
Aziz_PoV
*
Apa yang dia bilang tadi? Ruko kebakaran? Ini sungguhan?
" Astagfirullah,, yang benar kamu Wo?!!" Aku juga mendengar suara orang berteriak-teriak disana. Apakah ini kenyataan?
" Sungguhan ini Cak, semua orang ramai disini. Cepat datang ya Cak." Terdengar suara Bowo yang semakin panik bercampur bingung.
" Baiklah aku kesana sekarang juga Wo, kamu tunggu disana oke, Assalamulaikum." Tanpa mendengar jawaban balasan dari Bowo aku segera memutus sambungan panggilan tersebut.
" Ada apa Bi? Apa ada sesuatu?" Tanya Anni yang ikut terlihat cemas, begitu pun dengan yang lain. Aku bingung harus menjawab apa sekarang.
" Em, maaf sayang ada musibah yang terjadi di kota, katanya kebakarannya sekitar bengkel Abi. Kamu tidak apa 'kan aku tinggal disini, Abi mau melihat keadaan disana sekarang, Bowo dan Yono sudah menunggu Abi." Pesanku padanya, dan di dengar oleh semua orang.
" Astagfirullah,, kebakaran?" Tanya Anni terkejut begitu pun dengan yang lainnya.
" Kok bisa Ziz?" Tanya Abah menatapku.
" Aziz tidak tahu Bah, ini Aziz mau kesana langsung melihat apa yang terjadi. Aziz nitip istri dan anak Aziz ya Bah?" Pesanku yang kini kepada Abah ya lng langsung di angguki oleh beliau.
" Pergilah. tenang saja Anni dan Zia aman disini bersama kami semua." Ujar Abah meyakinkanku.
" Biarkan aku ikut Ziz." Tawar Cak Arga menatapku serius. Tak ingin terlalu lama disini, aku segera mengangguk dan kami berdua pun bergegas berangkat ke kota.
Sekitar dua jaman perjalanan akhirnya kami berdua telah sampai di tempat lokasi, tubuhku sedikit lemas menyaksikan bangkai atap bengkel semua nyaris menghitam, yang otomatis semua yang berada di dalamnya ludes tak bersisa di lahap si jago merah.
" Cak Ziz!" Panggil Bowo begitu ia sudah berdiri di sampingku. " Alhamdulillah akhirnya datang juga. Kata penjaga yang tadi ronda di depan pasar, kemungkinan konslet listrik terjadi di dalam bengkel Cacak. Kita tunggu saja dari pihak orang Damkar setelah mereka selesai." Terang Bowo menjelaskan kronologinya padaku.
__ADS_1
Aku yang masih shock tidak begitu dengar apa yang ia ucapkan padaku, namun yang aku tangkap bahwa asal muasal kebarakan terjadi di dalam bengkel milikku, lalu bagaimana bksa terjadi? Cak Arga yang ada di sampingku ikut menenangkan keadaanku saat ini.
Beberapa saat kemudian si jago merah pun telah selesai di padamkan oleh pakarnya. Ku lihat ada sekitar lima ruko termasuk rukoku yang tinggal puing-puingnya saja.
Ya Allah cobaan apa lagi ini yang Engkau timpakan pada hamba? Baru beberapa jam kami tengah merasakan kebahagiaan namun sekarang apa? Astagfirullah maafkan hambaMu yang banyak mengeluh ini Ya Allah.. Hamba tahu tidak seharusnya Hamba mengeluh..
" Permisi dengan Bapak Aziz?" Tanya seorang pria yang kemungkinan adalah petugas Damkar yang datang menghampiri kami bertiga.
" Ah, iya. Benar saya sendiri Pak. Jadi bagaimana? Apa benar jika konsleting listrik itu terjadi di bengkel saya?" Tanyaku yang sudah lebih tenang dan tidak sabar lagi ingin mendengar penjelasan yang sebenarnya dari mereka.
" Benar itu Pak, jadi setelah semua kami selidiki, kami juga sudah mengecek di Cctv, pusatnya memang berada di dalam bengkel Anda. Jadi untuk lebih—
Belum selesai ucapan petugas Damkar itu menjelaskan padaku, tiba-tiba saja ada beberapa warga datang menghampiriku, seketika pandangan kami teralihkan kepada rombongan mereka semua.
" Aziz ini gimana warungku! Habis sudah semau barang-barang milikku ini. Bagaimana aku akan mencari uang lagi, mana Cak Wawan pergi lagi sekarang, dasar pria b******n memang!" Teriak berang Budhe Indhun padaku.
" Benar itu, ruko saya juga ikut di lalap habis semua isi dalamnya tak bersisa satu pun, jadi Anda harus mengganti kerugian kami semua!" Teriak seorang pria lagi pemilik ruko sembako di samping rukoku yang lain.
