
Kamar Bayu O'Grady
Bayu mengambil membawa mug berisikan susu putih panas dan membuka jendela kamarnya. Hawa musim dingin pun masuk ke dalam namun tidak membuat dirinya merasa dingin sebab banyaknya hal yang berkecamuk di pikirannya.
Yang galau
Bayu adalah pemilik kemampuan semi fotografis memory. Jika dia sudah mengingat sesuatu, akan sedikit sulit dia lupakan.
Bayu mengingat hasil penelusuran tadi dan sekali lagi dirinya menghela nafas panjang. Rasanya dia ingin ke apartemen Ajeng dan memeluk gadis itu lalu berkata 'Semua baik-baik saja'. Aku yang harus merasa semua baik-baik saja.
Argono Prawiro adalah anak haram dari salah satu anggota keluarga Mangkunegaran. Ibu Argono adalah abdi dalem di salah satu kerajaan Jawa yang masih berdiri selain Ngayogyakarta. Ayah Argono memang dikenal bangsawan yang senang hidup bebas dan mbalelo dari aturan.
Ibu Argono, adalah salah satu abdi dalem disana yang merasa bisa menjadi bagian keluarga ningrat Mangkunegaran. Namun setelah dia ketahuan hamil, wanita itu ditendang dari lingkungan ningrat.
Pria itu tidak mengakui bahwa bayi yang dikandung abdi dalem itu adalah anaknya. Wanita itu akhirnya melahirkan Argono dan segera menyerahkan ke panti asuhan. Rupanya ibu Argono memiliki dendam pribadi kepada pria yang menghamilinya. Wanita itu mengikuti pria itu hingga enam bulan kemudian, dia menemui ayah Argono di sebuah klub malam di Jogjakarta.
Ibu Argono menikam ayah Argono dengan pisau belati hingga tewas di klub malam itu dan wanita tersebut ditangkap polisi. Perkembangannya, ibu Argono mengalami gangguan jiwa akibat dendam, obsesi yang tidak tergapai menjadi bagian bangsawan ningrat Mangkunegaran.
Bayu juga mendapatkan daftar pengunjung rumah sakit jiwa di Magelang tempat ibu Argono dirawat. Rupanya Argono juga menyelidiki siapa dirinya sebenarnya. Dan namanya terdapat sebagai salah satu pengunjung rutin ibunya hingga meninggal dunia karena sakit saat Ajeng berusia sepuluh tahun.
Estiningtyas, ibu Ajeng juga tidak berbeda jauh nasibnya. Memilik seorang ayah yang pemabuk dan narapidana yang bolak balik masuk penjara, ibu Estiningtyas memilih kabur dari rumah saat tahu dirinya hamil. Wanita itu tidak mau anaknya melihat bagaimana perilaku ayahnya dan memutuskan untuk bersembunyi di Karanganyar. Saat Estiningtyas berusia enam bulan, ibunya menyerahkan ke panti asuhan yang sama dengan Argono. Ibu Estiningtyas tidak mau, suaminya tahu kalau dia memiliki anak perempuan.
Di pelariannya, ibu Estiningtyas tertangkap oleh suaminya dan dipaksa untuk menjadi pela*cur. Ibu Estiningtyas akhirnya memilih jalan bunuh diri daripada harga dirinya diinjak-injak. Dan yang membuat Bayu berang adalah, kakek Ajeng itu masih hidup !
Kenapa sih orang jahat matinya lama? Apa kudu aku sianida ? Bayu tidak mempermasalahkan keluarga ayah Ajeng tapi keluarga ibu Ajeng, semuanya berantakan ! Bayu bersyukur nenek Ajeng dari pihak ibunya menyelamatkan Estiningtyas. Bayu tidak bisa membayangkan jika ibu Ajeng itu tidak diselamatkan... Mengingat ayahnya begitu b@jinga@nnya !
Bayu juga tahu kakek Ajeng itu punya anak laki-laki dari wanita lain dan kelakuannya sama saja dengan bapaknya. Alhamdulillah Estiningtyas tidak menuruni gen jelek ayahnya.
Dan memang benar yang diucapkan Benji, tidak semua hal kamu munculkan di permukaan. Ajeng cukup mengetahui kalau kedua orangtuanya adalah orang yang terhormat dan baik karena memang itu kenyataannya.
