
Rojak_PoV
*
Beberapa bulan kemudian Juleha di nyatakan mengandung, ya tentu saja itu adalah anakku. Walau Leha terlihat licik, terlepas dari semua perbuatannya itu, ia tidak pernah sekalipun berselingkuh dariku. Karena ya memang akulah pria yang ia cintai. Dan karena sudah kepalang tanggung, aku juga tidak ingin setengah-tengah menjalani biduk rumah tangga kami, aku pun akhirnya sering melakukan hubungan badan bersama Leha. Toch dia adalah istriku, sah-sah saja jika kami melakukannya setiap hari, setiap waktu, bahkan setiap jam. Dan rasanya aku pun mulai kecanduan oleh tubuhnya. Kucing mana sih yang menolak di kasih ikan segar? Namun kendati demikian rasa kesalku itu tentu saja masih ada untuknya.
Dan rasa kesalku semakin menjadi-jadi mana kala aku mendapatkan informasi yang akurat. Yang entah ini kabar buruk bagiku ataukah kabar baik dan juga berkah atas kesabaran yang aku jalani selama ini, yang jelas aku menantikan momentum seperti ini. Ini semua tentang Aziz!
Ya betul Aziz suaminya Nikmah, aku tidak pernah mendoakan hubungan mereka ada masalah, akan tetapi aku juga tidak munafik, aku juga ingin menantikan jandanya Nikmah jika suatu saat nanti dia di sakiti oleh suaminya. Sebab selama ini aku tak pernah melihat sisi buruk dari Aziz yang memang selalu bersikap baik dan juga sopan santun kepada semua orang, dan akhirnya aku mendapatkannya informasi bahwa dia telah menikah kembali tanpa sepengetahuan, san persetujuan dari Nikmah.
Ya aku mengetahui kabar ini dari salah satu temanku yang bekerja di kantor Capil. Bahwa si Aziz menikah lagi dengan seorang gadis kecil yang sebenarnya layak menjadi putrinya di bandingkan menjadi seorang istri. Tak ku sangka dia menghianati pernikahannya dan menyakiti Nikmah, padahal dulu aku sangat menjaganya, melindunginya, tak ingin menyakitinya, tetapi dia? Mentang-mentang ganteng sok belagu. Yang padahal wajah kami hampir mirip sebelas dua belas. Namun aku tidak tahan lagi saat melihat Aziz bolak-balik ke tempat istri barunya itu.
Maka kubuatlah sebuah rencana licik untuk bisa mendapatkan kembali wanita yang selama ini aku cintai. Sore itu aku terpaksa mabuk berat dan pergi menemui Nikmah yang saat itu aku tahu dia sedang sendirian di rumah. Kendati ini adalah bulan yang penuh berkah ampunan, namun karena gejolak hati yang kian memburuk aku terpaksa harus melakukan ini semua demi Nikmah.
Ya aku memperkosanya dalam keadaan tidak sadar karena pengaruh minum keras yang selama ini belum pernah aku rasakan. Walau aku tahu ini salah dan juga aku masih setengah sadar melakukannya, akan tetapi aku tidak tahu harus bagaimana melampiaskan kekesalanku ini akibat kemelut yang sedang aku hadapi. Biarlah dosanya aku yang menanggungnya.
Syukurnya Nikmah tidak memenjarakanku, aku tahu dia tidak mungkin tega melakukan hal itu padaku. Karena aku tahu, jauh di dalam lubuk hatinya sebenarnya masih sangat mencintaiku, aku tahu itu, sebab akulah cinta pertamanya.
__ADS_1
Bagaimana dengan Leha? Tentu saja dia sangat shock berat atas perbuatan bej4tku pada Nikmah. Namun karena dia juga di butakan oleh yang namanya cinta, ia pun ikut memohon pada Nikmah agar aku tidak di bui. Segil4 itu dia mencintaiku. Apakah aku tersentuh? Jawabannya tentu saja tidak, ya walau sedikit aku merasa bangga atas apa yang telah ia berikan dan juga lakukan hanya semata-mata untukku.
Hingga beberapa bulan kemudian kami—akundan Nikmah tidak sengaja bertemu kembali di sore itu, aku pun kembali merencanakan niat burukku selanjutnya agar bisa menjerat dirinya. Bahkan aku mencoba mengancam dan akan mencelakai anak-anaknya jika ia tidak mau mengikutiku dan juga melayaniku, terlihat jahat memang! Tapi akuntidak peduli. Yang penting aku bisa mendapatkannya kembali walau dengan terpaksa aku mengancamnya, padahal aku tidak mungkin juga melakukan hal itu pada keponakan-keponakan yang aku anggap sebagai anaku sendiri.
