
Anniyah_PoV
Dan ya pada akhirnya kami semua tidur di kamar Ibu dengan berdesakan. Meninggalkan Bapak yangn tidur sendirian di kamarku.
Walaupun demikian kami tetap merasa nyaman sebab tempat tidurnya cukup luas. Aku dan Ibu berada di posisi saling ujung sementara anak anak semuanya tidur di tengah.
Ibu menceritakan banyak cerita dongeng anak jaman dulu, terlihat mereka semua sangat antusias mendengarkannya.
Hingga tak menunggu lama anak anak yang mungkin sudah lelah seharian ini bersekolah dan bermain sudah terlelap semuanya.
" Niyah ada apa? Kenapa tanganmu dingin sekali..??" Tiba tiba terdengar suara Ibu yang mengejutkanku, aku yang memang belum sepenuhnya terlelap akhirnya membuka mata.
" Ada apa Bu?" Aku mengenyit tidak paham dengan pertanyaan yang di lontarkan oleh Ibu, itu sebabnya aku pun bertanya untuk memastikan mungkin saja Ibu sedang mengigau.
" Ini lho tanganmu kenapa menggenggam erat kaki Ibu." Kedua alisku semakin bertaut semakin tak paham saat mendengar pertanyaan aneh dari Ibu.
Pandanganku pun kuarahkan pada kaki Ibu, maksudnya apa coba? Apa Ibu sedang ngigau apa sedang bermimpi pikirku.
" Bu, Ibu mimpi atau gimana, coba deh buka mata Ibu. Orang Niyah dari tadi diam disini berusaha untuk tidur kok, sama sekali tidak bangun ataupun mengganggu Ibu." Tentu saja aku membela diri, aku sungguh merasa bingung dengan tuduhan Ibuku ini.
__ADS_1
Mendengar perkataanku Ibu reflek membuka mata, lalu pandangan kami bertemu, hanya beberapa detik saja. Lalu setelahnya pandangan Ibu beralih kearah kedua kakinya yang memang benar tidak ada yang aneh ataupun ada yang menyentuhnya.
" Tapi Ibu kok merasa seperti ada yang menggenggam kedua kaki Ibu Niyah. Dan rasanya dingin sekali, bahkan Ibu bisa merasakan jari jarinya yang besar itu menggenggam erat dan itu besar sekali seperti tangan raksasa." Jelasnya sedikit panik yang semakin membuatku aneh bin bingung.
"Eh!!." Ibu langsung terduduk saat ia merasa ada yang menarik kakinya. Ya itu benar, ada yang menarik kaki Ibu dari pinggir ranjang dan aku melihat sendiri dengan mata kepalaku ini.
" Astaghfirullah.. "
" Siapa yang menarik kaki Ibuu?!" Suaraku yang sedikit meninggi karena terkejut membuatku lupa jika semuanya sudah pada tidur, bahkan para tetangga juga pasti sudah terlelap sebab keadaan yang sudah larut malam.
" Huaa... Huaa.."
" Ada apa ini malam malam kok ribut?!" Suara Bapak yang mungkin saja ikut terganggu langsung datang, dan kini beliau sudah berdiri di depan pintu kamar.
" Ini lho Pak, Ibu merasa ada yang ganggu Ibu. Barusan kaki Ibu seperti ada yang menariknya kencang." Adu Ibu dengan sejujurnya.
Lalu pandangan Bapak mengarah ke arah kaki Ibu, dahinya berkerut lalu tak lama beralih ke arahku, seolah meminta jawaban yang lebih masuk akal padaku.
" Iya benar Pak apa yang di katakan Ibu barusan, Niyah juga lihat sendiri kok." Suaraku sedikit pelan karena takut Zefa kembali terbangun.
__ADS_1
Untung saja ketiga bocah itu tidak terusik tidurnya." Kalian ini ada ada saja, mungkin itu hanya perasaan Ibu atau Ibu sedang bermimpi, sudahlah kembali tidur semua." Titah beliau.
Bapak terlihat tidak percaya, ya memang sih kalau tidak melihat sendiri pasti di bilang mengkhayal. Karena sudah mendapatkan jawabannya Bapak pun kembali ke kamarku, karena besok harus bangun pagi mau mengantar kayu bakar pesanan orang.
" Bu, sepertinya memang ada yang sedang usilin Ibu, tapi siapa? Bu, sebenarnya tadi itu pas di jalan Zaheera bilang ada yang mengikuti kami dari belakang pas belokan mau turun tanjakan dekat rumah Biyung pas ada pohon yang besarnya itu." Aku pun akhirnya menceritakan kejadian sore tadi saat di perjalanan.
" Benarkah? Itu berarti Pak Wowo yang ngikutin kalian sampai ke rumah ini, tapi kenapa Ibu yang harus di gangguin sih! Ya sudah cepat tidur lagi, jangan lupa berdoa, pantes saja pas mau masuk kamar ini tadi kok bau rokok dan kopi."
Akhirnya kami berusaha untuk tidur ya walau dalam pikiran kami merasa was was, takut Pak Wowo nanti ganti mengganggu anak anak. Untung saja sejak tadi sebelum tidur anak anak anteng anteng saja.
Keesokan harinya, aku bangun lebih dulu memasak air untuk mandi setelah melaksanakan sholat subuh. Aku merasa aroma di area dapur ini campur aduk antara bau busuk, bau kopi, entah bau apalagi.
Yang jelas aneh sekali tidak seperti biasanya. Dan aku merasa seperti ada yang memperhatikanku sedari awal masuk dapur.
Apa ini efek dari rasa takut semalam karena terus memikirkan makhluk itu, atau hal lainnya?
.tbc
Minta dukungan dari semuanya ya, tekan like dan favoritenya,, dan juga hadiahnya jangan lupa..🌷🌷🌷
__ADS_1
Terima kasih sudah mampir membaca, maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.