Menjadi Yang Kedua

Menjadi Yang Kedua
Kejadian Tengah Malam.


__ADS_3

Anniyah_PoV


Sepulang dari rumah Ibu kemarin, aku segera mengabari suamiku perihal kejadian pas waktu itu di jalan dan juga rencana Ibu yang akan membangun rumah.


" Ya sudah bagaimana baiknya saja sayang. Kalau kamu sudah nggak nyaman tinggal disitu ya sudah kembali ke rumah Ibu dan kita bisa membangun rumah sendiri. Soal biaya nanti insya Allah Abang cari tambahan, mudah mudahan ada rezeki lebih ya, Aamiin. Untuk tukang kusennya bisa Abang cariin, kebetulan Abang punya teman kenalan yang biasa membangun rumah begitu. Ya sudah Abang tutup dulu ya, ini sudah di tungguin sama teman temannya Abang, nggak enak. Assalamualaikum.."


" Wa'alaikumusalam Bang.."


Setelah panggilan itu selesai, aku segera melanjutkan kembali bersih bersih rumah sebab tadi terhenti karena panggilan masuk dari suamiku.


Sambil beres beres aku juga tengah berpikir apa sebaiknya kuikuti saja rencana Ibu, toch sudah mendapatkan lampu hijau juga dari Bang Aziz.


Aku juga bisa mencari pekerjaan di kampungku nanti kalau sudah punya rumah sendiri, punya dapur sendiri. Membayangkan saja sudah membuatku senyum senyum sendiri.


Baiklah sepertinya aku harus menemui pemilik rumah ini agar segera terjual kembali dan aku segera pulang. Terlebih setiap malam masih ada saja yang terus mengganggu ketrentraman kami walau wujud mereka tak nampak, tetap saja kami merasa terganggu.


Setelah selesai urusanku dengan pemilik rumah aku segera pergi menjemput Zia dan juga Zaheera di sekolahnya.


Karena Zia masih kelas satu di sekolah dasar, itu sebabnya pulangnya hampir bersamaan dengan adiknya Zaheera. Hanya beberapa menit saja menunggu sudah pulang.


Saat berjalan melewati Ibu Ibu tetangga yang sedang berkumpul ada yang memanggil namaku, otomatis aku pun berhenti sejenak untuk menyapa mereka semua.

__ADS_1


Ternyata Mbak Susi yang memanggilku. " Ada apa Mbak?"


" Mbak Anniyah semalam apa nggak denger suara suara aneh gitu di sekitar rumah?" Tanyanya seketika membuatku bingung.


" Nggak ada tuh Mbak, memangnya ada apa ya?" Meski tidak ingin ikut campur, namun aku juga sedikit penasaran.


" Di rumahnya Mbak Yuni semalam rame Mbak, orang rumah semua pada kebangun, gara gara Ibunya Mbak Yuni tengah malam di temukan pingsan di bawah pohon pisang, nggak tahu apa penyebabnya, keluarganya langsung membawanya ke klinik dua puluh empat jam. Masa Mbak Anniyah yang rumahnya berhadapan nggak denger suara apa apa?"


Ucapan Mbak Susi terdengar serius tanpa ada nada bercanda. Aku langsung menggeleng bingung, karena memang tidak mendengar apapun.


Mungkin karena aku kecapean, sejak pukul sembilan aku sudah tidur. Dan saking lelahnya aku pun tidak terbangun di tengah malam.


" Sepertinya saya lelah sekali Mbak makanya nggak dengar suara apa apa. Tapi kok bisa Bu Poni pingsan di belakang rumah gitu. Apa beliau sakit ya Mbak?" Aku yang biasanya tidak pernah kepo kepada tetangga sini, jadi sedikit penasaran juga.


Kenapa aku justru mikir aneh aneh, semenjak sering di ganggu oleh mereka mereka yang tak kasat mata itu. Tapi semoga saja kejadian yang menimpa Bu Poni tidak ada sangkut pautnya dengan hal hal itu.


" Mbak.. Mbak..! Mbak Anniyah ini mau jemput anak anaknya ya?" Suara Mbak Susi membuatku tersadar.


" Eh, iya Mbak Susi. Semoga Bu Poni baik baik saja, kalau begitu saya permisi dulu, takutnya anak anak sudah pada pulang." Pamitku tidak ingin mengulur waktu lagi, walau sebenarnya aku masih ingin mendengar kelanjutan cerita tadi, tapi ya sudahlah.


Sesampainya di sekolah, terlihat anak anak baru saja berhampur keluar dari kelasnya. Untung saja tidak telat, takutnya Zaheera malah ikut temannya ataualah keluar sekolah.

__ADS_1


Apalagi sekarang lagi rame ramenya penculikan anak di bawah umur, na'udzubillah semoga kami semua di lindungi dan di jauhkan dari orang orang dzalim Aamiin..


" Assalamualikum Ami.." Zaheera langsung mencium tanganku dan mencium adiknya yang terlelap." Hallo adek kakak yang comel."


" Wa'alaikumusalam, gimana sekolahnya tadi? Ada PR tidak?" Aku langsung menyodorkan botol air minum untuknya yang baru saja duduk di sampingku.


" Ada Ami, banyak sekali PR nya. Nanti Ami bantuin Zaheera ya?" Rengeknya sembari mengembalikan botol itu padaku.


" Iya sayang, ya sudah ayo kita ke jemput kakak, pasti kakak sudah mau pulang ini." Kami pun beranjak dan melangkah keluar area sekolah.


Baru sampai depan gerbang, Zia putri sulungku sudah lebih dulu menyapa." Wa'alaikumusalam. Kakak cepat sekali keluarnya hari ini?"


" Iya Ami, tadi ada tanya jawab, siapa yang cepat bisa menjawabnya bisa pulang cepat." Kami pun berjalan bertiga ke arah jalan pulang.


Bagitu sampai di depan gang rumah, sudah ramai orang, jyga terlihat ada mobil Ambulan terparkir tidak jauh dari rumah kami, aku langsung mengajak anak anak untuk mempercepat jalan.


" Ami kenapa ada mobil ambulan disini? Memang siapa yang sakit?"


.tbc


Minta dukungan dari semuanya ya, tekan like dan favoritenya,, dan juga hadiahnya jangan lupa..🌷🌷🌷

__ADS_1


Terima kasih sudah mampir membaca, maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.


__ADS_2