Menjadi Yang Kedua

Menjadi Yang Kedua
Kejadian Aneh!!


__ADS_3

Totok_PoV


*


Sore ini aku di mintai tolong oleh Mbak Anniyah untuk memagari rumahnya kembali. firasatku mengatakan bahwa mereka sepertinya sering di gangguin oleh jin-jin jahil penunggu rumahnya serta area sebelahnya juga.


Wajar sih Mbak Anniyah merasa tidak tenang, karena perkebunan kopi tepat di sebelah rumahnya ini dulunya adalah bekas pemakaman. Ya walau sebagian sudah di pindahkan ke pemakaman yang baru, akan tetapi makam yang mungkin sudah puluhan tahun disini pasti tidak bisa di pindahkan karena sudah rata dengan tanah.


Saat ini aku sedang mengisi air di beberapa ember yang akan aku campur dengan garam seraya membacakan doa-doa ke dalamnya. Mbak Anniyah beranjak kedepan sepertinya beliau kedatangan tamu sore ini.


Aku masih sibuk di samping rumah, tak lama kulihat Mbak Anniyah sudah kembali ke belakang subuk di dapur. Dia pun bertanya padaku apakah sudah selesai persiapannya. Lalu aku juga baik bertanya siapa tamu yang datang, dan ternyata kedua orangtua beliau yang datang berkunjung.


Aku memintanya untuk ke depan saja menemani kedua orangtuanya, biar ini aku selesaikan sendiri. Namun sepertinya Mbak Anniyah bersikeras akan membantuku, padahal aku bisa menghnadlenya sendiri.


Hingga tak lama bukannya Mbak Anniyah yang muncul dari dapur, melainkan Bapaknya yang datang ke belakang menghampiriku.


" Sudah selesai mengisi airnya, ayo sini Bapak bantuin, kamu Totok yang rumahnya sebelah ya?" Ujar Beliau bertanya.


" Benar Pak, saya tetangganya Mbak Anniyah, ini tinggal satu ember lagi." Jawabku yang merasa tidak enak menolak bantuan dari beliau.


Aku segera memulai acaranya dengan bantuan dari Bapaknya Mbak Anniyah, aku yang bagian timur rumah tepat di pinggiran kebun kopi, sedangkan Beliau bagian barat rumah di samping rumah Nenek.


Ba'da Magrib kami sudah selesai dengan acara kami, aku pun berpamitan kepada semuanya untuk pergi ke Masjid lebih dulu, namun setelah selesai, aku dimintai ke rumah Mbak Anniyah lagi. Lalu setelah ibadah Isya' aku benar-benar kembali ke rumah beliau. Terlihat anak-anak sedang bermain di atas karpet, aku pun ikut bergabung bersama mereka semua.


" Sedang bermain apa nih anak-anak, Om boleh ikutan main nggak?" Tanyaku penuh harap menatap ke arah mereka bergantian yang bersamaan menatapku.


" Boleh dong Om, tapi Om yang jadi penjaganya ya?" Sahut Zia yang tampak begitu antusias.


" Siap,,"


Saat kami tengah bermain dan bercanda, kudengar suara agak berisik di depan rumah. Karena penasaran aku pun berdiri untuk melihat. Terlihat Mbak Anniyah dan juga Bapaknya tengah sibuk mengangkati kayu bakar dari gerobak di bawah ke belakang rumah.

__ADS_1


" Anak-anak sebentar ya, Om tinggal dulu. Zia jagain Adek-adeknya." Pesanku yang langsung bergegas melangkah keluar.


" Mbak sini biar aku yang bantuin Bapaknya, Mbak masuk saja temanin anak-anak." Pintaku kepadanya.


Untungnya Mbak Anniyah langsung menurut, karena tidak ada yang mengawasi anak-anak. Sedangkan Ibu Mbak Anniyah sepertinya sedang berada di dapur.


Aku dan Pak Zainal pun langsung melanjutkan mengangkat kayu tersebut lewat pintu samping rumah, untungnya lampu samping di buat terang sama halnya dengan lampu teras. Hingga tinggal satu kali angkat aku meminta Pak Zainal untuk masuk ke dalam rumah, biar sisanya aku saja yang melanjutkan.


Kulihat di dapur keadaannya sudah sepi, sepertinya Ibu Mbak Anniyah sudah berkumpul di ruang depan. Setelah selesai meletakkan kayu bakar di dapur, aku berbalik badan akan melangkah mengunci pintu samping.


Namun tanpa di duga, tubuhku tiba-tiba melayang ke udara seperti ada seseorang yang mengangkat tubuhku. Tentu saja aku sangat terkejut, namun belum juga selesai rasa terkejutku, aku di buat terhenyak saat tubuhku yang kurus ini di lempar dan di banting sembarangan ke atas tumpukan kayu bakar yang tadi sudah aku susun rapi.


" Astaghfirullah... Aduh badanku sakit sekali.. Hei siapa kamu! Jangan coba-coba menakutiku ya! Turunkan aku!" Teriakku dengan suara sedikit kencang.


Namun yang ku herankan kenapa semua orang yang ada di depan tidak ada yang datang ke dapur? Apa mereka semua sedang keluar rumah? Atau justru tidak mendengar suara teriakanku barusan?