Aku kembali mengajaknya ke tempat pertama kali kami melakukan penyatuan tubuh, ku rasa dia pun juga sangat merindukanku, terbukti dia sangat menikmati permainan yang aku berikan padanya, hingga kami tak puas diri jika hanya melakukan satu babak saja. Sungguh aku merasa sangat bahagia malam itu, dan seperti yang kuduga, setelah kejadian malam itu si Aziz merdang dan langsung menceraikan Nikmah pada hari esoknya. Mungkin hanya aku yang merasa sangat bersyukur mendengar perpisahan mereka berdua, sepertinya takdirku memang bersama Nikmah. Aku segera berniat manikahinya setelah masa iddahnya selesai.
Bagaimana dengan Leha? Dia awalnya menolak mentah-mentah untuk di madu, akan tetapi aku mengancam akan meninggalkannya dan bahkan menceraikannya jika ia tidak menerima pernikahanku dengan Nikmah. Yang pada akhirnya ia pun pasrah, aku tahu bahwa ia sangat gil4 mencintaiku, sama halnya sepertiku yang sangat gil4 mencintai Nikmah.
" Abdul Rozaki bin Santofa Purnama saya nikahan dan kawinkan engkau dengan Nikmah Saudah binti Mustofa Purnama dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan juga uang sebesar lima puluh juta rupiah di bayar tunai." Seru Ayahku yang kini menjadi wali dari Nikmah padaku, yang tentu saja dengan berbagai macam cara aku meminta restunya.
" Saya terima nikah dan kawinnya Nikmah Saudah binti Mustofa Purnama dengan mas kawin tersebut di bayar tunai." Jawabku lantang tanpa gerogi sedikitpun.
Aku langsang masuk dan berjalan ke ruang tengah, ku lihat istriku Nikmah sedang duduk bersandar di sofa melihat acara televisi." Asalamualaikum sayang." Bisikku yang langsung duduk di sampingnya.
" Waalaikumsalam, eh, kamu sudah datang."
" Anak-anak kemana sayang, kok sepi?" Tanyaku yang celingak-celinguk tak melihat anak-anak di dalam rumah.
__ADS_1
" Mereka belum pulang mengaji. Katanya ada acara di Masjid juga, mungkin sedikit terlambat pulangnya." Jawabnya menatapku tersenyum, membuatku langsung mengecup bibir dan juga keningnya.
" Kenapa? Kangen ya, baru juga dua malam tidak bertemu lho ini, bagaimana kalau seminggu coba?" Godaku dengan manaik turunkan kedua alisku.
" Ish! Siapa juga yang kangen."
" Yakin? Ya sudah kalau begitu aku pulang ke rumah Leha saja." Ujarku yang pura-pura merajuk dan akan beranjak berdiri, sengaja memang menggodanya. Namun dengan cepat tangannya memegang sebelah lenganku.
" Jangan dong. Ish! Iya-iya aku kangen. " Akunya dengan nada manja. Duh, membuatku tidak tahan saja ingin memakannya, dan aku langsung saja menyerangnya. Ciuman kami semakin dalam dan menuntun, hingga tak sadar salah satu tanganku sudah membuka kancing dasternya, tertampanglah dua gundukan kenyal yang menjadi favoritku dari dulu, segera ku sesap salah satunya, dan ku remas yang satu lainnya. Tanganku satunya sudah merambah ke area bawah, dan terasa sudah basah dan siap.
" Sayang kok aku ngerasa ada seseorang ya tadi disana?" Tunjuk Nikmah ke arah pintu penghubung antara Ruang tamu dan ruang tengah. Aku pun berjalan ke arah depan untuk melihatnya, akan tetapi memang tidak ada siapapun disana, hanya terdengar suara motor di dekat gerbang, itu pasti orang lain yang hanya kebetulan lewat depan rumah, aku pun segera berjalan masuk kembali.
" Nggak ada siapa-siapa. Sayang sebaiknya kita pindah ke kamar saja yuk untuk menanam benih agar cepat jadi." Bisikku yang sudah tidak sabar lagi menahan rindu, dengan cepat kubopong tubuhnya berjalan masuk ke dalam kamar kami. Dan segera meneruskan pergulatan panas kami, hingga tak lama kami menyudahi dan mandi bersama dan kembali mengulang beberapa kali, hingga beberapa manit kami menyudahinya dengan tubuh yang kelelahan. Sebab terdengar di luar suara anak-anak yang sudah pulang dari acara mengaji mereka.
.
.
__ADS_1
.
.tbc