
Restaurant Pizza Langganan Chris, Alea dan Mamoru Bradford.
Alea menatap ke arah dua gadis cantik yang bersama dengan kedua keponakannya. Mata biru keabu-abuan nya tampak ingin tahu kenapa bisa bersama dengan Bayu dan Radeva.
"Siapa gadis - gadis ini boys?" tanya Alea lembut tapi membuat Bayu dan Radeva sedikit gugup.
"Oh perkenalkan ini Ajeng Pratiwi, sekretaris aku" jawab Bayu. "Jeng, ini Tante Alea Hamilton, yang sekretarisnya bernama Magdala, teman kamu. Lalu ini Oom Chris Bradford, chief NYPD dan ini putra mereka Mamoru Bradford."
Ajeng pun berjalan menuju Alea dan Chris Bradford. "Senang bertemu dengan anda Bu Alea, Pak Chris, dik Mamoru" sapa gadis itu sambil mengulurkan tangan ke Alea, Chris dan Mamoru dan dengan bahasa Indonesia.
"Mom, she's an Indonesian ( dia orang Indonesia )" celetuk Mamoru ke Alea yang menyalami Ajeng.
"Astaghfirullah! I'm so sorry. Maafkan saya lupa harus mensetting otak untuk berbicara bahasa Inggris." Ajeng menggaruk kepalanya dengan wajah panik.
"Oh it's okay Ajeng. Akhirnya saya bisa bertemu dengan sekretaris Bayu yang keseratus" kerling Alea ke Bayu sedangkan Chris dan Mamoru hanya tertawa kecil.
"Kalau ini siapa Deva?" tanya Chris.
"Oh ini Ganiya Redford, pacar aku" senyum Radeva. "Panggilannya Aya."
Ganiya pun berdiri dan menyalami keluarga Bradford.
"Redford?! Apakah kamu masih ada hubungan dengan aktor Robert Redford?" tanya Chris Bradford.
"Itu kakek jauh saya. Jauuuuuhhhh sekali sampai butuh pohon silsilah panjang untuk sampai ke aktor itu" senyum Ganiya.
"Kayaknya lebih enak kita duduk deh Dad. Mas Bayu, mas Deva, kita duduk sendiri sesama pria, biar mommy bersama para kakak perempuan" ajak Mamoru, yang baru masuk ke high school.
"Kita gabung saja mejanya" putus Bayu datar. "Sama saja kan?"
***
Akhirnya dua meja pun digabungkan membuat keluarga Bradford menatap keempat orang dihadapannya. Mamoru lebih tertarik dengan Ajeng dan Ganiya yang memang belum pernah dia lihat. Remaja tampan itu pun berganti memandang dua gadis yang sama-sama memiliki darah Indonesia itu dengan mata birunya yang super kepo.
Ketujuh orang itu pun menikmati pizza half and half serta pesanan lainnya saat Keluarga Bradford datang.
"So, ini mbak Ajeng, sekretaris ke seratus mas Bayu?" goda remaja tampan itu. "Gimana mbak jadi sekertaris mas angin topan? Banyak ngenes nya atau banyak ngelus dadanya?"
Bayu menatap tajam ke Mamoru yang hanya nyengir jahil. "Shut up Moru!"
"What?!" balas Mamoru cuek. "Ayo mbak Ajeng, jawab saja."
"Well..." Ajeng menoleh ke arah Bayu yang sudah memasang wajah dingin ke arahnya. "Lebih banyak ngenes nya dik" bisik gadis itu ke arah Mamoru yang langsung terbahak.
"Oh kasihan" gelak Mamoru. "Sudah ketemu Twister level berapa?"
"Kalau macam di film Twister itu belum tapi nyaris" jawab Ajeng cuek. Bayu semakin mendelik ke arah sekretaris nya yang tampaknya cuek saja mengghibah di hadapannya.
"Tapi mbak Ajeng punya caranya kan supaya Twister nya diam?"
"Tenang. Nanti aku kasih kryptonite pasti diam!" jawab Ajeng jumawa.
__ADS_1
"Kryptonite?" tanya Chris yang diam-diam geli melihat keponakannya emosi gara-gara putranya dan gadis yang baru ditemuinya itu sama-sama heboh.
"Pak Chris kan bisa melihat kalau pak Bayu mirip Superman jadi kan kelemahan manusia Krypton adalah kryptonite..."
"Apakah kamu menemukan nya mbak Ajeng?" tanya Ganiya ikutan rumpi.
"Aku baru menemukan klepon hijau. Soalnya pak Bayu demen dengan klepon."
"Bagaimana kamu tahu Jeng?" tanya Radeva ikut kepo.
"Soalnya Saban saya bawakan klepon, pasti hari itu anteng. Tapi kalau saya tidak bawakan klepon, bisa kacau dunia" senyum Ajeng yang memang sudah mengamati kebiasaan Bayu. Kelemahan mu adalah klepon, mas Kal-el.
