
Apartemen Bayu dan Ajeng Manhattan New York
Ajeng menghampiri Bayu yang masih sibuk membuat blue print alat spionase yang baru hasil kolaborasi dengan tantenya Jang Geun-moon.
"Mas Bayu ..." panggil Ajeng pelan.
"Ada apa Jeng?" tanya Bayu sambil mengangkat kepalanya.
"Maaassss..." rengek Ajeng. "Nggak bisa bobok..."
Bayu melongo. "Lha tadi ditemani katanya sumpek lihat aku... Sekarang nggak bisa bobok. Yang benar yang mana Jeng?"
"Tadi mah tadi. Sekarang beda ... Maaassss, temani Ajeng bobok..." pinta istrinya manja.
Bayu mengusap wajahnya dan merasa gemas dengan istrinya. Ya ampun, mood swing wanita hamil itu yaaaaa... Wis ... Wis ... Wis.
"Ya mas yaaa? Temani Ajeng... Sama aku juga kangen sama mas Kal-el ... " Wajah Ajeng tampak begitu menggoda suaminya.
Bayu pun bangkit dari duduknya dan menghampiri istrinya. "Jeng, jangan ada drama Oreo lagi ya?"
"Maafin Ajeng ya. Ajeng nggak tahu apa yang ada di pikiran waktu itu. Hanya perasaan jengkel saja mas Bayu makan Oreo punya Ajeng..." Bumil itu memeluk suaminya meskipun sedikit terganjal dengan perutnya yang mulai membuncit.
"Dimaafkan Jeng tapi aku tahu, besok besarnya si Boy bakalan jauh lebih julid, lebih judes, lebih galak dari kita, opa Omanya dan opa Oma buyutnya" kekeh Bayu.
"Duh alamat aku yang bakalan kelimpungan didik bocah yang sangat mini you..." keluh Ajeng.
"Kan sesuai request, cowok dan jadi mini me..." seringai Bayu.
Ajeng cemberut. "Mas Kal-el tuuuuhhh .... Aaakkkhhh..." Bumil itu terkejut saat Bayu menggendong nya ala bridal.
"Yuk katanya mau bobok..." senyum Bayu.
"Sama diboboki..." balas Ajeng sambil mencium pipi Bayu yang mulai ditumbuhi bulu-bulu halus.
"Iya, sama diboboki..." Bayu mencium bibir Ajeng.
***
"Damian nggak marah kita nggak datang mas?" tanya Ajeng sambil memeluk Bayu usai acara diboboki versi bumil yang membuat suaminya sedikit kewalahan. Semenjak Ajeng hamil, hormonnya untuk berhubungan suami istri memang lebih meningkat daripada sebelum hamil.
"Damian lebih marah ke Reema yang menjebaknya untuk menikahi nya..." jawab Bayu sambil mengelus perut buncit Ajeng. ( Baca The Emir and The Ordinary Girl )
"Aku nggak habis pikir deh mas. Kok bisa sih sampai begitu obsesinya ke Damian?" ucap Ajeng yang tidur miring sambil menatap Bayu.
"Jeng, kan kamu tahu bagaimana kepribadian Damian. Fisik oke khas Blair, sifat juga baik dan gentleman plus dia Emir Dubai yang kekayaannya aduhai. Siapa yang nggak ingin jadi pasangannya?"
"Iya tapi kan itu bukan cinta mas..."
"Bagi Reema itu adalah cinta. Kamu tahu Jeng, tadi Nelson bilang kalau Damian akan menalak Reema setelah tiga bulan. Yang penting kan merasakan menjadi Mrs Damian Blair. Padahal Damian sudah bilang, lebih baik batal nikah daripada jadi janda kan?"
"Astaghfirullah... Mending batal nikah daripada cerai... Setidaknya kan status masih single... "
__ADS_1
"Nggak tahu deh Jeng..." Bayu menatap istrinya yang sedikit mengantuk karena perutnya dielus olehnya. Tiba-tiba...
"Jeng, Duncan nendang" serunya heboh.
"Iya mas. Tahu dielus sama babehnya" gumam Ajeng sambil terpejam.
"Babeh? Yang benar saja Jeng ! Masa panggilannya Babeh ?" protes Bayu sebal.
"Ya udah, bokap..."
"Malah ngaco..."
"Ya udah, ayah bunda..."
"Ogah !"
"Gimana kalau paklek bulek ?"
Bayu memandang sebal mata Ajeng yang tertutup tapi bibirnya makin ngawur.
"Masih mending papi mami, Jeng."
"Mas Bayu nggak ada potongan dipanggil papi. Ora patut ( nggak pantas )."
