenyum penuh arti.


Raka merengkuh tubuh istrinya, ia meraup bibir lezat itu untuk kesekian kalinya, kali ini Galuh mengalungkan tangannya ke leher suaminya, Raka makin menikmati pertukaran Saliva itu dengan penuh gairah.


Perasaan saling mencintai satu sama lain itu nyatanya kian bertambah. Nyatanya, jejak masa lalu justru membuat mereka berdua kini mereguk indahnya cinta dewasa.


" Simpan tenagamu, kita makan dulu setelah ini, hm!" Ucap Raka setelah menyudahi ciuman panas siang itu. Mengerlingkan matanya dan membuat Galuh mendengus.


Dasar!


Tak ada lagi rasa khawatir, yang ada hanya rasa bahagia yang selalu melingkupi hati dan jiwa dua insan itu.


.


.


Malam hari waktu setempat


" Citra udah makan?" Galuh saat ini sedang melakukan video call bersama anaknya. Ia sudah rindu walau baru beberapa jam meninggalkan anaknya itu.


" Belum, aku kangen Bunda. Kata Oma, aku udah boleh manggil Bu guru Bunda, boleh kan?"


Citra kini mengkudeta ponsel Andhira dan membawanya ke tempat sepi, agar tak ada yang menginterupsi percakapan mereka.


Galuh tersenyum penuh haru, ditatapnya manik mata jernih dari depan layar ponselnya itu dengan perasaan sangat bahagia. " Boleh dong, sekarang kan Citra anaknya bunda!"


"Bunda seneng banget nak di panggil begitu!" Mata Galuh berkaca-kaca, ia sangat menyayangi Citra, dan di panggil seperti itu, jelas membuat dirinya makin bahagia.


Raka yang baru saja masuk kedalam kamar mereka, sebab baru menemui seseorang, kini melirik interaksi dua perempuan penting dalam hidupnya itu.


" Bunda kapan pulang, bunda curang ih, kata Oma Bunda mau ngasih adik ke Citra, kenapa nyarinya jauh sekali sih? Kenapa enggak disini aja biar Citra bisa ikutan!"


Raka seketika menoleh dan menggaruk kepalanya. Astaga Citra!


Galuh terkekeh, ia tak bisa menahan lagi untuk tak tertawa. " Memangnya Oma bilang apa?"


" Itu...katanya Ayah sama Bunda lagi pergi buat ngasih Citra adik, udah gitu aja. Oma sama Opa kalau di tanya gak bisa jawab, Citra kesel ih!"


Galuh yang belum menyadari kedatangan suaminya kini tergelak bahkan sampai sakit perut.


" Memangnya mau adik cowo apa cewe?" Raka langsung turut merebah tubuhnya secara menelungkup, persis di samping Galuh. Membuat wanita itu terkejut.


" Memangnya boleh dua-duanya?"


.


.


Usai memungkasi panggilan dengan penuh drama, Raka tergoda ingin menceburkan dirinya kedalam kolam hangat malam itu.


Galuh yang melihat Kilauan air di kolam malam itu , menjadi tergiur untuk menjajali air hangat yang memenuhi kolam ukuran sedang di depan tempatnya menginap itu, sebuah kolam ekslusif yang jelas mewah.


Ia tak tahu berapa uang yang telah di gelontorkan oleh Raka, demi membuat dirinya bahagia seperti saat ini. Benar-benar suami idaman.


Ia sudah memantapkan hatinya, untuk menyenangkan hati Raka apapun yang terjadi. Ia yang melihat suaminya sudah lebih dulu berenang, membuatnya berinisiatif untuk turut serta.


" Sepertinya menyenangkan!"


Akhirnya, sebuah bikini kini telah melekat di tubuhnya yang proporsional. Dua benda kenyal yang terbungkus Vitoria secret itu terlihat menantang, ia awalnya ragu untuk mengenakan itu, namun tubuh indah suaminya mendadak membuatnya menepikan keraguan.


Melayani dan menyenangkan suami juga merupakan ladang pahala bukan?


Ia menutupi tubuhnya yang seksi dengan bathrobe putih dan berjalan ke arah Raka yang asik berenang. Sensasi air hangat membuat pria itu rileks.


