Menjadi Yang Kedua

Menjadi Yang Kedua
Masa Lalu 1


__ADS_3

Nikmah_PoV


*


" K-kamu! Ngapain kamu disini? Kamu mau apa?" Tanyaku yang sedikit shock, tidak percaya akan bertemu kembali dengan pria bajing4n yang sudah merusak pernikahanku. Ya siapa lagi jika bukan Rojak sepupuku sendiri, tepatnya anak angkat dari Pamanku.


Namun sepertinya dia tidak mengindahkan semua perkataanku, yang kini justru melangkah berjalan semakin mendekatiku. Membuatku reflek mundur selangkah demi selangkah ke belakang.


" Stop, berhenti disitu?!" Bentakku yang sepertinya hanya sia-sia saja, sebab ia sudah semakin dekat denganku, membuatku sedikit bergedik. Apalagi disini keadaannya cukup sepi, hanya ada aku, dia dan supir taksi yang tengah sibuk mengganti ban mobilnya di pinggir jalan.


" Kenapa? Aku begitu sangat merindukanmu sayang! Aku tau kamu juga pasti merindukanku, merindukan semua sentuhanku bukan? Ayolah, akui saja." Ujar Rojak yang semakin kesini semakin berani saja padaku.


" Janga kurang ajar kamu! Minggir aku harus pergi!" Dengan yakin aku melangkah pergi melewatinya, namun langkahku terhenti saat ia berhasil mencekal pergelangan tanganku, membuatku menoleh geram padanya.


" Kamu mau kemana? Kita bahkan belum melepas rindu." Tanyanya dengan ucapan dan tatapan yang dulu membuatku melambung, namun tidak dengan sekarang yang bagiku itu menjijikkan.


"Lepaskan! Ini tidak benar! Aku sudah bersuami, kau pun demikian, semua ini salah Rojak! Cukup hentikan kegilaanmu! Tolong biarkan aku pergi dari sini.!" Pintaku dengan amat sangat memohon padanya, terus meronta.


" Tidak akan! Kamu tidak bisa lepas lagi dariku sayang. Ayo ikut." Ujarnya sembari memaksaku untuk masuk ke dalam mobilnya. Aku terus meronta, berusaha terlepaskan diri dari cekalannya. Membuat supir taksi yang tadinya sibuk kini memperhatikan kami.


" Ada apa ini Ibu?" Tanyanya yang bersimpati padaku, merasa diriku dalam posisi terdesak.


" Pak tolong_


" Bapak jangan ikut campur dalam masalah rumah tangga kami." Rojak dengan cepat menyela ucapanku, menatap tajam pada supir taksi yang langsung takut dan kembali melakukan aktifitasnya kembali. Dan itu membuatku semakin marah, karena ungkapannya barusan secara tidak langsung mengatakan jika kami adalah pasangan suami istri.


" Itu tidak benar, Pak tolong aku. Kami bukan_

__ADS_1


" Masuk sekarang!" Kembali Rojak menyela ucapanku, karena tubuhku yang kecil tidak bisa mengimbangi tubuhnya yang besar, sehingga ia berhasil membuatku kini sudah berada di dalam mobil miliknya. Segera ia berlari memutari kap mobil bagian depan dan masuk di bangku kemudi sampingku.


" Kamu mau apa? Mau di bawa kemana, aku? Turunkan aku sekarang Rojak!!" Aku terus berteriak, meminta tolong agar ia membebaskan aku. Namun itu semua terlihat sia-sia..Bukannya menurunkan aku kembali, ia justru tancap gas dengan sedikit kencang, membuatku ketakutan seketika, aku tidak mau mati, aku belum siap mati,, setidaknya tidak untuk saat ini, bagaimana dengan nasib anak-anakku yang masih kecil, jika nantinya akan kehilangan sosok Ibu kandungnya.


Sungguh aku sangat menyesal dulu pernah berhubungan dengan pria mengerikan yang sedang mengemudi di sampingku ini, ia mengemudi layaknya seperti di kejar setan.


Dulu sebelum aku berhijrah dan memutuskan untuk masuk ke pondok, aku adalah wanita yang bisa di bilang nakal, berbuat gil4 dengan sepupuku sendiri, tidak memikirkan sebab dan akibat yang dulu telah kami lakukan bersama. Walau kami saudara tapi kami sudah berbuat di luar batas, aku dan Rojak saling suka hingga menjalin hubungan terlarang secara diam-diam di belakang keluarga besar kami.


****


~ Flashback On.


