
Apartemen Bayu dan Ajeng
"Mas Bayuuuu..." panggil Ajeng.
"Ya sayang?" jawab Bayu yang sedang membenarkan kran cuci piring.
"Duncan nendang terus..." ucap Ajeng yang sudah masuk usia kedelapan mau ke sembilan bulan kandungannya.
"Sudah nggak sabar lihat dunia itu Jeng..." kekeh Bayu sambil menoleh ke arah istrinya yang menghampiri dapur dengan perut besarnya.
"Kayaknya pengen lihat papanya benerin kran. Duncan, lihat tuh caranya benerin kran biar besok nggak bingung..." ucap Ajeng Absurd membuat Bayu dua kali menoleh ke arah istrinya.
"Jeng, mana kelihatan? Kan matanya Duncan ketutupan dinding rahim dan dinding perut kamu..."
"Lho aku yang lihat mas Bayu, terus aku kasih gambaran ke Duncan. Macam transfer mata batin gitu... "
Bayu melongo. "Kamu habis nonton film science fiction apaan sih?"
"Bukannya konsepnya gitu ya mas ? Pakai acara telepati... "
Pria bermata biru itu hanya menggelengkan kepalanya sambil mengencangkan baut di kran. "Wis, karepmu ( terserah kamu ) Jeng... Sudah nggak netes nih. Ada sumbatan kotoran di saringannya."
"Terimakasih papa. Senang deh punya suami pintar jadi tukang pipa macam Mario dan Luigi... "
"Terus kamu princess peach nya ya?" goda Bayu yang sedang mencuci tangan.
__ADS_1
"Dan kita melawaan Koopa ? Ketemu sama cheep-cheep di air ?" balas Ajeng sambil mendekati Bayu.
"Kamu kok masih ingat game itu?" kekeh Bayu sambil memeluk Ajeng.
"Gara-gara di rumah gabut cuma sama Red, terus masuk ke ruang kerja mas Bayu dan banyak console disana. Ya main yang paling gampang lah... Mario Bros."
Bayu tertawa kecil. "Kamu itu ternyata suka game juga?"
"Lha bosen baca, nonton film, corat-coret jadinya main game aja lah..."
Bayu dan Ajeng merasakan Duncan menendang perut ibunya membuat kedua calon orang tua itu tersenyum.
"Kayaknya bakalan lebih julid daripada aku deh nih si Duncan..." kekeh Bayu.
"Jealous dia mau ikutan ghibah sama papa mamanya.." timpal Ajeng yang sudah terbiasa perutnya kena tendang Duncan. Bumil itu bersyukur putranya aktif di dalam perut pertanda sehat dan tampak sudah tidak sabar melihat dunia.
"Mas, mau jaraknya dekat jaraknya jauh, namanya anak-anak pasti akan gegeran... Wong kalian yang udah kepala tiga juga masih gegeran dan julidnya naudzubillah..."
"Kalau itu mah emang kagak bisa diapa-apain Jeng. Julid itu sudah mendarah daging, terbentuk di DNA, nggak bisa dibuang ataupun dicutik macam kutil .... Nggak bisa Jeng. Macam sudah hak paten, pakai kode trademark ™️ gitu plus ada copyright ©️ nya..." papar Bayu panjang lebar membuat Ajeng melongo.
"Mas Bayu... Sehat ?" Ajeng memegang kening suaminya.
"Nggak... Aku kebelet pipis !" Bayu langsung melesat menuju kamar mandi.
"Owalah nak... Nak... papamu memang Membagongkan. D, besok kalau kamu besar... Kira-kira apa macam papamu dan saudara - saudaranya ya? Mama tahu mereka memang suka durjana, durjaksa, durhakim dan durpengacara tapi mereka saling sayang satu sama lain.. " Ajeng berjalan menuju sofa dan duduk disana. Red, anjing red toy poodle nya pun ikut naik sofa dan menempelkan kepalanya di perut Ajeng.
__ADS_1
Bumil cantik itu tersenyum melihat kelakuan anjingnya yang seolah tahu ada bayi di dalam perut Ajeng. Ternyata memang binatang yang dikenal setia dengan tuannya memiliki kepekaan tersendiri selama dia hamil. Red seolah menjadi penjaga dirinya setiap Bayu berangkat kantor.
Kemana Ajeng pergi di rumah, Red selalu mengikutinya seolah mengawasi takut kenapa-kenapa.
"D, jika besar nanti, jangan gegeran macam papamu ya. Yang akur - akur dengan mbak Rania, mbak Biana, mas Rase, mas Vicenzo, mas Hyde, mas Alsaki, mbak Galena, mas Arya, mas Ben, mbak Mita, mas Raul, mas Alano, mas Lachlan, mas Kaivan, mas Aizen..."
"Jeng, kamu absen keponakan kita? Lha yang di Belgia belum disebut...Mas Arsya, mas Avaro dan mbak Alisha ... " kekeh Bayu.
"Lha malah yang paling ningrat malah aku lupa..."
Bayu menatap horor. "Paling ningrat? Putra mahkota penganut azas mandi cukup sehari sekali itu yang penting wangi, dibilang paling ningrat ? Seriously !"
Ajeng terbahak. "Tapi kan tetap Arsya itu pangeran mas. Mau ikut ajaran trio kampret tapi tetap statusnya seorang calon raja. Nggak bisa diganggu gugat ... "
"Beruntung dia anak raja ... Masih bisa dipermisif .. Coba kalau di rumah Bu Gandari. Hohohoho, jurus capit kepiting melayang ditambah jurus Omelan dengan kecepatan cahaya mengalahkan warp machine di pesawat enterprise star trek..."
Ajeng makin tertawa terbahak-bahak. "Ya Allah maaassss... Koplak tenan !"
Bayu tersenyum melihat istrinya tampak senang.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️