" Loh sayang, kamu kesini?"

__ADS_1


" Aku kira enggak jadi ikut!"


" Ayo sini, enggak usah mal..."


DEG


Ucapan Raka menguap bersamaan saat Galuh menanggalkan jubah mandi yang ia kenakan, menampilkan sesosok tubuh seksi yang mengenakan bikini yang cocok dengan suasana malam itu.


Membuat Raka yang telah berada di dalam air, kini menatap nanar wanita cantik yang kini melepas ikat rambutnya itu. Jika di slow motion, Galuh bagaikan model iklan sampo yang begitu menggoda.


Yeah!



Raka menelan ludahnya dengan susah payah. Ini gila, sama sekali tak mengira jika Galuh bisa berpenampilan out of the box seperti malam ini.


Galuh berjalan perlahan menuju kolam, dan air bening itu kini mulai meraba manja tubuhnya yang mulus. Raka yang berdiri mematung di tengah riak air, bagia terhipnotis. Malam ini, Galuh menjelma menjadi sosok lain yang begitu menantang.


Oh sial!


" Kau sengaja menggodaku, hm?" Ucap Raka saat Galuh telah mendekat.


" Menggoda suami sendiri sah sah saja kan?" Jawab Galuh tersenyum penuh arti. Tangan lentik Galuh langsung meraba bulu-bulu halus yang menghiasi dada bidang suaminya itu.


Terlihat menggoda.


Raka langsung menyambar bibir wanita itu dengan lembut. Dua manusia dewasa yang selama ini jiwanya kering, malam ini akan berpesta pora memuaskan dahaganya akan batin yang gersang.


Dua benda kenyal itu menempel tepat di dada dengan bulu halus itu, semakin menggila manakala desahaaaan keluar dari bibir wanita berbibir lezat itu.


Dua anak manusia, yang melebur kasih didalam tirta.


Raka mendadak tersentak manakala Galuh melepaskan ciumannya secara mendadak.


" Kenapa?" Raka protes demi rasa konyol yang kini membuatnya resah, manakala Galuh tiba-tiba membuat adegan enak-enak itu terjeda.


" Kejar aku kalau bisa!" Galuh sengaja mengajak Raka bermain-main. Berjalan didalam air jelas membuat masa jenis tubuh mereka lebih berat.


Dasar Galuh!


Galuh nampak lihai berenang kesana kemari, membuat Raka gemas. " Kau benar-benar sudah berani menggodaku ya!" Ucap Raka yang kini berusaha meraih tubuh seksi yang membuatnya hampir gila itu.


Mereka menikmati air hangat itu sangat lama, bermain kesana kemari bagai anak kecil. Teramat membahagiakan dan menyenangkan, hingga membuat Galuh lelah tertawa.


Ia kini menepikan dirinya di tepi kolam dengan tubuh yang masih tenggelam separuh. Membuat Raka dengan mudahnya menyatroni istrinya itu.


CUP


Bibir basah Raka kini mengecup pipi istrinya yang kuyup akan air. Sengatan listrik yang menjalar itu makin membuat mereka merasakan sulutan panas.


" Aku bahagia banget mas, bahagia banget!"


Raka menciumi leher istrinya tanpa penolakan, otot lengannya yang mengeras tak dibiarkan Galuh nganggur begitu saja, wanita itu kini menelusuri tubuh kekar yang sudah menjadi miliknya itu.


Sejurus kemudian, ciuman panas itupun tak terelakkan lagu. Saling melahap dan meraup. Seolah sama-sama rakus dan sama-sama menginginkan. Membuat sesuatu yang selama ini bersemayam rapi itu, kini beringas dan bergejolak bangkit.


" Sayang!"


Raka menatap sendu mata istrinya dari dalam air yang hangat. Membuat Galuh turut menatap netra sayu penuh cinta itu. Dari kilatan mata Raka yang terpancar , ia bisa lihat kobaran api cinta yang begitu menggelora.


" I want you now!"


.


.


.


.


.

__ADS_1


Sabar ya, bab musti dipisah biar gak kena tegur suruh revisi. Editor udah hapal kalau mommy ini spesialis memanaskan suasana 🤣🤣🤣🤣


__ADS_2