
Pria itu memutarkan badannya menghadap ke arah Keyla
Deg
Aksa
"Ak-aksa jadi ini semua kamu yang nyiapin "tanya Keyla terkejut bukanya menjawab Aksa malah menatap Keyla dengan dress nya
Jika seperti ini Keyla sangat mirip dengan Fiona ya Fiona dan Keyla adalah orang yang sama hanya tetapi Fiona lebih suka memakai pakaian seperti dress tetapi jika Keyla lebih suka ke celana jeans
"Fiona "
Deg
Jadi benar selama ini Aksa hanya menanggapinya dirinya sebagai Fiona bukan sebagai Keyla pikir Keyla
"Gw Keyla "ucap Keyla entah kenapa dia merasakan sakit di dada nya
"Ah maaf Keyla aku.."
"Ternyata entar kamu hanya terobsesi dengan kakak aku bahkan kamu sampai menganggap aku adalah kak Fiona ,kita memang orang yang sama tetapi kita memiliki sifat dan kepribadian yang berbeda jika kamu hanya terobsesi dengan kakak gw saja gw pamit dulu "lalu Keyla langsung pergi meninggalkan Aksa
"Argghhh bodoh kamu Aksa "lalu Aksa mengikuti Keyla akan pergi
Shittt
Setelah beberapa menit mengejar mobil Keyla yang sangat cepat dan sekarang Aksa terjebak macet
Aksa khawatir karena Keyla menyetir dengan kecepatan yang cukup tinggi . Perasaan Aksa benar entar tidak enak tentang Keyla
"Itu bukanya mobil keyla "gumam Aksa saat melihat sebuah mobil yang ancur tidak berbentuk lagi dan mungkin saja kecelakaan itu yang mengakibatkan kemacetan
Dengan cepat Aksa turun dari mobilnya dengan perasaan yang tidak karuan "pa-pak ini ada apa y"tanya Aksa ramah
"Oh ini tadi ada kecelakaan dengan sebuah truk dan pengendara mobil ini katanya koma jika pengendara truk nya selamat "
Deg
"Ba-bapak bi-bisa kasih tau ciri cirinya gak "tanya Aksa lagi dengan gemetar
"Dia cantik ,trs dia juga peke dress "jawab bapak bapak itu
__ADS_1
"Apa seperti ini wajahnya "tanya Aksa sambil menyerahkan ponselnya yang di sana terdapat gambar Keyla
"Iya seperti ini wajahnya dia di bawa kerumah sakit di ujung jalan sini "lalu Aksa dengan cepat pergi ke rumah sakit untuk memastikan jika itu adalah keyla atau bukan
...
"Dok bagaimana keadaan Keyla "tanya Aksa
Aksa sudah menunggu hampir 4 jam di depan ruang UGD dengan perasaan cemas dan takut
Aksa tidak mau kehilangan orang yang dia cintai lagi karena cukup Fiona saja
"Nona Keyla mengalami koma "
Deg
Aksa merasakan dunia ancur saat mendengar hal itu ,tidak tidak cukup Fiona saja
Tuhan jangan ambil Keyla cukup kau mengambil Fiona saja batin Aksa
Lalu Aksa masuk ke dalam ruangan Keyla di sana terlihat Keyla yang terbaring lemah dengan alat alat penunjang hidup
Sebelum masuk Aksa juga sudah menelepon keluarga Keyla
"Hidup aku gak ada artinya lagi jika tidak bersama kamu sayang "Aksa mencium kening keyla
Brakkk
"Maksud lu apa cium cium tunangan gw hah "bentak Rian dengan amarah saat melihat Aksa mencium kening Keyla
"Lu lupa kalo Keyla adalah tunangan gw dan gak seharusnya lu lakuin itu ke calon istri gw "lanjut Rian
"Heh baru calon kan sebelum jalur kuning melengkung Keyla masih bukan siapa siapa lu dan gw pastiin Keyla akan kembali sama gw karena Keyla milik gw !!!inget milik gw "
Bguh
"Lu itu cuman mantan yang harus di buang yang tong sampah dan lu itu hanya masa lalu Keyla dan gw adalah masa depan Keyla "ucap Rian mengebu mengebu