" Rukoku juga sama, walau masih ada barang yang tersisa di dalam gudang, tapi tetap saja saya minta ganti ruginya!" Seru seorang pria lagi pemilik ruko mainan.
" Bu Ayu Anda juga harus minta ganti rugi walau kerugianmu tidak begitu banyak, tapi tetap saja barang-barang salonmu sudah hangus semua itu!" Timpal pria pemilik ruko sepeda bekas menatap ke arah Ibu-ibu yang aku tahu pemilik salon kecantikan.
Astagfirullah...
Aku masih diam mendengarkan ucapan luapan amarah dari mereka semua. Kini semua mata mengarah padaku, aku tahu ini semua di sebabkan dari konslet listrik di bengkelku, dan aku sadar diri. Aku menghela nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan dari mereka semua, ya aku harus mengganti kerugian mereka semua.
" Maaf Bapak-bapak, Ibu-ibu. Saya benar-benar minta maaf sekali, saya tidak tahu kejadian yang sebenarnya seperti apa, sebab saya juga posisinya ada di kota lain tadi itu, dan ini saya juga baru saja sampai. Jadi—
" Kami tidak butuh penjelasan dari Anda Pak Aziz, yang kami mau hanya tanggung jawab dari Bapak. Bagaimana dengan kelanjutan dari bisnis yang kami geluti sebagai sumber mata uang kami!" Sela salah satu dari mereka.
__ADS_1
" Maaf semaunya, harap tenang Bapak dan Ibu sekalian. Adik saya Aziz pasti akan bertanggung jawab dan mengganti semua kerugian Anda semua, kita bisa bicarakan ini baik-baik, jadi semuanya harap tenang." Seru Cak Arga ikut menengangkan warga.
" Iya benar itu, jadi tolong semuanya harap tenang!!" Timpal petugas Damkar yang ikut serta.
Beberapa saat kemudian saat semua warga sudah bisa tenang dan juga selesai berdiskusi dengan kepala dingin, akhirnya keputusan sidah di ambil dan aku pun insya Allah menyanggupi untuk mengganti semua kerugian yang mereka alami berdasarkan jumlahnya yang sesuai dengan barang yang mereka mliki yang habis terbakar.
Semuanya sudah pada kembali ke rumah masing-masing, petugas Damkar pun juga sudah kembali sejak tadi. Sedangkan aku, Bowo dan Cak Arga mengecek ke dalam ruko, siapa tahu ada barang yang masih bisa di selamatkan, walau pun itu sangatlah tipis mengingat besarnya si jago merah yang mengamuk tadi di depan mata ini.
" Ziz, kamu yang sabar ya, Insya Allah Cacak akan bantu sebisa Cacak. Setelah ini kita urus semuanya, Cacak ajan dampingi kamu, sampai masalah ini selesai." Ujar Cak Arga padaku yang membuatku terharu sekaligus bimbang sebab tidak sedikit kerugian yang harus aku ganti kepada mereka semua.
Belum lagi gaji Bowo, Yono, Budi yang harus aku bayar bulan ini. Eh tunggu! Ngomong-ngomong soal mereka berda kemana ya, aku tidak melihatnya sedari tadi." Wo! Yono sama Budi kemana ya, kok nggak kelihatan, kamu belum hubungi mereka ya?" Tanyaku dengan sedikit heran, sebab tidak biasanya Yono tidak ikut serta jika ini menyangkut dengan bengkel, biasanya dimana ada Bowo disitu ada Yono, lha sekarang kemana mereka berdua?
" Oh, tadinya sih aku sudah menghubungi Yono Cak tentang kejadian malam ini, katanya iya dia akan segera datang, bahkan terkesan buru-buru mau datang kemari, tapi nggak tahu kemana kok nggak sampai-sampai sejak tadi. Sedangkan Budi nomornya tidak bisa di hubungi, aku sudah berulang kali menghubunginya tetap tidak bisa." Jelasnya yang membuatku mangut-mangut mengerti. Kami pun lanjut memeriksa ke dalam lagi, dan aku segera naik mengecek di gudang atas stok barang yang ada disana.
Ya aku tahu di dunia ini, setiap orang tentu akan dihadapkan dengan suatu masalah yang datang silih berganti. Dan saat menghadapi permasalahan, sebaiknya kita bersikap dengan tenang sembari mencari jalan keluar dari setiap permasalahan. Bersabar dan ikhlas dalam menghadapi cobaan memanglah tidak mudah. Namun, semuanya pasti bisa dilalui asal sabar dan ada niat yang kuat.
Sebuah masalah merupakan tamu yang tak diundang didalam kehidupan kita, dan kita harus perlakukan dia sebaik mungkin, maka kita juga akan diperlakukan dengan baik olehnya.
.
.
.
.tbc
Mohon dukungan dari semuanya, tekan like dan favoritenya,, dan juga hadiahnya jangan lupa..🌷🌷🌷
Terima kasih sudah mampir membaca, maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.
__ADS_1