Jika kamu mau ke Solo, tidak sendirian! Harus ada aku yang akan melindungi kamu meskipun kans nya kecil kakekmu tahu kamu.
__ADS_1
Bayu menyesap milk nya. Kebiasaan Bayu kalau tidak bisa tidur adalah minum susu putih panas. Alamat besok aku ngantuk deh di kantor...
***
PRC Group Building Manhattan New York
Bayu datang dengan mengenakan kacamata hitam karena pagi ini matanya benar-benar mata panda.
Ajeng melihat Boss / tunangannya tampak lesu, langsung menghampiri sambil membawakan kopi dan roti sosial.
"Pak Bayu baik-baik saja?" tanya Ajeng bingung sambil meletakkan piring dan cangkir kopi diatas meja Bayu.
"Jeng..." Bayu memberikan kode ke Ajeng untuk menutup pintu ruang kerjanya. Ajeng pun menurutinya lalu menutup pintu dan menghampiri pria itu.
"Pak Bayu sakit? Saya telepon dokter Victoria ya?" Ajeng tampak khawatir melihat bagaimana wajah Bayu yang kuyu apalagi setelah kacamata hitam nya dilepas. semakin memperlihatkan lingkaran hitam dibawah mata birunya.
"Jeng, hari ini hold semua janji. Saya mau istirahat..." pinta Bayu sambil melepas jasnya.
"Kamu kok macam emak-emak sih?" senyum Bayu. "Kamu tahu kalau aku nggak masuk kantor, aku tidak lihat kamu Jeng..." Bayu duduk di sofa dan menarik Ajeng duduk diatas pangkuan nya. "Tidak bisa memelukmu seperti ini..."
Ajeng menatap bingung ke arah Bayu. Ini ada yang salah. Mas Kal-el modusnya berbeda... "Mas, apa ada sesuatu?"
"Biarkan begini dulu Jeng..." ucap Bayu sambil memeluk Ajeng. "Aku hanya ingin bilang, aku sangat mencintaimu Jeng. Apapun yang terjadi, aku akan selalu disisimu..."
Ajeng mengelus kepala Bayu lembut. "Pak Bayu, habis nonton film melow?"
Bayu tertawa kecil. "Iya, film yang begitu mengenaskan hingga aku bersyukur tokoh utamanya kuat dan bisa survive."
"Makane tho Pak, nek arep mangkat kantor kiiee Ojo nonton Netflix ( makanya tho pak, kalau mau berangkat kantor itu jangan nonton Netflix ). Baper tho sampeyan?" senyum Ajeng yang membuat hati Bayu terasa hangat
"Ini lah yang membuat aku tetap berangkat kemari Jeng. Karena kamu adalah sumber semangat aku..."
"Pak, iki jek dino Senin ( Pak, ini baru hari Senin ). Nek arep ngerayu gombal, Ojo pas dino Iki pak ( kalau mau merayu gombal, jangan pas hari ini pak ). Marakke aku suduken ( bikin aku kram perut )..." suara Ajeng menghilang karena Bayu sudah mencium bibirnya lembut yang lama lama memanas.
__ADS_1
"Pak... stop. Nanti saya disita ibu negara..." bisik Ajeng saat Bayu mulai mencium rahangnya.
"Haaaiissshhh... aku lupa dengan ibuku yang sakti mandraguna guna itu !" sungut Bayu membuat Ajeng cekikikan.
"Pak Bayu, nggak boleh gitu. Gandari itu ibunya Kurawa lho..."
"Eh Jeng, itu kan di perwayangan, Mahabarata. Aslinya Bu Gandari yang ini anaknya cuma satu, aku doang !" ucap Bayu jumawa.
"Untung Bu Gandari cuma punya mas... Nggak kebayang kalau punya anak banyak kelakuannya 11-12 sama mas. Ampun deh !"
"Apa maksudmu kelakuannya 11-12 sama aku?" Bayu memandangi wajah cantik khas Jawa dan Indonesia di hadapannya.
"Penuh kemodusan yang super haqiqi!" jawab Ajeng tegas.
Bayu tersenyum. "Jeng, tetap receh ya?"
"Memang kenapa mas?" Ajeng tampak bingung dengan sikap Bayu yang mood swing macam wanita hamidun.
"Tak apa. Jadilah Ajeng yang selama ini menjelehikan..."
Ajeng melengos. "Mas, Ndang dipatenkan deh tuh kata menjelehikan!"
Bayu tertawa.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1