Menjadi Ibu Untuk Anakmu

Menjadi Ibu Untuk Anakmu
Bab 95. Riuh kebahagiaan


__ADS_3

Bab 95. Riuh kebahagiaan


.


.


.


...🌺🌺🌺...


Dua Tahun kemudian.


***


Galuh


Ia menjadi wanita yang paling bahagia saat ini. Di hari ulang Tahun Citra yang ke tujuh ini, buah cintanya bersama Raka yang bernama Anggabaya Bhagawanta juga genap berusia satu tahun.


Nama yang berarti pria kuat yang sukses.


Jika nama adalah doa, maka doa itu telah tersemat dalam diri bayi mungil itu. Raka sangat bahagia atas kelahiran anak keduanya ini, terlebih yang lahir adalah bayi berjenis kelamin laki-laki.


Ya, unik sekali memang. Tanggal lahir Citra dan adiknya Angga jatuh pada tanggal dan bulan yang sama. Kebahagiaan pasangan muda itu kian bertambah lantaran Galuh saat ini juga tengah mengandung calon adik Citra dan Rangga .


Galuh dipastikan mengandung kembali usai memeriksakan diri ke dokter kandungan, sebab gejala yang ia rasa, sama persis dengan saat Galuh hamil Rangga. Lemas dan juga tidak doyan makan.


Dhira dan Abimanyu tentu saja bahagia. Pun dengan Indra dan Anggi yang juga mendapat cucu baru. Kebahagiaan itu makin lengkap kala para orang tua seperti Bu Kartika, Pak Noer dan Bu Halimah juga diundang hadirkan di tengah-tengah mereka.


Bu Halimah dan pak Noer senang sekali dengan kehadiran Rangga. Pak Noer tak menyangka, jika dirinya masih diberikan kesempatan untuk menimang cucu, walau kondisinya sudah berbeda.


Kalyna tahun ini berhasil menyabet predikat sebagai lulusan terbaik, dan akan melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, dan mengambil jurusan management business.


Gadis periang yang memiliki kecerdasan mirip papanya itu, sudah memantapkan hatinya untuk terjun ke dunia bisnis seperti kakaknya Raka.


Semua sanak saudara tumpah ruah. Bu Kartika yang masih sehat di usianya yang senja itu, kini memangku Citra di samping Dhira yang memangku Rangga. Wisang bersama istri beserta anak-anaknya juga terlihat senang dan larut dalam acara sarat kebahagiaan itu.


Dananjaya yang selalu kocak, juga sudah hadir bersama istri dan dua anak kembarnya, terlihat hanyut dalam nuansa damai yang kentara.


Bahkan Devan, Alexa dan juga Niko juga sudah datang dan kini sibuk berbincang dengan Indra.


" Aduh, mana nih cucu nenek yang ganteng! Udah setahun aja ih!" Rania yang datang terlambat bersama Bastian karena drama pertengkaran Dafa dan Gita, kini heboh.


" Nenek kok adek terus yang di cari, Citra kesel ih!" Gadis yang akan masuk ke sekolah dasar itu , kini merajuk manakala perhatian orang-orang besar disana lebih banyak tercurah kepada adiknya yang berpipi gembul itu.


" Aduh! Princess jangan marah dong, sini sama kakek aja ya. Nih...kakek bawain hadiah buat princess, coba buka dong..."


Bastian yang mengetahui cucunya merajuk kini melakukan jurus rayuan mautnya. Pria yang masih terlihat tampan di usianya yang matang itu, kini meraih tubuh Citra dari pangkuan Ibunya.

__ADS_1


" Hati-hati Bas!" Ucap Bu Kartika memperingatkan anaknya.


" Wah Bas, latihan ya?" Seloroh Danan yang masih sibuk memamahbiak kudapan.


"Iya lah Mas, siapa tahu Jodhi setelah ini nikah!" Sahut Bastian yang kini menciumi pipi harum Citra.


" Bener tuh, Jo kapan Jo? Tuh lihat, Raka aja udah mau tiga itu!" Ucap Wisang menimpali. seraya terkekeh - kekeh.


Jodhi yang duduk sambil minum minuman bersoda itu terlihat hanya tersenyum. Jelas ia menjadi bulan-bulanan para pejantan uzur disana.


" Sabar, udah sampai kalideres hilalnya!" Raka terkikik-kikik saat mencibir saudaranya itu.


" Yang udah dapat pawang cekikikan mulu, gas pol KA, buat tim volly sekalian! Kurang empat kan?" Sahut Danan dengan mulut penuh kue tiramisu lezat.


Membuat semua orang terpingkal-pingkal. Manusia kocak itu benar-benar selaku sukses membuat suasana menjadi renyah.


Abimanyu menatap wajah keponakannya yang terlihat berbeban berat meski kini berusaha tersenyum, demi meladeni Danan yang berkelakar. Papa sambung Raka itu tahu bila Jodhi menyimpan persoalan yang ia pendam sendiri.


" Udah- udah, ayo makan dulu semua. Anak-anak ayo kita ke belakang, Mbak Las ini tolong sisa kuenya di simpan aja ya, habis itu bagiin ini ke tetangga sama hampers yang di belakang tadi ya mbak!"


