Menjadi Yang Kedua

Menjadi Yang Kedua
Tamu Pagi-Pagi.


__ADS_3

Anniyah_PoV


*


Pagi harinya aku mulai terjaga, dan tidak mendapai suamiku di atas ranjang. Aku pun mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan kamar dan tatapanku berakhir ke arah sofa, dimana suamiku ternyata ketiduran disana, atau memang sengaja tidur di sana. Aku pun segera beringsut bangun untuk membangunkan Bang Aziz yang masih terlelap.


" Sayang, bangun Bi, sudah pagi." Ujarku lirih sembari menggoyangkan pundaknya yang kokoh.


Namun pandanganku tidak sengaja menatap ke arah bawah sana, tepatnya di bawah antara kedua paha suamiku, terlihat bagian celana itu basah juga menggembung sepertinya sesuatu di balik kain tipis itu ada yang sudah lebih dulu bangun ketimbang pemiliknya yang masih asik menikmati mimpi indahnya.


Aku sungguh terkejut, apa yang di lakukan oleh suamiku semalam? Jangan-jangan dia melakukan solo? Astagfirullah..


" Bang, Bang Aziz!" Seruku dengan suara sedikit keras. Hingga membuatnya terhenyak saking terkejutnya.


" Astagfirullah kenapa sayang?" Tanyanya dengan nada begitu panik saking kagetnya dan langsung beranjak duduk, membuatku meringis sedikit bersalah karena sudah mengejutkannya.


" Maaf Bi, sudah mengejutkanmu. Ini sudah pagi, sebentar pagi subuh, ayo bangun." Ujarku mengingatkannya, aku segera berjalan ke arah kamar mandi, namun belum juga sampai ke pintu aku membalikkan tubuhku menghadapnya." Ada yang sudah lebih dulu bangun tuh." Tunjukku ke arah sesuatu yang terlihat masih berdiri tegak layaknya tiang listrik


Bang Aziz terlihat mengernyit tidak paham awalnya, akan tetapi ia langsung mengikuti kemana arah tatapanku tadi, dan seketika ia terlihat tersenyum jahil padaku. Bukannya menutupinya suamiku justru mengeluarkan miliknya yang mengeras itu dari sangkarnya yang basah.


" Astagfirullah Abi! Kamu mes*m sekali sih!" Teriakku kesal padanya yang justru mempertunjukkan kegagahan dari tongkat saktinya itu. Ini laki-laki semakin tua semakin jadi saja!


" Ya habis ini juga salahmu lho Mi. Gara-gara Ami tidak memberikan jatahnya, sehingga semalaman dia bermimpi bermain bersama seorang wanita cantik." Celetuknya yang membuatku mulai merasakan geram juga bertambah kesal.


" Wanita cantik ya? Oh ya sudah minta saja padanya se-te-rus-nya kalau—


" Eh, eh ngomong apa sih? Nggak boleh ngomong sembarangan lho ya apalagi sama suami sendiri? Ingat perkataan adalah doa sayang, harus hati-hati dalam memilah-milah kata yang harusnya bisa bermanfaat untuk diri sendiri juga orang lain. " Tegurnya yang berjalan menghampiriku dengan masih senjatanya yang mengacung ke depan.


Lagi cemarah begini saja sikap mes*mnya tidak berubah. " Mau apa? Bukannya di tenangin dulu itumu Bi, justru di biarkan berdiri begitu." Keluhku yang sedikit waspada." Siapa suruh juga memancing-mancing orang."


" Ya maafkan Abi juga. Tadi Abi juga tidak bermaksud membuatmu kesal sayang. Yang Abi bilang tadi juga tidak sepenuhnya bohong, aku memang mimpi tengah bermain dengan wanita cantik yaitu istriku sendiri, masa Abi mengharapkan wanita lain, itu justru yang nggak boleh sayang.." Tuturnya yang kembali menyeramahiku.

__ADS_1


Entah mengapa aku memang dalam mood yang kurang baik akhir-akhir ini. Mungkin bawaan dari hamil yang mengalami swiming mood. Bukannya seharusnya Bang Aziz itu peka terhadap istrinya. Aku masih terdiam dan mencoba mengabaikannya akan kembali masuk ke dalam kamar mandi, dan bersiap untuk ibadah sebab sudah terdengar seruan Adzan di masjid.


" Tunggu sayang! Terus ini gimana? Masa tega kamu sama suami sendiri." Ucapnya yang memelas, seolah anak kecil yang tidak mendapatkan mainan yang dia inginkan.


" Abi nggak denger suara adzan? Bisa-bisanya lho masih memikirkan keinginan mes"mnya itu." Desisku sedikit keras menyadarkannya akan panggilan dariNya.


" Astagfirullah.. Maaf sayang. Baiklah kalau begitu Abi yang mandi dulu keburu Iqomah." Ucapnya yang segera masuk dengan tergesa, tunggallah aku yang masih berdiri mematung di dekat pintu kamar mandi.


Beberapa saat kemudian Bang Aziz sudah pulang dari Masjid. Sedangkan aku sedang berkutat di dapur setelah selesai memasak nasi. Dan aku merasakan ada tangan kekar yang melingkar di pinggangku. Kurasakan juga ada benda kenyal yang menempel di tengkukku belakang.


