Menjadi Yang Kedua

Menjadi Yang Kedua
Ujian Berumah Tangga


__ADS_3

Anniyah_PoV


*


" Assalamualaikum.."


Saat aku tengah menyusui Zaheera yang akan tidur siang, terdengar suara seseorang mengucapkan salam di depan rumah, dan suaranya terdengar familiar bagiku. Aku segera beringsut bangun dan meraih jilbabku yang aku letakkan di atas ranjang.


" Iya Wa'alaikumsalam.." Sahutku sedikit keras karena masih berada di dalam kamar.


" Ah, sepertinya tidak mungkin!" Gumamku menggeleng pelan, berharap yang ku pikirkan salah, dan mungkin saja aku yang salah denger.


Namun baru saja aku keluar kamar, seketika aku terhenyak, menjerit dalam hati. Kini bisa kulihat seorang wanita yang sedang menggendong anaknya sedang berdiri tepat di ambang pintu masuk.


Dan wanita tersebut tidak lain adalah Anna Adikku. Ternyata dugaanku benar, suara itu memang suaranya Anna. Entah mengapa aku memikirkan sesuatu yang buruk baru saja terjadi padanya. Sebab aku tidak melihat ada tanda-tanda kehadiran Kholil suaminya, bahkan mobilnya saja tidak ada di halaman depan.


" An, Anna ini sungguhan kamu pulang ke rumah? Ya Allah Mbak kangen sekali lho." Aku segera berjalan cepat menyambutnya, memeluknya dari samping, sebab kami sama-sama tengah menggendong putri kami.


" Iya Mbak, ini Anna. Aku juga kangen sekali sama Mbak? Pada kemana semuanya Mbak, rumah kok sepi?" Tanyanya seraya celingukan.


" Iyalah 'kan Ibu masih kerja. Bapak juga masih cari rumput, memangnya kamu cari siapa?" Kini aku dan Anna duduk di kursi ruang tamu, memangku anak-anak kami masing-masing.


" Lho memangnya Mas Anton balik ke kota lagi kah Mbak? Tapi kata Mbak Najwa mereka sudah tidak kembali lagi ke kota bahkan berniat akan pindah penduduk kesini. Dan Mbak juga kenapa ada disini, apa kalau siang hari main ke rumah ini begitu?" Tanyanya dengan heran, aku baru ingat jika belum memberi kabar perihal bertukar tempar tinggal dengan mereka berdua.


Aku pun tersenyum kepadanya, sebelum menceritakan segalanya kepadanya. Yang mungkin akan membuatnya kaget bahkan terkejut setelah mendengarnya.

__ADS_1


" Satu-satu dong tanyanya. Eh iya, kamu sudah makan belum, kok Mbak perhatiin kamu sedikit lemas, tunggu biar Mbak ambilin air minum dulu." Tanpa menunggu responnya, aku beranjak dan berjalan ke arah dapur, dan tak lama kembali dengan membawa segelas air putih, dan juga sisa kue yang aku beli tadi pagi di penjual sayur.


" Aduh Mbak, aku juga bisa ambil sendiri lho, tidak perlu di ambilkan aku juga sudah tahu tempatnya. Jadi repotin Mbak 'kan.." Sesalnya menatapku dengan pamdangan sendu.


Namun apa yang aku tangkap darinya, sepertinya wajah sendunya itu bukan karena apa yang kulakukan untuknya, melainkan sudah sedari sebelum ia sampai rumah. Dan fix sudah pasti ini menyangkut suaminya, yang tidak terlihat batang hidungnya.


Aku pun tidak langsung bertanya mengenai suaminya, biarkan dia yang mengatakannya sendiri. " Repot apasih, kamu 'kan dari perjalanan jauh, mana gendong anak lagi." Kulihat putrinya yang terdiam menatap Zaheera, mungkin dia bingung melihat sauadaranya, sebab baru kali ini mereka bertemu kembali setelah Erika lahir dulu." Hai sayang, keponakan budhe yang cantik, kok diam saja, capek ya?!"


" Mbak belum jawab pertanyaanku yang tadi lho!" Desak Anna yang ternyata mengingat pertanyaannya tadi. Padahal aku inginnya dia istirahat dulu, nanti sore baru aku menceritakan semuanya, namun bukan Anna jika tidak keras kepala ya hampir samalah denganku.


" Mbak! Kok malah melamun." Ujarnya kembali yang mengejutkanku.


" Nanti sajalah, lebih baik kamu istirahat dulu. Nanti Mbak pasti akan jawab pertanyaanmu, dan Mbak juga minta kamu ceritakan apa yang terjadi denganmu, tidak mungkin kamu pulang mendadak begini jika tidak ada masalah bukan?" Sahutku yang ingin ia jujur padaku. Terlihat sekali ia sedang menahan tangisnya agar tidak pecah.


Pada dasarnya seorang wanita hanya bisa menangis, hanya dengan menangislah salah satu cara kami untuk meluapkan rasa sedih, marah, kesal, dan juga kecewa melalui air mata kami.