"Astaghfirullah! Ya sudah Daddy mommy ya. Fix !"
"Pakdhe Budhe gimana?"
Tak lama suara dengkuran halus Ajeng terdengar dan Bayu pun menarik selimutnya lalu mencium kening istrinya.
"Kamu tuh semenjak hamil kok makin ajaib sih kelakuannya?" kekeh Bayu. "Have a nice dream. Duncan, jangan bikin mommy mu kebangun ya. Biar mommymu bobok" ucap pria itu sambil mengusap perut Ajeng.
***
Semakin hari, keabsurdan Ajeng selama hamil semakin menjadi. Bayu sampai harus mengeluarkan kesabaran cadangannya karena istrinya makin aneh-aneh.
Ajeng minta dibuatkan klepon buatan Bayu, nasi goreng seafood dibuat Bayu, semua makanan yang favoritnya harus dimasak oleh Bayu. Pria itu terpaksa mengeluarkan kemampuan memasaknya.
Tapi meskipun begitu, Bayu masih bersyukur permintaan Ajeng hanya untuk dimasaki olehnya. Meskipun makanan yang diminta nya bukan yang aneh-aneh tapi semua harus dirinya. Demi Duncan ketiga.
***
Dua Bulan Kemudian
Gandari dan Abiyasa tampak sumringah saat mansion Blair menjadi semarak saat acara nujuh bulanan Ajeng. Semua keluarga di New York tampak hadir disana termasuk Nadya yang sedang hamil bersama suaminya Omar Zidane.
"Alhamdulillah bisa adain nujuh bulanan disini" ucap Kaia.
"Alhamdulillah ya mommy... " Gandari tersenyum.
"Ajeng kelihatan senang bisa acara seperti ini. Mana Bayu juga tambah ganteng pakai beskap ya. Mirip papi Duncan waktu muda hanya saja papi Duncan blonde, Bayu rambutnya hitam" gumam Kaia.
__ADS_1
"Mommy kangen Opa Duncan ya?" Gandari menatap Kaia.
"Banget, Ndari. Papi Duncan itu my first love. Dulu mommy merasa tidak ada pria seperfect Papi tapi ternyata mommy mendapatkan Rhett O'Grady yang hampir sama sifatnya dengan Papi. Dimana-mana kan biasanya, ayah selalu first love anak perempuannya bukan?"
"Betul Mommy" jawab Gandari. "Aku juga kadang kangen papa mama dan Daddy mommy. Al Fatihah buat semuanya."
"Betul Ndari."
***
"Rujaknya enak lho, pas buat aku yang lagi hamil" ucap Nadya sambil mengambil gelas isi rujak usai acara utama nujuh bulanan.
"Pada percaya mitos nggak sih?" tanya Nadira yang juga menikmati rujaknya.
"Apa? Kalau rasanya enak cewek, kalau nggak enak cowok? Wong udah tahu di USG cowok kok" jawab Ajeng sambil mengelus perutnya yang sudah besar.
"Nah ntu ! Yang bikin kacau dunia per-USG-an. USG mitos versus USG dokter" timpal Blaze. "Ini enak rujaknya. Beneran. Pas semua bumbunya."
"Mama yang buat" senyum Ajeng. "Mas Bayuuuu..." panggil Ajeng ke suaminya yang sedang mengobrol dengan Pedro dan Omar.
"Apa sayang?"
"Mau rujaknya."
"Oke."
Bayu pun mengambilkan rujak buat Ajeng tapi pria itu lupa kalau istrinya masih sok sensitif. Bayu dengan cueknya memakan rujak dari gelas itu sebelum diberikan ke Ajeng membuat bumil itu melotot.
"Mas Bayuuu !!!" teriak Ajeng kesal.
"Apaan ? Ini rujaknya..." jawab Bayu polos sambil memberikan gelas rujak yang sudah tinggal separo.
"Ya nggak dimakan duluan, Bambaaaanngggg !!!" protes Ajeng dengan mode marah.
"Kan aku test drive dulu, pedas atau nggak rujaknya biar si boy nggak kepedasan..." jawab Bayu cuek.
"Nggak gitu konsepnyaaaa !!!" Ajeng pun tampak ingin menangis membuat Blaze menatap judes ke Bayu.
"Kowe kiiiee senengane golek molo tenan owk Lisus ( kamu itu senengannya cari perkara terus deh Lisus. )!" bentak Blaze. "Ambil yang baru !"
Bayu hanya melongo. "Oh, salah ya?"
"Salah lah !" teriak Nadya, Blaze dan Nadira galak.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️