"Rian Aksa berhenti "tegas Adit
Aksa tersenyum remeh sambil mengusap ujung bibirnya yang mengeluarkan darah " apa lu gak pernah tau kalo Keyla hanya mencintai gw . Lu itu gak ada apa apanya di banding gw "
__ADS_1
"Maaf tuan nyoya jika anda memiliki masalah sebaiknya selesaikan di luar rumah sakit karena takut menggangu pasien lainya "ucap salah satu suster yang masuk kedalam ruangan Keyla
"Iya sus maaf sudah membuat keributan "maaf Amanda
"Lebih baik kalian berdua keluar dari ruangan Keyla dan urus masalah kalian masing masing dan untuk kamu Aksa om harap kamu jangan pernah deketin Keyla lagi karena Keyla sudah memiliki calon suami "tegas Adit lalu jika sudah seperti itu Aksa bisa apa ? Dan akhirnya Aksa keluar dari ruang rawat Keyla dan berharap Keyla cepat sembuh
....
Hari ini Aksa berencana agar pergi ke makam Fiona dengan membawa bunga kesukaan Fiona
"Fiona sayang aku harap kamu gak pernah marah sama aku karena masalah dulu . Aku tau aku bukan yang terbaik buat kamu bagaimanapun aku masih tetap menyalahkan aku atau kematian kamu "
"Fiona aku harap kamu jangan pernah bawa Keyla bersama kamu ,aku sangat mencintai Keyla aku gak mau kehilangan orang yang aku cintai lagi karena sudah cukup aku kehilangan kamu "
"Aku gak bisa hidup tanpa Keyla jika Keyla pergi maka aku akan ikut bersama Keyla maaf kan aku karena aku sudah menyakiti hati kalian berdua . Aku tau aku memang tidak pantas untuk Keyla tetapi aku ingin menjadi sahabat hidup Keyla " Aksa mencurahkan isi hati ya dengan air matanya yang mengalir
Cinta yang membuat kita kuat tetapi cinta juga lah yang membuat kita rapuh
Aksa sangat mencintai Keyla ,apa dia salah jika mencintai calon istri orang ?
Aksa benar-benar mencintai Keyla dengan setulus hatinya andai waktu bisa berputar mungkin saja Aksa akan tidak akan mengulanginya kejadian di masa lalu
Penyesalan memang selalu datang terakhir
Aksa tau Jika dirinya salah maka dari itu dia ingin belajar dari kesalahannya sendiri
Aksa ingin memperbaiki hubungannya dengan Keyla , wanita yang dia cintai
...
Rian mengenggam tangan pucat Keyla "sayang kamu cepet sadar y ,aku gak mau kehilangan orang yang aku cintai "
"Aku tau kamu belum mencintai aku sepenuh nya tapi aku mau kamu belajar mencintai aku dengan setulus hati kamu "
"Dari awal berteman aku memang sudah memiliki perasaan lebih sama kamu dan aku seorang pengecut yang tidak bisa mengungkapkan isi hati aku sendiri "
"Aku tau kita gak akan bersama karena sebenarnya aku memiliki sebuah rahasia dan aku tidak mau jika kamu sampai tau "
"Aku sebenarnya memiliki penyakit kangker hati dan dokter sudah memfonis jika umur aku sudah tidak lama lagi . Walaupun begitu aku sangat sangat senang karena akhirnya aku bisa menjadi tunangan kamu "ucap Rian dengan derai air mata
Memang selama ini Rian menyembunyikan semua itu jika dirinya memiliki penyakit kangker hati dan dokter sudah meminta jika mungkin dalam hitungan bulan Rian sudah tidak ada di sini menemani Keyla
__ADS_1
Kesempatan Rian untuk hidup sangat lah kecil dan Rian sudah menyerah dengan semua itu