Bayu melongo mendengar ucapan sekretarisnya yang ternyata jauh lebih nritik ( teliti ) dalam mengamati kebiasaan dirinya. Bayu mengakui kalau dirinya sangat suka klepon seperti Necan Dara dan Ogan Abi tapi dirinya tidak menyangka kalau sekretarisnya ini sampai hapal dan tahu. Dan memang setiap Ajeng membawakan klepon, dirinya sangat senang dan tenang.
"Wah, ternyata Kryptonite nya gampang ya mas" goda Mamoru.
"Memangnya kamu membeli klepon dimana?" tanya Alea.
"Saya membuatnya sendiri Bu Alea. Gampang kok cuma saya harus membeli kelapa segar sebelum pulang ke apartemen" jawab Ajeng sambil tersenyum.
"Kalau begitu tho Jeng, sering-seringlah membuat klepon biar Bayu kalem" senyum Chris sambil menatap Bayu yang manyun.
"Mbak Ajeng, mau dong aku diajari buat klepon. Kayaknya belajar masak sama mbak Ajeng lebih enak daripada sama mama atau grandma" ucap Ganiya.
"Memang grandma nya mbak Aya kenapa?" tanya Mamoru sambil menggigit pizzanya.
"Sukanya keburu buru kalau ngajarin."
"Boleh lah dik, besok Sabtu kamu ke apartemen aku atau aku ke rumah..."
"Tunggu Aya. Bukannya Ajeng ada lembur sama mas Bayu?" ucap Radeva.
Alea menatap tajam ke Bayu. "Lembur apa Sabtu-sabtu? "
"Siapa yang bilang lembur?" jawab Bayu cuek.
"Mas Bayu!" seru Radeva dan Ganiya bersamaan.
"Pak Bayu!" ujar Ajeng bersamaan dengan pasangan itu.
"Aku bilang itu biar Matteo tidak mengajak Ajeng makan malam" ujar pria berbadan besar itu sambil menyesap es lemon teanya membuat Ajeng, Radeva dan Ganiya menatap Bayu kesal.
"Pak Bayu njelehi!" pekik Ajeng kesal. Bayu hanya mengedikkan bahunya.
"Apakah ada yang bisa kasih tahu kenapa ini?" Alea menatap keempat orang di hadapannya.
"Pokoknya salah mas Bayu Tante!" Radeva melirik judes ke arah kakak sepupunya itu.
***
Di dalam mobil Bayu perjalanan menuju apartemen Ajeng
__ADS_1
Ajeng masih mode cemberut di sebelah Bayu yang dengan santainya menyetir mobilnya.
"Pak Bayu!"
"Yes Jeng?"
"Saya tidak suka ya pak Bayu membatasi kehidupan sosial saya! Saya sudah dari jam delapan pagi sampai lima sore bersama bapak dari Senin hingga Jumat. Lalu kenapa bapak melarang saya pergi dengan Matteo?" Ajeng menatap galak ke arah Bayu.
"Karena Matteo sudah menikah Ajeng. Makanya aku melarang kamu mau diajak makan malam olehnya" jawab Bayu kalem.
Ajeng terkejut. "Tapi saya tidak melihat cincin kawin di jari manisnya."
"Sengaja dilepas untuk menarik perhatian pelanggan wanita. Pizzanya enak, Jeng tapi Matteo kelemahan nya ya begitu. Khas pria Italia."
"Ipar bapak banyak yang pria Italia. Apakah mereka tidak seperti Matteo?"
"No. Ipar-iparku itu terlalu bucin dengan saudara - saudara perempuan aku. Dan insyaallah mereka adalah pria-pria yang setia hingga akhir hayat."
"Pak Bayu..."
"Ya?"
"Cari pacar gih! Biar nggak recokin sekretaris bapak satu ini." Ajeng menatap serius ke Bayu.
Bayu hanya menghela nafas panjang. "Siapa juga yang betah sama Twister macam aku Jeng?"
"Makane tho pak, mbok ojo sok ngetwistter ... Bingung kan? Apa pak Bayu diruqyah, diaqiqah plus ganti nama gitu... Aduuuh!" Ajeng meringis saat Bayu menepuk kepalanya.
"Enak saja ganti nama! Sembarangan!"
"Lha ini nih yang bikin ciwik-ciwik gak betah sama pak Bayu. Ngegas!"
"Ciwik-ciwik itu apa Jeng?" Bayu menatap gadis itu bingung saat mereka berada di lampu merah.
"Allahuakbar! Ciwik-ciwik itu diatasnya cewek-cewek paaaakk" ucap Ajeng gemas.
"Oh" jawab Bayu pendek.
Ajeng hanya menggelengkan kepalanya. Duh kok ya ada manusia Krypton nyasar ke bumi tho!
***
Visual Mamoru Al Jordan Hamilton Bradford dewasa
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️