Dinda sedari kemarin menjadi tim mumet kalang kabut, yang tugasnya kini bertambah karena musti mengoprak- oprak para manusia keren disana. Membuat Niko yang setahun ini curi-curi pandang selalu ber- astaga, kala Dinda berbicara dengan oktaf super Sonic.


" Ih bisa enggak sih lo bicara itu yang kalem aja, enggak usah pakai corong!" Gerutu Niko kepada Dinda yang ada di depannya. Membuat Dinda mendelik dan hendak melayangkan serangan.


" Niko!" Mama Alexa yang turut hadir memperingati anak-nya.


" Bocah tukang ngadu!" Balas Dinda dengan cuping hidung yang sudah melebar. Melengos pergi sebab ia kesal.


" Tenang aja Tante, mereka udah biasa begitu kok. Tau tuh, jodohnya Niko jangan-jangan!" Jodhi berani menimpali dua manusia tak akur itu, membuat Devan kini memijit-mijit keningnya.


" Wetsss Pak jones ( jomblo ngenes) udah berani ngeledek ya?" Jawab Dinda yang sebenarnya malu.


Membuat semua orang tergelak.


Ya, yang ada hanyalah kebahagiaan, yang tersaji hanyalah kerukunan. Namun, semua itu tidak berlaku bagi satu pria. Jodhi.


.


.


Jodhistira


Ia yang lelah usai menjadi bulan-bulanan para manusia tua, adik dan anak-anak dari sahabat papanya itu, kini menepikan dirinya ke kursi kosong dekat kolam. Menikmati bakaran tembakau kelas terbaik, seraya menatap langit yang gelap tanpa kerlip bintang.


Meninggalkan beberapa orang yang kini mulai sibuk membahas hal penting yang membuatnya tak berminat untuk bergabung.


" Kerjaan aman?"

__ADS_1


Ia tersentak manakala melihat Ayah Abi tiba-tiba mendudukkan tubuhnya ke sampingnya.


" Ayah disini? Om Wisang sama Om Danan?" Jodhi bahkan sempat menoleh ke belakang kala mengajukan pertanyaan itu.


" Mereka lagi ngobrol sama Devan sama Bastian. Om Indra sama Tante Anggi lagi nemenin Citra ngambek!"


Jodhi tergelak kala mendengar Citra yang ngambek. Ya, keponakannya itu sepertinya cemburu kepada Rangga yang kini menjadi primadona di kalangan ibu-ibu. Alexa, Sekar, Shinta juga Andhira.


" Wanita, kerjaan, atau ..?"


Jodhi mengerutkan keningnya manakala mendengar Ayah Abi berbicara. " Maksudnya?"


Abimanyu tersenyum. " Selemah- lemahnya wanita, dia akan menjadi kuat bila ada pria yang mendampingi. Dan sekuat-kuatnya pria, dia akan terlihat lemah jika berurusan dengan masalah wanita. Right?" Ucap Abimanyu menaikkan sebelah alisnya.


Jodhi menatap pria berewok yang kini tersenyum ke arahnya. Pria yang sedari dulu menjadi best rest shoulder nya itu, rupanya bisa melihat kerisauan hatinya saat ini.


" Apa mungkin seseorang yang sudah lama pergi dan entah kini berada dimana akan kita temui lagi?" Jodhi berkata dengan tatapan menerawang, usai menghisap rokoknya dalam-dalam. Membayangkan wajah Lintang yang tiada pernah lekang dari ingatannya.


" Raka pernah cerita ke Ayah!" Ucap Abimanyu move ke mode serius.


" Apa? Sialan si Raka, udah gue wanti-wanti padahal!" Rutuknya dalam hati. Kesal karena kakinya itu malah membocorkan rahasia besar kepada pria berwibawa di sampingnya itu. Jodhi malu.


" Aku salah!"


" Semua orang pernah salah!"


Kali ini suasana hening. Hanya ada suara latu tembakau yang termakan oleh bara api, usia Abimana menyahut. Ya, dua pria beda usia itu kini terlibat obrolan serius.


" Yang pertama kamu harus minta maaf. Entah kapanpun kalian akan di pertemukan , mau cepat mau tidak cepat, you have to confess your sin ( kamu harus mengakui dosamu!)"


Jodhi seketika teringat akan wajah menangis Lintang yang memohon untuk di lepaskan, manakala ia mendesakkan miliknya untuk menembus celah sempit milik Lintang. Oh Shiit!!!


" Selebihnya biarkan semesta yang berkerja. Kamu tahu, harga diri pria itu ada dalam tanggungjawabnya!"


Jodhi tertegun manakala Ayah Abi mengatakan hal itu. Ia merasa seperti di kuliti.


" Tapi bagaimana jika dia sudah dimiliki oleh orang?"


" Back to point number one." Abimanyu menatap lekat-lekat keponakannya itu. "Kau harus tetap meminta maaf atas semua kesilapan mu!"


Membuat Jodhi menelan ludahnya.


" Nak, percayalah. Jika wanita itu jodohmu, maka sejauh apapun dia pergi ia akan kembali kepadamu. Dan jika dia bukan jodohmu, maka sekeras apapun kamu menahan , dia tetap akan lepas darimu!"


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2