Seistimewa itulah kami, hanya saja kalian para kaum Adam tidak memiliki kepekaan yang tinggi. Dan lagi-lagi kaum kamilah yang jauh lebih peka di bandingkan kalian


" Sekarang sajalah Mbak, setelahnya aku juga akan bercerita tentang apa yang aku alami, ayolah Mbak mumpung hanya ada kita berdua saja di rumah." Desaknya, masih saja tidak mau bersabar.


Mau tidak mau aku pun menceritakan apa yang terjadi di rumah ini dari awal mula, saat Ibu dan Mbak Najwa bertengkar hanya kerena masalah sepele, lalu Mbak Najwa dan Mas Anton mengajak tukeran tempat tinggal denganku. Terlihat raut wajah Anna yang terkejut.


" Ya begitulah ceritanya hingga aku disini sekarang. Sekarang gantian kamu yang cerita, ayo katakan sejujurnya, ada masalah apa kamu dan suamimu? Hingga kamu pulang ke rumah, pasti kamu pergi tanpa sepengetahuan Kholil dan juga kedua mertuamu bukan?" Desakku.


Sungguh melihat Adikku di sakiti oleh suaminya sendiri, tentu saja aku sangat kasihan juga ikut merasakan sakitnya. Siapa yang akan tega melihat Adik kandungnya sendiri sedang terluka walau luka itu tidaklah nampak di depan mata.

__ADS_1


" Jadi tadi pagi itu, aku di cekik juga hampir di bunuh oleh Bang Kholil Mbak menggunakan celur*tnya. Untung saja ia sadar, kalau tidak entahlah bagaimana nasibku, mungkin hanya tinggal..."


" Husst,, ngomong apa kamu Dek! Astagfirullah,, bagaimana bisa Kholil tega melakukan hal keji itu padamu!" Jujur ini sungguh membuatku sangat shock.


Selama ini yang kulihat Kholil sangat mencintai Anna, sangat perhatian juga pada Adikku. Lalu bagaimana ceritanya pria itu bisa berubah cepat menjadi iblis bermuka manusia?


" Semuanya berawal ketika Erika menangis kencang dua bulan yang lalu Mbak, aku juga tidak tahu apa yang terjadi padanya malam itu. Namanya juga baru menjadi seorang Ibu, dan belum mempunyai pengalaman jadi wajarlah aku bingung juga panik tidak tahu harus berbuat apa. Sementara Bang Kholil sudah marah-marah tidak jelas padaku, tak lama Mama masuk ke kamar kami dan berusaha menenangkan Erika, karena ternyata putriku perutnya sedikit kembung, padahal aku sudah memeriksanya sebelum itu. Setelah Erika tenang dan kembali tidur Mama pun kembali ke kamarnya, dan untuk pertama kalinya Bang Kholil memukulku, sejak saat itu jika Erika menangis ia selalu memukul atau bahkan menamparku Mbak." Ujarnya dengan wajah yang sudah sembab, aku pun tidak tahan untuk tidak ikut menangis.


" Ya Allah, sampai segitunya Dek. Tapi terlalu sayang dan cinta terhadap anak sendiri juga tidak baik lho. Laki-laki kalau sudah bermain tangan itu sudah nggak bener dan itu tindakan kdrt dan bisa di laporkan Dek, agar kamu mendapat perlindungan. Bisa jadi suatu hari nanti tidak menutup kemungkinan ia akan melakukan tindakan yang sama. Jadi sekarang tenangkan dirimu ya dan Mbak minta istirahatlah jangan terlalu memikirkan masalah ini, kasihan Erika, nanti air asinya pun akan berkurang akibat Bundanya sedang banyak pikiran." Pintaku dengan sangat khawatir.


" Maka dari itu Mbak aku memutuskan untuk pulang kampung saja, aku sungguh takut sekali jika besok-besok ia akan kembali menyerangku. Yang aku takutnya bukan keadaanku tapi Erika, kasihan dia masih terlalu kecil jika harus kehilangan,,"


" Sudah-sudah kok jadi kemana-kemana ngomongnya, ayo aku bantu membawa tasnya ke kamar, kamu sebaiknya istirahat dulu, nanti kita lanjut mengobrol." Ajakku agar ia juga tidak lagi mengatakan hal yang ngawur.


Orang yang sedang kecewa mungkin saja akan mengatakan hal yang tidak ia pikirkan sebelumnya atau bisa saja akan melakukan hal yang di luar kontrol mereka. Aku tidak tahu bagaimana reaksi Ibu, Bapak dan Mas Anton nanti setelah melihat dan mendengar cerita dari Anna. Terlebih Mas Anton yang memang teman dekat Kholil.


Dan ini semua adalah ujian dalam kehidupan orang yang berumah tangga, tidak ada rumah tangga yang baik-baik saja, pasti ada saja cobaannya. Semoga saja semua Ujian yang sedang menimpa keluarga kami segera teratasi dengan cara baik-baik, Aamiin..


.


.


.


.tbc

__ADS_1


Minta dukungan dari semuanya ya, tekan like dan favoritenya,, dan juga hadiahnya jangan lupa..🌷🌷🌷


Terima kasih sudah mampir membaca, maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.


__ADS_2