" Sayang Abi pengen nih?!" Bisiknya dengan suara yang sedikit berat.


" Abi ini sebenarnya tadi pikirannya khusyuk ke ibadah atau ke hal lain sih? Kok bisa-bisanya, pulang-pulang kembali ke jurus mes*mnya lagi! " Omelku yang tentu saja kembali kesal.


Ya tahu sendiri jika moodnya seorang wanita yang sedang hamil pasti tidak menentu dan jika selalu di pancing-pancing, pasti emosinya juga kembali naik dengan cepat.


" Astagfirullah tentu saja khusyuk ibadah dong sayang. Ya habis lihat istriku yang semakin hari semakin seksi di pandang mata jadi kembali naik lagi dong hasr*t kelaki-lakiannya Abi, ini juga termasuk ibadah lho. Ayo dong sayang please.. Nanti Abi mau pergi lagi setelah ini, terus Abi minta sama siapa dong kalau lagi pengen seperti ini?" Tawarnya yang terus saja berusaha agar keinginan mes*mnya itu bisa terwujud.


" Baiklah tapi nggak pakek lama, takut Zia kebangun nanti." Balasku sedikit terpaksa pada akhirnya akan memenuhi permintaan mes*mnya itu.


Ya itu juga sudah menjadi kewajibanku, jika menolak pun aku berdosa, namun semalam itu aku benar-benar kesal dengannya. Akhirnya kami pun berjalan kembali masuk ke kamar, untuk saja aku sudah masak nasi, nanti tinggal masak sayur dan goreng lauk.


" Disini saja Bi." Putusku yang sudah duduk di sofa. Suamiku pun mengikutiku sembari mulai melepaskan pakaiannya sendiri, dan juga membantu melepaskan pakaianku juga.


Kami pun mulai memadu kasih yang sudah beberapa hari tidak tersalurkan, rindu? Tentu saja aku merindukannya, namun sedikit gengsi, aku hanya tidak ingin di cap wanita penggoda, walaupun itu kepada suamiku sendiri.


" Masukin sayang." Titahnya yang sedang duduk di sofa, sedangkan aku berdiri dan mulai duduk di atas pangkuannya dan memposisikan milik kami masing-masing.


Hingga tubuh kami pun menyatu dengan sempurna. " Ouuh,, kamu makin enak sayang.." Bisiknya lirih di dekat telingaku, lalu ia mulai memanjakan dua bukit kembarku yang ikut bergerak seiring dengan pergerakanku di atasnya.


" Bi, aku mau sampai.." Seruku dengan napas mulai memburu sembari sedikit mempercepat gerakan maju mundur.

__ADS_1


" Pelan-pelannhh.. sayang.." Erangnya yang sepertinya juga akan sampai, saat miliku terasa penuh oleh senjatanya." Bersama sajahh,, emm." Lirihnya yang tertahan.


Hingga tak lama kami pun mencapai puncak bersama-sama dengan perasaan lega juga bahagia." Terima kasih sayang kamu selalu enak dan nikmat." Bisiknya dengan napas yang tak beraturan, sama sepertiku yang lunglai di atas d**a bidangnya itu.


Setelahnya kami sama-sama membersihkan diri, dan setelah itu Bang Aziz bersiap akan pergi lagi. Sementara aku selesai memasak sayur dengan sedikit cepat agar suamiku bisa sarapan lebih dulu sebelum ia pergi.


" Memang Abi mau pergi kemana lagi hari ini?" Tanyaku di sela kami menikmati sarapan pagi kami, aku makan sembari memangku Zia yang juga aku suapi.


" Abi mau ke rumah Roni Mi, katanya ada yang mau ia tunjukkan pada Abi, tapi nggak tahu itu apa." Sahutku di sela sarapannya.


Selanjutnya suamiku benar-benar pergi ke rumah sahabatnya itu meninggalkanku dan Zia kembali. " Nanti kalau sudah selesai Abi langsung pulang kok. Kamu hati-hati di rumah ya." Pesannya saat aku dan Zia putri kami mengantarnya hingga sampai ke depan halaman rumah.


" Assalamualaikum." Pamitnya. Dan aku pun segera menyalaminya dan juga menjawab salamnya kembali. Hingga motor yang di kendarai Bang Aziz tak terlihat lagi barulah aku masuk ke dalam rumah kembali.


" Ayo sayang kita mandi dulu, hmmm bau acemm." Ujarku menggodanya dengan mencium lipatan lehernya yang gemuk itu, yang membuatnya terkekeh geli.


Sebelum masuk ke dalam rumah terdengar ada suara seseorang yang sedang memanggil namaku membuatku membalikkan tubuhku ke arahnya.


" Assalamualaikum.. Mbak Anniyah."


.


.


.


.tbc


Mohon dukungan dari semuanya, tekan like dan favoritenya,, dan juga hadiahnya jangan lupa..🌷🌷🌷


Terima kasih sudah mampir membaca, maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.

__ADS_1


__ADS_2