Menjadi Yang Kedua

Menjadi Yang Kedua
Memilih Tuk Kembali


__ADS_3

"Lepaskan aku...." Berusaha lepas dari pelukan sang kekasih, hingga akhirnya David meregangkan kedua tangan "Sayang, kamu kurang bukti apa lagi? saya sungguh mencintai kamu. Sumpah hanya kamu wanita yang paling saya cintai di dunia ini" Dari nada bicara serta perilaku David mencerminkan batapa dia mencintai Aira. Meski Aira tau begitu besar cinta David kepadanya, tapi dia ragu kembali melangkah bersama. Keraguan itu datang setelah Jacky memberinya nasehat (Tidak ada kebahagian yang di bangun atas penderitaan orang lain. Kebahagaian yang di bangun dari air mata jaminannya pasti sengsara. Menghancurkan tidak menutup kemungkinan akan di hancurkan. Tembok yang retak tidak akan bertahan lama) Ucapan bagai teka teki itu terus teringat di pikiran Aira.


"Hey....kenapa kamu menangis?" Menyentuh tepi wajah sang kekasih sembari menatap dalam mata berair mata tersebut. Perlahan David menyeka air mata Aira sembari berkata "Cinta kita bukan kesalahan, cinta kita suci. Kalau pun ada yang harus pergi itu bukan kamu, tapi dia. Dari pada dia bertahan penuh luka akan lebih baik kalau dia pergi. Semua ini salah dia, bukan cinta kita. Please, jangan lagi bicara tentang perpisahan. Itu sangat menyakiti saya" Menenggelamkan wajah Aira di dada bidangnya. Air dapat merasakan detak jantung David yang seakan berdetak kencang. Sejujurnya Aira pun masih menyimpan perasaan terhadap sang kekasih. Kisah mereka terjalin sudah bertahun lamanya, akan sulit melupakan semua hal yang mereka jalani bersama.


"Sejujurnya aku pun masih mencintai kamu, tapi....." Belum sempat Aira melanjutkan ucapan, tiba tiba David membungkam mulutnya "Kita akan bersama selamanya. I Love You, honey" Mengecup kening sang kekasih lembut.


"Bagaimana non Aira bisa hidup bahagia, kalau si lelakinya saja sudah beristri? salah jika dia melanjutkan hubungannya, tapi sata tidak punya wewenang atas itu" Mbok Marni menyaksikan dan mendengar sendiri bagaimana kisah cinta Aira."Memang benar cinta mereka tidak salah, tapi waktunya yang salah. Ya Tuhan, semoga Engkau siapkan jodoh terbaik untuk non Aira, jangan jadikan dia wanita egosi. Beri dia petunjuk-Mu. Tuntun dia di jalan kebenaran" Mbok Marni berharap akan ada cunta baru yang membawa Aira keluar dari kisah cinta bernoda itu. Meski dia hanyalah seorang pembantu tapi kasih sayangnya terhadap Aira sangatlah murni. Dia sudah menganggapnya seperti anak sendiri.


Aira mendongak melihat wajah David "Tapi aku takut...."

__ADS_1


"Takut kenapa? kamu tidak bersalah sayang. Pokoknya saya tidak mau tau, kamu harus ikut saya pulang ke apartemen. Lusa saya akan memberi sebuah kejutan padamu" Mengusap ujung kepala Aira sembaru terssnyum manis.


"Aku...."


"Sudahlah, jangan banyak mikir. Ayo saya bantu kemasi barang kamu, kita pergi dari sini" Meraih tangan Aira kemudian mereka masuk.


"Sayang, kamu kenapa lagi? jangan diam seperti itu, senyum dong " menggenggam satu tangan Aira lalu menciuminya.


"Aku tidak apa apa. Hanya saja semua cukup membuatku bingung"

__ADS_1


David segera menepikan mobilnya "Apa yang mambuat kamu bingung?"


Tiba tiba saja wajah Aira menunduk "Aku tidak ingin menjalin kisah tanpa setatus. Aku ingin kamu memberi kejelasan untuk hubungan kita ini. Sampai kapan kamu menyembunyikan cinta kita dari keluarga kamu? sampai kapan orang memandangku sebagai seorang pelakor? aku lelah terus MENJADI YANG KEDUA."


Melihat air mata sang kekasih membuat David tersadar. Dia pun ingin hubungannya segera di publikasikan "Kamu tenang saja, secepatnya saya akan menceraikan dia dan menjadikan kamu ratu satu satunya dalam hidup saya"


"Sungguh?"


David mengangguk seraya melrbarkan senyum "Sudah saatnya saya hidup dengan pilihan saya sendiri. Mulai sekarang tidak ada lagi yang berani menghalangi cinta kita berdua" Perlahan David mencondongkan badan. Tatapan mata tidak lepas dari wajah sang kekasih. David pun mencium bibir Aira.

__ADS_1


__ADS_2