Hari itu aku dan Rojak tengah merayakan hari kelulusan sekolah menengah atas, kami berencana berlibur menghabiskan waktu semalaman di salah satu penginapan dekat pantai kenjeran.


Ya pada waktu itu hubungan kami sudah terjalin selama satu tahun lebih, dan kami baru saja akan melakukan hal yang belum pernah kami lakukan sebelumnya. Anggap saja aku bodoh karena sudah termakan cinta dan bujuk rayuannya, tapi kami melakukan atas dasar suka sama suka, jadi tidak ada unsur paksaan dari kami berdua.


" Kamu tenang saja sayang, semua aman terkendali. Tadi Bapak dan Ibuku juga pergi ke TA mengunjungi Bibi disana bersama dengan Juleha. Dan kedua orangtuamu juga tengah ada acara bukan, di luar kota?" Jelasnya agar membuatku lebih tenang.


Aku mengangguk membenarkan ucapannya. Ya, tadi sore Ibu dan Ayahku pergi ke kota Batu untuk menghadiri acara pernikahan putri dari sahabat mereka dan akan menginap di hotel malam ini, tetapi besok pagi sudah kembali lagi ke kota. Sebenarnya mereka mengajakku tadi, namun aku tidak berniat ikut dengan mereka, dengan alasan akan merayakan hari kelulusanku dengan teman-temanku di cafe. Walau terlihat ragu, pada akhirnya mereka pun memberikan ijin, mungkin karena tidak setiap hari aku akan merayakannya. Akan tetapi perasaanku tetap tidak tenang, aku takut, ini semua salah, ini dosa besar.


" Sudah jangan di pikirkan, ada aku disini, sebaiknya kita menikmati malam indah ini dengan rasa bahagia." Setelah mengatakan itu, Rojak langsung mencumbuku, hingga rasanya bibirku kebas. Namun aku sangat menikmatinya.


" Kamu sangat cantik malam ini sayang..." Pujinya dengan pandangan yang sudah berkabut gair4h, begitu pun denganku. Entah sejak kapan kami sudah dalam keadaan yang sama-sama polos. Rojak terus menciumi seluruh inci di tubuhku, membuatku terbuai, terus bergelinjang. Hingga hilang rasa cemas yang tadi meliputiku, berganti dengan rasa bahagia.


" Aahh, enak sekali sayang..Ouuhggh." Racauku saat milikku tengah di permainkan olehnya, membuatku semakin belingsatan gelisah. Rojak tidak peduli, ia terus ******* juga menghisap milikku.


" Oh, sayang aku, aku ingin keluar..Aahhkk...." Jeritku yang bersamaan milikku yang terasa basah di bawah sana, namun langsung di sapu habis oleh Rojak tanpa rasa jijik.

__ADS_1


" Rasanya gurih sekali. Bagaimana? Apa kamu sudah siap sayang?" Bisiknya, aku belum bisa menjawabnya, napasku masih tersengal-sengal tak beraturan. Baru akan menjawab, aku merasakan milikku di koyak habis oleh benda tumpul dan tajam di bawah sana. Yang membuatku langsung menjerit hebat.


" Aaahhkk,, SAKIT ROJAKKK..!! Pekikku sembari menggigit pundak kokohnya, aku tidak peduli dia kesakitan, milikku lebih sakit rasanya. Hingga perlahan aku merasakan rasa sakit tadi berangsur hilang berganti dengan rasa nikmat.


" Maaf, sayang, sebentar lagi pasti enak kok." Ujarnya mencumbuku kembali sambil terus menggerakan pinggulnya perlahan demi perlahan hingga aku merasakan melayang di angkasa.


" Ouughh, ini enak sekali sayang." Lirih Rojak yang terus bergerak, perlahan aku pun menikmatinya dan mengikuti gerakannya sesuai ritme.


" Aahhh, lebih cepat." Racauku, saat aku merasakan akan keluar kembali.


" Bersama sayang." Rojak terus bergerak semakin cepat dan keras, hingga tak lama kami sama-sama menjerit mencapai puncaknya dengan deru napas yang saling memburu.


" Terima kasih sayang, kamu sangat nikmat sekali. Aku sangat mencintaimu." Ujar Rojak dengan menghujamiku ciuman-ciuman sayang di seluruh wajahku.


.


.


.


.


.tbc


Mohon dukungan dari semuanya, tekan like dan favoritenya,, dan juga hadiahnya jangan lupa..🌷🌷🌷


Terima kasih sudah mampir membaca, maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.

__ADS_1


__ADS_2