Menjadi Ibu Untuk Anakmu

Menjadi Ibu Untuk Anakmu
Bab 29. Getaran itu


__ADS_3

Bab 29. Getaran itu


.


.


.


...🌺🌺🌺...


Raka


Entahlah, mendapat tatapan tak ramah dari darah dagingnya itu sontak membuat Raka tak tenang. Ia pikir, ini belum terlambat untuk memperbaiki kesalahan kepada putri semata wayangnya itu.


Ia kini berniat mengganti pakaian kantornya dengan sebuah celana jeans dan kemeja yang sedikit casual. Acaranya juga pasti tidak resmi- resmi amat kan?


Gerakan mencuci wajahnya juga semakin ia percepat. Raka tak mau pergi dengan wajah kusam, ya...meski ia tak mandi. Tentu ia tak mau Citra akan semakin meradang karena menganggap ayahnya lelet dan menjadi biang kerok keterlambatan.


No way!


" Ayah pakai baju sama kayak Bu guru? Yeaay!!!"


Citra bersorak dan membuat mbak Nining turut senang, saat ia melirik majikanya dan guru Citra itu, secara bergantian. Astaga, iya ya? Kok bisa sih?


Tapi tidak dengan dua manusia yang menjadi sumber ucapan Citra itu, mereka berdua langsung saling melempar tatapan canggung. Sumpah, enggak ada niatan. Suer!

__ADS_1


Membuat Galuh malu.


" Emmm, Citra... Ayah kan sekarang sudah ikut. Kalau begitu Bu guru mau ...!"


" No No No!" Citra langsung mengangkat jarinya dengan gerakan menolak. Bocah itu langsung peka dengan ucapan gurunya. Pasti Bu Galuh mau menolak dan mau pulang kan? Begitu pikirnya.


" Citra kan udah janjian mau pergi sama Bu Guru. Ayah biarin aja nunggu di mobil. Kan tadi Ayah enggak mau ikut, biar jadi supir aja hihihi!" Celetuk Citra yang tidak mau tahu, pokonya Bu Guru harus ikut.


Galuh menghembuskan nafasnya pasrah, saat ia menatap wajah Raka yang tak bereaksi. Pria itu terlihat tidak keberatan, dan juga tidak terlihat senang. Semuanya serba tidak jelas. Oh ya ampun!


Di dalam mobil,


" Makasih ya Bu guru, udah pilihin baju princess yang cuantikmm banget buat Citra! Citra seneng banget!" Ucap Citra seraya tersenyum dengan gaya centilnya.


Raka melirik dua perempuan berbeda usia yang tengah duduk di jok belakang itu, dengan teliti. Tanpa sadar, ia juga menyunggingkan senyuman demi mendengar suara anaknya yang bahagia.


" Bu Guru cantik! Kayak Ibu yang ada di foto kamar Ayah hihihihi!" Ucap bocah itu yang kini sama sekali tak menyuguhkan kesedihan. Hanya pancaran sinar kebahagiaan saat bersama gurunya.


Dan aat Raka masih tekun mengintip interaksi dua manusia di belakang itu, tanpa sengaja Galuh juga menatap ke arah kaca depan , dan pandangan mereka bertemu beberapa detik.


Satu


dua


tiga

__ADS_1


empat


Entah mengapa, jantung mereka sama-sama mendebarkan getaran yang aneh dan tak bisa di artikan. Getaran yang bahkan tam ia rasakan saat bersama Dewi. Raka merasa Galuh memang cantik jika menggerai rambutnya seperti itu.


Astaga, mikir apa aku ini!


" Ayah! Tadi Citra sama Bu guru beli kado mobil-mobilan buat Rio. Bagus deh, Bu guru pinter kalau milih!"


Raka mengulum senyum. Entah mengapa, mulai dari ia datang tadi, ia menjadi sama sekali tidak memikirkan Dewi.


" Oh ya? Semoga Rio suka ya?" Sahut Raka yang masih curi-curi pandang kepada Galuh.


Entah mengapa hati Raka menghangat demi melihat putrinya yang bahagia. Pria itu melakukan mobilnya dengan hati terang. Untuk sejenak, Raka merasa hidupnya normal.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2