Tapi sepertinya tidak mungkin, sebab suaraku tadi aku yakin cukup keras! Bahkan aku menduga para tetangga pasti juga mendengar teriakanku!


Beberapa saat aku masih terus berteriak memanggil entah itu setan atau makhluk jadi-jadian. Walau aku terus berteriak, namun tetap saja tidak ada yang menjawab teriakanku. Alhasil aku berusaha turun ke bawah walau sedikit sulit, sebab memang tumpukan kayunya cukup lumayan tinggi.


Saat kedua kaki hampir saja menampak ke bawah, tiba-tiba aku di kejutkan oleh suara Mbak Anniyah dari depan yang menegurku.


" Tok ngapain kamu manjat-manjat disitu? Di panggil-panggil dari tadi juga nggak nyahut. Kirain Mbak kamu pulang, ayo makan malam dulu di depan, semua sudah nungguin lho." Ucapnya dengan wajah bingung juga heran menatapku.


Tidak jauh berbeda denganku, aku pun di buat melongo setelah mendengar penuturan Mbak Anniyah barusan. Dan ini semakin membuatku bingung saja, fix kurasa rumah ini benar-benar ada sesuatunya.


Karena tidak ingin membuat Mbak Anniyah semakin tambah bingung dengan keadaan saat ini, aku segera menjawab dan mengikutinya ke depan.


" La ini orangnya, kirain kamu sudah pulang tadi, di panggil-panggil nggak nyahut." Celetuk Ibu Mbak Anniyah saat aku baru sampai di depan.


" Maaf tadi Totok ke belakang sebentar Bu, maaf sudah membuat semuanya menunggu." Sahutku sengaja berdusta.

__ADS_1


Takutnya saat aku ceritakan yang sebenarnya apa yang aku alami tadi di dapur, mereka semua tidak percaya padaku. Ah, biarlah aku simpan saja kejadian tadi.


Selama makan bersama kami semua terdiam fokus dengan makanan yang kami santap, hanya suara anak-anak saja yang terdengar di antara kami semua.


Begitu selesai makan, dan peralatan juga sudah di bawa ke dapur. Aku di ajak mengobrol oleh Pak Zainal seputaran keseharianku dan mengenai statusku.


" Jadi Nak Totok ini sudah menikah toch?" Tanyanya yang nampak terkejut. Kulihat bukan hanya Pak Zainal saja yang kaget, ternyata Mbak Anniyah pun juga sama halnya.


" Benaran Tok? Kok kamu nggak pernah bilang. Jadi sejak kapan kamu menikahnya? Lalu dimana istrimu, kenapa kamu tinggal kesini, kasihan istrimu sejak tadi kamu tinggalin!" Omel Mbak Anniyah menatapku, yang baru aku dengar sekarang ini. Ternyata istri Gus Aziz ini bisa ngomel juga, kirain pendiam sama orang lain, nggak nyangka aja aku.


" Eh di tanya malah senyum-senyum!" Seru Mbak Anniyah lagi yang seolah tidak sabar meminta jawabanku.


" La memang kamu siapanya Nduk, kok begitu penasaran. Mau nak.Totok sudah menikah atau belum toch itu bukan hak kamu! Nggak berkewajiban menjawab pertanyaanmu itu." Timpal Ibu Mbak Anniyah yang tiba-tiba mengintrupsi kamu.


" Eh bukan gitu maksud Anni Buk. Ya Allah salah lagi.. Anni cuma kaget saja, soalnya terakhir kali ketemu Totok diam belum menikah, terus selama kami tinggal bersebelahan itu Anni juga nggak pernah bertemu wanita yang menjadi istrinya itu." Jelas Mbak Anniyah membela diri.


Ya aku tahu juga sadar bahwa tidak ada yang tahu jika aku sudah menikah, bahkan tetangga kami sekalipun juga belum ada yang tahu soal ini. Sebab wanita yang aku nikahi selama kurang lebih tiga bulan ini tengah menyelesaikan pendidikannya yang tinggal satu bulan lagi di kota besar sana.


" Maaf sebelumnya jika Totok sudah membuat Mbak Anniyah juga semuanya terkejut setelah mendengar kabar ini. Sebenarnya Totok baru menikah tiga bulan, dan sekarang ini istri Totok sedang berada di Ibukota. Tetapi setiap minggu Totok selalu menyempatkan diri untuk datang kesana menemuinya." Terangku panjang lebar tanpa ada yang aku tutupi lagi.


" Nah sudah jelas sekarang toch. Sekarang jawab pertanyaan Ibu tadi, Ibu nanya lho nggak di jawab-jawab. Gimana kamu betah nggak tinggal disini, di rumah ini. Ada yang gangguin kamu nggak jawab jujur?!" Cecar Ibu Mbak Anniyah yang terlihat begitu penasaran.


Kulihat Mbak Anniyah terdiam tak langsung menjawabnya, apa sekalian saja ya aku ceritakan kejadian janggal yang terjadi padaku tadi di dapur?


~tbc


Maaf ya baru Up, masih mabuk soalnya setiap hari, terima kasih yang sudah sabar menunggu..🙏


Minta dukungan dari semuanya ya, tekan like dan favoritenya,, dan juga hadiahnya jangan lupa..🌷🌷🌷


Terima kasih sudah mampir membaca, maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.

__ADS_1


__ADS_2