
Keyla pov
Hari ini gw memutuskan untuk pergi ke suatu tempat dan sepertinya gw butuh waktu sendiri
Gw menatap danau yang sangat luas , banyak beberapa orang yang berlalu lalang di sekitar danau
Gw duduk di salah satu bangku panjang yang berada di dekat danau . Angin berhembusan dengan cukup kencang dan membuat rambut lurus gw berantakan
Mata gw menutup untuk menikmati angin sejuk itu tetapi tiba tiba saja gw merasa kaki gw seperti ketumpahan sesuatu dan lengket
"UPS sorry gw gak sengaja "ucap seseorang perempuan yang seumuran seperti gw
"Maksud lu apa sih "marah gw karena gw tau Moora itu sengaja
Ya. Gadis itu adalah Moora . Moora terseyum "gimana kabar lu? Gw denger denger lu punya kembaran dan kembaran lu itu mati " ucap Moora
"Gw cabut dulu "saat gw bangun tiba tiba saja Moora menahan tangan gw
"Kita ngobrol dulu dong "
"Gw gak punya waktu buat Ngobrol sama orang kayak lu "
"Ngegas Mulu sih lu , padahal kan gw tanya baik baik jadi santai aja "
"To the poin "ucap gw malas
"Oke ...gw mau lu tinggalin Aksa . Gw tau lu sama Aksa mau balikan lagi kan soalnya kakak lu itu udah mati "
"Gw sama Aksa sudah tidak ada hubungan apa apa dan gw peringati sama lu jangan pernah bilang kata mati untuk Kakak gw karena kakak gw manusia bukan hewan " marah gw
"Serius gak ada hubungan apa apa sama Aksa ? Kemarin waktu di rumah sakit gw liat loh Aksa gendong lu . Apa itu yang di bilang udah gak ada apa apa "
"Lu punya masalah apa sih bisa bisanya gangguin dari dulu , hidup lu gak ada kerjaan y sampai sampai ngurusin hidup orang mulu padahal hidup lu itu juga berantakan "
"Heh jaga mulut lu y "
"Seharusnya mulut lu itu yang di jaga karena suka ngomongin orang Mulu ya...gw gak tau si azab seorang gibah nanti gimana "
__ADS_1
"Gw gak peduli lu mau ngomong apa tapi intinya lu harus jatuhin Aksa . Apa lu gak pernah fikir kalo Aksa suka sama lu karena obsesi karena di sangat mencintai Fiona jadi mungkin aja dia nganggap lu itu Fiona bukan Keyla "
Deg
Apa benar yang di bilang Moora ?
Gw gak boleh kemakan omongan dia
"Kalo lu lebih milih Aksa apa lu gak pernah mikirin perasaan Rian gimana ? Lu itu lebih parah dari gw karena lu nyakitin perasaan cowok dan lu juga gak pantes buat Aksa karena apa yang Aksa lakukan itu hanya sebatas obsesi doang jadi lu harus jauh jauhin Aksa kalo perlu lu pergi ke London lagi "ucap Moora
Gw hanya diam mungkin benar apa yang di bilang Moora sekarang ,Aksa mendekati dirinya hanya terobsesi dengan Fiona
"Gw pergi dulu "ucap gw lalu gw langsung pergi dengan perasaan yang tidak karuan
And pov
Keyla memutuskan untuk pergi ke makam Fiona dengan mobil sport miliknya
"Kak freya datang "ucap Keyla sambil mengelus nisan yang bertulisan nama Fiona
...
Aksa dan Rian saling menatap dengan tatapan tidak suka "apa yang ingin lu bicarain "ucap Rian karena dirinya kesal terus terusan di tatap oleh Aksa
"Oke to the poin aja ....gw mau lu tinggalin Keyla karena Keyla milik gw "
Rian tersenyum hambar " lu lupa ? Keyla sama gw udah tunangan jadi gak ada yang bisa memisahkan kita kecuali maut "
"Lu gak sadar apa pura pura gak sadar ? Kalo sebenarnya Keyla mau bertunangan dengan lu itu agar bisa menghapus perasaan Keyla ke gw jadi sebenarnya Keyla tidak cinta sama lu jangankan cinta sayang saja tidak "
"Gw tau kalo Keyla bertunagan dengan gw itu karena hal itu tapi gw yakin seiring berjalannya waktu Keyla akan bisa membalas cinta gw sama kayak waktu lu dulu , lu juga dulu mengklaim Keyla dengan paksa kan dan berakhir Keyla jadi cinta sama lu seiring berjalannya waktu jadi gw yakin Keyla akan membalas perasaan gw "
Deg
Sialan gw kemakan omongan gw sendiri-batin Aksa
"Udah kan gak ada yang perlu di bahas jadi gw mau pergi karena waktu itu sangat berharga buat gw "ucap Rian "oh ya dan satu lagi gw harap lu jangan harapin Keyla karena Keyla di takdirnya untuk menjadi sahabat hidup gw "lanjut Rian
__ADS_1
"Dan gw gak perduli sama yang lu bilang gw cuman kasih tau kalo sebentar lagi hubungan lu sama Keyla akan kandas di tengah jalan dan gw ingetin lu buat Jangan bunuh diri "lalu Aksa pergi meninggalkan Rian
Aksa mengambil ponsel miliknya di saku nya lalu mencari salah satu kontak
"Booking restoran termahal di Jakarta untuk nanti malam "
Tut
Entah lah Aksa memiliki Saribu satu cara agar Keyla kembali kepelukannya karena Keyla miliknya hanya miliknya
....
Sekarang di dalam kamar Keyla sedang mendumal tidak jelas karena ada seseorang yang mengirim sebuah dress yang bewarna putih dan di situ juga ada tulisan jika dirinya harus pergi ke salah satu restoran di Jakarta pada pukul tujuh malam
Sebenarnya Keyla tidak ingin datang tapi entah kenapa ada sesuatu yang membuat Keyla harus pergi ke sana
Sekarang sudah pukul 6 sore dan Keyla bergegas ke sana karena restoran nya cukup jauh dari rumahnya
Saat Keyla sampai di sana restoran tersebut sangat mewah bahkan seperti nya ini sangat mahal , walaupun Keyla ada keluarga kalangan atas tetapi dia tidak pernah makan di restoran mewah karena buat dirinya itu hanya percuma nanti juga makanan tersebut jadi ***
Satu pernyataan yang ada di pikiran Keyla saat ini ,kenapa restoran tersebut sangat sepi ah bahkan bukan sepi lagi tapi tidak ada orang kecuali para pelayan
Dari pada banyak bertanya lagi Keyla masuk ke restoran itu " maaf mba restorannya tutup "tanya keyla ramah
"Oh enggak mba restorannya masih buka hanya saja ada seseorang yang memboking tempat ini "jawab pelayan itu "maaf mba nama mba siapa ? Siapa tau aja mba adalah kekasih dari Seseorang yang salah memboking tempat ini "
Kekasih ?
Apakah Rian ?
"Hmm Keyla "jawab Keyla dengan ragu
"Oh nona Keyla ...nona silahkan masuk tuan muda sudah menunggu di dalam "
Lalu Keyla masuk ke dalam restoran tersebut dan Keyla melihat ada seseorang pria yang menggunakan jas hitamnya sedang membelakangi Keyla
Siapa pria berjas hitam itu ?
__ADS_1